Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Monster


__ADS_3

Haura selalu disibukkan dengan pekerjaannya di rumah sakit, dia banyak belajar selama mengikuti beberapa dokter yang melakukan operasi, baik operasi kecil ataupun operasi besar.


Bryan beristirahat di dalam ruangan istirahat untuk para dokter. tubuhnya terasa lemas dan tidak mampu untuk berdiri, dia tidak bisa pula menghubungi Haura karena wanita itu sedang berada di dalam ruang operasi.


"Ada apa dengan ku? kenapa tubuhku sangat lemah hari ini?" ujarnya sambil merasakan kondisi tubuhnya.


Seorang arwah yang selalu menggunakan kekuatannya, menurut arwah senior, tubuh akan mengalami penurunan drastis, apalagi jika mereka memaksakan diri untuk tampil di hadapan orang banyak, seperti halnya yang sekarang dilakukan oleh Bryan.


"Apa aku terlalu keras menggunakan kekuatanku? Tapi jika tidak begini, aku tidak bisa membuatnya mengakui perbuatannya." Bryan berusaha untuk bangkit tapi dia tidak bisa melakukan hal apapun.


.


.


.


Haura sedang menjahit lapisan kulit pasien yang hari ini dijadwalkan melakukan transplantasi ginjal.


"Haura lanjutkan." Lidya memberikan kesempatan kepada Haura untuk menyelesaikan sesi operasi hari ini.

__ADS_1


Lidya percaya, sahabatnya bisa melakukannya dengan sangat baik, terlebih Haura sekarang sudah sangat bisa diandalkan, kemampuannya meninggal seiring waktu.


Lidya mengerlingkan satu matanya, tanda dia mendukung Haura dan juga menunjukkan kalau dirinya percaya kepada Haura.


Dengan cepat Haura mengambil alih tindakan operasi, meski hanya mendapatkan tugas untuk menjahit kembali bagian tubuh yang terbuka, Haura tetap merasa bersyukur dan berterima kasih kepada sahabat baiknya.


.


.


.


Melihat tubuh seorang pria yang terbaring di atas tempat tidur pasien, dia juga merasa iba, tapi mau bagaimana lagi, karena kejadian kecelakaan itu terjadi karena ulah dia, mau tak mau, dia tega sebagai seorang saudara.


Marco semakin mendekat ke arah ranjang, entah apa yang ada di pikirannya kali ini, dia benar-benar seperti seorang monster, sejak dia berada di dalam ruangan itu, dia sudah melakukan sesuatu yang membuat salah satu alat yang terpasang di tubuh Bryan berhenti.


"Sepertinya kamu mulai kekurangan oksigen," cetusnya.


.

__ADS_1


.


Haura masuk ke dalam ruang istirahat, saat melihat ranjang dan ada Bryan di atas ranjang, tapi entah mengapa tubuhnya menjadi samar-samar, Haura mengucek matanya, berharap matanya yang salah lihat, tapi ternyata matanya baik-baik saja.


Haura masuk kedalam dengan perasaan yang sangat panik, belum pernah sebelumnya dia melihat Bryan seperti ini.


"Bryan." Haura berusaha menyentuh tapi tak tersentuh.


"Kenapa ... kenapa aku tidak bisa menyentuhmu?" tanya Haura yang semakin menjadi panik.


"Gawat,"


Haura langsung menoleh ketika mendengar seseorang berteriak, dia langsung mencari sosok itu dan seorang pria muda berdiri di belakangnya.


"Siapa kamu?" tanya Haura.


"Tidak penting siapa aku, tapi sepertinya kamu harus segera ke tempat tubuh asli Dokter Bryan, seseorang mematikan salah satu alat bantu yang menempel di tubuhnya," bebernya tanpa jeda.


Haura langsung menoleh ke arah Bryan, tatapannya sendu dan tanpa waktu lama, dia menghapus air matanya dan langsung berlari menuju ruangan yang pernah dia masuki.

__ADS_1


"Bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu, aku tidak akan membiarkan dirimu pergi meninggalkanku," batinnya sambil mempercepat larinya.


__ADS_2