Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)

Doctor Ghost (Terpaksa Menikah Dengan Arwah Dokter)
Awal pertemuan


__ADS_3

Haura berjalan menuju koridor rumah sakit. sesampainya Haura di sana dia berbincang sejenak dengan beberapa perawat. perawat-perawat itu sedang membicarakan tentang seorang pemimpin baru yang wajahnya sangat tampan.


Haura mendengarkan mereka sedang berangan-angan untuk menjadi pasangan dari Bryan.


rasanya dia berteriak dan berkata 'aku adalah istri Sang pemimpin yang kalian idam-idamkan itu'. namun, harus bagaimana dia membuktikan kalau dia adalah istri dari pria itu.


bahkan pria itu sendiri pun tidak mengenal dirinya ataupun mengingatnya. selesai mendengarkan perbincangan di antara para perawat. Haura pergi untuk memeriksa beberapa pasien yang dia tangani sebelumnya.


Haura berjalan sambil menunduk. Dia berjalan tanpa melihat siapa saja yang lalu-lalang di sekitarnya.


Brug


Haura menabrak tubuh seseorang. wajahnya yang tadinya tertunduk ke bawah Dia tegakkan. betapa terkejutnya Haura melihat seseorang yang berdiri di depannya.


"maaf, saya tidak melihat anda. sekali lagi saya mohon maaf" Haura bicara dengan terbata.


terkejut sekaligus bahagia bisa melihat wajah seorang pria yang begitu dia rindukan selama ini.


andaikan kamu mengenalku. sudah pasti tatapanmu tidak akan sedihnya ini.


Haura masjid terus menatap wajah Bryan.

__ADS_1


"Kenapa kamu terus menatapku seperti itu?"tanya Bryan kepada Haura yang masih terdiam melihat ke arahnya.


"Maaf maafkan aku aku hanya merasa bersalah kepadamu. sekali lagi maafkan aku telah menabrakmu."Haura segera menyingkir dari Bryan.


Lidya sahabatnya menyaksikan keadaan canggung itu. Dia segera mengejar sahabatnya.


"aura Tunggu Aku."Lidya berusaha menghentikan langkah sahabatnya itu.


Haura berhenti di salah satu koridor rumah sakit. kebetulan koridor itu yang selalu sepi akan pengunjung. di sana Haura menangis dia tidak tahu harus bagaimana agar bisa membuat Bryan mengingat dirinya.


"Haura kamu kenapa? kenapa kamu malah menangis Haura?"Lidya bertanya kepada sahabatnya.


"aku dan dia saling bertubrukan tadi. tapi responnya sangatlah dingin. Lidya Aku sangat merindukan dia tidak bisakah aku sekali saja memeluknya?"tatapan menyedihkan itu membuat seseorang menjadi sangat iba.


Lidya memeluk sahabatnya itu. dia semakin terenyuh dengan kondisi yang dihadapi oleh Haura.


sabarlah Haura Aku akan berusaha. aku akan membuat kalian kembali bersatu.


****************


Lidya pergi ke suatu tempat untuk menemui seseorang. besok adalah hari pertunangan Lidya namun sayangnya pertulangan itu adalah pertunangan bisnis.

__ADS_1


kakeknya menjodohkannya dengan seorang pria yang baru dua kali ya temui. hari ini mereka akan bertemu lagi berarti menjadi pertemuan yang ketiga.


Lidya sampai di sebuah mall dan menuju ke sebuah cafe yang berada di dalam mall.


sebenarnya ingin sekali dia membatalkan pertunangan mereka. hanya saja bertunangan itu sudah digariskan sejak lama.


"Maaf aku terlambat."orang pria menarik kursi dan duduk di depan Lidya.


Lidya menanggapinya dengan senyuman tipis. dia benar-benar tidak ingin menemui pria itu.


"apa yang kamu ingin bicarakan denganku?"tanya pria itu dengan nada bicara yang sedikit arogan.


"maaf Jimmy sebenarnya aku ini tidak ingin pertunangan denganmu apalagi sampai kita menikah."Lidya mengutarakan perasaannya kepada Jimmy.


"hei! dokter yang pintar. aku kasih tahu ya sama kamu. memangnya kamu pikir aku mau menikahimu? Aku melakukan ini hanya karena kedua orang tuaku memaksa untuk pertunangan dan menikahimu." Jimmy bicara dengan sangat kasar padahal Lidya awalnya bicara dengan baik-baik.


"kalau begitu kita impas. Aku tidak mau kamu menikahiku dan kamu juga tidak mau menikah denganku."  Lidya ikut-ikutan nyolot berbicaranya dengan pria itu.


Lidya benar-benar tidak suka dengan pria yang angkuh. pria itu sejak awal sudah membuat Lidya kesal. pertemuan awal mereka adalah sebuah kesialan bagi Lidya.


Lidya awalnya bertemu dengan pria itu saat berada di mall ini juga. dia itu berpapasan dan bertabrakan dengan pria itu sehingga membuat ponsel di dia terjatuh dan pecah.

__ADS_1


saat itu Lidya hanya ingin meminta pria itu untuk meminta maaf kepadanya. namun bra itu malah salah sangka dan melemparkan uang gepokan seratus ribuan. untuk mengganti ponsel yang pecah.


Lidya tidak suka dengan orang seperti itu. orang yang tidak pernah bisa mengucapkan kata permohonan maaf. bukanlah orang yang patut untuk dihargai itu yang ada di pemikiran Lidya.


__ADS_2