DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
prolog


__ADS_3

Nadhira prameswari.. seorang mahasiswi akhir disebuah universitas jakarta berusia 22 tahun,sebelum ia mengambil tawaran beasiswa kuliah dijakarta,dhira  hanya tinggal berdua dengan ibunya di yogjakarta ,namun setahun setelah aisyah merantau untuk kuliah di jakarta ,ia mendapat kabar bahwa sang ibu terkena kanker tulang belakang


Dulu keluarga dhira hidup sangat berkecukupan , namun usaha yang dibangun ayahnya tiba tiba  bangkrut ,dan 2 tahun setelah kebangkrutan  ayah dhira bunuh diri dengan cara menggantung diri dengan tali yang di kaitkan ke kayu yang ada kontrakan mereka ,


Karna kematian ayahnya itu ,keluarga dhira diusir oleh pemilik kontrakan  .....


Karna itu nadhira bertekat, ia harus menjadi orang berpendidikan dan mempunyai pekerjaan yang bagus, ia ingin ibunya tinggal di rumah yang layak dan mendapat pengobatan yang baik,


Nadhira membayar seseorang untuk menjaga ibu nya jogja, sedangkan dirinya kuliah sambil bekerja paruh waktu  disana sini untuk membayar jasa pengasuh dan biaya pengobatan sang ibu.......


_____________________


Al hanan ihfandi saat ini berusia 27 tahun ,selalu didesak sang bunda untuk menikah ,ia bekerja sebagai dosen tetap di universitas jakarta ,


Hanan juga punya beberapa usaha sampingan yang sedang dijalan kan nya , untuk perusahaan almarhum ayahnya  ? Hanan mempercayakan kedudukan nya kepada orang kepercayaan mereka  , hanan akan menduduki  kursi CEO nya apabila ia sudah menikah nanti


.......


^^^^^^^^^


Terlihat gadis berkerudung menunduk di kursi belakang kelas nya ..  ia tak perduli dengan riwuh kelas saat ini, pikiran nya hanya kepada sang ibu, sudah beberapa minggu ini  perasaan nya tak enak saat memikirkan sang ibu


"  assalamualaikum,selamat siang teman temannn...." sapa dosen


" waalaikumsalam pak ganteng"


" selamat siang juga pak jodoh "


Dan macam macam lagi jawaban dari setiap mahasisiwi lain nya ,


Sedangkan hanan hanya membalas jawaban jawaban aneh dari mahasiswinya yang genit itu dengan senyuman .


" baiklaah semoga teman teman sudah siap untuk mata kuliah saya hari ini, kalau begitu saya cek kehadiran dulu yaa "


"Ashilla"


" hadir pak "


"Atarullah"


" saya pak"


Dann seterusnya..


" Nadhira..."


" saya  pak"


" loh Nadhira kenapa kamu di belakang ? Biasanya di depan ?" Hanan sedikit heran pasalnya Nadhira termasuk mahasiswi yang aktif dalam setiap mata kuliah .


" maaf pak ,hari ini saya sedang tidak enak badan" jawab dhira sekenanya


" ahh kalau begitu kamu bisa ke uks fakultas " jujur saja Hanan menyukai Nadhira duduk depan ,karna itu membuat nya sedikit bersemangat mengajar..


" tidak apa apa pak, saya akan mengikuti mata kuliah bapak sebisa saya" 


" baiklah ,kalau begitu jangan tidur di kelas  ya , tidak baik di lihat teman teman yang belajar"


Nadhira hanya mengangguk..


....


" saya rasa untuk hari ini semuanya cukup, semoga  apa yang sudah saya ajarkan dan apa yang sudah kalian pelajari bisa menjadi berkah dan bergunaa, kelas saya tutup ,terima kasih atas partisipasi teman teman"


" loh pak ganteng kenapa cepet banget ,baru juga 5 menit " cetus salah satu mahasiswi


" pale lu 5 menit , udah hampir 2 jam woi " celetuk ketua kelas


Hanan hanya tersenyum, sesekali ia menatap gadis berkerudung hitam di belakang, ada apa dengan nya hari ini..


Hanan keluar kelas begitupun mahasiswa yang berlari ikut keluar ,


Saat ini jam makan siang , Hanan malas kalau harus  makan di kantin kampus ,karna bisa di pastikan ia akan  di desak desaki oleh para mahasisiwi  ,, sungguh Hanan menghindari sentuhan antara dirinya dan wanitaa,


" hikss.. ii..ibu  gimana ? Gak terlalu sakit lagi kan? Dhira gak bisa ngapa ngapain mikirin .iii...ibu .."  Hanan mendengar isak tangis di belakang ruangan nya..


Ia membuka pintu belakang ruangan nya lalu bersandar di dinding membelakangi nadhira ...


"Bu, ibu jangan khawatirin dhiraa, yang penting ibu sehat,dhira gapapa capek kerja "


" ibu sudah makan kan? Uang yang dhira kirim cukup buat ibu makan ayam sama ikan setiap hari, kata dokter  ibu harus makan yang berprotein dan berkalsium biar tulang ibu kuat."


Hanan bisa mendengar nadhira menahan isak tangis nya


" i.iiya bu, ehmm ini dhira lagi  makan,  dhira disini makan ayam bakar bu ,, enak banget ,ibu juga harus makan "


Hanan melihat Nadhira mengenggam satu roti kecil di tangan nadhira ,


" iyaa ,dhira makan dulu ya bu, ibu  tidur ,jangan banyak gerakk yaa  nanti insyallah dhira belikan ibu kasur empuk biar ibu gak sakit pinggang lagi "


" waalaikumsalam"  nadhira menutup telpon nya

__ADS_1


Dhira duduk di lantai , saat ini ia sangat jauh dari kantin ,karna itu ia sangat ingin menangis , dhira merapatkan lututnya kemudian menangiss


" i...ibu maafin dhiraaa hiks ,, dhira bohonngin ibu... i..ibu harus sembuhh hiks , dhira gak punya siapa siapa lagi bu" racau dhiraa


" ekheemm Nadhira?" Panggil Hanan


Dhira mengangkat wajah nya , wajah dhira terlihat sangat lelah , ia segera menghapus airmatanya


" pp..pak  Hanan?"


Hanan mengangguk ,,


" kamu ngapain duduk disini?  Kenapa nangis ?" Tanya Hanan lembut , ia tau mahasiswi nya ini wanita tangguh


"S..saya  tidak apa apa pak , maaf menganggu makan siang andaa, saya kira anda tidak di ruangan " jawab aisyah menunduk


" Masuk ke ruangan saya Nadhiraa ,ada yang ingin saya bahas sama kamu "


" b..baik pak"


Nadhira masuk ,


" pak maaf ? Bisa pintu nya tidak ditutup ? Kita hanya berdua , saya takut menimbulkan fitnah " sela dhira sopan


Hanan mengangguk ,


" maaf pak, ada apa ? " tanya dhira lebih dulu


" Saat dikelas tadi ,saya tau kamu tidak fokus mengikuti kelas saya? Apakah kelas saya tidak menarik di mata kamu nadhira?" Tanya hanan


" pakk , sekali lagi maafkan saya, saya benar benar tidak bisa fokus beberapa minggu ini, kelas anda sangat menarik, t.ttapi  masalahnya ada di saya pak " jawab nadhira takut ..


" apa yang membuat kamu kehilangan fokus dhiraa?  Apa Kamu tidak menyukai  cara saya menjelaskan mata kuliah di kelas?"


" Tidak pakk , semua nya baik baik saja  dikelas , baik anda maupun dosen lain , disni saya yang bermasalah pak, saya bahkan tidak bisa  fokus bekerja"  jawab dhira sembari menunjukan tangan nya  yang penuh luka pisau


Hanan kaget melihat kedua tangan aisyah ,


" kenapa banyak sekali luka Nadhira? Pekerjaan apa yang kamu lakukan sampai bisa luka sebanyak ini " tanya Hanan kaget


" pak ini bukti bahwa saya memang benar benar  kurang fokus melakukan apapun, bukan hanya disaat kelas bapak saja ? Saya mohon maaf bila sikap saya tadi menyinggung anda, saya sungguh tidak bermaksud"


Hanan diam ...


" ibu kamu sakit apa?" Tanya hanan tiba tiba


Dhira mengangkat wajahnya


" maaf nadhira ,tapi saya mendengar percakapan telpon kamu tadi?"


Nadhira diam , airmatanya kembali menggenang ,


" pakk , apabila tidak ada lagi yang ingin bapak bahas tentang perkuliahan ,bisakah saya undur diri...."  tanya dhira bergetar


" Menangis saja disini dhiraa, saya akan keluar dan kamu bisa menutup pintu " tawar Hanan ,


" tidak apa pak ,  biar saya jelaskan "


Hanan mengangguk ..


" ibu sakit kanker tulang belakang, sudah 3 tahun lalu ,  minggu minggu ini ibu drop, saya kurang tau kenapa? Tapi semakin hari ibu semakin sering menelpon dan suara ibu terdengar lemah " dhira menunduk  menatap kosong tangan nya yang penuh luka ..


" Nadhira, kamu bisa menangis disini , saya akan keluar, jangan di tahan tangis mu ,kamu bisa obati lukamu dengan kotak p3k diruangan ini,dann kalu kamu mau ?makan saja bekal saya , saya ada janji makan siang dengan teman saya ,jadi bekal saya tidak dimakan.." jawab hanan lalu keluar dan menutup pintu ...


Yahh Jelas saja Hanan berbohong, ia tidak punya janji dengan siapapun hari ini ,tapii ia mencoba mengerti  Nadhira , sejak awal  Hanan memang sedikit tertarik dengan seri wajah dhira yang polos tanpa makeup, .....


Dhira santun juga cerdas, ia pandai menjaga diri dan pekerja keras ,..


^^^^^^^^^^^^^


Selang beberapa minggu Nadhira mulai mengumpulkan kembali semangat nya, hari ini sang ibu memberi tahu bahwa dia sudah lumayan baik, itu membuat hati dhira berbungaa,  setelah membagikan koran  nadhira bersiap untuk ke kampus ,hari ini dia ada kelas pagi ,,


" bisakah saudara kiki menjelaskan beberapa poin penting  dari presentasi anda kepada kami? " tanya dosen


Baru saja kiki hendak menjawab  tiba tiba seseorang berdiri..


" Nadhiraa?" Tanya pak dio selaku dosen saat ini


Air mata dhira sudah tidak bis ia bendung ,perlahan airmata nya turun , tubuhnya gemetar..


" ada apa nadhira?" Tanya dosen lagi


" p..pppakk s..saya izin keluar kelas hikss.. i..iiibu saya hiks,.... ii...ibu saya meninggal dijogja " dhira menahan sedu sedan nya saat ini


" innalillalhi wainailaihi roji'un " jawab teman sekelas aisyah


" yasudahh ,silahkan nadhiraa , kamu hati hati, jangan berpikiran yang macam macam dulu , belajar tenang nadhira ,semoga kamu di beri ketabahan " ucap sang dosen ..


" t.tterima kasih pak"


Nadhira berlari tegopoh gopoh, ia hanya membawa dompet nyaa menuju bus jakarta jogjaa,,

__ADS_1


" ii...ibuuu, tunggu dhiraa hiksss"


*jogjakarta"


Nadhira menangis pilu melihat salah satu ruangan di rumah sakit  dimana ibunya di rawat ramai dengan pelayat, 


" i..ibu ini bohongkan" aisyah bersimpuh  ,tulang nya seketika lembut  mati rasa


"Ibuuu ,hikss bangun buuu, Nadhira sendirian buu, dhira janji bakalan beliiin ibu kasur tapi ibu bangunnnn"  nadhira sangat histeris


Untung nya mereka pinya tetangga yang baik,, jadi semua tetangga yang  mengurus pemakaman ibu nyaa..


Sore nyaa  ibu dhira di makam kan , semua pelayat pergi setelah pembacaan doa selesai ,


" ibu hikss,, kenapa ingkar janji sama dhiraa , janji nya mau sembuh kan hiks,, ibu yang paling tau dengan siapa lagi aisyah harus hidup kalau ibuu pergii, buat siapa lagi dhira kerjaa siang malam  kalo bukan buat ibu hikss"


Seseorang menatap nadhira dari kejauhan , 


" Nadhiraa? Itu benar nadhiraa " Hanan berlari mendekat  tapi langkah nya terhenti karna tangis pilu aisyahh


" ibuu,, dhir gak punya siapapun lagi buat dhira telpon hikss,cuma ibu, kenapaa ibu ninggalin dhiraa ,ibu gak bahagia hidup sama dhira hmm ? Makanya ibu milih pergii"


" Ibu nadhira? Yang 2 minggu lalu ia ceritakan?" Hanan  menatap iba keadaan  Nadhiraa ,


Ia yang baru saja berziarah kemakan kakek nya di jogja bersama sang bundaa ,,


" Bundaa,, " panggil Hanan


" kenapa nan?" Tanya bunda mika yang tak lain adalah buda Hanann


" Bisakah Hanan minta tolong?"


" tolong apa hanan?"


" bunda liat gadis itu ?" Hanan menunjuk aisyah


Bunda mika mengngguk


" tolong hibur dia bunda, dia salah satu mahasiswa nathan di kampus , ibunya menderita kanker tulang belakang, dan sepertinya baru saja meninggal"  terang Hanan


" astaghfirullah " bunda hanan langsung berlari mendekati  dhiraa,


Hanan tersenyum ,ia tau bundanya sangat baik hati ,bunda yang paling tidak bisa melihat seorang anak jatuh sakit atau terluka


" Nakk?" Panggil bunda mika


Dhira mengangkat wajah nya


" ahh wajah mu cantik sekali, jangan menangis sayang , " ucap bu mika saat melihat waja dhira


" hiksss hikss , i...ibu siapa?"  Tanya dhira sesegukan


" ibu sedang berziarah tadi, lalu anak ibu menunjuk kearah mu, lalu ibu berlari kesini untuk menenang kan mu" jelas bu mika


Dhira kembali menatap nisan ibu nya


" Dia ibu mu nak?"


Dhira mengangguk


" ketahuilah , dengan cara begini mungkin beliau sedikit merasa lebih tenang, rasa sakit yang  beliau rasakan  selama ia sakit sudah di angkat allah ,hingga ibumu tidak kesakitan lagi"


Nadhira mengusap air matanya,


"Ibu benar , ibu saya mungkin sudah tidak kesakitann,"


"Buu, yang tenang disana, dhira yakin ibu pasti ditempatkan allah di surgaa, makan apa ibu mau disana, jangan khawatirin dhiraa "  dhira mencium nisan ibu nya


Bu mika hanya tersenyum, " baiklah nak ,ayo pulang , ibu dan anak ibu bakal anter kamu sampe rumahh "


Dhir sedikit bingung ,dia harus pulang kemana, kontrakan dimana ibu nya tinggal beberapa tahun ini sudah di kosongka oleh pemilik komtrak .


" ibuu terimakasih, tapi masih ada tempat yang ingin saya kunjungi, ibu duluan saja saya tidak apa apa" jawab dhira menatap ibu mika


" kamu mau kemana sayang, biar kami antar "


" tidak buu, tempat nya tidak jauh dari sini "


" baiklah ,kalau begitu  Nama mu siapa ? Nanti ibu kunjungi kapan kapan?"


" Nadhira bu, panggil saja dhira " nadhira masih menjawab dengan senyum nya yang getir


" ahh nama mu sangat cantik nk ,seperti wajah dan hati mu, jangan menyerah yaa sayang "


" ehmm bu? Boleh dhira cium tangan ibu" dhira sangat nyaman saat berinteraksi dengan ibu mika ,


" ah tentu "


Dhira mencium punggung tangan bu mika, Hanan yang melihat nya dari kejauhan merasa hatinya menghangat.


^^^^^^^^^^

__ADS_1


Udahh ,cukup dulu untuk hari ini yaa kak, boleh folow like dan komen  kalo suka sama ceritanya ..biar gak ketinggalan notif up😙


__ADS_2