
...****...
setelah kegiatan nya semalam dengan nadhira ,mungkin itu akan menjadi malam dan hari terbahagia hanan,
Hanan tak henti hentinya mengaggumi wanita yang sudah diperistrinya itu, hanan bahkan tidak bisa menjabarkan keindahan apa yang ia lihat semalam, karna yahhhhh memang seindah ituu,
dan sekarang nadhira telah tertidur sembari menghadapnya, rambut nadhira yang terlihat sedikit berantakan karna semalam, membuatnya semakin terlihat cantik dimata hanan..
Hanan bahkan tidak bisa tidur sejak kegiatan ituu selesai , yang dilakukan nya hanya memandangi nadhira yang tertidur, mengelus dan mencium nadhira sesekali ..
" Terima kasih sudah menjaga dirimu untuk saya , saya sangat beruntung telah memperistri kamu " ucap hanan pelan sembari mengecup bibir istrinya
Hanan takut membangunkan nadhira sebab istrinya baru saja tertidur 15 menit yang lalu sedangkan sekarang sudah menunjukan jam 4 subuh,
awalnya hanan panik saat melihat istrinya kesakitan , walaupun hanan tau itu normal tapi tetap saja hanan tidak bisa menyakiti istrinya ,tapi nadhira meyakinkan hanan bahwa dia tidak apa apa..
Ditengah kelarutan hanan memandang wajah istrinya tiba tiba ponsel hanan bergetar..
Hanan melihat layar hp nya ,disana tertulis gibran ..
" ada apa ini? Tidak biasanya gibran menelpon subuh subuh begini ?" Batin hanan
Hanan berdiri dan berjalan pelan keluar,..
" halo ,assalamualaikum gibrann?" Angkat hanan
" waalaikumsalam bang , maaf menelpon subuh subuh begini, tapi ada hal mendesak yang harus abang tau" jawab gibran tergesah
" ada apa gibran ? Hal mendesak apa sampai membangunkan orang tidur?" Tanya hanan dingin
" etdah ,ini udah mau waktu subuh kali, lo gak sholat apa bang, masa iya belum bangun jam segini" cercah gibran
Pipi hanan memanas, ahh iya ,ini sudah hampir subuh , bagaimana mau sholat subuh kalau permainan nya dengan nadhira saja baru selesai dan hanan belum mandi..
" sudah lah, jadi hal mendesak apa yang kamu maksud hm?" Tanya hanan mengalihkan
" ehmm gini bang, barusan gue dapet telpon dari om daniel disurabaya , katanya semalam kantor cabang disurabaya ada kebakaran dan beberapa security terkena luka bakar saat mau menyelamat kan karyawan yang sedang lembur " jawab gibran dalam mode serius
Hanan kaget ,bagaimana bisa? Pasalnya cabang perusahaan mereka disurabaya merupakan salah satu cabang terbesar dan stabil
" innalillahi ? Berapa banyak korban yang terluka? Apa itu kebakaran besar ? Apa apinya sudah dipadamkan?" Tanya hanan lagi
" sampai subuh ini dikonfirmasi ada 6 orang korban bang, kebakaran nya lumayan besar dan butuh 2 jam untuk memadamkan api?"
" astaghfirullah , gibran kamu bisa kesurabaya hari ini?" Tanya hanan
" eh kalo gue bisa gak bakal nelpon lo bang ,langsung caw dari tadi gue mah , tapi masalah nya gue hari ini ada sidang penting bang, gak bisa di tinggalin " jawab gibran , yahh gibran seorang pengacara yang baru memulai karir nya satu tahun lalu , hanan tau betul cita cita adik nya sedari kecil adalah pengacara.
" astaghfirullah bagaimana ini " batin hanan
" lu aja yang kesurabaya bang, tinjau lokasi kebakaran sama jenguk korban nya " sambung gibran lagi
" yasudah , kalau begitu abang bicarain ini sama nadhira dulu,hari ini abang kesurabayaa, tolong kamu hubungin om daniel yaa , dahulukan semua pengobatan korban ,untuk tindakan selnjutnya biar abang putus kan kalau sudah meninjau lokasi" jelas hanan
" oke bang" ucap gibran lalu mematikan sambungan telpon
" haishh bocah tidak sopan" kesal hanan
Hanan masuk mendekati istrinya ,, apa yang harus ia katakan pada nadhira .. bagaimana caranya pamit , hanan tidak tega juga tidak bisa membangun kan dhira untuk bicara lansung , matahari sudah mulai terang, walaupun lampu kamar masih mati namun sinar matahari mulai menyelundup masuk dan membuat kamar sedikit terang ,itu membuat wajah hanan terlihat jelas..
Lagi pula hanan tidak mungkin langsung meninggalkan nadhira setelah mereka barusaja 'melakukannya', itu akan menyinggung dan melukai hati istrinya ..
Hanan memilih mandi untuk menjernihkan pikiran nya ,ia sholat subuh dan meminta ketenangan atas apa yang membuatnya dilemaa..
Dan yahh benar saja, hanan menjadi lebih tenang sekarang ,,
...****...
__ADS_1
Hanan merapikan baju nya kedalam koper , ternyata gibran sudah memesankan tiket pesawat untuk nya dengan jadwal jam 7 dan itu artinya 1 jam lagi ..
Dengan berat hati ,Hanan memilih untuk berangkat ke surabaya, hanan tau istrinya akan memaklumi nya juga kali ini seperti yang lalu lalu,
Hanan mendekat dan mengecup pipi nadhira ,,
" maaf , maaf kan saya nadhira ,saya harus kesanaa banyak orang terluka disana dan saya harus bertanggung jawab atas mereka karna mereka pekerja yang sudah membantu saya membesarkan perusahaan, saya akan pulang 3 hari lagi , tunggu saya pulang nadhira " bisik hanan
Lalu pergi menuju bandara ..
...***...
...Nadhira pov ...
Sinar matahari menyusup masuk dan menganggu mata nadihira
...
...
Dhira membuka matanya , tidak ada suaminya di samping
" mas?" Panggil dhira serak
"Astaghfirullah jam berapa ini?" Tanya nadhira panik sendiri
Ia mengambil ponsel nya untuk melihat jam dan.....
" JAM 8? Ya allah gak sholat subuh?" Kaget nadhiraa langsung duduk
" aww....." ringis dhira saat bagian bawah nya tergesek dan sakit ..
Nadhira mengingat kejadian semalam, itu juga yang menjadi penyebab mengapa dhira bangun kesiangan hari ini , ia baru bisa tidur saat hampir jam subuh karna lelah dan mengantuk ..
Dhira tersenyum suaminya sangat manis semalam.. tapi kemana mas fandi? Bukan kah ini hari sabtu , seharusnya dia tidak bekerja
Nadhira melihat kertas kecil tertempel di nakas samping kasurnya , itu dari suaminya
Dhira menghela nafas
" kamu kemana sih mas? Dhira pikir dhira sudah bisa melihat wajah kamu hari ini setelah apa yang terjadi semalam ?" Lirih dhiraa
Sekarang jam 8.15 .. itu artinya masih 45 menit lagi ,, nadhira memilih mandi
Nadhira berjalan tertatihh , bagian bawah tubuhnya sangat sakit, jangan kan berjalan , bergerak pun sakit , tapi dhira harus mandi .. ia berjalan dengan berpegangan dinding ,
Setelah mandi dhira memilih gamis yang lebih simple dan santai karna berencana tidak keluar rumah
...
...
Nadhira mengganti sprei kasur nya sambil beberapa kali meringis kesakitan dan duduk sejenak ,setelah mandi setidaknya rasa sakit dhira berkurang sedikit
Dan sekarang ? Sudah jam 8.30... nadhira mengambil handphone nya ..
Nadhira menunggu telponnya di angkat ,
"kenapa lama sekali , kamu kemana loh mas ,gak biasanya gini " batin dhira
Tiba tiba terdengar suara berat menyapanya disana ..
" halo assalamualaikum nadhira " panggil seseorang dari sebrang telpon
"Waalaikumsalam mas" jawab nadhira
" kamu baru bangun?" Tanya hanan lembut
__ADS_1
" nggak kok mas, dhira udah bangun dari tadi , tapi kan di pesan mas telpon nya jm 8.30 makanya baru dhira telpon.."
" hmm, apa masih sakit?" Tanya hanan ragu
Pipi nadhira memerah, " hm tidak terlalu mas ,setelah mandi tadi sakit nya berkurang " jawab dhira malu
Hanan merasa bersalah mendengar jawaban istrinya..
" maaf nadhira "
" tidak apa apa mas , mas dimana sekarang ? Mas di kantor lagi? " tanya dhira ,yahh selama 2 bulan ini hanan masih menghindari nadhira dan terus berangkat kerja walaupun di hari libur,
" hm, saya sudah disurabaya dhira ,pesawat saya take off jam 7 tadi ,maaf tidak pamit sama kamu langsung, ada hal mendesak yang harus saya urus disini" jelas hanan
Nadhira terdiam ,senyum nya memudar,
" dhira..." panggil hanan lagi
" eh hmm ,berapa hari disana mas?" Lirih dhira ,perasaan nya benar benar campur aduk sekarang
Hanan mendengar nada suara istrinya yang terdengar sedih..
" mungkin 3-5 hari " jawab hanan penuh sesal ,ia tidak bisa memandang wajah kecewa nadhiraa..
" huhhhh" hanan bisa mendengar nadhira mengehelas nafas berat beberapa kali..
" mass?" Panggil dhira serak
" hm?" Tanya hanan yang semakin merasa bersalah saat mendengar suara nadhira yang tiba tiba serak , apa istrinya menangis?
" apa sangat susah membangun kan dhira dulu dan bicara langsung sama dhira, sesusah itu kah untuk melibat kan nadhira dalam diskusi dan rencana hari mas? Dhira tidak akan menentang keputusan mas ,apapun itu,, dhira hanya ingin terlibat di rencana hari hari mas "
Hanan memejamkan matanya , jelas saja nadhira terluka karna sikap hanan , dan sekarang nadhira menangis
" nadhiraa ,maaf ... jangan menangis ,, saya tidak tega membangunkan mu "
Nadhira menghapus airmatanya,
" lebih tega mana dengan kamu yang meninggalkan istri tanpa pamit sedikit pun mas, kamu anggap aku apa?" Batin dhira menangis sekarang ,benar benar menangis
" nadhira ,saya mohonn............"
" ehm mass, dhira baru inget kalo dhira lagi masak , udah dulu ya mas nanti masakan dhira gosong , kamu hati hati disana dan jaga kesehatan , jangan terlalu sering menghubungi dhira mas mungkin sibuk ,insyaallah dhira baik baik aja dan menjaga diri, udah yaa mas assalamualaikum..." ucap dhira tiba tiba dan memotong ucapan hanan, sudah cukup, dia tidak mau lagi mendengar alasan suaminya ,
dhira hanya takut suaminya akan berbohong karna terlalu banyak alasan ,dhira sudah merasa cukup ,, ia sudah menelan begitu banyak alasan dari suaminya selama ini...
"Nadhira jangan bicara begitu,, saya benar benar harus kesurabaya.. " jelas hanan lagi ,hanan takut nadhira benar benar salah paham dengan nya
" iya mas ,kamu lanjut aja yaa, dhira mau nerusin masak dulu "
"Dhiraaa" panggil hanan frustasi hanan ,,
" mas matiin aja telpon nya yaa, hp dhira tinggal dikamar ,dhira mau kedapur" jawab dhiraa
" nadhiraaaaaa....." panggil hanan lagi
Nadhira meletakan handphone nya, dia menangis diam sembari menutup wajah ..
...
...
" astaghfirullah dhiraa, saya mohon berikan pengertian mu lagi untuk kali ini, saya akan usaha kan pulang secepat mungkin.."
Dhira diamm , dia hanya menangis ,
Dia sudah berusaha untuk mengerti tapi sekuat apapun dhira memikirkan nya ? Hanan masih tidak bisa memahami jalan pikiran suaminya ,bagaimana bisa meninggal kan istri yng tertidur lalu pergi jauh dan tidak pulang selama 5 hari , bukan kah itu keputusan yang harus dibicarakann berdua...
__ADS_1
.........
Yuhuuuu wkk , yokk ditinggalin jejak bacanya ya kak, jangan jadi pembaca gelap