DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
Delapan belas


__ADS_3

Nadhira menutup wajah dengan ke dua telapak tangan nya dan menangis ,, suaminya telah menceritakan semua dari awal hingga kejadian siang tadi,,


" jangan menangis nadhira, hati saya sakit melihat airmata kamu " ucap hanan melas


" hikss, lalu k.kkenapa anda membodohi saya sampai sejauh ini pak, "


" tolong mengertilah satu alasan ini nadhira , saya tidak membodohi ataupun mempermainkan rumah tangga kita, saya pikir kamu tidak akan menerima saya kalau kamu tau saya  adalah orang yang setiap malam memakan masakan mu dan tidur memeluk mu "  jelas hanan  sendu


" istri mana yang tidak menerima suaminya pak hikss, apa  saya seburuk itu dimata anda" tangis dhira


" gakk dhira, kamu istri terbaik yang pernah ada, kamu sabar dan tak pernah membantah ucapan saya, saya berencana akan mengaku dan melamarmu secara benar setelah kamu wisuda" hanan memeluk pinggang istrinya


" terima saya nadhira , saya sudah berniat menjadikan mu halal bagi saya sejak dua tahun lalu dan bukan karna kecelakaan itu , saya benar benar mencintai kamu" mohon hanan


Dhira diamm..


" saat saya tau itu kamu,. saya pikir mungkin ini jalan yang allah bukakan untuk saya agar bisa lebih cepat memperistrimu melalui kecelakaan itu"


Sambung hanan


" percaya saya nadhira, saya  sudah menjaga hati saya untuk kamu sejak saya melihat kamu  yang rela menggantikan salah satu mahasiswi sakit yang sedang dihukum, Dan saya janji, akan terus menjaga hati, pandangan juga senyum saya hanya untuk kamu kedepan nya.." hanan mempererat pelukan nya ,


Nadhira berusaha meredakan tangis nya , ia melihat suami sekaligus dosen nya sedang berlutut sembari memeluk pinggang nya..


" mas.."


" hmm, terima saya nadhira, saya cinta kamu , hidup saya sudah ketergantungan dengan kamu, dan sekarang apa jadi saya kalau tidak ada kamu , saya minta maaf"


Dhira menggeleng ..


" mass, bangun dulu, derajat mu lebih tinggi dariku ,jangan berlutut seperti ini " panggil dhira , ia ikut turun dari sofa dan berlutut di depan suaminya


" semua nya  memang membingungkan  mas, sulit banget buat dhira ngertiin situasi nya, dhira butuh waktu mas ,, "  ucap dhira lembut,


" marahi saja mas sayang,  tapi jangan berpikir untuk ninggalin mas yaa,"  pinta hanan lirih


" nggak mas , dhira cuma butuh waktu untuk membiasakan diri dengan wajah mas sebagai suami dhira"jawab dhira lembut


Hanan tertegun, apa itu artinya nadhira ingin belajar menerimanya..


" terima kasih, terima kasih banyak" ucap hanan sembari mencium kening nadhira


Dhira menutup matanya dengan tangan  yang bertaut kuat,dhira  masih belum terbiasa dengan wajah dosen nya ini ,dhira masih sedikit takut di sentuh hanan yang walaupun notabennya adalah suami sah dhira ..


" m..mmas mandi dulu ya, dhira siapin makan mas dulu" ucap dhira

__ADS_1


" gak usah sayang ,  kamu aja yang mandi ,mas siapin air hangat buat kamu ya"  hanan bangkit dari duduknya ..tapi nadhira menahan tangan hanan


" gapapa mas ,dhira mau mandi air dingin aja" jawab dhira


" gak boleh ,ini udah malem sayang, nanti kamu masuk angin"  larang hanan


" mass" panggil dhira dengan nada melas


" nadhiraa ,luka kamu gimana ? Harus dibilas air hangat sayang ,kamu juga denger kan kata dokter tadi" yahh sebelum pulang kerumah , hanan sempat membawa nadhira kerumah sakit


Dokter mencabut kuku jempol nadhira yang berakhir dengan perban  dijempol dhiraa


...


...


" mas tenang aja, kaki dhira gak papa"


Tenang dhira..


" gpp apanya sayang, dokter bilang kaki kamu bisa infeksi , dan itu bikin mas khawatir banget," batin hanan


"Okee, mas mandi, tapi  mas gak mau kamu masak ya , pliss dengerin permintaan mas yang ini" pinta hanan


Dhira mengangguk tipis,,


hanan mandi  dengan cepat ,ia tak mau istrinya menunggu lama..


Nadhiraa?


Nadhira melamun di tepi kasurnya


" bagaimana caranya ya rabb, lapangkan hati hamba yang  rapuh ini, rasanya  sangat sempit untuk menampung semuanya, bernafaspun rasanya berat" batin dhira...


Hanan keluar kamar mandi ,istrinya tertidur dengan posisi duduk  di tepi ranjang, hati hanan berdesir , istrinya belum pernah telihat selelah ini,


" maaf , maafin mas sayang, gara gara mas kamu harus menikahi laki laki seperti mas" hanan memeluk istrinya  lalu ia baringkan perlahan di kasur..


Hanan memeluk nadhira erat bahkan dalam tidurnya sekalipun  ,ia benar benar takut wanita ini meninggalkan nya..


****


Sekarang pukul 2.37 dini hari ,, tidur nadhira yang memang sudah tidak nyenyak dari awal pun terbangun, bagaimana tidak ?, ini pertama kalinya ia tidur dengan melihat wajah suaminya, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah wajah yang selalu ia ingin lihat adalah wajah yang sama dengan wajah dosen yang hampir setiap hari ia temui dikampus..tentu itu membuat nya sedikit canggung bahkan untuk sekedar nyenyak tidurpun dhira tidak bisaa..


Dhira bangkit dari tidur nya , ia mandi air hangat  karna semalam dhira tertidur dan belum mandi..

__ADS_1


Setelah mandi , dhira memilih untuk bertahajud , apa yang terjadi padanya kemarin cukup membuat nadhira terguncang


Dhiraa merentangkan sajadah disamping ranjang tidur mereka..


Ia melaksana kan sunnah mujarab itu dengan menahan sakit kakinya.. kaki yang sangat sakit tapi itu tak bisa ia jadikan alasan untuk meninggalkan kewajiban nya sebagai seorang muslimah , 


" allahumma 'alhimni rushdi wa'a'isni minsyarri nafsh "


" ya allah,  hamba memohon ketenangan atas hati hamba yang tengah bimbang , hamba percaya dengan apa yang telah kau rencanakan",


" engkau maha pemilik hati dari segala makhluk mu,, h..hati hamba hiks? Hamba tidak membenci mas hanan selaku suami hamba , t.ttapi kenapa hati hamba begitu berat menerima kenyataan ,, jangan biarkan hamba mendurhakai suami hamba dengan tidak menerima kehadiran nya  ya allah, h..hhamba mencintai nya hikss,, dan walau setelah mengetahui kebenaran nya  cinta hamba tidak berkurang sedikit pun untuk nya, lindungi pernikahan kami ya rabb, dan lindungi perasaan hamba , " dhira berdoa dengan airmata yang menetes tanpa ia sadari..


" ibuu? Dhira butuh nasihat ibu hikss ,dhira sedang bimbang buu, " tangis dhiraa...


Nadhiraa mengakhiri do'a nya dengan isak tangis , ia terlalu lelah untuk terus menangis saat ini.. bagaimanapun pak hanan adalah suaminya , yahh suami yang telah menyelamatkan nyawanya..


Nadhira bangkit sembari melipat sajadah nya , mukena putih yang ia pakai masih belum ia lepas , dhira berjalan kesisi ranjang dimana ia bisa lebih dekat dengan suaminya,


" bagaiamana dhira harus memanggil mu sekarang mas?  Dhira ingin menyebut mas dengan identitas mas fandi,  tapi wajah ini jelas sekali adalah wajah mas hanan" lirih dhira sembari mengelus wajah hanan lembut


" maaf mas, beri dhira waktu untuk menyesuaikan diri dengan semua nya,, dhira menerima mas apa adanya , yang melukai dhira adalah pemikiran dhira sendiri dengan berpikir mas menganggap pernikahan sakral kita sebagai permainan ,maaf,, sekali lagi  maaf suamiku " nadhira mengecup pipi suaminya yang masih tertidur..


Dhira memilih untuk tidak tidur lagi dam menunggu  waktu subuh  ,iaa duduk di sofa kamar mereka tanpa melepas mukena di tubuhnya , entah mengapa dengan mukena itu sedikit menghangat kan tubuhnya


Hanan yang tadinya sudah terbangun sejak awal mendengar semua doa maupun ucapan lirih nadhiraa..


Hanan menatap tubuh yang tengah bersimpuh di atas sajadah sembari menggadah tangan dan menangis,


" apa yang kau lakukan hanan? Kau sudah menyakiti wanita sebaik ini" hati hanan mencelos ketika mendengar doa rapuh istrinya..


ia ingin bangun dan memeluk nadhira serta menenangkan nya.. tapi ternyata nadhira  telah mengakhiri doanya dan berjalan mendekatt, hanan memejamkan matanya kembalii, ia tak mau istrinya merasa tak enak padanya karna telah mendengar doa tulus nadhira..


" bagaiamana dhira memanggil mu sekarang mas?  Dhira ingin menyebut  mas fandi,  tapi wajah ini jelas sekali adalah wajah mas hanan"  lirih dhira..


Hanan diamm,


" baik hanan ataupun fandi , mas tetap orang yang sama sayang , panggil sesuka mu, jangan memberatkan hatimu " batin hanan


" beri dhira waktu untuk menyesuaikan diri dengan semua nya,, demi apapu  dhira sudah ikhlas menerima mas apa adanya , yang melukai dhira adalah pemikiran dhira sendiri dengan berpikir mas menganggap pernikahan sakral kita sebagai permainan , maaf,, sekali lagi maaf suamiku " nadhira mengecup pipi hanan yang masih tertidur..


Jangan tanya bagaimana hanan, ia bisa merasakan bibir ranum istrinya menempel lembut dipipi hanan dan itu sukses membuat jantung hanan berdetak cepat ,, sangking cepat nya hanan merasa sulit bernafas..


Hanan menahan dirinya agar tidak bangun dr tidur pura puranya,  hatinya ingin bangun lalu membalas perlakuan manis istrinya , tapi logika nya menolakk, ia tak mau istrinya malu..


______________

__ADS_1


Udahh wkkk,,


Aihh kenapa author ngerasa ini tema makin hari makin gak asik wkk jadi males nulis authornya😅


__ADS_2