
Sudah dua bulan sejak nadhira berada dijakarta dan mulai kuliah , tak ada yang berubah , hanan masih menghindari nadhira ,dan nadhira masih belum melihat bagaimana wajah suaminya ..
Nadhira duduk melamun di tepi kasur nya , ada apa dengan suaminya? Sekarang sudah pukul 10 malam ,kenapa masih belum pulang, nadhira ingin menelpon tapi ia takut suaminya sedang sibuk
Nadhira mematikan lampu ,kemudian bersandar ..tak lama ia mendengar suara derap kaki , itu suaminya , nadhira sangat yakin , nadhira berusaha menutup matanya , biarlahh mas fandi menganggap nya sudah tidur seperti biasa , jujur saja mereka sudah 4 bulan menikah, tapi nadhira bahkan tidak tau wajah suaminya ,karna mas fandi selalu pergi sebelum dhira bangun dan pulang setelah dhira tertidur,
" saya pulang " ucap hanan sembari mengecup lembut kepala nadhira
Yahh itu sudah menjadi kebiasaan hanan sejak satu bulan lalu,
" sudah makan mas?" Tanya nadhira langsung
Hanan bekuu
" kamu belum tidur?"
" belum mas, dhira nungguin mas "
Hanan menggeram
" sudah saya katakan untuk tidak menunggu saya nadhiraa"
" mass? Kenapa mas seperti ini? Istri macam apa yang bahkan tidak tau wajah suaminya setelah 4 bulan pernikahan ?" Tanya nadhira yang sudah duduk menghadap hanan yang berdiri dipinggir jalan..
Hanan diam, ia tau ini akan terjadi ,nadhira pasti mempertanyakan hal ini
Nadhira mengambil tangan kanan suaminya kemudian mencium punggung tangan hanan,
" dhira sangat ingin melakukan ini disaat mengantar mas berangkat kerja dan saat menyambut mas pulang " ucap dhira sendu
" nadhira ,maaf "
" untuk apa mas ?"
"Saya tidak bisa menunjukan siapa saya kepada kamu"
'' kenapa hm?"
Hanan diamm, ia tidak tau harus bicara beralasan apa lagi .
" duduk dulu yaa mas " nadhira mengajak hanan duduk di samping nya,,
Hanan duduk disamping nadhira ,
" saya tidak bisa kehilangan kamu nadhira , saya sudah terbiasa dengan wajah ini yang selalu ada saat saya akan menutup dan memulai hari" jelas hanan sembari mengelus pipi istrinya
"Kenapa mas? Apa yang membuat mas berpikiran seperti itu? " nadhira menangkap tangan suaminya lalu ia genggam dengan kedua tangan nya ,
...
...
Hanan menunduk, menatap tangan kanan nya yang telah terkurung dalam genggaman tangan kecil istrinya
" saya bukan nya tidak mau , tapi mungkin wajah saya tidak bisa memenuhi ekspektasi kamu nadhira " jelas hanan lembut, ia berharap istrinya akan mengerti alasan kali ini seperti alasan alasan yang pernah hanan gunakan dan istrinya memaklumi semua itu..
" maksud mas apa ? Ekspektasi apa?" Tanya dhira bingung
" saya tidak tampan nadhira , wajah saya tidak seindah seperti apa yang ada dibayangan kamu selama ini" jawab hanan lagi
Nadhira menghelas nafas berat,
apa yang dipikirkan suaminya ini, bisa bisanya dia berpikir bahwa nadhira mencintai rupaa..
" mas , kamu tidak perlu sampai seperti ini, dhira tidak berekspektasi sedikit pun tentang diri mas , nadhira benar benar menerima mas dengan setulus mungkin, " jelas dhira
Nadhira mengeratkan genggaman nya ..
" dengan bagaimana sikap mas memperlakukan ,menjaga dan merawat nadhira selama 4 bulan pernikahan ini ,itu sudah membuktikan setampan apa mas di mata dhira "
" dan di mata dhira suami dhira lah yang tertampan saat ini," jelas dhiraa lembut
Hanan bingung
__ADS_1
" Saat ini? Lalu nanti dan seterusnya siapa?" Tanya hanan
Nadhira tersenyum teduh, hanan bisa menangkap senyum istrinya , walau dalam keadaan gelap tapi seri wajah istrinya sangat indah dan jelas dimata hanan
" untuk nanti dan seterus nya itu anak laki lakinya dhira sama mas , dia yang akan mengambil tahta tertampan mas dimata nadhira " jawab dhira lembut sambil tersenyum
Hanan tersenyum haru, jika tidak malu maka hanan akan menangis karna sangat bahagia ,
apa jadinya jika hari itu hanan tidak menikahi nadhiraa? Apa hanan akan sama bahagia nya jika bukan nadhira yang menjadi istrinya ,,
" mass , percaya sama dhira , awalnya aku menganggumi cara berpikir mu,
Lalu aku di buat jatuh cinta sejatuh jatuhnya karna kepribadian mu,
Penampilan mu hanya bonus mas "
Jawab dhira
Hanan benar benar tenang dan bahagia , bagaimana bisa disaat seperti ini malah nadhira yang menenangkan nya ,
nadhira yang selalu hanan perhatikan dikampus sangat berbeda dengan nadhira yang saat dirumah ,
Dikampus nadhira hanya mahasiswi berkerudung yang selalu menundukan pandangan nya , jarang tersenyum juga terlihat kurang bersosialisasi ,,, tapi ketika nadhira sudah menjadi istri dan berada dirumah ? Nadhira seolah berubah 180° ,ia menjadi sosok yang hangat, lembut dan menenangkan , mata sendunya di kampus berubah menjadi begitu teduh , tangan yang selalu dhira sembunyikan di balik khimar panjang nya kini sangat hangat menggenggam tangan hanan,
Apakah benar ini nadhira? Jika hanan tau nadhira akan semanis ini ketika sudah terikat dengan ikatan halal maka akan dinikahinya dari duluu, jadi hanan tidak perlu menghindari nadhira disiang hari seperti yang lakukan dua bulan belakangan ini..
Hanan tersenyum lembutt, ia mengelus rambut nadhira dengan sayang , istrinya sangat cantik jika dikampus nadira sudah sangat cantik maka saat dirumah kecantikan dhira berlipat lipat lebih cantik, apalagi seperti sekarang , rambut hitam tergerai lalu menatap teduh hanan di tambah senyuman manis yang menenangkan.
" Apa kah kamu memang semanis ini ketika dikampus sayang ?" Tanya hanan lembut
Dhira menggeleng ," gak mas , dhira seperti ini hanya untuk mas, hanya sama mas, suami nya dhira" jawab dhira manis
" bisakah kemanisan nya dikurangi sedikit nyonya fandi? Ini suaminya hampir diabetes karna di manis manisin terus dari tadi " canda hanan
" gak papa dong" jawab dhira
" loh? Kamu mau suaminya diabetesan?" Tanya hanan bingung
Mendengar candaan nadhira hanan tertawa kerass,
" ihh mas ketawanya jangan keras keras dong , udah malem banget ini"
Yahh yang benar saja ,saat ini sudah menunjukan jam 12 malam ,
Hanan berusaha meredakan tawanya ,,
" abisnya kamu haha, ternyata istriku receh juga yaa " ucap hanan sembari mencium gemas pipi istrinya
...
...
Nadhira hanya tersenyum malu dengan perlakuan hangat suaminya itu ..
"Nadhiraa,"
" iya mas?"
Hanan diam sebentar
" sekarang sudah tengah malam, apa kmu udah ngantuk?"
" oah benarkah ? Gak sadar ya mas ,waktu cepet banget ,perasaan baru 10 menit lalu ngobrol sama kamu " jawab dhira
Hanan mengangguk gugup
" kamu capek gak hari ini hm?"
tanya hanan lagi
Nadhira menggeleng sambil tersenyum ..
" terus besok kamu ada kegiatan apa aja ?" Tanya hanan lagi,
__ADS_1
Nadhira cukup bingung ,kenapa tiba tiba suaminya bertanya sampai se detail ini
" kayaknya gak ada mas, seharusnya besok dhira ada bimbingan sama pak dio, tapi katanya beliau belum bisa memastika apakah beliau punya waktu besok" jawab dhiraa
Mendengar jawab dhira hanan diam, ia hanya mengambil nafas gugup sedari tadi
" nadhiraa?" Panggil hanan lembut
" iya ?" Jawab dhira
" hmm ...apa kamu mau mengandung anak saya?" Tanya hanan lagi
Nadhira bingung dengan pertanyaan suaminya ? Wanita mana yang tidak mau mengandung anak dari suami sah nya
" ya pasti mau dong mas , kok masih nanya sih kamu nya" jawab dhira polos
Hanan memejamkan matanya ,ia berusaha memetral kan perasaan nya yang campur aduk..
" a..apa kamu sudah siap?" Tanya hanan lagi
" siap untuk apa mas?" Tanya dhira lagii
Hanan menghela nafas kasar ,bisa bisa nya nadhira setenang dan sepolos ini menjawab pertanyaan nya , sedangkan hanan sudah gugup sedari tadi.
" hmm ,apa kamu sudah siap kalau s..saya meminta hak saya sebagai suami malam ini?" Tanya hanan lagi
Mendengar itu Nadhira kaku ,tubuhnya menegang ? A...apa yang harus ia jawab ..
Hanan bisa merasakan perubahan suasana atmosfer kamar mereka , ahh apa hanan terlalu cepat meminta hak nya ,,
" ahh bodoh sekali kau hanan ,bisa bisanya kau terpancing hanya karna dhira menyebut tentang anak tadi, lihatt nadhira langsung terdiam sekarang" batin hanan
Hanan mendekat ,ia mengenggam tangan dhira ,
" tidak apa apa kalau kamu belum siap nadhira, saya bisa menunggu sampai kamu siap , sekarang kita tidur saja " hanan mengajak nadhira berbaring ..
Nadhira masih belum mampu bersuara ,, sebenarnya nadhira tidak masalah jika suaminya meminta hak padanya , t.ttapi yang membuat dhira ragu karna belum tau wajah suaminya ..
Mendengar nada suami nya, nadhira sadar bahwa suaminya terdengar kecewaa, tidakk ,, nadhira tidak boleh ragu seperti ini, dia adalah suami sah nadhiraa, lagipula kalau dhira menolak maka itu akan menjadi dosa nadhira ,..
" mas ?" Panggil dhiraa..
" tidak apa apa dhira , saya tidak memaksa , saya bisa menunggu sampai kamu sudah siap " jawab hanan lagi ,ia tak mau nadhira kepikiran oleh ucapan nya tadi ..
" lakukan lah mas, ambil apa yang sudah menjadi hak mu ,insyaallah nadhira siap lahir batin" jawab dhira lembut..
Hanan tertegunnn... ia langsng duduk dan mengahadap dhira yang masih berbaring
" k..kkamu ..y..akin?" Tanya hanan gugup
Nadhira mengangguk yakin..
" terima kasih nadhira ,terima kasih" ucap hanan senang sembari memeluk istrinya
Nadhira tersenyummm...
" baca doa dulu ya mas,," ingat dhiraa lembut
Hanan mengangguk , ia memejam kan matanya
" ya allah, berkahi rumah tangga kami, lindungi hubangan kami ini dari shaiton dan jin yang terkutuk, titis kan lah keturunan yang soleh dan solehah didalam rahim nadhira istriku setelah penyempurnaan rumah tangga kami ini , amiinnn ya robbal'alamin"
Batin hanan.
Perlahan tapi pasti hanan mendekatkan wajah nya dengan wajah nadhiraa, menyatukan bibir nya dan nadhira ,
" manis sekali " batin hanan saat bibir nya sudah ******* bibir dhiraa..
Malam itu ,hanan benar benar menjadi kan nadhira miliknya ,sejenak ia merasa tenang dan melupakan laki laki yang sudah mengincar istrinya sejak lama, tohh nadhira istrinya dan akan mengandung anak nyaa...
(ADEGAN ADEGAN KEK GITU AUTHOR SKIP YAH WKK AUTHOR TAKUT DOSA HEII)
________________________
__ADS_1