DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
Dua puluh


__ADS_3

Setelah menunggu suaminya selesai sarapan dan mencuci piring ,nadhira naik kekamar mereka,  ia berniat mengambil ponsel nya..


Dhira membaca pesan dari pak dio ..


Ia menuruni tangga dengan menatap suaminya yang sedang duduk diruang tamu dan sedang membaca koran..


" mas?" Panggil dhira halus


Hanan menolah dan tersenyum ,


" udah gak ngambek hm?" Tanya hanan manis ,pasalnya setelah insiden tawa nya yang meledak karna ekspresi lucu istrinya tadi ,nadhira memilih naik ke kamar ..


" gak ngambek kok  mas, dhira cuma mau ambil ponsel"


Mendengar kata ponsel ekspresi hanan berubah , istrinya pasti sudah membaca pesan itu..


" mas mau teh apa kopi ?" Tanya dhira tiba tibaa


Hanan menggeleng


" ihh mass, kopi buatan dhira enak banget lohh, lagian gak enak tau baca korann tapi gak ada kopi atau tehnya, kayak ada yang kurang "  jelas dhira antusias


Hanan tertawa kecill,


" itu hanya berlaku untuk bapak bapak sayang , mas kan masih muda, belum bisa disebut bapak bapak" jelas hanan sembari mengelus rambut istrinyaa..


Yahh hanan sangat menyukai nadhira  yang tidak memakai hijab nya , rambut hitam lurus dengan wangi mawar ... ahhhh bagaimana lagi cara hanan mengungkapkan keindahan istrinya ..


Dhira tersenyum jahill..


" kata siapa? Mas kalo dikampus dipanggil bapak kan ?" Tanya dhira lagi ,iaa mengelus dada suaminya dan bersandar disana..


Hanan yang melihat sikap manis  istrinya ini membunga,  nadhira benar benar sudah menerima nya


" iyaa mereka manggil mas bapak untuk menghormati profesi mas ,  bukan karna mas beneran  bapak bapak" jelas hanan gemass


" yaudahh , ntar dhira jadiin mas bapak bapak beneran deh" jawab dhira sembari mengulum senyumnya..


" hahahaha gimana caranya hmm?" Tanya hanan  yang diiringi tawa kecil..


" caranya ,setelah dhira lahirin anak nya mas  biar nanti mas beneran jadi bapak bapak   ,eh lebih tepat nya ayah ayah hehe"  jawab dhira ringann sembari tertawa , iaa membayangkan kebahagiaan tiada dua ituu,


Hanan tersedak air liur nya sendiri,


" Uhukk  uhukk"


Dhiraa bangkit dari kegiatan bersandarnya di dada hanan..


" mas kenapa ? ,bentar dhira ambil minum dulu"  dhiraa berlari kedapur dan mengambilkan hanan minum dengan wajah khawatir..


" nih mas, minum pelan pelan ya"


Hanan menurut sajaa ,ia meminum beberapa regukan air kemudian meletakannya di atas meja yang ada dihadapan nya ini..


" gimana? Udah mendingan ?" Tanya dhira khawatir ,, ia menepuk halus dada suaminyaa..


Hanan tersenyum haru.. ia menarik nadhira kedalam pelukan nya..


" terima kasih banyak karna sudah dengan sebegini lapangnya kamu menerima kehadiran mas" ucap hanan


Dhira diam mendengarkan, ntah mengapa pelukan suami nya sangat nyaman  dan hangat


" mas gak nyangka kalau  akan sebahagia ini setelah kamu tau siapa mas, selama ini dipikiran mas  kamu akan pergi dan meninggalkan mas"


" kalau mas tau? Mas akan menikahi mu sejak dulu , mas gak akan menunggu kamu selama 2 tahun , mas akan mengkhitbah mu secara benar di hadapan ibu dengan membawa keluarga mas , dan kecelakaan itu  gak akan terjadii"


" terima kasihh lagi karna sudah tidak menjadi milik orang lain , sudah dengan ikhlas mau menjadi halal bagi mas walau dengan pernikahan sesederhana itu "  hanan  mencium puncak kepala nadhira, airmatanya menetes bahagiaa..


Nadhira terharu mendengar ungkapan tulus suaminyaa, benarkah suaminya sudah menunggu dan mencintainya dengan diam sejak 2 tahun lalu?


" dhira juga berterima kasih untuk keteguhan mas yang mempertahankan perasaan mas buat dhira setelah 2 tahun lamanya" balas dhira lembut..


" tidak masalah, mas bahkan bisa mencintai kamu untuk  100 tahun kedepan "  jawab hanan yakin ..


Dhira terkekeh ,, lalu ia mengingat pesan dari pak dio ..


" mas?" Panggil dhira

__ADS_1


" kenapa?"


"  hari ini pak dio memberitahu kalau beliau punya waktu untuk bimbingan  dhira "   ucap dhira takut takut..


Hanan tau  istrinya akan  membahas ini, ..


" terus?"


"   jadwal yang ditentukan beliau  jam 2 siang di cafe dekat kampus" jawab dhira jujur


Hanan tersenyum , istrinya benar benaar jujurr..


" kalau mas izinkan dhira akan pergii, tapi kalau gakk nanti dhira hubungin pak dio nya"


Hanan bepikir sejenak


" gapapa sayang ,mas izinin , mas percaya kamu" jawab hanan  tersenyum


" makasih mass "


" tapi ...." gantung hanan


" tapi apa mas?"


"  hmm , anu ..."


" anu apa ihh"


" suatu saat nanti mas mau baca koran sambil minum kopi buatan kamu?" Ucap hanan gugup


"  lohh? Berarti mas mau dong jadi bapak bapak " kekeh dhira


" mau banget kalo anak nya mas lahir dari kamu " jawab hanan


" yaa iya  ihh, emng mau lahir dari siapa lagi, mas gak ada niatan mau poligami kan?" Tanya dhira khawatir


" nggak sayang astaghfirullah, sama kamu aja  mas cinta banget"  tawa hanann


Nadhira hanya tertawa..


Melihat tawa indah istrinya  tanpa sadar hanan mendekat dan ******* lembut bibir ranum nadhiraa..


" mas " lirih dhira sesaat setelah hanan melepaskan ciuman nya


"   kita buat anak nya sekarang aja ya sayang, biar mas lebih cepat jadi bapak bapak nya " ucap hanan serak


" t..**..tapi mas ,ini u..uudah pagi " jawab dhira terbata, debar jantung nya tak terkendali sama sekali


" gpp sayang, gak ada siapapun disini ,cuma kamu sama mas "  


" j.jjam dua juga dhira ada bimbingan skripsi mas"


" eghhh, bimbingan sama mas dulu ya sayang , nanti kita berhenti nya jam makan siang , jadi masih sempet " jawab hanan sembari mencium leher nadhiraa


Nadhira memejamkan matanya saat mendengar suara erangan suaminya , kenapa tiba tiba suaminya begini..


" ya udah mas ," jawab dhira malu malu


Jujur saja ia menyukai ciuman suami sahnya itu.. ahh sangat lembut


" makasihh sayang " hanan mendorong nadhira hingga tertidur di sofa   ,,


" mas jangan disini.. "  cegah dhira setengah sadar


Hanan tidak menggubris perkataan istrinya , ia menciumi setiap inci leher istrinya , benar benar sempurna ciptaan mu ya allah ..


" mass dhira maluu, di kamar aja yaa" pinta dhira lagi ,,


Hanan tersenyum lembut ,,


" iya sayang " jawab hanan kemudian mengangkat tubuh dhira ala bridal dan menuju kamar nya....


*********


Hanan tertidur lelahh sembari memeluk istrinyaa, tidur yang sagat nyaman dan membahagiakan..


Nadhira menatap wajah suaminya..

__ADS_1


Jujur saja  ia sangat lelah , bagaimana tidak, kegiatan mereka di mulai dari jm 8 pagi dan sekarang  hampir jam 1 ,suaminya sangat kuat , nadhiraa lelah tapi ia tak bisa menolak suaminya..


" mass,  Bangunn, jangan bobok dulu, "


Panggil dhiraa ,ia memakai handuk dab berniat mandi


Tak ada pergerakan berarti dari suaminya membuat ide jahil nadhira muncul


" mas udah hampir jam 1 ih, bangun dulu ,mandi terus imamin dhira sholat dzuhur" panggil dhira lagi sembari menciumi seluruh wajah tampan  suami nya..


" eghh.. sayang" panggil hanan


" bangun suamiku ,," panggil dhira manis


Mendengar itu hanan duduk dan langsung menngecup bibir dhira sekilas


" iyaa istriku"  jawab hanan bahagia


****


" maaf ya mas ,dhira gak sempet masak , mas jadi makan makanan yang gak sesuai dengan lidah mas" sesal dhira


Saat ini  mereka sedang duduk di meja makan  , hanan menyarankan untuk memesan makanan saja karna ia tau istrinya lelah, dia saja lelah apa lagi nadhira..


Dan  jadilah sekarang? Hanan sama sekali tidak bisa menelan makanan yang ia pesan sendiri,  yahh hanan sedikit pemilih  dengan  makanan , itu sebabnya  hanan selalu membawa bekal  kekampus , lidah nya tidak mudah cocok dengan masakan orang lain, kecuali ibu dan istrinya.


" gapapa sayang ,ini bukan salah kamu" jawab hanan lembut


" abis ini mas lanjut tidur lagi  aja yaa"


Hanan menatap wajah putih istrinyaa, bibir ranum berwarna pink kemerahan ,  hanan tersenyum saat mengingat  kenyataan bahwa bibir indah itu adalah milik nya..


" kamu gak capek sayang ?" Tanya hanan lagi, ia berhenti makan dan memandangi nadhira


Pipi nadhira merona , walaupun ini kedua kalinya merekaa melakukan itu tetap saja ia malu,..


" capek mass, kamu kuat banget soalnya"  jawab dhira tersipu


" kalo capek kenapa gak bilang hm ? Mas bisa berhenti sayanng" khawatir  hanan ,iaa mengambil tangan kiri nadhira untuk digenggamnya


"  dhira gak mau dosa karna nolak suami"  jawab dhira seadanya..


Mendengar itu hanan tak.dapat menahan senyumnyaa ,


" kamu mas antar yaa "


Nadhira menggeleng cepat


" gak usah mas, itu deket kampus  nanti  banyak yang ngenalin mobil mas"


" mas pakai mobil sport aja "


" jangan mas , terlalu berlebihan"


" kalo gitu mas beli mobil baru khusus buat nganter kamu kemana mana ,dengan begitu gak ada yang ngenalin mobil mas dan gak berlebihan kan"  saran hanan frustasi.. mengapa istrinya ini benar benar tidak mau ada orang tau tentang merekaa.


" jangan buang buang uang  mas , tabung aja untuk masa depan kita dan anak anak nanti"  jawab dhira lagi


" kamu gak usah pikirin itu  sayang ,tabungan mas cukup buat tujuh turunan " jawab hanan gemas


Dhira tertawaa..


"  kenapa ketawa?"tanya hanan bingung


" kalo jadi dosen  bisa sekaya itu , dhira mau jadi Dosen juga ahh, biar uang kita gak habis 14 turunan "  canda dhiraa


Hanan diamm, iya baru ingat kalau yang nadhira tau suaminya hanya seorang dosen , bukan pemilik perusahan  yang cabanganya  hampir disetiap provinsi.


" kamu gak usah mikirin buat kerja, itu tanggung jawab mas " ucap hanan lagi


" iyaa mas ,makasih banget buat tanggung jawabnya hehe "  jawab dhira terkekeh


Lagi lagi hanan mencuri cium di bibir istrinya ..ia benar benar bahagia melihat sikap nadhira yang tak pernah ia duga ini...


*************


Maaf maaf wkk

__ADS_1


author takut dosaaa ya allah ,maap ya allah ,


__ADS_2