DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
tiga puluh enam


__ADS_3

Gibran mendengar isak tangis dari luar kamar ..


" bundd," panggil gibran pelan


Bu mika menatap putera bungsunya itu..


" bang hanan nangis " lirih gibran ,, ia hapal betul suara yang saat ini sedang terisak.


Setelah merapikan selimut menantunya  bu mika beranjak pelan dari kasur dan mengajak gibran keluar kamar..


" hanan ?"


" bang"


Panggil mereka serentak


Hanan mendongak dengan wajah basah, bu mika tanpa sadar menitikan air matanya , terakhir putra sulung nya menangis seperti ini mungkin  masih sekolah dasar,, bahkan ketika ayahnya pergi  hanan tidak menangis sama sekali , ia mengenyampingkan kesedihan nya demi menguatkan sang bunda dan adiknya ,, tapi sekarang anaknnya menangis sesegukan  .. itu benar benar melukai hatinya..


" gibrann hikss, ajak abang mu ke ruang keluarga,, jangan disini, nanti kakak ipar mu bangun" bu mika menahan isakan nya sembari berjalan ke arah kearah ruang keluarga


" ayoo bang," gibran merangkul tubuh kekar kakaknya  dengan hati hati, bisa dikatakan kakaknya itu adalah sosok terkuat dikeluarga nya, disaat dirinya sang bunda menangis karna kepergian ayah mereka ,hanan malah merangkul dan menenangkan mereka, walaupun gibran tau abang nya juga sedih saat itu.


" jelasin kebunda sama gibran nak hiks,jangan menangis dibalik dinding sendirian ,, kamu punya kami " bu mika memeluk tubuh anak sulung nya yang bergetar hebatt,, melihat itu gibran mau tak mau harus mendongak untuk menahan airmatanya agar tidak jatuhh, sekalipun ia tak pernah melihat hanan menangis , sekalinya menangis kenapa merubah suasana rumah menjadi semuram ini.


" bangg,jangan buat gibran nangis dong, kita udah gede buat nangis kayak gini," serak gibran


" b...bbund.. hanan harus apa hikss?"


" udah hanan ,tenangin diri kamu duluu, bunda sama gibran disini nak, kamu gak sendiri"


hanan turun dari sofanya lalu berlutut dihadapan sang bunda, hanan menyembunyikan tangisan nya dipangkuan sang bundaa, 


" apa harus gibran tuntut itu dokter ,karna udah buat abang kaya gini? Dia bilang apa?" Ancam gibrann,


Pemandangan kali ini benar benar mengorek hati semua orang yang melihat nya, sedangkan hanan dan gibran yang dibesarkan dengan kasih sayang memiliki hati yang tidak bisa dikatakan keras ,


" bundaa, d..dhira sama anak hanan bakal selamat kan " racau hanan


" kamu ngomong apa sayang? Tentu mereka bakal sehat dan anak kamu bakal lahir dengan selamat "


" hikss ,tapi analisa dokter jauh dari apa yang bunda katakan , istri hanan bisa mengalami gagal jantung  dan mereka gak selamat bundd"  tangis hanan kembali pecahh


Sedangkan bunda dan gibran beku ditempat ..


" bangg, jelasin ke kita? Kak dhira sakit apaa? Apa ini ada hubungan nya dengan kecelakaan yang gibran sebabin"  gibran menarik tubuh hanan lalu ia dudukan disamping nya dan bunda


" jawab gibran bangg, apa ini efek samping dari kecelakaan ituu?" Gibran takutt, ia takut kalau dirinya lah penyebab keluarga abangnya jadi rapuh begini


Hanan menggeleng


" terus kenapa nak, jangan buat kami takut" sela bunda


" dhira sedang menjalani perawatan psikiater bund, dia punya trauma yang disebab kan karna dhira kecil melihat sendiri ayahnya meninggal dan tergantung di dapur rumah mereka dulu" hanan memejamkan matanya sakitt,,


" bangg, Ayah kak dhira bunuh diri?" Tanya gibran kelu


Hanan mengangguk rapuhh, matanya sudah menggenang airmata


" dhira takut hujan bundd, d..ddia juga takut bentakan ,,hanan  baru tau ini waktu hanan gak sengaja bentak dhira saat hanan disurabaya, karna itu hanan menyuruh gibran yang menggantikan hanan"


" kenapa gak bilang dari awal sih bang"

__ADS_1


" maksud hanan baik bund hikss ,hanan mau dhira sembuh dari phobia mengerikan itu,, hanan gak mau istri hanan terus tenggelam di ketakutan nya karna melihat kejadian bunuh diri ayahnya , hanan maksa dhira buat  konsultasi ke psikiater dan minum obat rutinn hikks, hanan cuma mau dhira sembuh bund "


" hikss, dokter bilang jantung dhira gak berdetak normal karna obat itu berdosis tinggi ,, wanita yang meminum obat resep psikiater belum diperbolehkan hamil saat dalam perawatan psikiater, dan dhira hamil ditengah tengah perawatan itu "


" jantung yang terlalu cepat kaya nandhira sekarang bisa menyebab kan gagal jantung dan keduanya gak selamat hikss"


" allah jahat banget sama hanan bund, dia mau ngambil kehidupan hanan melalui dhira dan anak hanan"  hanan menangiss rapuh, setiap isakan yang keluar mampu membuat orang yang mendengar nya merasa sesak


" hanan baru mau membangun keluarga kecil yang  bahagia, ta.tapi kenapa allah sudah berniat mengambil nya "


Bunda dan gibran yang sedari tadi kaget mendengar penjelasan hanan ,hanya mampu terdiamm,


" sutt, allah nggak akan memberi cobaan yang melampaui batas kemampuan hambanya .. inget itu nak"


"  bangg, istighfar dulu, kita cari jalan keluarnya sama sama "  sambung hanna..


" adik mu bener nan, bunda akan pindah kesini ,bunda temani kalian ngelewatin masa sulit ini, " bu mika mengelus rambut hanan sayang,


Ibu mana yang tidak luka hatinya saat anak sulung nya yang sudah lama tidak  merasakan kebahagiaan ,tapii? Ketika anak nya bahagia badai itu datang dan merapuhkan anak nyaa,


" gibran juga bang, gibran gapapa bolak balik jogja jakartaa, yang penting abang gak sendiri ngadepin situasi ini"


*******


Dhira merasa mual nya berkurangg subuh ini, ia melihat jam ,ah ternyata hampir subuhh


" mass, bangunn yukk, udah mau subuhh" dhira menggoyangkan pelan tubuh suaminya


Samar samar hanan mendengar suara lembut istrinya, ia melihat wajah pucat itu tersenyum lembut ,, airmata yang baru saja kering kini kembali menggenang ,ia benar benar takut senyum itu tak dapat ia lihat lagi suatu saat nanti..


" kenapa mas? Ini matanya kenapa? Mas mimpi buruk ?" Tanya dhira panik


" seandainya bisa ,mas benar benar berharap kalau ini hanya mimpi buruk dhiraa" batin hanan


" kenapa?"


" gapapa, mas lagi pengen imamin kamu aja"


" yaudah ,mandi duluan gihh, dhira siapin baju sama sajadah mas dulu"


" gak usah sayang, biar mas sendiri aja, kamu duduk  , jangan banyak gerak juga ,ntar mas bantuin kamu mandinya"


" mas, dhira baik baik aja, dhira udah gak mual dan terlalu pusing lagi kok,, udah ya jangan overthinking lagi suami ku , kami baik baik aja " dhira menengkan suaminyaa..


"Kalau gitu mas mandi dulu "  hanan berlari kearah kamar mandi , mendengar kalimat nadhira yang berusaha menenangkan nya semakin menyesakan dada hanan, berkali kali ia melafaskan istighfar..


"Ya allah ambil apa yang ingin kau ambil dari hamba, tapi jangan merekaa, izinkan hamba merasakan kebahagiaan ini lebih lama ,,tolongg, tolongg sekali ini saja" tanpa sadar hanan mengeluarkan isakan nya ,,


", mas nangis?" Dhira yang tengah melangitkan doanya dibelakang hanan ,mendengar isak tangis,, kenapa suaminya menangis


" gak sayang, sini salim dulu"


" tapi mas nangis, mas kenapa mas? Maaf kalo dhira ngelakuin sesuatu yang mungkin nyakitin mas"


" gak sayangg, mas nangis karna terbawa perasaan dari doa mas aja"


" mas doa apa?"


" mas mendoakan kesehatan kalian" lagi lagi air bening itu menetes


" masyaallah, terimakasih sudah mencintai kami sebesar ini mas" dhira memeluk suaminya lembut..

__ADS_1


" kita keluar yukk, bunda sama gibran pasti udah bangun".


" mas duluan aja , biar dhira rapihin ini dulu"


" gak usah , kamu aja yang duluan turun , ini mas yang rapikan "


" iya deh, dhira masak sarapan dulu kalo gitu "


" gak usah juga yang, "


" kenapa sih mas , perasaan dari tadi dhira dilarang terus"


" hmm , mas lagi pengen bubur di depan komplek, kita sarapan itu aja yaa "  sahut hanan ragu


Dhira diam" oke deh ,, kalo gitu dhira bantuin mas aja , kita keluar kamar nya bareng "


" jang....."


" jangan larang dhira lagi mas, dhira ini hamil bukan nya lumpuh, dhira masih bisa layani kebutuhan mas " protes dhira


Hanan melengos menyembunyikan wajah nya


" kalo gitu kita keluar dulu, rapiin nya ntar aja" ajak hanan


Dhira menurut, kenapa suaminya sangat aneh hari ini.


Saat keluar dhira melihat bunda yang sedang duduk sendirian


" bundaa" panggil dhira


Bu mika mengusap matanya pelan..


" iya nak, dhira udah bangun? Gimana keadaan kamu?"


" alhamdulillah dhira udah mendingan bund, maaf yaa ,karna dhira bunda jadi repot sendirian"


" gapapa sayang,   bunda seneng direpotin kamu, kalo bunda sama gibran pindah kesini kamu izinin gak?"


Hanan dan bunda bisa melihat binar di mata teduh ituu,


" bunda kok nanya nya gituu, ya pasti boleh lahh, boleh banget bundaa" antusias dhiraa sembari melompat senang


" JANGAN LOMPAT LOMPAT DHIRA"  reaksi hanan benar benar diluar dugaan dhira, kenapa suaminya harus berteriak seheboh ituu..


" hanan kontrol perasaan kamu ,jangan bablas nak, nanti dhira nya kepikiran " tegur bunda halus


" mas hanan kenapa.bund? Dari subuh tadi ngelarang dhira ini itu terus" tanya dhira lirih


" gapapa sayang ,hanan lagi coba buat jadi suami siaga ,"


" terus bunda juga kenapa? Abis nangis? Ini matanya kenapa basah?"


"Bunda tadi denger ceramah bagus banget, makanya nangis "elak bunda"


" terus gibran mana biasanya paling heboh pagi pagi gini?"


" gibran masih tidur "


" gak subuhan dia bund?"tanya dhira lagi


" udah kok tadi, abis sholat dia tidur lagi

__ADS_1


Dhira mengangguk mengerti..


____________/


__ADS_2