
Nafas Gibran tercekatt.. ia berlari kesetanan menangkap tangan hanan yang memegang gunting ..
" JANGAN GILAA!!!!!" Bentak gibran sembari membuang gunting ditangan hanan
" SAYA MEMANG SUDAH GILAA!! KAMU TIDAK DENGAR KATA DOKTER TADI HAH?? SAYA KEHILANGAN NYAAAAAA!!" BALAS HANAN KERAS
" KALAU SAYA TIDAK MENURUTI PERMINTAAN KONYOL NYA UNTUK MENYEMBUNYIKAN STATUS KAMI, MUNGKIN SAYA BISA MENJAGA DIA DARI PHOBIA SIALAN ITUU" sambung hanan
" KALAU SAYA TIDAK MEMAKSA DIA UNTUK KE PSIKIATER ,,DIA TIDAK AKAN MEMINUM OBAT DENGAN DOSIS SETINGGI ITU!!"
" DAN KALAU SAYA TIDAK MENIKAHINYA HARI ITU ,,MUNGKIN DIA TIDAK AKAN MENGANDUNG ANAK SAYA DAN MASIH HIDUP SEKARANG!!!!"
gibran diamm, ia tak pernah melihat hanan sebodoh ini ,,
" lo ngomong apa sih bang ??" Tanya gibran tak habis pikir
hanan kembali menangis untuk kesekian kalinya,,
" dia pergi karna kebodohan abang bran ,, kalau aja dari awal ini gak terjadi ,, kalau aja dulu abang gak milih jadi dosen di sana dan fokus ngurusin perusahaan , abang gak akan jatuh cinta hikss dan gak akan bepikir menikahinya saat ituu" pilu hanan dengan nada pelan
" berhenti berandai andai bang, itu bakal lebih nyakitin lo lagi , ini takdir allah " ingat gibrann.
Hanan lemahh,, tenaga nya benar benar hilangg ,,,
*****
" ini sudah 2 jam setelah detak jantung si ibu berhenti,, dan bayi belum dikeluarkan karna tidak adanya keputusan dari pihak keluarga" jelas sang dokter
Gibran menggeram frustasi..
Saat ini bundanya masih meraung tangis karna kehilangan menantunya, dan bang hanan? Kondisi yang sangat memprihatinkan ia tidak sadar ataupun pingsan dalam waktu bersamaan, pandangan kosong dan wajah pucatt mampu menyayat hati gibran ,,
" tolong dokter ,, kakak saya tidak bisa hidup tanpa istri nya,dan selama ini mereka sangat menanti kelahiran bayi merekaa,, tolongg usahakan sesuatu untuk memperbaiki kenyataan ini" mohon gibran melas
Dokter menggeleng pelan ..
" apa perlu saya berlutut?,,tolong selamatkan mereka ,,usia keponakan saya bahkan belum genap 8 bulan dok, saya tidak bisa melihat bayi sekecil itu dipaksa lahir sebelum waktunya"
" pak, untuk bayinya ini disebut kelahiran prematur, dan yahh saya mengerti,,siapa yang akan dengan mudah menerima berita buruk ini, tapi ibu nadhira sudah tiada pak ,itu bukan kuasa saya untuk mengembalikan hidup nya" jawab dokter penuh sesall..
Gibrann menunduk sesak ,,
" kalau begitu tolong keluarkan bayinya dengan selamat " putus gibran akhirnya
" tapi pak?" Ragu suster
" saya yang bertanggung jawab, kalian bisa memvideokan ucapan saya tadi kalau kalian raguu, kakak saya sebagai suaminya sedang terguncangg, beliau belum bisa berpikir jernihh "
" pakk gibrann,,biar saya perjelas sesuatu" ucap dokter serius
" saat ini posisi bayi serba salah,, kalau bayi tidak segera dikeluarkan ,detak nya akan berhenti di dalam rahim bu nadhira ,,tapi kalau bayi dikeluarkan sekarang , persentase mengalami gagal jantung lebih besar untuk bayi dibandingkan sehat dan normal,,jadi jika bayi tidak menangis saat dikeluarkan ,maka kita tidak punya harapan "
Gibran mematungg, kenyataan macam apa lagi ini ? Kenapa semakin kesini hati nya semakin remukkk..
" jadi mohon untuk didiskusikan secara baikk apa lagi kepada ayah sang bayi,,saya sudah berusaha mencari solusi terbaikk, dann ini satu satunya pak,, kita hanya bisa mengambil resiko inii, " jelas dokter menunduk ..
" dokterr!!" Panggil hanan kuatt
Semua menolehh, hanan ? Ahh ini bukan seperti seorang hanan, berantakan ? Sangattt, wajah tampan nya kini terlihat sangat kusut dengan airmata yang sudah mengering dipipi,
" saya bisa menjadi pemilik rumah sakit ini dalam seperkian detikk ,,, kalau istri dan anak saya tidak berhasil anda selamatkan ,, maka posisi anda juga akan saya matikan dalam sekejap ,, saya tidak main main,, jadi cepat masuk dan kembalikan merekaa"
Gibran kagett, ini pertama kalinya ia melihat sisi gelap kakak kandungnya yang tidak pernah ia ketahuii
" pakk, ini bukan kuasa saya ,, saya hanya perantara jika allah memnag memberi keajaiban untuk hidup istri andaa" jawab dokter lesu, kenapa ia ditempatkan diposisi sesulit inii
" bangg ,inget allah ,,, nyebut ,, jangan sampe lo ngelupain allah karna ini" ingat gibran
" ANDA TIDAK SEKOLAH HAH?? DARIMANA ANDA MENDAPAT GELAR DOKTER ITU KALAU MENYELAMATKAN ISTRI SAYA SAJA TIDAK BISAAA!!!" SENTAK HANAN
Tiba tiba
TIIIIITTTTTTTTTT...
__ADS_1
Suara mesin yang terpasang dalam rongga mulut nadhira untuk memberi oksigen pada bayinya berbunyi kerass,,
Dokter dan suster berlariann memasukii ruangan ituu..
" dokterr, selang oksigen nya tidak bekerjaaa" teriak suster panik
Dokter menatap gibran dan hanan bergantian , iaa seolah memberi isyaratt bahwa ini bahaya..
" dok ,lakukan yang seperti saya katakan tadi, saya akan bertanggung jawab , cepat lakukan apapun untuk menyelamatkan bayinya" panik gibran
Dokter mengangguk cepatt, ia langsung berlari menuju ruang operasi, sedamgkan suster menutup tubuh nadhira dari ujung kaki sama ujung kepala dengan kain putihh,,
Melihat itu hanan semakin remukk,, ia benar benar tidak ingin percayaa, tapi dibalik kain putih itu memang nadhira istrinyaaa, ia terlambat membawa nadhira kerumah sakit ..
" bawa umi kembali nakk, abi mohon" lirih hanan ,,
*********
Hanan ambrukk , saat ia melihat brangkar nadhira dengan kain putih yang menutupi seluruh tubuh istrinya , dibawa keruang operasi terburu buru.
Ia berusaha melawan sinar yang menelisik mesuk netra penglihatannya.. putih? Ruangan apa ini?"
" nan?" Lirih wanita paruh baya dengan tatapan pilu yang mengenggam erat tangan nya..
" b..bbundaa" panggil hanan,, ia takut bertanya perihal nadhira tapi ia ingin tahuu, apa istrinya benar benar meninggalkan dirinya..
" b.bbunda ,, dh..dhira...." mendengar suara bergetar hanan semakin memeras hati bu mika .. tangisannya tak kunjung mereda..
" dhira gimana bunn? D.ddia gak pergi kan? Gak ninggalin hanan kan? Jawab hanan bund" hanan mengguncang kedua bahu bu mika kuat
Hanan mencabutt selang infusnya dan berlari dengan kaki yang sudah lemahh ,,ia terus menduga duga hal paling mengerikan itu ..
******
Bayi hanan keluar tetapi tidak menangis sama sekali...
Si dokter berusaha melawan panik nya ,, ia menggosok dada dan punggung bayi mungil ituu bergantian dengan pelan,,
Semua suster tergugah melihat perjuangan dokter mereka yang begitu gigih menyelamatkan bayi ituuu,,
Tiba tiba terdengar tangisan kencang yang memenuhi ruang operasii..
" ALHAMDULILLAH" syukur semua suster dan dokter bersamaan
Sang dokter menatap haruu,, lihatt ,, betapa tampan bayi yang baru berusia8 bulan inii,,
" allah punya rencana lain dengan meminta ibumu pulang lebih dulu nak,,
Terus laah hidup dan semoga menjadi kekuatan untuk ayah mu ,,dan yahh,, kau bayi tertampann yang pernah aku bantu lahirkan,," bisik sang dokter di telinga kanan bayi itu
Dokter mengalihkan pandangan nya kepada para suster yang dari tadi menatap mereka..
" sus,tolong bersih kan bayinya duluu, "
Ucap nya sembari memberikannya kepada salah satu suster..
*******
Hanan berlarii mendekati gibrann
" bran,, istri dan anak abang gimana? Mereka ada kan? ada kan dek?" Tanya hanan
Gibran menggeleng lemahh,,, yang di katakannya pada hanan beberapa jam lalu itu benar,, ia tidak bisa sekuat hanan dulu ,, berpura pura kuat dan merangkul keluarganyaa? Gibran tidak setangguh ituu..
" brann" panggil bundaa berlari mengejar hanan
" bundd" gibran berlari memeluk tubuh sang bundaa,,
" gimana nak? Udah ada hasil?"
" belum bundd,, dari tadi gibran disini dan dokter belum keluar sama sekalii" jelas gibran lirihh
" Sudah berapa jam?"
__ADS_1
Gibran membenamkan wajahnya di bahu sang bundaa,,ini lah sifat gibran,, disaat keadaan genting dan mencekam seperti ini ia akan bertindak seperti anak SMP ,, karna itu apapun masalah yang disebab kan gibran selama ini ,, hanan lah yang maju paling depan untuk menyelesaikan nya.
" 4 jam"
" astaghfirullah.." airmata bunda kembali jatuhh,, entah bagaimana putra sulung nya setelah ini,
Hanan bersandar dinding samping pintu operasi,, ia menunduk dalam lamunan panjang ,,
Lampu tanda operasi dimatikan bersamaan dengan Suara pintu yang berdecit ,,
Seorang dokter seumuran sang bunda keluar dengan bayi di gendongan nyaa..
Ketiganya menatap penuh harap ,,,
" dok" panggil sang bundaa
" selamat buu,cucunya lahir sehat tanpa kurang apapun, dia tampannn , sangat tampan " bu mika mengangkat tangan untuk menggendong cucu pertamanya ..
" masyaallah ,,ganteng bangett cucu kuu" bu mika terkagum melihat hasil pahatan sempurna allah yang satu ini ..
Hanan menatap bayinyaa,,
" nann,, anak kamu? "Panggil bunda
Hanan mendekatt ,, matanya menggenang melihat bayi nya begitu mungil ,,
" bayinya sehat pak hanan, berat nya hanya 250 gram,,sedikit kecill karna ia lahir prematur, tetapi berjalan nya waktu bayi anda akan tumbuh sama seperti anak lain yang lahir normall" jelas dokterr lagi
Hanan mengelus pipi bayinya dengan satu jarii, sangat lembut.. lalu hanan menempelkan kepalanya dengan dahi mungil sang bayi.
" maaff sayang, kamu pasti sering kesakitan diperut umi hmm, maaf nakk ,abi bodohh ,,abi bodoh nak" sendu hanan
Pertahanan gibran hancur setelah mendengar kalimat sendu kakak nyaa, bagaimana bisa allah memberi kan ujian seberat ini untuk keluarga kecil kakaknya yang sangat bahagia ini.
" bagaimana kakak ipar saya dok?" Tanya gibran ragu..
" kamu bawa umi kembali kan sayang" lirih hanan pada bayinyaa
Dokter menggeleng dan menunduk..
" ya allahhh" histeris bundaaa..
Mendengar sang bunda tiba tiba histeris ,,hanan menatap sang dokterr,, lalu berlari masukk..
Kaki nya lemass saat melihat tubuh ramping yang tertutupi kain putihhh,, dengan para suster yangbakan melepas alat medis dari tubuh nadhira..
" berhenti!!!!!" Ucap Hanan
Para suster kaget dan menatap kasihan hanan.. mereka melihat anggukan dari dokter yang berada dibelakang hanan,,perlaham mereka mundur dan memberi hanan ruang untuk menggapai nadhira..
" kamu marah hm? Kenapa gak mau buka mata yang?" Tanya hanan gemetarrr
Gibran menangiss menyaksikan ituu, ia menghadap dindingg untuk tidak melihat lagi, ini pertamakali bagi gibran untuk kakak nya terlihat sangat lemah,,
" kamu gak mau liat putra kita yang? Dia sangat tampan ,, matanya mirip kamuu,, " sambung hanann
" kamu egois kalau kamu marah sama mas gini tapi ngebiarin putra kita gak ngerasain pelukan ibunyaa,, bangun yangg,, peluk anak kitaa" racau hanan
Hanan menatap sang bunda lalu mengangkat kedua tangan nya yang gemetar berusaha menggapai anak nya ..
Bu mika yang mengerti memberikan cucunya kepelukan hanann ,
Hanan menyingkap kain putih yang menutupi tubuh dhira lalu meletakan bayinya di atas dada dan perut dhiraa..
" nadhiraaa ,,mas gak bisa besarin anak kita sendirii , kamu bisa ngerasain betapa aktif diaa ketika lahirr,, mas butuh kamu ,,mas gak bisa dhiraa"
Tiba tiba bayinya menangis kuatt bersamaan dengan suara alat mesin yang terpasang di dada kiri nadhiraa..
______________
Wohohoo, entah kenapa semakin mendekati endingg, author makin males nuliss ,,ciuss gak bohong dah😂
Btww ,,gimana pakk buukk wkk gimana rasanya pas author dah lama gak up, giliran up cuma satu part doang😋
__ADS_1