
" pak hanan? "
Lamunan hanan buyar,
" iyaa?"
" ini harus dipasang dimana ya pak?" Tanya salah satu mahasiswa BEM yang sedang ikut membantu hanan mengurusi persiapan wisuda yang akan diadakan lusa ...
" disana saja,, usahakan serapi mungkin yaa" jawab hanan sambil menunjuk
" hmm pakk bukannya disana untuk banner utama yaa? Anda sudah bilang 15 menit lalu? Apa perlu saya minta teman teman buat ganti bannernya?" Tanya nya
Hanan menoleh bingung
" saya tadi nunjuk yang mana emang?" Tanya hanan
" disana pak" tunjuk mahasiswa
" itu banner apa?"
" ini banner sambutan pak?"
" astaghfirullah, maaf ,,saya sedang tidak fokuss, kamu pasti kebingungan" ucap hanan tak enak ..
" tidak apa apa pak, malah bapak yang terlihat seperti orang linglungg, bapak sakit?"
Hanan tesenyum kecut..
" saya sehat kok, ini tolong pasang diatas pintu masuk gedung yaa, hati hati naik kursinya,, dan bilangin juga sama temen temen yang lain ,, kalian boleh istirahat dulu setelah memasang banner ini ya"
" iyaa pak.,,terima kasih pak"
Hanan mengangguk tulus," saya yang seharusnya berterima kasih atas bantuan kalian"
" ,sama sama pak"
Hanan menganguk tersenyumm, lalu berjalan kearah kursi lalu duduk merenung..
" assalamualaikum?"
" waalaikumsalam, wahh pak islan ?" Sambut hanan.
" gimana persiapan gedung pak? "
" alhamdulillah sudah 80% pak,insyaallah kalau teman teman BEM tidak lelah , besok pagi sudah selesai "
" persiapan nya sangat cepat, anda benar benar bekerja keras "
Hanan tekekeh ..
Islan diam menatap dalam..
" ada apa pak hanan? "
Hanan menoleh,,
" anda seperti sedang banyak pikiran , apa sangat berat sampai menganggu anda dikampus?"
Hanan menggeleng sembari tersenyum canggung
" jika pak hanan berkenan dan percaya, saya bisa menampung kalau kalau anda ingin sekedar butuh tempat berbagii, menekan sesuatu yang berat sendirian itu benar benar sesak kalau menurut saya"
Hanan menunduk, rekan nya ini benar,, ini sangat menyesakan..
Islan menunggu,, ia pernah kebingungan seperti hanan,, pada saat itu ia benar benar tidak fokus dan mengacaukan banyak hall, sesekali disaat itu ,islan bahkan pernah lupa menarik nafas..
" menurut pak islan bagaimana kalau seseorang terus membahas kepergian?"
Islan mengerutkan lipatan kening nya..
" kepergian dalam konteks apa?"
Hanan menggeleng lesuu
" saya tidak mengerti, dia terus bertanya bagaimana saya jika dia pergi,,Meminta saya baik baik saja jika dia pergi" hanan menangkup wajahnya, apa maksud nadhira terus mengatakan bahwa istrinya akan pergi tanpa membawa hanan bersamanya.
" istri pak hanan?" Tanya islan ragu
Hanan mengangguk kecil dalam tangkupan tangan yang masih menutupi wajahnya..
" apa sebelum nya kalian bertengkarr?"
__ADS_1
Hanan menggeleng,, ia rasa tidak salah jika bercerita kepada laki laki yang sudah lebih dulu menikah darinya, mungkin ia akan mendapat solusi dari ini..
"Kami baik baik saja awal nyaa, masih bercanda satu sama lainn, tapi tiba tiba ia bertanya hal hal mengerikan seperti itu?"
Islan menepuk pudak hanan pelan ,,
"Tidak seharusnya anda seperti ini pak hanan ,bisa saja pembahasan itu disebab kan oleh hormon kehamilan nya? Bukan kah kata anda dia sedang mengandung buah hati kalian ?"
Hanan membuka tangkupan nya ,, lalu mengangguk cepat..
" apa istri pak islan juga begitu?" Tanya hanan berharap
Islan menggeleng pelan ,dan tersenyum redup,, " istri saya belum hamil , ia punya kista yang cukup parah dirahim nya"
Hanan menatap bersalah
" tidak apa apa pak hanan, anak adalah rezeki masing masing hamba, mungkin saya tidak cukup baik untuk dititipi seorang anak "
Hanan diamm menunduk , sejenak dulu di dalam dasar hati terdalamnya ,ia pernah menyesali kehamilan nadhira,, karna kehamilan itu membuat anak dan istrinyaa dalam bahaya,,tapi melihat wajah redup rekan nya ini ,hanan sangat bersyukur karna telah dipercayai allah setelah 6 bulan pernikahan
" awalnya saya tidak terlalu memikirkan pertanyaan pertanyaan itu, tapi 3 hari ini sikapnya seperti ingin membuat saya terbiasa tanpa diri nya,, tidak menemani saya makan dengan alasan yang terus membuat saya khawatir, dia juga berhenti menyiapkan pakaian kerja saya seperti biasanya, selalu bangun dan ibadah duluan tanpa menunggu saya"
Islan semakin meredupp, wanita seperti apa yang dinikahi rekan dosen nya ini? Kenapa kehidupan nya sangat terdengar bahagia,,
" bagaimana rasanya dilayani istri sebaik itu ? " tanya islan tanpa sadar..
Hanan menatappp bingung kekacauan dimata islan..
" saya menikah karna dijodohkan orang tua saya,, saya bukan manusia tanpa dosa yang selalu menjalankan perintah allah, tapi setelah menikah saya berusaha menerimanya dan ingin menjadi surga untuk nya, tapi mungkin
Allah punya rencana lain, istri saya seorang wanita karir,, ia terlalu sibuk dengan pekerjaan nya dan tidak punya waktu untuk memperlakukan saya sebagai ladang pahala seperti yang istri pak hanan lakukan , awalnya saya tidak menuntut ingin dilayani sebaik itu,, tapi dari mendengar cerita anda yang seperti sangat bahagia, saya merasa sedikit tercubit dan iri " jelas islan..
Hanan diam, ia ingat cerita mentari tentang pak islan yang sempat melamar nadhira dan ditolak .. hanan bisa mengerti kenapa islan saat itu mau meminta nadhira kembali walaupun telah ditolak beberapa kali, istrinya benar benar wanita baik,, entah kenapa hanan bersyukur bahwa dhira menolak islan hari ituu, walaupun islan laki laki baik dan harus terjebak dipernikahan tanpa cinta seperti ini, tapi jika hari itu dhira tidak menolak, mungkin dirinya lah yang berada di situasi islan sekarang.
" pak hanan,?" Panggil islan
"Yahh?"
" maaf, kalau anda harus mendengarkan cerita saya " sesal islan
" tidak masalah pak ,, kita bisa sharing masalah masing masing untuk ringan satu sama lain"
Islan tersenyumm,,
Hanan menghela berat,, hatinya bak ditimpa bebatuan ber ton ton mengingat obrolan mereka dikamar tadi pagi
Flashback on
" mass?" Panggil dhira
" iya sayang?" Sahut hanan sambil memilih baju dilemarii,, yahh hari ini dhira tidak menyiapkan pakaian nya dengan alasan tidak sempat karna membantu bunda membuat sarapan.
" sebelum sama dhira? Apa pernah mas punya rasa sama wanita lain ?"
" gak pernah ,kan sebelum nikah sama kamu mas emang udah cinta sama kamu dua tahun sebelum nya, kamu juga tau kan"
Dhiraa diamm, hatinya serasa diremas kuat lalu tersiram air garam sekarangg, pedih ,,tapi harus..
" sebelum dua tahun itu?".
" tetep gak ada, kamu cinta keduanya mas setelah bunda " jawab hanan santai sambil terus menatap gantungan kemeja dilemari nya..
" kalau perempuan yang mas suka kayak gimana?" Tanya dhira lagi..
" yaa kayak kamu, kan mas suka kamu yang"
" m.mmaksud dhira selain dhira mas ? Gak ada manusia yang sama persis didunia ini"
Hanan menoleh dan menatap nadhira yang masih duduk di pinggiran ranjang, hanan mendekatt, sebenarnya ia tau arah pembicaraan istrinyaa sejak tadi, hanan berusaha menanggapi santai, tapi kenapa arah ini semakin menakutinya..
" kenapa nanya gitu?" Tanya hanan dingin
" gapapa ,cuma mau tau aja?" Jawab dhira gugup
" kamu kan udah tau , kenapa masih nanyain hal hal yang udah jelas jawabannya" tegas hanan
Dhira mengambil tangan hanan yang masih berdiri dihadapan nya dan meniupnya pelann,
" pergilah kesall? Jangan mendatangi suamiku" ucap dhira lembut..
Dan terang saja emosi hanan meluap seketika..
__ADS_1
" maaf ya yang" hanan mengecup puncak kepala nadhira..
Dhira tersenyum mengangguk,,
" kalau mas punya pikiran buat nikah lagi ,, dhira ikhlas mass,, gapapa ,dhira izinkan " ucap dhira tiba tiba
Hanan menatap tak suka,,
"Maksudnya?" Tanya hanan
" dhira ikhlas mas menikahi perempuan lain"
" GAK!!"
" massss...." panggil dhira lirih
" KAMU APA APAAN SIH?"
Dhira menunduk
" kenapa bahas yang aneh aneh teruss,, dari kemarin arah pembicaraan kamu gini terus, kamu kenapa ?" Meledak sudah ,, hanan benar benar tidak habis pikir dengan pemikiran nadhiraa..
" dengerin duluu,,sini,," dhira menarik tangan hanan untuk duduk disampingnya..
Hanan meredam emosinya dan ikut duduk..
" dhira cuma mau mas baik baik aja, kemungkinan dhira udah gak bisa layani mas"
" kamu bukan pembantu nadhira ,gak perlu ngelayani mas kayak majikan gitu"
" dhira sedih mass, mas makan sendirian terus dan, ini pagi ke tiga dimana mas selalu kebingungan mau pakek baju apa," ucap dhira lirihh
" mas gapapa ,,harus berapa kali mas bilang kalau mas gapapa , mas ngerti karna kamu lagi hamil ,kenapa kamu bersikap seolah olah mas ini suami yang menuntut kamu "
Dhira menundukk,, apa ia salah jika ingin suaminya menikah lagi agar tidak kesepian jika sewaktu waktu dirinya harus memenuhii panggilan sang pencipta..
" kalau kamu masih ngomong ngawur gini lebih baik mas berangkat sekarang aja, gak perlu sarapan atau apa" ancam hanan
" mass ,,jangan gini, dhira cuma mau mas gak kesepian nanti,, "
" kesepian apa dhira? Mas sudah punya kamu ,bunda dan gibran , sebentar lagi rumah ini akan ramai karna kelahiran baby kita , terus kesepian apa yang kamu maksud?"
" mass,, kita gak tau apa yang akan terjadi,, kalau pun bayi kita lahir,, siapa yang akan membantu mu merawat nya" tanya dhiraa
Hati Hanan bergemuruhh ,, ia tau nadhira akan membahas kematian sekarangg..
" ada kamu,, dan selama nya hanya kamu ,, mas gak akan biarin wanita manapun ngerawat anak kita, kamu uminya,harus kamu yang rawat,, "
" m.mass....."
" buang jauh jauh pikiran buruk kamu nadhiraa, berhenti membahas hal kayak gini, mas takutt dengan pikiran kamu, gak akan ada yang hilang, seumur hidup mas cuma ingin menikahi kamu ,tidak wanita lain, anak kita? Kamu harus merawatnya.. tolonggg ,,kamu kenapaa ? Kenapa tiba tiba menjadi seperti ini?"
Jelas hanan dengan nada tinggi..
Setelah mengambil tas dan kunci mobil nya,Hanan pergi keluar menuju kampus..
Flashback off.
Islan kaget, k..kenapa istri pak hanan memintanya mencari wanita lain untuk dinikahi..
" saya rasa anda sudah tahu alasan kenapa istri anda membahas itu" ucap islan ragu
Hanan menyunggar rambutnya frustasi,,
" saya tidak akan menikah lagi pak islan ,saya sangat mencintainya, saya akan menukar apapun dengan keselamatan nya melahirkan bayi kami " lirih hanan pilu
" tidak perduli jika harus melawan takdir , saya benar benar tidak bisa kehilangan nya" hanan terus menarik rambutnya kuat
" pak hanan,, saya mengertii, jangan seperti ini, allah akan menjaga istri andaa"
" dengarr pak hanan ,, mungkin anda juga tau kalau saya memang tidak pernah merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang calon ayah yang menunggu kelahiran bayinya,,lalu dihadapkan dengan cobaan seberat ini"
" tapi setidaknya anda harus berperan penting dalam mengubah pola pikir istri anda untuk lebih optimis hidup"
Hanan diamm ,,ia merenung dalamm, bagaimana caranya menciptakam rasa optimis itu untuk nadhiraa, kalau dirinya saja sudah pesimis dengan bersikap takut kehilangan seperti ini ..
" saya akan selalu mau menampung cerita anda jika itu membantu anda menjadi lebih ringan pak hanan, tapi sekarang saya mengerti bahwa anda butuh cukup ketenangan untuk memikirkan saran saya tadi,, anda bisa menelpon saya kapan pun, saya pergi pak hanan, anda butuh sendiri untuk merenungkan nya" pamit pak islan
" waalaikumsalam" lirih hanannnnnn
__________^^^^^____________
__ADS_1
Huaa detik detik chapter terakhir ini gess wkk ,,