DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
Enam belas


__ADS_3

Nadhira menangis dibalik rak buku besar yang mampu menyembunyikan tubuh mungil nya  ,untuk jam seperti sekarang semua tempat di kampus mungkin sudah sepi,namun jika bukan di tempat tertutup seperti perpustakaan kampus  mungkin nadhira tidak akan mampu menyembunyikan tangis nya,,


" ya allah , aa..aapa yang harus hamba lakukan hiks , hamba bahkan tidak tau bagaimana menghadapi suami hamba setelah ini hikss"


" mas fandi? Suami yang hamba cintai ternyata adalah orang yang sama dengan dosen hamba yang bahkan hamba sendiri tidak begitu respect padanya" hati nadhira semakin pedih mengingat kenyataan yang baru saja ia ketahui ini


" k..kkenapa harus berbohong mas hikss,  kamu anggap aku apa hmm, " ingin rasanya dhira menangis meraung


******


HANAN...


" kamu di mana sayang ? Jangan bikin mas khawatir" batin hanan,


Yang hanan tau istrinya tidak membawa apa apa saat meninggal kan ruangan nya tadi ,pasalnya tas berkas dan ponsel nadhira tertinggal diruangan nya ..


" maafin mas dhiraa, kamu dimana" hanan yakin istrinya masih disekitar kampus


Sekarang sudah hampir magrib, hanan masih belum bisa menemukan nadhira


" apa kamu sudah pulang hm?" Batin hanan putus asa ,, tapi bagaimana cara istrinya pulang ? Dhira tidak membawa apapun ..


Hanan memutuskan pulang dengan harapan nadhira sudah berada dirumah dengan senyuman yang indah menyambutnya ..


*********


NADHIRA


Langit semakin gelap, nadhira bangkit dengan kaki yang masih bergetar ,


Hari sudah hampir magrib, nadhira tidak punya uang atau apapun yang bisa ia gunakan untuk pulang baik itu ke kosan atau kerumah suaminya ..


Nadhira menyusuri jalan pulang  , sudah 15 menit dhira berjalan tanpa arah, bukanya menemukan jalan pulang ia malah semakin jauh dari  tempat yang bisa ia sebut rumah


Tin tin tin.....


" astaghfirullah" kaget dhira , perlahan kesadaran nya meninggalkan lamunan menyesakan .. dhira menoleh, ada sebuah mobil mengklakson nya dari belakang


Dhira tidak  berani mendekat, ia takut orang yang ada didalam mobil itu adalah orang jahat..


" nadhiraa?" Panggil orang itu


Nadhira mengangkat pandangan nya ,disana ada rektor muda dikampusnya, pak arkaaa


" pakk?"


" kamu ngapain disini? Magrib magrib begini jalan kaki dan sendirian ?" Tanya pak arka saat sudah berjalan mendekat kearah dhira


Nadhira diam menunduk..ingin rasanya ia menangis sekarang .. kenapa bukan suaminya yang mendatanginya dan malah laki laki lain..


" kamu dari kampus ? Tanya arka lagi


Dhira mengangguk tipis


" dimana barang barang kamu dhira ? Tas ? Ponsel dan yang lain? Kenapa tidak membawa apa apa ? Kamu dirampok " tanya arka seketika panik sendiri saat melihat keadaan wanita yang sudah lama ia cintai ini


" Astagfirullah , tidak pak? Barang barang saya tertinggal di suatu tempat, saya mau pulang ,t.ttapi..."  jawab dhira canggung


" tapi apa? Kamu kesasar ? "


Dhira mengangguk


" huhh, syukur la tidak ada orang jahat , bagaimana kalau ada orang orang bermaksud buruk  saat melihat kamu berjalan sendirian pada saat magrib begini"  lega arka


" pak maaf ,boleh saya pinjam ponsel bapak sebentar ?"tanya dhira tanpa menjawab pernyataan arka tadi

__ADS_1


" buat apa? "


" saya mau buka google maps pak , saya harus pulang "


" tidak perlu ,biar saya antar kamu pulang"


" tidak pak ,maaf kalau saya menyinggung anda ,tapi saya pulang sendiri saja "


" kenapa? "


" saya hanya tidak nyaman dan sungkan karna jabatan bapak selaku rektor dikampus saya "


" lupakan jabatan saya di kampus, saya orang biasa saat diluar kampus, sama seperti kamu " tegas arka


Nadhira diamm, ia melangkah mundur


" saya tidak mau ada fitnah pak, saya juga tidak nyaman kalau harus berdua saja di mobil dengan laki laki yang bukan mahrom saya, maaf sekali pak "


Jelas dhira tegas tapi lembut


" tapi dhiraa... "


" tidak apa apa kalau bapak tidak bisa meminjamkan ponsel bapak kepada saya , saya mengerti , saya permisi duluan paķ"  yahh sebisa mungkin nadhira menghindari hal hal semacam ini, walau kini ia sedang merasa kecewa pada suaminya tapi nadhira masih cukup waras untuk menyadari batasan batasan yang tidak boleh ia langgar,,


" tunggu nadhiraa.."panggil arka


Langkah nadhira berhenti  ,


" saya mengerti maksud kamu, tapi saya tidak bisa membiarkan kamu pulang sendiri seperti ini, ini magrib nadhiraaa" ucap arka lagi


Dhira hanya diamm, sebenarnya ia takut akan ada preman preman jahat yang mengganggu nya, tapi apa boleh buat ? Nadhira harus apa ?


" biar saya iringi kamu pulang " putus arka


Nadhira menggeleng cepat, kemana ia harus pulang pun dhira sendiri belum tau ,


" kalau begitu saya iringin sampai ke masjid"


" bapak mau sholat juga?" Tanya dhira


" saya sudah tadi diruangan "


" pakk, saya benar benar tidak bermaksud menyinggung , tapi saya mohon ,saya bisa pulang sendiri ,dan insyaallah allah akan menjaga saya" jawab dhira ,airmatanya menggenang ,  kakinya bergetar


Arka menatap dalam wanita didepan nya ini , arka menangkap darah di ujung kaos kaki nadhira ,kakinya terluka


" apa yang terjadi nadhira? Kenapa kamu seperti ini?" Tanya arka tiba tiba


Dhira menggeleng dalam tunduk nya ,, tidak mungkin ia menceritakan masalah rumah tangga nya pada orang asing


" tunggu sebentar " arka berlari mengambil sesuatu


" pakai ini , sepertinya kaki mu lecet " ucap arka sembari memberika sandal jepit ..


" tidak apa apa pak, ini tidak sakit "


" pakai nadhiraa"  tegas arka


Dhira diam ,,


" pakai sandal itu , dan saya akan pergi " sambung arka


Dhira diam sebentar ,lalu berjongkok melepaskan  sandal sepatunya dengan perlahan ,,,


"Awww astaghfirullah" rintih dhiraa pelan, yahh selama berjalan tadi  kakinya beberapa kali menabrak batu ,dan itu melukai kaki nya, sakit? Tentu saja , tapi sakit kakinya , bahkan seujung pun tak sebanding dengan sakit hatinya..

__ADS_1


Arka ikut berjongkok


" sakit yah? Apa perlu saya belikan obat dulu?"khawatir arka


" tidak usah pak hiks ,tidak apa apa ,tidak terlalu sakit " jawab nadhira tersedu , airmatanya tak bisa ia bendung lagi..


Arkaa kaget ,


" jangan menangis dhira,kalau itu terlalu sakit bagimu katakan sakit ,kita bisa kedokter"


Nadhira berusaha meredam sedu sedan nya...


" hikss ,,,hiksss " ,


" buka saja kaos kakinya , biar tidak terlalu sakit "  jelas arka


"  , tidak bisaaaa hikss...., aurat saya" jawab dhira


Arka menghela nafas khawatir..


" apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi sakitmu ?"  Tanya arka bingung


" b..bapak pulang saja , lanjutkan perjalanan bapak dengan seolah olah tidak melihat saya"


" tidak bisa , bagaimana bisa saya pulang seperti yang kamu katakan sedangkan kamu menangis kesakitan dan sendirian disini"


"T..ttapi  anda sudah berjanji " tunduk dhiraa


Baru saja arka  akan menjawab


" saya mohon pak , terima kasih  sandal nya ,akan saya kembalikan nanti" ucap dhira bangkit dan berjalan tertatih


Arka diam , ia melihat mahasiswinya dari belakang ,


" saya benar benar jatuh hati dengan gadis keras kepala ini" batin arka  sembari menatap nadhira


Setelah nadhira berjalan sekitar 3 meter didepan nya arka melangkah mengikuti, bagaimana jika nanti terjadi sesuatu dengan nadhira, tidakk, arka harus memastikan dhira sampai masjid terdekat dengan selamat,


...****...


" Nadhiraaaaaaa,, sayangg..."panggil hanan ,ia berlari menyusuri seluruh penjuru rumah mencari istrinya


" Nadhiraaaa!!!!" Panggil hanan lagi, namun tetap tak ada jawaban


" sayang jangan bercanda ,, mas minta maaf, jangan bersembunyi dhiraa" panggil hanan lagi ia yakin istrinya pasti sedang bersembunyi


" nadhiraa,  mass akan jelasin semuanya , tapi keluar dulu ya istri mass, jangan gini , mas takut" teriak hanan lagi bergetar,berharap istrinya akan keluar dari sebuah ruangan lalu menghampirinya,


NIHILLLLL.. istrinya benar benar tidak ada dirumah, hanan tegang  , dimana istrinya?  Hanan melihat jam dinding yang terpampang besar di hadapan nya ,ini sudah magrib ,,


"Kamu gak boleh pergi sayang , mas tau kamu cuma lagi marah sama mas , gak mungkin kamu ninggalin mas kan?mungkin  Kamu lagi istirahat di kos karna takut sendirian dirumah hm?, t..tunggu  sayang , mas jemput kamu sekarang " batin hanan meracau , ia berusaha mensugesti pikiran nya untuk


positif memikirkan istrinya..


Hanan bangkit ,ia menukar kunci mobilnya dengan mobil sport nya agar bisa mengebut menyusul nadhira..


Pada dasarnya hanan memang sudah menaruh hati  untuk nadhira, tapi setelah menikah ia semakin dibuat jatuh cinta dengan sikap manis istrinya, masakan yang sangat enak di lidah hanan sejauh ini hanya masakan dari bunda dan istrinya .. dan sekarang bahkan hanan sendiri tidak bisa menggambarkan perasaan nya saat tidak menemukan istrinya dirumah ataupun dikampus..


Sepanjang jalan hanan terus meracau meminta istrinya pulang..


" pulang nadhira ,kamu dimana? rumah kamu adalah mas dan rumah mas adalah kamu sayang "   ucap hanan


________


Dear kk kk readers ,

__ADS_1


Bisa dibayangkan ,kalau di saat  author bener bener gak punya inspirasi kaya gini ,nulis satu eps aja bisa sampe 7 kali  ngulang woiiii,, dan kalian dengan teganya udah baca tapi malah gak ninggalin jejak sama sekali , jahadun banget tau gakk!!!


Baiklah , cukup sampai disni saja curhatan author ,SEKIAN DAN TERIMA TRANSFERAN . 😂😂😂


__ADS_2