
Nadhira menunggu suaminya sambil duduk di bangku dekat parkiran..
Tubuhnya benar benar lelah,
" duhh, gak nyangka yaa " ucap salah satu dari 4 orang mahasiswa yang melewati dhira sembari menatap nya sinis
" lepas aja dah tu jilbab ,kok bisa bisanya ngelakuin hal hina kayak gitu" balas satunya lagi
" gue sih gak masalah kalo dia nya gak sok alim gitu, tapi ini udah sok alim ternyata murahan, lagian pak hanan katarak apa gimana kok mau maunya digoda jalang munafik kek gini?" Lagi lagi kalimat jahat itu ia lontarkan sambil menatap sinis dhiraa
jujur saja sindiran dan tatapan semacam ini sudah dhira terima sejak pagi tadi, ia tau hal ini akan terjadi, apalagi setelah salah satu teman kelasnya mendapati nadhira yang berada dalam ruangan dosen laki laki dengan pintu terkunci,, karna itu dhira segera mendatangi suaminya dan meminta pulang dengan alasan mengantuk, padahal ia meminta pulang karna tak tahan dengan ucapan ucapan semua wanita satu fakultas yang terus menghina dan mencacinya.
" kamu dimana mas ? Aku udah gak tahan" batin dhiraa, air matanya sudah menggenang sejak tadi,
" heh munafik " seseorang mendorong bahu nadhira,,
" saya mba?" Tanya dhira menatap 2 wanita itu
" lo pikir disini ada lagi yang munafik plus murahan selain lo hm?"
Dhira merasa debar jantung nya berdetak cepat ,,
" berdiri lo, kita mau duduk disini!!"usir salah satu wanita itu
" maaf tapi saya sudah duluan disini, kalian kalo mau duduk silahkan kenapa mengusir saya " jawab dhira
" dih najis duduk sama cewek munafik kayak lo, udah sana pergii atau gue dorong lo "
Seketika dhira memeluk perutnya, apajadi nya bayinya kalau ia didorong mereka, kalau saja dhira tidak memikirkan anaknya mungkin dhira tidak akan pergi dari bangku ini.
" nurut kan lo haha, emang murahan banget yaa," tawa wanita itu
" iya nih, tangan gue gatel banget pengen narik jilbab sok nya itu" jawab wanita satunya
Dhira mengirim pesan suaminya,
" mas aku tunggu di halte deket kampus aja yaa"
Tak lama pesan itu dibalas
" tunggu sayang, mas lagi rapi rapi berkas "
" dhira pengen beli cilok didekat halte mas "
" ya belinya bareng mas aja"
" gak bisa ,ntar abang ciloknya pergi "
" bahaya sayang,, kalopun abang ciloknya pergi kita bisa beli ketempat lain"
" anak kamu mau nya yaa beli di abang itu mas " dhira mengeluarkan senjata andalan nya ,kalau sudah begini suaminya pasti akan mengizinkan
Benar saja ,, kekhawatiran hanan digantikan dengan bunga bunga di hatinya, kata " anak kamu " yang di kirim istrinya tadi sukses membuat senyum mengembang baik dihati maupun bibir nya..
" ya udahh, kamu tunggu mas di halte yaa, jangan lari lari ,jangan lompat lompat juga ,kalo nyebrang liat kiri kanan dulu, inget ya sayang kamu lagi bawa anak kita, jadi hati hatii hmm?"
" iyaa mas"
Setelah memastikan ia mengabari suaminya dhira memilih keluar pagar kampus
" bagoss.... pergi lu dari pandangan kita, gue mau muntah bahkan denganhanya ngeliat bayangan lo ,jadi hussss pergii " ucap wanita itu
Dhira mengelus perutnya yang sudah sedikit buncit dan menutup seluruh bagian perutnya dengan kedua telapak tangan nya ,seolah ia ingin menutup telinga anak nya
" tutup telinga kamu sendiri ya nak ,, maaf ,,kamu harus mendengar ucapan kayak gini " lirih dhira..
__ADS_1
Dhira berjalan menunduk , nafasnya sedikit sesak saat didalam gerbang kampus namun lega setelah diluarnya ..
Saat dihalte dhira duduk ,, yahh tentang cilok yang ia katakan pada suaminya tadi ,hanyalah alasan agar ia bisa menjauh dari wanita wanita bermulut jahat itu ,dhira tak mau anak nya mendengar hal tidak baik seperti tadi ..
Tanpa sadar setetes air jatuh dari mata teduhnya ,hatinya benar benar sakit sekarang ,ditambah debar jantung yang sedari tadi menyakitinya karna terlalu cepat..
Tin tin tinnn...
Sebuah mobil mengklason nadhiraa,, mengenali mobil itu dhira menghapus airmatanya cepat lalu mendekat dan masuk..
" kamu kenapa sayang ?" Tanya hanan panik saat mendapti pipi istrinya yang basah
Dhira menggeleng ,
" kamu yang bener jawab nya ahh, jangan bikin mas panik " resah hanan
" gakpapa mas ,dhira nangis karna abang ciloknya udah gak ada, kayaknya pindah tempat mangkal deh " elak dhira ,tidak mungkin dhira menceritakan cacian dan makian mahasiswi dari seluruh angkatan karna kejadian diruangan suaminya hari lalu, itu akan membuat suaminya merasa bersalah dan murka tentunya.
Kekhawatiran hanan perlahan memudar..
" ya allah yang ,mas pikir kamu kenapa napa " lega hanan
Dhira menggeleng dalam tunduk.
" udah jangan sedih lagi yaa, kita cari cilok yang lain aja" hanan menangkup wajah dhira gemas
Dhira menggeleng ..
"Lohh kamu beneran cuma mau cilok abang itu?"
" bukan aku mas ,anak kamu " jawab dhira seadanya
Hanan tertawa gelak "haha,, tapi kan abangnya gak ada sayang, kita carinya kemana?"
" yaudah gak usah aja mas " putus dhiraa,, pasalnya dia tidak benar benar ingin cilok
Dhira menggeleng ..
" ihh jangan atuh yang, ntar anak kita ileran enang kamu mau"
Dhira diamm, ia hanya mengelus perutnya sembari menyembunyikan sesak dadanya.
" tuh kan ,kamu juga tadi bilang nya gak usah tapi masih sedih gitu "
Tak mendapat respon dari istrinya hanan menunduk mendekatkan wajahnya kearah perut nadhira..
" anak abi maunya apa hmm? Diganti aja ya sayang, kasian uminya sedih kalo kamu gak mau ganti hmm" Hanan mengusap perut itu pelannn lalu kaget seolah menyadari sesuatu
" sayang........" panggil hanan
dhira menatap bingung hanan
" yang .. perut kamu....pe..pperut kamu"
" kenapa perut aku mas?" ..
" perut kamu udah gak rata lagi.. d..dddia tumbuh didalam " hanan speechleas menyadari anak nya tumbuh dengan baik di rahim istrinyaa,, saat menyentuh perut nadhira tadi hanan merasakan perut istrinya mulai membulat, dan itu membuat hanan benar benar senang..
" s.sssayang aa....aaanak kita udah mulai tumbuhh" hanan mesih menatap nadhira berbinar, ia terus meraba perut nadhira dan semakin merasakan perut istrinya benar benar membulat ..
" aku kira apa mas, ternyata itu.. kamu bikin takut aja ih"
" yaa mas speechleas yang, masyaallah"
Melihat reaksi suaminya yang senang berlebihan seperti ini mau tak mau mengundang senyum nadhiraa...
__ADS_1
" itu proses allah membentuk dan memberi nyawa pada bayi mas ,saat bayi itu sudah allah tiup kan nyawa maka perlahan ia akan tumbuh "
Hanan menarik nadhira kedalam pelukan nya..
" terima kasih ,,terimakasih nadhiraa, karna kamu mas bisa merasakan dan mengikuti perkembangan anak kita ,, kamu dan dia harus sehat sayang , mas pastiin kalian bakal baik baik ajaa, jadi tolong apapun yang terjadi kamu sama anak kita harus kuat dan bertahan "bahu hanan bergetar saat mengatakan itu,, disatu sisi hanan sangat bahagia saat tahu dirinya bisa mengikuti perkembangan anaknya ,, namun disisi lain tubuhnya bak dihantam batu besar saat mengingat kenyataan bahwa kebahagiaan nya seperti sekarang bisa saja direnggut kapan pun dan selamanya..
"Mass,, kok nangis sihh, dhira yang gak dipenuhin ngidamnya kok malah mas yang nangis ?" Tanya dhiraa
" mas nangis bahagia sayang ,mas seneng dan bahagia banget bisa ngerasain perkembangan calon bayi kitaa" hanan menangkup wajah nadhira dan mencium setiap incinyaa,,sejenak hanan lupa bahwa saat ini mereka ada didalam mobil yang terparkir didepan halte..
" jadi ,,kamu sama baby bener bener mau ciloknya abang itu , mas cariin yaa, sampe ujung negara pokoknya " tanya hanan antusias
Melihat itu dhira tertawa kecil , ia mengelus dagu kasar hanan yang mulai ditumbuhi jenggot halus,
" gak usah mas ,kami udah gak pengen cilok lagi , kita pulang aja yaaa,, makasih abii " dhira mengecup bibir suaminya cepatt, sangat cepatt
Sedangkan hanan yang menerima perlakuan amat manis itu hanya bisa menyandar di jok mobilnya dengan mata menerawang..
" kita kayaknya gak bisa pulang yang?" Ucap hanan
" kenapa mas , ban nya pecah?" Tabya dhiraa
Hanan menggeleng
" teruus kenapa?"
" mas kayaknya gak punya tenaga karna abis dicium kamu tadi, mana dibibir lagi, ahhhhhh mas mau lagiiiii" hanan teriak frustasii....
Mendengar itu nadhira tertawa keras..
" ihh kirain kenapaa, yaudahh pak hanan dipersilahkan untuk bertukar tempat dengan saya ?"
Hanan menatap bingung,
" kalau mas lemas kayak gitu, biar dhira yang nyetir?"
Hanan memandang istrinya kaget ,,ia tidak pernah tau istrinya bisa menyetir
" emang bisa nyetir?" .
Dhira menggeleng yakin ..
" Terus gimana cara nyampe nya kalau kamu aja gak bisa nyetirr, ihh umii gemes banget sihh" hanan mencubit gemas pipi nadhiraa..,
Mendengar itu dhira tertawa kerassss,,..
" bisa kok , tapi gak nyampe ke rumah ?"
" nyampe ke mana?" Tanya hanan penasaran
" nyampe nya ke akhirat dan sisi allah" canda dhiraa
Seketika senyum hanan memudarr, ia mengubah posisi dan menghadap samping, kenapa istrinya membahas akhirat dan kematian sekarang? Apa ini salah satu petunjuk yang sengaja dhira berikan untuknya ..
Mengetahui suaminya diamm,,..
" mass candaan dhira garing yaa?"
" biar mas yang nyetir" hanan melajukan mobilnya perlahan tanpa menoleh sedikitpun
" dhira cuma bercanda kok tadi mas" sambung dhira merasa bersalah..
" gak lucu candaan kamu" jawab hanan cepat,, ia benar benar sensitif kalau membahas kematian yang menyangkut orang orang tersayanya..
Dhira memilih diamm, ia tau suaminya sedang kesal, apa candaan nya berlebihan? Apa itu melukai hati suaminyaa,, ntahh lah, setelah dirumah dhira akan merayu suaminya lagi ,, yang penting sekarang bagaimana caranya menghilangkan sesak dadanyaaa..
__ADS_1
___________
crazyyy upppp🤭🤭