DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
empat puluh tiga


__ADS_3

" kamu nyembunyiin sesuatu dari mas hm? Kamu gak bohongin mas kan sayang?"


Hanan menatap wajah lelah dhira yang kini tengah berbaring di ranjang samping nya, yahh hanan memilih untuk tidak kembali ke kampus ,mengingat istrinya sendirian dirumah..


" maksud mas?" Tanya dhira lirih..


" kamu ngantuk?"


Dhira menggeleng lemah ,,


" kamu darimana tadi hmm? Kenapa kamu kaya capek banget gini ,, jangan sembunyiin apapun dari mas sayang, kamu tau mas gak bisa mentolerir kebohongan apapun? "


Dhira memilih diamm dan berpura pura tidur,, ia tidak ingin berbohong , tapi ia juga tidak bisa memberitahukan yang sebenarnya, ..


hanan gusar,, walaupun istrinya sudah ada didepan nya,, tapi rasa khawatirnya tidak berkurang bahkan seujung rambut pun ,, melihat tidur nadhira yang tidak sedamai biasanya , terus mencubit akal sehat hanan untuk berpikir waras.


Sudah setengah jam berlalu, hanan masih setia menatap wajah pucat ituu,, 


Hanan melihat airmata mengalir dari mata teduh istrinya yang masih tertutupp,


" bangun sayang ,mas tau kamu udah gak tidur, kenapa nangis?" Jujur saja hanan sangat gelisah saat ini, tapi melihat istrinya yang berusaha menyembunyikan tangis nya , hanan berusaha untuk tidak bereaksi berlebihan dan tenang..


" nangis di pelukan mas dhira, kamu kenapa? Apa yang buat kamu kayak gini " hanan membantu tubuh nadhira untuk duduk dan kemudian memeluknya ..


" hikss  hiksss hiksss " dhira terus menangiss


Hanan merasa hatinya ditikam ribuan jarum kecil yang menyusup bergantiann.. mendengar sedu sedan nadhira adalah hal yang paling ia benci sepanjang hidup nyaa,


Sebelum dhira hamil , sekalipun hanan belum pernah menerima keluhan apapun dari istrinya nadhira,apalagi sampai menangis ,tapi ketika dhira menangis , itu terdengar sangat memilukan,   dan semenjak hamil dhira sering menangis karna hal hal kecill dan tak terdugaa, tapi tangisan ini kenapa sama pilunya dengan yang duluu, apa yang terjadii..


" hikss,, hiksss hikssss " dhira sesekali memukul pelan dada bidang hanan ,, ia benar benar kesal dengan hidupnya yang tidak pernah lepas dari cobaan ini,  kenapa allah selalu berusaha menyakitinya dengan melukai orang orang tersayang nya, dulu ayahh  ,,lalu ibuu ,,dan sekarang anak nya..


Setelah hampir 15 menit dhira terus meraung pilu, kini ia berusaha menghentikan sesgukan nya ,lalu menampilkan senyum termanis untuk hanan


" maaf,,kemeja mas jadi basah?" Ucao dhira serak ,,


" gapapa sayang " hanan mengecup lembut puncak kepala dhira.


" dhira ambilin kemeja baru yaa,"


Hanan menahan tubuh dhira untuk tetap berbaring ,


" gak usahh, mas gak balik kekampus lagi"


" kenapa? Ini masih siang mas"


" kamu sendirian dirumah sayang"


" Aku gapapa , mas kekampus aja"


" kalau gapapa kenapa kamu nangis kayak tdi? " tanya hanan cepat


Dhira menggeleng pelan, ia menghapus  sisa air matanya..


" terakhir mas liat kamu nangis gini waktu dimakam ibu"


Dhira diamm


" kamu kenapa? Apa yang menganggu pikiran kamu" hanan masih setia mengelus pipi kenyak nadhiraa


" aku gapapa mas, cuma sedih aja karna buku yang dhira cari gak ketemu ,padahal dhira udah lama carinya"


Hanan mendesah kecewa ,ia tau bukan itu alasan nya..tapi apa?


" yaudah ,kamu mau apa sekarang?"


Dhira menggeleng,


" tidur aja lagi ya sayang yaa"


Dhira mengangguk


" mass, aku takut jatuh " lirih dhiraa


" jatuh gimana?" Tanya hanan bingung, kenapa nadhira tiba tiba bilang takut jatuh


" Jagain dhira sama baby ya mas, dhira takutt"


" sayangg ,kamu takut apa ? Jangan bikin mas resah gini, kamu ngomong gini seolah olah bakal terjadi sesuatu yang buruk "


Dhira menggeleng tersenyum , setidaknya harus ada yang dapat berpikir tenang nanti, dan jujur saja dhira mengharapkan ketenangan itu ada pada suaminya, karna dirinya tidak akan mampu .


" mas kenapa umumin status mas tanpa kasih tau dhira?"


" kamu udah denger?"


Dhira mengangguk " bahkan satu kampus sudah tau tentang mas yang udah nikah"

__ADS_1


" baguslahh,"


" kalo boleh dhira tau,alasan nya apa mas?"


" kamu kenapa gitu ngomong nya ? Ya pasti boleh lah "


Dhira menatap nyalang wajah tampan suaminyaa, apa rahang tegas ini akan tirus nanti jika ia pergii?


" mas cuma gak mau di godain terus sama mereka,, lagian kamu kan suka laki laki tegass ,,makanya mas pertegas status mas yang udah punya istri"


Dhira mengusap rahang sempurna ituu


"Makasihh, kalau maksud mas ngelakuin itu cuma buat nyenengin hati dhiraa"


" gak sayang , mas juga risih harus menanggapi godaaan mereka"


" tapi dhira gapapa mas"


" mas yang masalah ,, semenjak sama kamu mas jadi risih bahkan hanya disapa merekaa"


Dhiraa terkekeh kecil sembari memegang perutnya


" kenapa ketawa?"


" kayaknya pelet cintanya dhira akurat banget ya "


" ohh jelas dong sayangg" jawab hanan antusiass


Keduanya tertawa ditengah kegusaran hati masing masing dan berusaha menenangkan satu sama lain ..


" acara wisuda angkatan kamu ,dipercepat minggu depan"


" iyaa mas"


" hmm sayangg" panggil hanan ragu


" iyaa?"


" mas berencana mau  umumin tentang kita tepat dihari itu, menurut kamu gimana?"


" mas butuh pendapat dhira?"


"Iyaa dong , mas juga mau lamar kamu secara benar ,,gak lucu kalo gak prepare dulu sama kamu terus kamunya nolak mas"


Dhira tertawaa melihat ekspresi sang suami


" jangan dong yang, gak ada ceritanya seorang yang sudah jadi istri nolak lamaran suami sendiri"


" mass, kalo saran dhira gak perlu gitu, dhira gapapa semua orang gak tau kalau dhira yang udah menangin hati laki laki tampan dan baik ini"


" tapi mas mau nya semua orang tau kalau  mas yang udah menangin hati wanita seindah kamu"


" mas ihh, jangan ngomong gitu , dhiraa malu" dhira menutup wajahnya


Tawa hanan pecahh


" kenapa maluu, emang kamu indah kok"


" lagian mas keliatan banget boong nya, indah dari mana cobaa"


" percaya atau nggak, dilihat dari sisi manapun kamu selalu indah dimata mas"


" masyaallah ,, belajar dari mana ihh? Ini mulut udah kayak gula aren ,manis alami " cetus dhira malu malu


Mendengar lelucon konyol nadhira tawa hanan semakin pecahh..


Hati dhira menghangat ,, tawa suaminya berlipat lipat lebih tampan,,dhira sangat bersyukur karna dirinya lahh yang menjadi penyebab tawa itu adaa..


" udah dulu ketawanya abi, ntar perutnya sakit  loh,, " dhira mengusap dada suaminya dengan harapan tindakan nya dapat menghentikan tawa hanan..


Hanan menangkap tangan dhira didadanya..


" kamu jangan panggil gitu dulu ihh, ,mas baper gak ketolong ini"


" dasar baperan "


" yaa biarin ,baper nya kan sama umi " balas hanan yang di iringi kekehan..


"Mas hanan"panggil dhira


" iyaa ,,kenapa umii?"


" jangan bercanda dulu , dhira mau serius ini "


" lohh emang kita kurang serius yaa? Perasaan udah nikah dan mau punya baby deh" canda hanann


" masssssss"

__ADS_1


Hanan tertawaa, jarang sekali bisa menggoda nadhiraa seperti ini..


" hahah ,iya iyaa, kenapa sayang ku ?" Hanan menangkup wajah dhira dan mencium nya gemas


" heran  mas yang, muka mu udah sepucet inii, gak pakek makeup juga, tapi kok masih cantik ginii ihh, ibu egois yaa, bisa bisanyaa ngambil kecantikan bidadari dan di taro ke kamu  " sambung hanan


" masyaallah mas , buka google apa gimana sih, makin hari makin pinter gombalnya"  dhira mencubit pelann  pinggang suaminya dengan rona yang tak ter elakan


" yaa kamu sih cantik nya kebangetann,"


Dhira hanya tertawa kecill  lalu mengambil tangan hanan untuk digenggam nya erat , ia butuh tempat untuk menyalurkan rasa takutnya.


"kalo dhira pergi ,mas gimana?" Tanya dhira tiba tiba


" yaa gak gimana gimana, karna mas gak bakal biarin kamu pergi" jawab hanan santai, iaa mengambil alih genggaman nadhira..


" kalau dhira harus pergi walaupun mas ngelarang gimana?" Tanya dhira lagi..


hanan menatap serius , kenapa tiba tiba membahas pergi.


" kamu mau kemana? Mas ikut "


" kalau mas gak bisa ikut ?"


" kenapa gak bisa ikut?mas punya banyak uang buat beli tiket 2"


Dhira diamm,,ia harus menjawab apa?


" dhira percaya mas bisa jaga diri " dhira tersenyum lembut


" kamu mau kemana sih yang? Mas gak bisa jauh jauh dari kamu, lagian mas udah kayak ketergantungan sama kamu tau gakk, jadi kalo kamu mau pergi ya suami ganteng nya ini diajak dong yang"


Dhira menatap teduhh ,,


" gimana caranya biar mas gak ketergantungan sama dhira lagi hm? Yokk dhira bantu"


" kamu kenapa nadhira ?"


Dhira diamm, kalau hanan sudah menyebut nama nya ,,itu adalah pertanda bahwa suaminya sedang kesal,


" dhira cuma gak mau mas terlalu ngerasa kehilangan nanti"  batin nya


" sayangg?" Panggil hann lembut


" jangan ngomong yang aneh aneh, mas parno sendiri dengernya"


Dhira menatap sedih, bagaimana kalau keparnoan suaminya menjadi kenyataan,


" kamu seolah mau ninggalin mas? Mas salah apa? Kamu marah?" Tanya hanan lagi


Dhira menggeleng


" mulai besok dhira dirumah aja ya mas, gak usah kekampus ?"


" kenapa, kamu malu karna pengumuman mas tadi pagi?"


" gak mas, dhira cuma mau istirahat aja, lagian seminggu lagi kan wisuda, urusan dhira udah selesai"


Hanan diamm,


" tapi mas gak bisa libur yang, mas salah satu dosen koor di acara itu, banyak banget yang harus mas urusin"


" iyaa mas ke kampus aja, terus masalah nya apa?"


" yang jagain kamu sama baby siapa?"


" ada bunda mas"


" kekampus aja ya yang, nungguin mas diruangan aja, biar bisa mas jagain langsung"


Dhira menggeleng pelan,, tangan nya dingin saat mengingat kejadian dikampus tadi pagi,, dimana ia di celakai dan membuat kandungan nya dalam bahaya dan melemah seperti sekarang ..


" memang nya kalau dikampus , mas bisa jagain dhira?" Lirih dhiraa


Hanan diamm, lidahnya terlalu kelu untuk menjawab nadhira


" kalau kamu izinin,  mas bisa umumin kamu istri mas ,biar mas bisa jagain kalian tanpa khawatir apapun"


Dhira menggeleng pelan, lalu kembali merebahkan diri dan yidur menyamping membelakangi hanan..


" hanya dengan berada diruangan mas hari itu saja sudah membuat anakku mendengar caci makin jahat yang ditujukan orang orang untuk ku mas, dan pagi tadi ... k.kkami di dorong oleh wanita wanita yang menyukai senyum mu selama ini" batin nya benar benar pedihh sekarangg,..bahkan untuk berkata pun rasanya terlalu sulit ..


_____________________


Gak tau dan gak ngerti kenapa tiba tiba cerita ini banyak yang baca 😅 padahal jangan kan kalian readers wkk ini author yaaa, yang nulis aja ngerasa ini cerita gak jelas nya gak ketolong ,,


Tapi makasih banyak buat apresiasi dan kebaikan hati kalian yang sudah vote + komentar baik cerita ini wkk

__ADS_1


Yaa walaupun tetep baikan hatinya author tapi kalian juga baik wkk😂


__ADS_2