
" s.ssaayangg" lirih hanan gemetarr, hanan duduk bersimpuhh menghadap nadhira yang masih duduk lemas dikursii ,,,
" TOLONGG CEPATTTT!!!!!!" TERIAK HANAN KEPADA PETUGAS MEDIS
Arka selaku rektor yang saat itu sedang melakukan prosesi wisuda untuk setiap mahasiswa,, ikut turun podium dan mendekati hanan
" PARA WISUDAWAN DAN WISUDAWATI ,,MAAF SEKALI ATAS KETIDAKNYAMANAN INI, MOHON UNTUK MUNDUR DAN MEMEBERI RUANG BESAR DARI NADHIRA PRAMESWARI " SAMBUNG BU SARI
Sontak semua mahasiswa mudur menjauhh..
" s.sssayangg.,, j.jjangan bikin mas takut "
Arka yang sudah berada di belakang hanan kaget,,, sayang? Mas?
"Maaf pak ,bisa mundur sebentar " ucap seorang petugas medis, lalu memasangkan oksigen pada nadhira.
" jangan gini yangg..,, mas mohon"
Seorang petugas medis berniat membuka jubah hitam nadhiraa ,,
" saya... b.bbiar saya saja " ucap hanan cepat ..
" pak hanan" panggil arka yang di samping hanan
" saya saja,, s.saaaya suaminyaa" sambung hanan mendekat,, iaa membuka jubah hitam istrinya dan menepuk pelan dada nadhiraa, ia berharap itu membuat sesak istrinya hilang ,,
arka kaku saat mendengar pengakuan dan melihat reaksi hanan.. ..
" bangun nadhiraaaaaa" panggil hanan frustasi saat melihat mata dhiraa yang mulai tertutup..
" PAK HANAN,BIARKAN PETUGAS MEDIS YANG MENANGANI NADHIRA , KARNA AMBULANCE AKAN SEGERA DATANG ,,
JADI DIMINTA DENGAN HORMAT UNTUK PAK HANAN JUGA PAK ARKA KEMBALI KEATAS PODIUMM DAN MELANJUTKAN ACARA,," PINTA BU SARI SOPAN
Hanan menatap tajam bu sari yang berdiri di atas podiumm,
Semua dosen kaget melihat mata hanan yang berkaca ,,
" KALIAN GILA, ISTRI DAN ANAK SAYA SEDANG DI AMBANG NYAWA DAN KALIAN MALAH MEMINTA SAYA MELANJUTKAN ACARA INI!!!!" BENTAK HANAN BERGETARR,,
Mendengar bentakan menggelegar hanan berhasil mengundang keterkejutan seisi gedung ,, terutama para dosen..
Saat ambulance tiba ,,Hanan berlari mengangkat istrinya masuk kedalam ambulance tanpa menunggu brangkar keluar..
Hanan meninggalkan gedung yang masih dalam keterkejutan masing masingg...
*********
Rumah sakit..
Hanan melafalkan segala doa dalam resah nya menunggu nadhira yang sedang diperiksaa..
" hanannn" panggil bu mika yang berlari datang diiringi gibran dibelakang
" kak dhira kenapa bang?" Tanya gibrann panik, saat ia mendapat telpon dari.sang bunda yang menangis ,ia langsung berlari meninggalkan meetting dan kerumah sakit
" dhira kenapa hanan?"
Hanan menggeleng rapuhhh,, matanya sudah basah dengan cairan bening yang menetes..
" b.bbundaa,, phobia dhiraa...phobia itu muncul" lirih hanan dengan pandangan kosong..
Seorang dokter berjalan tergopoh keluar ruangan ..
__ADS_1
" keluarga pasien?" Tanya nya cepat
" kami dok " ucap gibran cepat
Hanan sudah tak mampu bereaksi apapun ,,ia merasa kehilangan separuh dirinya saat ini,,
" si ibu mengalami gagal jantung, kami harus mengeluarkan bayinya "
Bak Ribuan batu menghantam kepala hanan saat mendengar itu ,, jutaan jarum menghujam hati dan perutnyaa,,
" JANGAN BERCANDA DOKTER!!!" BENTAK GIBRAN KALAP
" astaghfirullah" tangis bu mika seemakin pecah ,, ia memeluk tubuh kekar hanan yang gemetar ..
" tidak ada waktu untuk melakukan ini ,, jika bayinya tidak dikeluarkan dalam 2 jam, kalian akan kehilangan keduanya"
Gibran menarik kerah kemeja sang dokter ,,
" kami tidak akan kehilangan salah satu apalagi keduanya, lakukan apapun untuk mereka,,gunakan semua prosedur untuk menyelamatkan mereka!!!!!!" Ancam gibran kerass
" si ibu sudah tidak bernafas saat dibawa kesini ,detak jantung nya melemah dan sudah berhenti 20 menit lalu , waktu kematian 10.25 ,selasa 22 juni 2021"
" AAAAAGHHHHHHHHH" raung bu mika saat mendengar waktu kematian nadhira
" GILAAAA!!!! SAYA TIDAK TERIMAA,, CARI DOKTER TERBAIK KOTA INI, SELAMAT KAN KAKAK SAYA DAN BAYINYA , JANGAN MACAM MACAM, SAYA BISA MENUNTUT KALIANNN!!!!!" Sentak gibran
" tolong pak dokterr hikss, apapun dan berapapun itu,tolong lakukan yang terbaikk,, selamat kan menantu dan cucu sayaaaaaa hikss,, saya mohon "pinta bu mikaa piluu
Hanan yang telah terduduk di lantai rumah sakit menangis dalam diamm, ia benar benar tidak mengerti situasi inii,, apa ini mimpi buruk? Apa ia lupa berdoa sebelum tidur? Kenapa mimpi ini terasa begitu nyata ?
" buu ,, kami sudah melakukan yang terbaikk, tapi allah merindukan menantu anda,, ia ingin menantu anda kembali padanya "
" gakk, belummm, hikssss ..........." bu mika pingsan sebelum menyelesaikan ucapan nya , dan dibantu para suster untuk dibawa ke kamar inap
" ngomong bang, jangan kayak gini, perjuangin hidup kak dhira dan bayi loo!!! " airmata gibran jatuhh
" lo gak liat bundaa hah? Bunda pingsan karna denger kabar gak adanya kak dhiraaa" gibran mengguncang tubuh hanan kuatt...
" d..dddek,,, i.ini cuma mimpi, m.mmimpi buruk,, bentar lagi kita bangun kok ," ucap hanan kosong
" b.bbang hanannn!!!!!!!"
" i..istri abang lagi tidur disamping abang dek,, nanti kalau abang bangunn semua bakal baik baik ajaa"
Gibran menenggelamkan wajahnya dibalik lututnya,, ia menangis di balik itu, melihat situasi hanann sekarang adalah patah hati terbesarnya
" tolong dipikirkan, kami harus segera mengeluarkam bayi itu , karna si ibu sudah meninggal, sulit untuk bayi mendapatkan oksigen ,, kalau tidak secepat mungkin, bayi itu akan segera menyusul ibunya"
Ucap sang dokter lalu berlalu pergiii..
" bang ,gibran mau liat keadaan bundaa, lo jangan kemana mana dengan kondisi kayak gini" serak gibran
Hanan diam tak menjawab, ia hanya duduk menyandar dilantai ..
Setelah gibran pergii,, hanan berjalan tertatih memasuki ruangan dimana ada nadhiranya disana,,
Tubuh yang terbaring dengan kain putih menutup sampai dada ,, dan selang oksigen yang dimasukan kedalam mulut istrinya ,
hancurr? Kata itu tidak cukup untuk mendeskripsikan dirinya sendiri..
" s..ssayangg?" Panggil hanan
" ka.kkamu cantik banget hari inii, kalo gibran gak ngirim foto kamu tadi, mungkin mas gak bisa ngenalin kamu sangking cantiknyaa"
__ADS_1
Hanan menghela nafas sesak ,, ia berusaha mengais sisa sisa oksigen untuk dihirupnya..
"Tadi pagi kamu belum cium tangan mas kan, bangun yaa, cium tangan suami itu pahala sayang" racau hanan
" ehh baby kita nakal yaa,, dia aktif didalem makanya kamu kesakitannn "
Hanan berusaha menggapai perut nadhira dengan tangan yang gemetar hebat..
" baby,,,,, jangan nakal dong nak ,umi jadi sakit tuh, diem dulu ya sayang , umi mau bngun nak " lirih hanan ..
" mas belum nyapa kamu hari ini,, iya kan? Jujur aja waktu mas liat kamu masuk tadi dan kamu secantik ini ,mas berusaha banget buat gak ngumumin hubungan kitaa, apalagi dia sudah begitu besarr, pasti gak mudah buat kamu menjawab mereka sendiran kan"
" bangun sayangg , mas belum umumin kamu istri mas,, kamu kenapa kayak gini?" Wajah hanan piass, ia tidak bisa menerima kenyataan gila ini..
" bang hanan "
Hanan tidak menoleh ,,tubuh nya luruh disamping brangkar dhiraa sembari menggenggam erat tangan nya..
" kamu bilang mau cerita kann, acara nya belum selesai loh yang,, kamu punya janji sama mas " racau hanan,,
Gibran berlari memeluk tubuh hanan,,
Merasa tubuh nya direngkuh oleh tubuh kekar lain,, hanan merayap kearah bahu gibran, ia butuh sandaran untuk tetap sadar sekarang,,
" jangan kayak gini bang hikss ,,gue gak setangguh lo buat ngerengkuh lo dan bunda sekaligus ,,, gue gak bisa berpura pura kuat disaat kita semua ngerasa hancur karna kehilangan kak dhiraa hikss, gue gak bisa menjadi diri lo diwaktu ayah meninggal 6 tahun lalu, gue gak kuat bang hikss" gibrann meracau tangis sembari mengeratkan pelukan nya pada hanan
hanan membatuu,, semua bagian dari tubuhnya seakan mati rasa sekarangg,, mendengar adik semata wayang nya menangis meraung begini membuat keyataan kelam menghantam keras daya waras hanan..
" lo haruss kuat hikss ,,semenjak ayah meninggal cuma lo yang menjadi motivasi gue buat hidup kayak orang orang,, kalo lo kayak gini gue gimana bang?" Sambung gibran ..
" lalu bagaimana kalau kamu ada diposisi saya?" Ucap hanan bergetar dan dingin
Gibran mengurai pelukan nya ,,lalu menatap pilu ekspresi hanan..
" bagaimana kalau kamu yang ada diposisi saya? Disaat saya sudah kehilangan istri yang sudah seperti dunia untuk saya? Dan anak saya harus dipaksa lahir saat usianya yang bahkan belum genap 8 bulan ? Bagaimana kalau kamu jadi saya hm? Apa menurut kamu saya masih bisa memotivasi kamu?" Tanya hanan dengan tatapan kosong
Airmata gibran semakin derass,, ini bukan kakak kandung nya yang hebat lagi ,, laki laki didepan nya ini adalah orang yang sedang menyaksikan kehancuran dunianya sendiri ,,bukan dunianya saja, rumah tangga, hidup, dan masa depan sekaligus
" apa menurut kamu saya masih bisa hidup setelah saya kehilangan sebesar ini?" Mata hanan meredup
" bangg ini gibrann, kenapa lo ngomong gituu hiks,, kita semua kehilangan kak dhiraa,, kita lewatin sama sama"
Hanan diaamm, ia mendorong pelan gibran lalu berdiri dan menatap kosong nadhira..
" saya beri kamu kesempatan untuk kembali dengan saya " ucap hanan kosong pada nadhira yang terdengar sangat sakit ditelinga gibran
" Bang " panggil gibran yang berusaha menyadarkan
" saya tidak bisa memberi waktu lagi , kamu harus kembali nadhiraa, kembali pada saya dan itupun secepatnya?" Sambung hanan tanpa menggubris panggilan adiknya
Merasa tak mendengar apapun dari istrinya ,,hanan menghela nafas yang sudah sesak dari tadi..
" okee , saya beri pilihan"
" kamu kembali pada saya atau saya yang menyusul kamu " ucap hanan tajam
" BANG HANAN" bentak gibran
Hanan mengiraukan bentakan itu,, ia berjalan kesisi ranjang nadhira satunya ,, ia menemukan gunting disana..
Nafas Gibran tercekatt.. ia berlari kesetanan menangkap tangan hanan yang memegang gunting ..
_____________
__ADS_1
Wohohooo, ini pilihan kaliann.. mau sad end atau happy end,, author ikut kalian ajaa