
Rumahh...
" assalamualaikum" panggil hanan saat masuk rumah
" waalaikumsalam nan ,udah pulang ?" Sahut bunda
" udah bund ,dhira sama gibran udah pulang bund? "
" udah sayang , dhira dikamar gibran juga dikamar,,"
" mereka sekamar?" Tanya hanan kaget
" astaghfirullah fikiran kamu nan, yaa nggak lah, dhira dikamar kalian ,gibran dikamarnya ,gimana sih "
" ohh maaf bund ,hanan yang salah ngerti tadi " cengengesan hanan
" makan dulu nak ?"
Hanan melirik jam , sekarang jm 4 sore,
" boleh deh bund, " hanan duduk dimeja makan
" bunda yang masak ?" Tanya hanan
" iyaaa?"
" dhira udah makan bund?"
" belumm, dianya mual terus dari tadi?"
Hanan menghentikan aktivitasnya mengambil nasi
" dhira mual?"
Sang bunda mengangguk
" gibran mana sekarang? Dia tadi ajak dhira minum jus karna dhira ngidam katanya? Gibran ngasih apa ke dhira sampe mual mual gitu ?" Tanya hanan cepat
" gibran juga mual mual dari tadi?"
" lohh?"
" katanya istrimu ngidam jus buah naga rasa mangga"
Hanan bengong? Adakah jus semacam itu?
" terus?"
" yaa gibran usahain ,katanya dia gak mau ponanakan pertama nya ileran, tapi ternyata dhira nyuruh gibran yang minum"
" gibran sempet nolak dan mau mesenin yang baru, tapi dhira mau nangis katanya ,trs adek mu mual mual gitu?"
" ya allah" hanan bangkit
" mau kemana?"
" liat dhira dulu bund"
Sang bunda hanya mengangguk maklum,
Hanan berlari kekamarnya..
Disana ada dhira yang duduk bersandar sambil memutup mata
" assalamualaikum sayang" sapa hanan pelan
Dhira membuka matanya
" waalaikumsalam mass ? Udah lama pulangnya? Maaf dhira gak nyambut mas tadi" dhira mengulurkan tangan nya untuk menyalami sang suami
Hanan mendekat dan meberikan tangan kanan nya kedalam uluran nadhira, lalu mencium kening istrinya dengan sayang
" kamu kenapa? Kata bunda kamu mual.?"
" iya mas" jawab dhira lemah
" sekarang masih mual gak? Mau mas beliin permen?"
" gak usah mas , dhira mau tidur aja, kepala dhira pusing banget"
" tapi ini udah sore sayang, bentar lagi yaa, abis magrib gapapa tidur"
Dhira tidak membantah, ia benar benar tidak bertenaga setelah muntah beberapa kali
" tadi muntah nya banyak?" Tanya hanan lagi ,, ia memijit kening nadhira
Dhira mengangguk kecil
" mas ambilin makan yaa, gapapa makan dikamar sayang, sekalian mas suapin, kata bunda kamu belum makan?"
Dhira menggelng
" gak bisa mas , kalo dhira makan ntar muntah lagi "
" iya makan nya dikit dikit dulu, biar gak terlalu mual "
" dhira minum air aja mual mas "
Hanan menatap khawatir melihat warna wajah istrinya, apa semua wanita hamil memang sepucat istrinya sekarang .
__ADS_1
" maaf ,mas gak bisa ngelakuin apa apa buat ngeringanin mual kamu?" Sesal hanan
" iya mas "jawab dhira lemah
" mas makan dulu aja, maaf jadi bunda yang masak"
" gapapa sayang, jangan bilang maaf kebunda gitu, itukan bunda nya kamu juga"
Dhira tak menjawab , iaa benar benar lemas ,bahkan untuk membuka matapun rasanya berat
Hanan membenarkan posisi nadhira yang menurutnya tidak nyaman ..
Ia mengelus pelan perut dhira
" sayang ,jangan persulit umi yaa, kamu tau kan umi butuh banyak tenaga buat ngejaga dan ngelindungin kamu, jangan nakal diperut umi ,ngertikan anak nya abi?" Ucap hanan pelan
Hanan rasa nadhira tertidur, tak apa lah, ia akan makan dan mandi sebentar, lalu membangun kan istrinya
*******
"Sayang, bangunn dulu yuk, udah hampir magrib" hanan menepuk pelan pipi dhira
Dhira membuka matanya pelan ,hal pertama yang ia lihat ada suaminya yang sudah terlihat lebih segar dari yang ia lihat sebelum tidur tadi
" mandi dulu ya sayang ya, ayok bangun mas bantu"
Dhira bangkit dibantu hanan
" dhira jalan sendiri aja mas ,gapapa kok"
" kamu yakin? udah gak pusing lagi?"
dhira menggeleng
ia berjalan pelan kearah kamar mandi namun pusing yang tadi ia rasa bahkan setelah tidur pun tidak berkurang sama sekali ..
Tanpa sadar tubuh dhira terasa oleng dan hampir jatuh jika tidak langsung ditangkap hanan
" ya allah yang, jantung mas mau copot liat kamu hampir jatuh tadi " seru hanan panik
" maaf mas, kepala dhira pusing banget"
" katanya tadi udah nggak, kamu bohongin mas?"
Dhira diam memijit pelipisnya
Hanan semakin panik saja
" mas panggilin dokter yaa, biar dikasih obat kamunya"
" gapapa mas ,dhira baca di google katanya hal kayak gini wajar "
" mas tolonggg.. jangan kayak gini?" Melas dhiraa..
" yaudah , baring lagi aja ya, mas lap pakek handuk basah aja badan nya?"
Dhira diam ,, ia merasa tubuhnya melayang,
Hanan menggendong tubuh dhira dan membawanya ke kasur..
" kamu tunggu bentar, mas ambil air hangat dulu"
Hanan berlari kearah dapurr, mencari sang bundaa
" bundaaa"
" kenapa nan?"
" bund kondisi dhira mengkhawatirkan banget, dia pusing hampir pingsan gitu, apa gak bahaya ?" Hanan panik bertanya pada sang bundaa, sejak tadi ia berusaha meredam kekhawatiran nya dihadapan dhira, tapi sekarang ia sudah tidak tahan dan menumpahkan kekhawatiran nya pada sang bunda
" kapan?"
" tadi bund, hanan takut pusing berlebihan nya dhira itu gak wajar ,dhira juga gak mau diperiksa "
" udah kamu tenang dulu, ntar dhira ikut panik kalo suaminya aja ketar ketir gini"
" gimana nggak , anak sama istri hanan lagi berjuang ngelawan sakit nya sedangkan hanan cuma liat doang "
" kamu gak liat doang hanan, kamu ngerawat dhira dengan baik "
" sekarang kamu temani nadhra, sini biar bunda yang ambilin kebutuhan kalian, kamu mau apa?"
" hanan mau ngambil handuk basah buat ngelapin tubuh dhira"
" yaudah bunda ambilin"
" gak usah bund , pakai handuk dikamar aja, ntar hanan basahin pakek air hangat dikamar mandi"
" yaudahh, sana ,jangan biarin dhira sendirian"
Hanan kembali menatap nanar tubuh nadhira yang terlihat semakin kurus..
"Apa mas kurang baik dalam merawat mu hmm? Kenapa kamu kurusan sayang" lirih hanan
" mass, bantuin dhira kekamar mandi , dhira mau muntah" ucap dhira cepat
Hanan dengan cepat beranjak mengangkat tubuh dhira kearah kloset ,
Hoekkk, hoekk hoeekkk
__ADS_1
Hanan mengelus pundak dhira khawatir ,apa istrinya akan seperti ini terus selama 9 bulan ..
" sayangg udahh?"
" belum mas....... hoekkk"
" ya allah kamu tiap muntah banyak gini terus "
Dhira tak menjawab ,ia bahkan tidak memiliki apa apalagi untuk dimuntahkan, semuanya habs terkeluar sejak muntahan pertama
Setelah membasuh mulutnya tubuh dhira bersimpuh lemas
" astaghfirullah yang " hanan kaget saat tubuh dhira jatuhh
" nggak ,,,,,mas gak tahan liat kamu gini , setuju atau nggak ,mas mau panggil dokter "
Dhira yang sudah lemas hanya bisa diam dan menurut..
****
" Gimana dok?" Tanya hanan gusar
dokter mengecek kondisi dhira berkali kali
" kenapa aneh ya?" Gumam sang dokter yang masih bisa didengar hanan bunda dan gibran
" aneh gimana dok ?" Tanya gibran cepat
" hm detak jantung nya sangat tidak beraturan pak, adakalanya berdetak sangat cepat ?"
Hanan tegangg, apa yang terjadi dengan istri dan anaknya
" astaghfirullah " istighfar bundaa ia mendekat ke arah menantunya dan mengusap khawatir
" apa maksud nya itu dok, jangan menakuti abang saya " sergah gibran cepat, melihat raut wajah hanan gibran langsung tau bahwa abangnya sedang ketakutan sekarang
" apa sebelum nya pasien sedang ketergantungan obat ?"
Hanan mengangguk lemah
Bunda dan gibran kaget
" obat apa hanan?"tanya bunda
Hanan tak menggubris pertanyaan sang bunda , aliran darah nya seakan berhenti sekarang
" bisa bicara sebentar pak hanan?"
Hanan mengikuti langkah dokter untuk bicara diluar kamar
" jadi obat apa pak ?"
" istri saya punya trauma dan di diagnosis agrophobia, saya kurang tau itu obat apa , tapi istri saya sedang menjalani perawatan psikiater "
Dokter menghela nafas panjang ..
" ada apa dok, apa itu berbahaya?"
" sebelumnya apa psikiater istri anda telah memberi tau untuk tidak hamil selama masa perawatan ?"
Hanan menggeleng tegangg ,
" begini pak , obat rutin yang dikonsumsi istri anda adalah obat berdosis tinggi , itulah kenapa orang yng sedang menjalani perawatan dari psikiater belum diperboleh kan hamil "
" kenapa dok?"
" dosis tinggi dari obat dapat menyebab kan detak jantung menjadi sangat cepat hingga akan menyebabkan gagal jantung baik untuk ibu maupun janin yang ada didalam kandungan nya"
" jangan bercanda dengan nyawa istri dan anak saya dokter!!" Ancam hanan kerass
" saya tidak bercanda pak hanan, maaf sekali, tapi anda harus tau tentang hal ini untuk mencegah hal yang tidak diinginkan "
Hanan luruhh , kakinya gemetar hingga tak mampu lagi menopang tubuh kekar itu
" jangan putus asa pak hanan , jika allah berkehendak istri dan bayi anda sehat ,maka tentu mereka akan sehat, kuat kan dan dukung istri anda hingga proses persalinan,kesehatan mental ibu cukup berpengaruh dikehamilan yang sehat "
" adakah yang bisa saya lakukan dokter?" Lirih hanan
" untuk sementara lindungi istri anda dari hal hal yang akan menyebab kan phobia itu muncul ,,hingga sampai waktunya persalinan si ibu tidak perlu mengkonsumsi obat dari psikiater "
" selain itu?"
Dokter menggeleng
" tolongg, tolong pikirkan lagi cara nyaa, periksa istri saya lagi untuk memastikan nya , saya mohon dok, mereka hidup saya?" Hanan sudah kehilangan malunya ,untuk menyelamatkan istri dan calon bayi nya, hanan bahkan mau jika harus bertukar posisi
" perbanyak doa pak hanan, allah maha pemberii dan maha tau, ia akan memberi kesehatan untuk istri anda jika memang allah menginginkan nya , "
Hanan diamm, ia tidak pernah mencapai batas terdalam keterpurukan nya. Tapi kali ini??
" semoga ibu dan calon bayi anda sehat selalu, tolong jaga kesehatan mental sang ibu, saya pamit pak, assalamualikum" pamit dokter dan meninggalkan hanan yang terduduk diluar kamar mereka.
___________
PENGUMUMAN LAGIII...
INI AUTHOR NGARANG PAKEK BANGETT ,, JADI BUAT YANG NGERTI,, KALO KARANGAN AUTHOR INI BENAR ALHAMDULILLAH ,, TAPI KALO SALAH DIMOHON SEKALI UNTUK GAK PROTES KARNA AUTHOR NGARANG,, TOLONG DICATET " AUTHOR NGARANG"
TERIMA KASIH 😜😜
__ADS_1