
...****...
" astaghfirullah .. kamu kenapa nadhira?" Tanya hanan kaget ,ia berusaha mendekat, tapi nadhira memundurkan kursinya ..
" s..sa..saya t.ttidak apa apa pak, maaf t.ttapi saya harus pulang .." jawab dhira terbata ,,
Hanan kaget melihat kondisi istrinya ,
A..apa lagi ini? Apa yang terjadi dengan istrinya sekarang?
" tidak apa apa bagaimana,wajah kamu sangat pucat , kamu sakit? " tanya hanan lagi
Dhira hanya diamm,, ia berusaha merapikan berkas berkas nya di atas meja hanan dengan tangan bergetar hebat,,
Nadhira berusaha menahan ketakutan nya dengn menggigit bibir , tanpa dhira sadari bibir bawah nya berdarah karna terlalu kuat digigitnya ,, hanan yang melihat itu kaget bukan mainn
" nadhiraa, bibir kamu berdarahh? " ucap hanan
Dhira sedikitpuntak menggubris ucapan dosen nya .. ia sibuk bersiap untuk pulang ..
" Jangan menggigit bibirmu nadhiraa!!" Perintah hanan , jika dhira terus melakukan itu ,maka luka dibibir istrinya akan semakin besar dan darahnya bertambah banyak ..
" p..pppak s.ssaya ha..harus pulang ,..m..mmaaf" ucap dhira sembari melangkah ke arah pintu dan hendak keluar
Tapi , baru saja 3 langkah tiba tiba
DUARRRRRRR
suara guruh menggelegar dengan sangat keras, nadhira sampai jatuh dan berkas nya berserakan ..
Melihat itu hanan berlari mendekati istrinya ,
Saat saat yang seperti ini sangat dibenci hanan ,dimana ia melihat dengan mata kepalanya sendiri istrinya terjatuh ketakutan tapi hanan bahkan tidak bisa menyentuh istrinya sedikit pun..
" dhiraa ?kamu Kenapa? " tanya hanan lembut, ia tau istrinya sedang ketakutan sekarang,
" mas fandi" gumam dhira kecil tanpa sadar ,suaranya sangat kecill, ia sangat butuh pelukan suaminya sekarang , ia ketakutan ,sangat ketakutan ,,
Hanan kaku, nadhira memanggil nya ,ada apa sebenarnya?
" mas disini sayang ,kamu kenapa?" Batin hanan
Nadhira mencari ponsel nya ,ia ingin menelpon seseorang yang sangat ia butuhkan saat ini ..
Hanan merasakan ponselnya bergetar di dalam saku celana nya , hanan berdiri mengeluarkan ponselnya dan melihat nya,
Sebuah kontak dengan nama 'humairah mas' menelpon nya ..
Hanan menatap nadhira ,Nadhira menelpon nya ,t.ttapi ia tidak bisa mengangkatnya ada nadhira disini,
Sudah 5 kali dhira terus menelpon suaminya namun tidak diangkat sama sekali,, ia hampir menangis , tapi tidak mungkin menangis didepan dosen nya sendiri..
" mass , angkat " nadhira melakukan panggilan ke 6 nya ,
" ada apa nadhira ? Kamu kenapa seperti ketakutan begini hm? Disni ada saya ,kamu jangan takut, saya bisa melindungi kamu dari apa pun" ucap hanan gusar sendiri ,,
Nadhira diamm,
Tiba tiba lampu di ruangan hanan padam , mungkin konslit karna hujan badai diluar ,
" dhiraa?" Panggil hanan lagi ,
Dia menghidupkan senter ponselnya untuk mencari keberadaan nadhira, tentu saja dhira masih duduk sembari menyembunyikan wajah nya di balik lutut yang dpeluk nya
__ADS_1
" p...ppak saya takutt hiks,, tolong saya pak " tangis dhira
Hanan kaget mendengar isak tangis istrinya ,, yang hanan tau istrinya wanita kuat ,tidak mudah menangis apalagi didepan orang lain? Tapi sekarang? Istrinya menangis ketakutan dan meminta tolong ..
" saya takut pakk" racau dhira
" dhiraa jangan takut , ada saya "
" hikss ,selamatkan ayah saya pak hikss, saya mohon, tolong saya menyelamat kan ayah hikss" racau dhira
Hanan bingung, ayah nya? Kenapa tiba tiba dhira membicarakan ayahnya
Yah hanan masih belum tau dimana dan kenapa ayah dari istrinya itu, yang hanan tau dhira hanya punya ibu ..
" dhiraa , ini saya , sadarr nadhiraa jangan turuti ketakutan mu" panggil hanan lagi ,ia berusaha menyadarkan nadhira
" ayah tergantung di dapur pak, tolong ayahh saya, hikss saya takut, lepaskan tali dilehernyaa, dia.. dia .. hikss" dhira masih meracau sesegukan
Mendengar itu hanan tertegunn.. apa yang dibicarakan istrinya .. a..aapa maksud nya itu? Tergantung? Tali dileher ? Selamat kan ? ..aa..apaaa mungkinn........?
Hanan menutup mulutnya kaget ,apa mungkin ayah mertuany meninggal dengan gantung diri .. dan istrinya sekarang sedang mengalami trauma atas apa yang dilihat nya tentang ayahnya, tapi mengapa sekarang? Apa ada hubungan nya dengan hujan
Hanan duduk mendekat menghadap nadhira , ia mendekatkan wajah nya dengan telinga nadhira ..
" astghfirullah ,sayang " batin hanan
" Nadhiraa , dengarkan ,buka mata kamu ,, jangan ingat apapun , kamu sedang tidak disana sekarang , itu masa lalu yang harus kamu buang , kamu sekarang berada di kampus , disini bersama saya " ucap hanan memanggil kesadaran istrinya , hanan benar benar ingin memeluk istrinya saat ini
Perlahan nadhira membuka matanyaa, ia mengangkat kepalanyaa,, melihat reaksi nadhira hanan menjauhkan wajah nya dari telinga nadhira
" yah benar , buka mata kamu, lihat,, kamu sedang disini sekarang, bukan disana" panggil hanan terus
Nadhira mencari asal suara yang memanggil nya sedari tadi,
" mas ?" Panggil dhira lemah
Hanan kaget , kenapa nadhira memanggil nya seperti itu, apa nadhira menyadarinya..?
Hanan gelagapan,
" mas ?" Panggil nya lagi
" ini saya nadhira , dosen kamu , hanan" jawab hanan meyakinkan
" gak,, ini kamu mas ,hikss ,kamu dateng buat ngelindungin aku hiks" tangis dhira pecah , ia memeluk erat suaminya
Hanan kaget bukan main saat menerima pelukan dari nadhiraa, apa benar istrinya menyadarinya ,atau nadhira belum benar benar sadar ..
Untuk sementara hanan membiarkan pelukan dhira, tapi sudah 25 menit akhirnya tangis nadhira mereda, hujan juga sudah berhenti sejak 5 menit lalu dan lampu sudah menyala
" nadhiraa" panggil hanan lagi
Dhira kembali sadar sepenuh nya , ia kaget saat merasa memeluk seseorang .. dan saat melihat wajah hanan dhira panik bukan main..
" pak hanan?" Panggil dhira kaget ,ia menjauh sejauh jauhnya dari hanan
"Astaghfirullah , p..pak saya tidak sengaja ,maaf pak , ya allah " panik dhira sembari terus meminta maaf
Hanan diam ,benar saja , dhira hanya belum sadar tadi, karna itulah dhira berani memeluk dirinya
" pak, maaf saya tidak sengaja , tadi saya merasa melihat suami saya jadi saya ................." nadhira tidak melanjutkan ucapan nya dan malah menatap dalam hanan ....
Hanan yang ditatap merasa gugup sendiri ..
__ADS_1
Nadhira mengambil ponsel nya dengan tergesah ,ia mencari sesuatu disana kemudian mendialnya.. tiba tiba layar ponsel hanan hidup menandakan adanya panggilan masuk..
nadhira menatap lekat pria yang ada didepan nya,sedangkan hanan gelagapan ..
" siapa yang menelpon pak?" Tanya dhira dingin ,airmata nya yang tadi belum kering,tapi kini menggenang kembali airmata baru di pelupuk mata nadhira
" ehmm...ehmm.. anuu , alarm saya" jawab hanan gugup
Nadhira memutuskan panggilan yang tak diangkat itu , ia berdiri tertatih
" mau kemana dhira?" Tanya hanan
" memastikan sesuatu" dhira berjalan mendekati sakelar lampu ,
ia mematikan lampu ruangan , kemudian kembali mendekat kearah dosen nya itu,
Dhira menatap siluet tegap yang sedang berdiri dihadapan nya ini, postur tubuh juga bentuk wajah yang sangat dhira kenal ,,hati dhira mencelos ia masih berharap ini semua bohong, perlahan nadhira mengambil tangan kanan hanan kemudian meletakan telapak tangan itu di atas kepalanya yang masih berlapis khimar ,, nadhira memejamkan mata ,hatinya sangat pedih , lalu dhira masuk kedalam pelukan hanan ,,dan yah semuanya sama, pelukan hangat ini adalah pelukan yang selalu ia terima dimalam hari dari suaminya ..
Sedangkan hanan hanya diam , ia menerima semua perlakuan nadhira , ia tiba tiba linglung ,hanan takut dengan kenyataan nadhira akan mengetahui semuanya dengan cara seperti ini..
Tess ,,, air mata nadhira jatuh tanpa bisa dicegah ,
ia melepaskan pelukan nya
" ini kamu mas" ucap dhira serak , hatinya sakit , sangat sakit ..
Dhira melangkah mundur, kemudian berbalik dan hendak keluar ,, namun saat tangan nya memegang gagang pintu langkahnya terhenti..
" Nadhiraa" pnggil hanan lembut..
Dhira diam ..
Hanan berlari lalu memeluk nadhira dari belakang,,
" maaf , mas minta maaf dhira" hanya itu yang bisa hanan ucapkan..
Dhira menghapus airmatanya kasar,, kakinya seakan seperti jelly sekarang, tapi dhira harus pergi dari sini, untuk sekarang ,ia tidak mau melihat dosen atau suami nya ini untuk sekarang
" maaf pak, saya permisi"
Hanan semakin mengeratkan pelukan nya ,
" maaf dhira, mas bisa jelasin semuanya , jangan salah paham sayang" ucap hanan lagi ,
" pak ,,lepass, atau saya teriak, saya benar benar ingin sendiri ?" Ucap dhira dingin ,
" ini mas dhira ,panggil mas sayang ,jangan pak lagi " ucap hanan lagi
Nadhira menghela nafas baerat ..
" mas , dhira mau sendiri dulu , lepasin" ucap dhira melembut, ia tidak mau berdebat, yang dhira inginkan hanya keluar dari ruangan ini saja
Hanan mngendurkan pelukan nya ,memberikan istrinya ruang untuk menenangkan diri..
Nadhira berjalan keluar tanpa menoleh nya sedikitpun
Hanan menatap kepergian nadhira dengan tatapan kosong, apa yang akan terjadi setelah ini, hanan tidak mau membayangkan apapun sekarang ,ia hanya ingin melihat Nadhira ..
_____________________
Udahh yaa kak hehe, dah bingung banget mo nulis apa lagi
Jangan lupa tinggalin jejak membaca yaa semuanya
__ADS_1
Makasih