
...****...
Hanan pulang , sampai rumah ia berlari mencari nadhiraa,
Nadhira masih berbaring dikamar tidur nya , jam sudah pukul 7 malam ,
" sayang .." panggil hanan lembut ,iaa berlutut disamping ranjang kasurnya ,mengelus jilbab nadhira kemudian melepas nya lembut
" mass ,dhira minta maaf mas , jangan bentak dhira " nadhira mengiggau ,keringat nya sudah sebesar biji jagung ,tangan dan kaki nadhira dingin ...
" sayang kamu kenapaa , jangan bikin mas takutt " hanan mengelap keringat istrinya ,apa yang terjadi dengan nadhiranya ..
Tak lama seorang dokter wanita datang ,, yahh hanan sudah menelpon dokter saat dia diperjalan dari bandara menuju rumah nya,,
" apa terjadi sesuatu sebelum kondisi bu nadhira seperti ini pak?" Tanya dokter
" ya dok , kami sempat adu argumen melalui telpon" jawab hanan sembari memegang tangan nadhira
" lalu ? " tanya dokter lagi
Hanan diam sejenak ,,
" saya sempat membentak nya dengan keras , lalu tiba tiba tubuhnya bergetar hebat dan ketakutan , dia juga tak berhenti menginggau ketakutan " jawab hanan penuh sesal
" hmm pak, bisa menjauh sedikit dari pasien , mari bicara sebentar" ajak dokter tersebut ,
Hanan berdiri dia mengajak dokter untuk bicara didekat jendela kamarnya ..
" jika melihat kondisi pasien,keringat yang sudah membanjir , tangan kaki nya dingin , wajahnya pucat, dan nafasnya tidak teratur .. " ucap dokter
Hanan mengangguk lemas sembari menatap nadhira ,
" menurut analisis saya ,pasien punya riwayat penyakit agrophobia, untuk lebih sederhana nya penyakiti ini membuat penderita panik dan takut berlebihan ,ada beberapa faktor yang bisa memicu kambuh nya phobia ini, contohnya bentakan keras seperti yang anda lakukan pada nya, kekerasan , penyiksaan juga pelecehan , jika salah satu dari itu terjadi padanya.. maka tubuh pasien akan memberi reaksi seperti yang terjadi hari ini, bahkan bisa lebih .." jelas dokter
Mendengar itu hanan kaku ,istrinya menderita agrophobiaa,,
" apa penyebab penyakit itu dok? Kenapa bisa istri saya mengidap phobia semacam itu, " tanya hanan kosong, pandangan nya benar benar kosong sekarang
" agrophobia tercipta karna trauma masalalu , mungkin terjadi sesuatu yang mengguncang jiwa nya di masa lalu atau bahkan bisa saja itu masih terjadi selama ini ataupun setiap hari, coba konsultasikan dengan psikiater untuk diselidiki lebih dalam penyebab nya" saran dokter
" dokk, apa ini berbahaya ?" Hanan sudah sangat lemas
" hmm , saya bisa katakan kalau ini bukan penyakit yang berbahaya, tapi agrophobia cukup di waspadai pak , saya tidak bemaksud menakuti anda ,saya hanya mencoba memperkecil kemungkinan nya ,, jika phobia ini sering kambuh atau sering muncul ,shock yang berlebihan dan terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan, bisa mengancam nyawa pasien , jadi mohon untuk diwaspadai gejala kambuhnya " jelas dokterr
Hanan duduk dikursinya ,kakinya melemah ..
"Apa yang terjadi padamu di masalalu nadhira ,kenapa sampai adanya phobia ini " batin hanan
" saya sudah memberi suntikan penenang pada istri anda pak, itu akan mengurangi sesak di dadanya , biarkan pasien beristirahat dulu, resepnya sudah saya tuliskan , silahkan di tebus "
" terima kasih dokter " ucap hanan
" kalau begitu saya pamit , semoga istri anda lekas sembuh "
" maaf ,saya tidak bisa mengantar sampai kedepan dok " ucap hanan , kaki nya terlalu lemas untuk berjalan kedepan
"Tidak apa apa pak ," ucap dokter lalu berjalan keluar ..
Hanan mendekati istrinya yang masih meringkuk ,
...
...
__ADS_1
" mas bingung sayang ,,apa yang terjadi hmm? Kenapa sampai seperti ini ?" Hanan berbaring menghadap nadhiraa..
" maaf ,, mas sudah membentak dan membuat mu jadi seperti ini ,tapi .. mas mohon jangan pernah berpikir untuk pergi dari mas nadhira ,,mas sangat takut " lirih hanan ,ia merapihkan rambut istrinya sedikit kemudian ikut terlelap..
Jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari ,nadhira terbangun..
" mas?" Panggil dhira
Hanan merasa tangan nya di goyang kan seseorang
" iya.. sayang kamu udah bangun?" Kaget hanan
" iyaa, mas kapan pulang?"
" jm 7 tadi mas sampai rumah sayang " jawab hanan lembut, iaa memeluk nadhira
" maaf karna nadhira mas harus pulang cepat .." sesal dhira
" tidak apa apa, seharusnya mas yang minta maaf ,mas tidak tau kondisi kamu dan malah membentak kamu"
Dhira bingung ,, "kondisi apa mas?"
"Kamu tidak tau?" Tanya hanan bingung
Nadhira menggeleng dalam pelukan suaminya ..
" memangnya dhira kenapa?"
Hana diamm ,,dia bingung harus menjawab apaa..
" kamu punya trauma bentakan sayang ? " jawab hanan, ia tidak bisa memberi tau istrinya tentang penjelasan dokter
" hm begitu ya mas" dhira menunduk
Tanya hanan lagi
Nadhira mengangguk,
"Sebelum menikah ,dhira pernah kerja paruh waktu di beberapa tempat , dan dhira di bentak bentak disana , sejak itu dhira sering ketakutan mas" jelas dhira lembut
" apa kmu pernah periksa hm?"
Nadhira menggeleng
" kenapa sayang ?"
" uang dhira cuma cukup untuk biayaa pengobatan ibu sama bayar uang gaji orang yang ngerawat ibu " jelas dhira sendu
Hanan mengeratkan pelukan nya
" astaghfirullah , sudah sayang ,jangan diceritakan lagi, kita tidur yaa"
" nggak mas ,dhira mau tahajud aja"
" besok saja nadhira , kamu masih sakit" ingat hanan
" nggak kok mas ,
" ya udah sholat bareng yaa sayang, mas imamin " tawar hanan
Nadira mencium pipi suaminyaa , hanan terdiamm sejenakk kemudian tersenyum senang
" terimakasih sudah tidak bicara kaku lagi sama nadhira,, dan untuk keputusan tentang mas yang belum mau menunjukan diri sama dhira ,gpp ,
__ADS_1
dhira hormati keputusan mas , dhira tunggu " ucap dhira
" terima kasih sayangg, terima kasih banyakk"
Hanan bersyukur ,, dan benar kata orang, pertengkaran akan membuat hubungan bertambah harmonis ,
Mereka tahajud di kamar yang gelap ,
...****...
KAMPUS.
Pagi tadi pak dio menghubungi hanan untuk membantunya membimbing mahasiswa nya hari ini ,karna beliau sedang berada di palembang .. dan yang membuat hanan senang adalah nadhira merupakan salah satu yang akan dibimbing hanan hari ini..
" ehh nadhiraaa, sini sini....." teriak seorang yang hanan tau bernama mentari sedang mamanggil orang di belakang hanan .
Sontak hanan menoleh kebelakang nya dan hanan kaget siapa yang ada di belakang nya ..
...
...
Ada nadhira yang tengah berdiri di belakang nya,,
"Cantik" gumam hanan tanpa sadar , bagaimana tidak ? hari ini nadhira memakai gamis dan kerudung berwarna lilac , sangat cocok dengan kulit dhira yang putih bersih .
" hmm pak maaf , boleh saya duluan " tanya dhira sesal
Hanan hanya mundur selangkah lalu memberi jalan untuk istrinya lewatt..
Ah benar istrinyaa , wanita cantik ini istrinya ,, ia ingin tersenyum tapi ditahan nya, hanan takut nanti dhira malah mengira nya tebar pesona..
" oii dhiraa ,sinii,, malah matung disitu.." teriak tari lagi
Nadhira memejam kan matanya,kepalanya sakit mendengar suara teriakan keras teman nya itu, dan hanan melihat itu
" ini perempuan teriak teriak mulu, istri saya sedang sakitt hei,jangan teriakk" batin hanan , ingin rasanya ia membalas berteriak kepada teman istrinya itu
" heh matahari gosong.. gak usah teriak teriak juga kalii, itu ada dosen,iyaa elu gk punya sopan santun maen teriak teriak aja ,lah si dhira kan punya , makanya dia nyapa dosen dulu " tegur danu pada tari
" ini juga satu ,ngapain coba bela belain istri saya , ada suaminya disini, jangan coba coba godain istri saya heh" batin hanan lagi yang mendelik melihat danu
"Terima kasih pak,, saya duluan " ucap nadhira menyadarkan hanan ..
Hanan mengangguk dan hendak berjalan lagi ,, tiba tiba ..
" pak hanan ?" Panggil pak rian
" oh pak rian, iya pak ?" Jawab hanan tersenyum ramah
" sudah pulang dari surabaya? Katanya 5 hari disana?" Tanya pak rian
Mendengar itu langkah nadhira terhenti ,,
" iyaa pak, saya pulang semalam , ada hal mendadak yang harus saya urus di jakarta " jawab hanan
Nadhira kaku .. apa ini? Apa suaminya pergi kesurabaya bersama pak hanan , kenapa bisa pas sekali ,
Nadhira melanjutkn langkah nya ,ia tak mau ambil pusing , toh kalau pun mereka benar pergi bersama biarlah, dhira juga sudah tau kalau mereka adalah teman..
______^^________
Tolong banget ini tolonggg wkk insprasi author gak tertolong lagi.. dan anjlok banget..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak membaca yaa kak...