DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
Sembilan belas


__ADS_3

" dhiraaaa.. bangun sayang ,,udah subuh" panggil hanan lembut  iaa mengelus kepala nadhira yang masih terlapis mukena dengan sayang ..


" eghhh m.mmas?" Panggil dhira serak


" bangun sayang ,sholat yukk, mas imamin" panggil hanan lagi


" astaghfirullah,, dhira ketiduran mas" panik dhiraa saat mendapati dirinya yang tertidur disofa dengan keadaan masih memakai mukena


Hanan tersenyum lembut,


" gapapa , masih sempet kok,, ambil wudhu dulu gih, mas tungguin"  jawab hanan sembari mengelus kepala  nadhiraa lagi


Diperlakukan semanis ini membuat jantung dhira berdebar tak karuan , panggilan sayang dari suaminya membuat pipinya merona..


" mas gak kemasjid?,biasanya kemasjid kan?" Tanya dhira lagi


Hanan menggeleng ," gakk , ini subuh pertama setelah kamu tau wajah mas , mas mau ngimamim kamu dan mengaminkan doa yang sama dengan kamu"  yahh,setelah perlakuan manis istrinya semalam membuat hanan semakin mencintai wanita ini, wanita yang tadi malam mengecup lembut pipinya , wanita yang berdoa dengan isak tangis  memohon perlindungan atas rasa cintanya untuk hanan.. ahh hanan sangat beruntung memiliki nadhiraa..


" iya mas, dhira wudhu dulu yaa"  jawab dhira tersenyum  walaupun sedikit canggung namun senyumnya sangat tulus untuk suaminya


Hanan mengangguk ,


Ia menyiap kan sajadah untuk nya dan istrinyaa  ..


Nadhira keluar dengan keadaan wajah yang basah ,, ahh melihat wajah mulus istrinya yang basah karna wudhu membuat nadhira semakin terlihat cantik dimata hanan


" terimakasih ya allah, terimakasih atas tulisan mu dilauhul mahdfus  yang menyandingkan nama hamba dengan nadhira"  syukur hanan membatinn...


" maaf yahh mas, seharusnya dhira yang nyiapin ini" sesal dhira  sembari menatap suaminya yang sudah duduk diatas sajadah


" gapapa sayang ,udah yuk, kita mulai sholat nya " ajak hanan


" iya mas "


Hanan dan nadhira memulai sholat nya ,  hana membaca bacaan sholat dengan bacaan yang sangat fasih


" assalamu'alaikum warrahmatullah"  toleh kanan


"  assalamu'alaikum warrahmatullah"  toleh kiri..


Hanan mengakhiri sholatnya dengan  salam sholat ,


Setelah berzdikir dan berdoa


Hanan menoleh ke belakang ,ia melihat istrinya masih menunduk  khusuu, ntah apa yang dibacanyaa, hanan menunggu dengan senyum tuluss.


" mass?" Panggil dhira


" udah doanya?" 


Dhira mengangguk


Melihat itu hanan menjulurkan tangan kanan nya ,,


Dhira menyambut tangan itu dan mencium nya


...


...


Hanan tersenyum bahagiaa,  sangat bahagiaa..


" kamu ada kegiatan apa hari ini?" Tanya hanan sembari melihat istrinya merapikan kasur  tidurnya


" gak ada kayaknya mas, mau bimbingan  tapi waktu itu pak dio bilang pulang nya besok" jalas dhira


Hanan diam ..


" hmm"


" mas gimana ? Ada jadwal kekampus?" Tanya dhira lagi ,ia berusaha mencairkan suasana canggung


" mas tergantung kamu, kalau kamu dirumah mas juga dirumah, kalau kamu kekampus mas juga kekampus" jawab hanan


" lohh? Kok gitu?" Tanya dhira heran


" yaa mas gak punya jadwal hari ini, tapi kalo kamu kekampus   tarus mas dirumah sendiri ,,  gak mau dong, mending dikampus bisa liat kamu"


Mendengar itu dhira tersenyumm sangat manis,  pak hanan yang ia kenal kenapa sangat berbeda dengan suaminya ini, mereka seperti orang yang berbeda ..


" dhiraa" panggil hanan gantung


" iya mas?"


" kamu beneran udah menerima mas?" Tanya hanan raguu..


Dhira tersenyumm ,lalu berjalan mendekat kearah suaminya ,,ia ikut duduk disamping hanan sembari menggenggam tangan kanan  suaminya..


" insyaallah dhira sudah menerima mas lahir batin "


Hanan menatap terharuu


" terimakasih banyak nadhiraa"


" untuk apa?"

__ADS_1


" untuk kebesaran hati kamu yang udah mau nerima dan maafin mas"  hanan memeluk istrinya dengan penuh rasa syukur


Dhiraa menurut, iaa menepis rasa canggung di hatinya  ,dan menerima pelukan suaminya ..


"I.iiya mas" jawab dhira terbata..


Hanan melepas pelukan nya ,lalu mengecup kening nadhira dengan lembut , tentu saja kecupan tiba tiba itu membuat nadhira t..tegang .


" m.mmas?"


Hanan diam . Ia seakan baru sadar dengan perlakuan nya tadi


" m..mmaf dhira , m..mas gak sengaja" jawab hanan gugup


" hmm, .. ya udah mass, aku kedapur dulu yaa " jawab dhira canggung


" hmm ...i.iiya,mas bantu ya"  jawab hanan


" gak usah mass, " jawab dhira cepat


" eh  ?kenapa?"


" hmm ,dhira masaknya cepet kok , gak lama, tunggu ya"  jawab dhira sembari berjalan cepat keluar kamar


" PELAN PELAN AJA JALAN NYA SAYANGGG, NANTI LUKANYA SAKIT LAGI " teriak hanan khawatir..


Mendengar itu pipi dhira semakin meronaa saja ..


Setelah perginya nadhira dari kamar mereka ,Hanan bingung mau melakukan apa? Iaa melihat ponsel istrinyaa berdering..


Hanan ingin membukanya , t.ttapi ia takut melanggar privasi istrinya?


Bukan kah mereka suami istri? Itu artinya privasi dhira adalah privasi nya juga,  lalu bagaimana kalau istrinya marah nanti? Ahh tidakk , mereka baru  semalam berbaikan..


Hanan hendak meninggalkan handphone istrinya itu, tapii kemudian bergetar lagii,, ia mendekat karna penasaran, siapa yang mengirim pesan sepagi ini .. dan yang membuat hanan panas adalah nama " PAK DIO"  yang terteraa dengan  1 panggilan tak terjawab dan 4 pesan belum dibaca


Hanan mengambil ponsel dhira dan membuka pesan nya


Pak dio


"Asaalamu'alaikum nadhiraa, "


"Hari ini jam 11 saya sampai jakarta ,,"


"Untuk bimbingan kamu dengan saya mari kita lanjutkan hari ini jam 2 siang,"


"Di cafe dekat kampus saja "


  Hanan menggeram , bimbingan macam apa yang dilakukan di cafe? Lagi pula apa dia tidak lelah setelah perjalanan dari palembang dan langsng ingin melakukan bimbingan dengan nadhira,,


Hanan cemburu ,, ia tau pak dio adalah salah satu dosen berpengaruh di kampus tempat ia menjadi dosen juga, dan yang membuat nya panas , hanan mengetahui fakta bahwa rekan kerja nya itu juga menaruh hati kepada istrinya ..


" lohh, dhira mau manggil mas " sapa dhira saat melihat suaminyaa


Hanan hanya tersenyum melihat wajah kaget istrinyaa,  panasnya akibat pesan dio tadi hilang ntah kemana..


" iyaa , mas udah cium bau harum masakan kamu , makanya mas cepet cepet turun " jawab hanan sembari duduk


Nadhiraa hanya tersenyum  , ia megambil kan nasi goreng sosis  dengan telur  lalu ia sajikan didepan suaminyaa


" mau pakai sambal mas?" Tanya dhira


Hanan mengangguk haru


" dikit aja yaa, masih pagi , nanti sakit perut" ucap dhira sembari menyendokan sambal kepiring suaminya


" terimakasih "  jawab hanan tulus


Dhira mengangguk , ia mengambil sarapan untuk nya juga  kemudian duduk  di hadapan suaminya..


" silahkan dimakan mas, maaf kalau tidak sesuai lidah mas " ucap dhira canggung


" tidakk? Semua masakan kamu sangat pas dilidah mas  sayang,enak banget"


"  terima kasih" jawab dhira tersenyum


Hanan memakann masakan istrinya dengan lahap, benar benar enak, tapi hatinya masih berat karna pesan dio


" hmm sayang"  panggil hanan


Nadhira menatap suaminya seolah bertanya kenapa


" k..kamu biasanya bimbingan sama pak dio dimana?"tanya hanan hati hati


" kenapa mas?"


" gakpapa ,, mas mau tanya aja , soalnya kamu kalo keruangan mas gak pernah mau ditutup pintu kan, nah untuk bimbingan pintu terbuka itu sangat menganggu  menurut mas "


Elak hanan , yang benar saja  tidak mungkin ia menyebutkan alasan dibalik pertanyaan nya


" ohh, iya mas , tapi alhamdulillah nya ternyata pak dio memaklumi nadhiraa"


" maksud nya gimana?"


" pak dio tidak pernah menempatkan nadhira diposisi sulit , beliau selalu memilih tempat untuk bimbingan dhira ditempat terbuka"  jelas dhira sembari menatap wajah semdu suaminya

__ADS_1


"  contohnya?"


" di cafe dekat kampus atau di taman kampus" jawab dhira jujur


Dalam hati hanan bersyukur istrinya jujur padanya, namun yang memberati hatinya adalah sikap dio yang seperti nya sedang mencari kesempatan untuk jalan dengan istrinya.. hanan tidak bisa marah ataupun menegur pak dio , kenapa? Karna yahh  tentu saja pak dio mengira bahwa istrinya adalah seorang gadis lajang ..  akhh kepala hanan rasanya hampir meledak..


" mass? Mas kenapa?" Panggil dhira saat melihat perubahan suaminya..


Hanan diamm..


" mass?" Panggil dhira lagi


Hanan menolehh, ia menatap dalam nadhiraa


" mas kenapa ngelamun?"


" hmm , bagaimana kalau dosen pembimbing kamu diganti sayang? Ganti mas aja yaa" tawar hanan


Mendengar itu nadhira kaget...


" kalau sama mas kan kita bisa bimbingan kapanpun ,  kamu bisa lulus dan wisuda lebih cepat, gimana sayang?" Sambung hanan meyakinkan


" mas? Kenapa mendadak mau jadi dosen pembimbing dhira? " tanya dhira lembut


Hanan diam


" dhira gak bisa gunain hak istimewa dhiraa sebagai istri mas untuk berbuat curang kayak gini " jelas dhira sendu


" ini gak curang sayang , pergantian dosen pembimbing juga sering terjadi kok "


" iyaa mas  dhira tau, tapi itu diberlakukan kalau dosen pembimbing sebelum nya akan mengambil cuti panjang "


Hanan merundukk, istrinya benar..


" walau hanya bimbingan ,t.ttapi m..mas gak rela kamu duduk berdua di cafe bersama pak dio "


Mendengar itu dhira tertegun..


" mas percaya banget sama kamu, yang mas khawatir kan adalah mereka ,, bagaimanapun juga pak dio adalah dosen yang cukup dikenal di kampus, dia juga pria lajang dan mapan"


" mas gak mau mahasiswa atau dosen lain beranggapan kamu diistimewakan oleh beliau , mas gak akan  ikhlas dhiraa, kamu istri mas walaupun hanya mas  dan kamu yang tahu tentang itu" sendu hanan


Nadhira meninggalkan piring nya lalu berjalann mendekati suaminyaa..


" mass hikss"  airmatanya jatuh tanpa dimintaa


Hanan kaget ,istrinya menangis sembari memeluk lengan kanan nya


" maaf  dhira belum bisa menjaga diri dengan baik"


" dhiraa gak tau kalau mas berpikiran seperti itu.."


" dhira benar benar gak bermaksud melukai perasaan mas hikss, maafin dhira"


Hanan kaget bukan mainn, bukan nya marah istrinya malah menangis tersedu sembari meminta maaf


" sayangg" hanan menangkup wajah istrinya dan menghapus air mata nadhira lembut


" jangan menangis, ini bukan salah kamu"


" tapi tetap saja mas terluka karna sikap nadhira yang gak tau batasan dhira sebagai istri "


" gakk , kamu gak melanggar batasan apapun ,  mas saja yang terlalu cinta sama kamu,, tanpa sadar mas udah mencemburui dosen pembimbing kamu, maaf yaa sayang"


Nadhira menilisik masuk kepelukan suaminya..


" k..kkalau mas melarang ?nanti dhira bicara sama pak dio tentang yang mas katakan tadi "


Hanan menggeleng


" tidak perlu sayang, mas percaya kamu, mas akan tahan hanya untuk 2,5 bulan kedepan "


" mas serius?"


" iyaa, setelah sidang skripsi kamu selesai, mas akan umum kan bahwa kamu istri mas ,sehingga tidak ada yang berani ataupun berniat mengambil kamu dari mas " jawab hanan


" ya udah ,lanjut sarapan yaa" sambung hanan


Dhira menggeleng,


" kenapa?"


" gak enak lagi makan nya kalo abis nangis " jawab dhira polos


Hanan tertawaa,


" jangan ketawa mas , dosa ngetawain istri,, kan mas juga yang buat dhira nangis ih," jawab dhira cemberut


" bwahahaha, bukan nya cemberutin suami itu juga dosa yaaa..." tawa hanan


Seketikaa nadhira mengubah mimik wajahnyaa,


" bwahahahaahahahahh" tawa hanan meledak melihat eksperesi lucu istriny..


" mass ihhhh"

__ADS_1


******


Ya allah author baper ya allah😅


__ADS_2