
" dhiraaa ... udah belum sayangg" panggil hanan,,
Pasalnya sudah hampir 15 menit istrinya didalam kamar mandi
" belum mas " jawab dhiraa dari dalam kamar mandi
Yahh dhira memutuskan untuk tes ,, dan hanan yang sedari tadi menunggu di luar kamar mandi bergerak gelisah
" kenapa lama banget loh yang , kamu gak kenapa napa kan di dalam?"
" gak mass, dhira belum mau pipisss, makanya ini nunggu dulu" jawab dhiraa , ia berbohong ,, entah kenapa hati nya berdegup tak karuan seperti ini, semua rasa bercampur aduk mengacaukan akal sehat nya ,nadhira belum siap dengan hasilnya, iaa benar benar takut suaminya kecewa
" ya udahh nunggunya diluar aja yang,,, nanti kamu susah nafas di dalem "
" gpp mas , di dalem aja"
" oke ,tapi 5 menit lagi pokoknya kamu harus keluar" tegas hanan
Dhiraa diamm , ia memutuskan untuk melakukan nya sekarangg,
" dhiraa ,, jawab massssss!!!" Panggil hanan kuat ,hatinya berdegup saat istrinya tak menjawab
" nadhiraa" panggil hanan lagi
" jawab atau pintunya mas dobrak "
Baru saja hanan akan mendobrak pintu ,tapi nadhira sudah membuka dengan mata yng basah ,, istrinya menangiss ,k..kkenapa?
" kenapa yang ? K..kkenapa nangis ?" Panik hanan
Nadhira memeluk suaminya kuatt ,ia menangis kuat di dada suaminyaa..
Hanan yang seakan tau apa alasan istrinya menangis ,mengelus punggung nadhira
" gapapa sayangg,mungkin belum rezeki kita , kamu jangan nangis lagi ,, maaf mas udah buat kamu ngerasa berharap" jelas hanan lembutt
Nadhiraa menggeleng dalam peluk hanan..
" mas gak kecewa sama sekali, mungkin ini cara allah buat kita pacaran halal dulu" sambung hanan
Nadhira melerai peluknya,, ia menatap wajah tampan sang suami
" hikss ,,makasih yaa mas "
" iya sayang, udah stop nangisnya yaa" jawab hanan sembari menghapus air mata dhira..
Dhiraa mengambil tangan kanan suaminyaa lalu memberikan benda kecil itu di genggaman hanan..
" udah sayang,, mas tau hasilnya setelah liat kamu nangis gini, simpen aja yaa, mas gak mau kamu tambah sedih" hanan mengembalikan tespeck itu tanpa melihat nya ..
Dhira mengambil nya lalu ia letakan di laci nakas samping ranjang merekaa,,
Ia duduk menyandarkan tubuhnyaa di kepala ranjang dan meluruskan kaki
" nakk ,abimu gak mau tau keberadaan kamu yang udah ada diperut umi" ucap dhira sembari mengelus perut ratanya
Hanan menegangg, ia berlari mendekati istrinyaa dan duduk di tepi ranjang .
" k...kamu tadi bilang apa?" Bibir hanan keluu, ia takut telinganya salah dengar
" makanya liat dulu hasilnya mas
,jangan langsung menyimpulkan " ucap dhira lembut
Hanan mengambil tespeck dengan gerakan kilatt ,,
matanya berkaca saat melihat ada dua garis di kedua alat itu..
" kamu positif yang?" Cicit hanan
Nadhira tersenyumm, ia bisa merasakan tubuh suaminya bergetar
" hai abii," sapa dhira dengan menirukan suara anak kecil sembari mengelus perutnya
Medengar panggilan abi yang ditujukan padanya ,mau tak mau airmata hanan menetess ,, ia memeluk nadhira kuatt..
" hiksss hikss alhamdulillah ya allah " hanan terus meracau dan bersyukur di tengah tangisnya..
Nadhira mengangguk , ia membalas pelukan suaminyaa
" makasih karna kamu udah mau mengandung anak mas" tangis hanan
" gak perlu berterimakasih mas ,, kita sama sama bahagia dengan kehadiran nyaa, udah yaa jangan nangiss, malu sama anaknya " canda dhiraa
Hanan melepaskan pelukan nya ,lalu mencium seluruh wajah istrinyaa..
__ADS_1
" jaga kesehatan ya sayang, besok kita periksa ke rumah sakit" jawab hanan sembari terus mencium wajah nadhiraa sesekali ia mengelus perut istrinya sambil mengucap syukur
" karna liat kamu nangis tadi, Mas jadi mikir , kalau dia belum ada disini " hanan mengelus lembut perut nadhira
" dhiraa nangis bahagia mas, mas aja nangis apalagi dhiraa" jelas dhira tersenyumm
Hanan terkekeh, ia mendekatkan wajahnya dengan perut nadhiraa
" jadi anak baik yaa sayang, mulai hari ini dan kedepan nya kita jagain umi sama sama" ucap hanan
Hati dhira menghangat, apa semua wanita didunia ini ada yang seberuntung nadhiraa, ia benar benar bahagia dinikahi dosen nya ini..
" mass" panggil dhira
" hm"
" kita kabarin bunda sama gibrann yahh, pasti mereka seneng banget"
" astaghfirullah, mas lupaa , nanti mas telpon gibran deh "
Dhira mengangguk..
" sekarang masih mau rujak yang tadi ,mas beliin sekarang yaa " tanya hanan
" ohh iyaa rujak dhira mana mas?"
" mas beliin yang baru aja ya yang, 6 porsi kan ?"
" loh yang tadi mana ? Gakpapa deh ,dua aja cukup"
" tapi yang itu pedes yang ,mas beliin yang gak pedes yaa"
" lohh mas kok ingkar janji sihh, kita tadi kan udah deal mas" protes dhiraa
" iya tadi mas izinin karna mas belum tau kamu hamil, sekarang udah tau ,jadi gak boleh "
Perlahan airmata nadhira jatuhh, entah mengapa ia menjadi sangat cengeng sekarang..
" jangan nangis yangg, "
" hikss , dhira juga gak tau kenapa dhira cengeng banget hari ini mas " jawab dhira sembari menghapus airmatanya ..
" itu karna hormon ibu hamil sayang ,, kamu boleh ngidam apa aja, asal jangan makan pedes yang ,nanti dedeknya kepedesan juga kalo uminya makan pedes"
Nadhira diamm, ia berpikirr ,
Dhira mengangguk ,
"Tunggu bentar ya , mas siapin dulu"
" gak usah mas, dhira siapin sendiri aja" tahan dhira
Hanan mengecup dahi nadhiraa dan tersenyum" gpp sayang ,mas aja , bentar kok gak lama "
Dhira mengangguk malu, sungguh manis suaminya ini..
Hanan berjalan kedapur sedangkan nadhira menunggu dikamar,,
*********
Setelah memberikan istrinya rujak yang ia siapkan tadi, hanan pamit ingin ke ruang tamu menelpon sang adik..
" hallo assalamu'alaikum bang "sapa seseorang dari sebrang telpon
" waalaikumsalam , gibran kamu dimana?"tanya hanan
" kenape?" Jawab gibran malas
" heh yang sopan" tegur hanan
" gue kesel ama lu bang, bisa bisanya lu baru nelpon gue setelah lu oper pekerjaan yang kacau banget ke gue" omel gibran
" gak ada alasan buat gak sopan keorang yang lebih tuaa " tegas hanan
" et dah nih orang serius mulu dah,, kenapa ?"
" kamu dimana ?"
" dirumah, abis menangin sidang guee ,bangga gak lo bang bwahaha" sombongnya
" alhamdulillah semoga jadi pengacara yang jujur ya dek , jangan tergoda dengan iming iming uang, kalo kamu butuh uang abang punya banyak " jawab hanan yang tadi nya ingin menasehati malah terdengar sombong di telinga gibran
" ini yang niat sombong tadi gue , tapi kenapa lu lebih sombong " pikir gibran
hanan terkekeh dengan pemikiran adiknya inii
__ADS_1
" bwahaha, mana bunda dek, abang tadi telpon gak aktif" tanya hanan
" kenapa cari cari bunda?"
" lah emang kenapa? Salah kalo anak cari ibunya?" Tanya hanan sewot
" aelahh , gak bisa baca situasi lu bang, di ajak becanda elunya serius ,diajak serius elunya becanda,, bentar gue panggil bunda dulu"
Hanan diam menunggu..
" eh btw lusa gue ke jakarta ada klien dari sana, gue nginep rumah lu ya bang"
" iyaa "
" nah tu bunda, bundaaaa abang mau ngomong " teriak gibrann
" halo nak assalamu'alaikum "
" waalaikumsalam bund , gimana kabar bunda ?"
" bunda baik nak , kamu sama istrimu gimana ?"
" alhamdulillah bund, baikk, baik banget malah"
" wahh syukurlahh, denger suaramu aja bunda tau kamu bahagia disana, "
" hehe iyaa bund bahagia banget"
" dari awal bunda dah tau kalo dhira pandai membahagiakan suami haha" canda bunda mika
" hahah bunda bisa ajaa "
" hmm, ada apa hanan tumben tanya bunda ewat adek mu"
" hmm hanan mau ngasih kabar bahagia mi"
" apa sayang"
" ahh lu bang ,giliran sama bunda aja kabar bahagia yang lu kasih, giliran gua kerjaan kacau yang lu kasih " celetuk gibran
" jangan gitu dek, bunda gak pernah ngajarin kamu ngomong gak sopan gitu"
Tegur umi
" hehe maaf bund" jawab gibran lembut
" bwahahaahaha" tawa hanan meeledak mendengar sang adik takut setelah ditegur sang bunda
" udah hanan ,kamu juga kerjanya ngeledekin gibran terus" tegur bunda
" hehe iya bund,maaf "
"Bwahahaha, tuhh rasain " sekarang tawa gibran yang meledak..
" jadi apa kabar baiknya nan?" Tanya bunda..
" alhamdulillah istri hanan hamil bun , hanan akan jadi abi" ucap hanan berbinarr ,, hatinya menghangat saat mengingat kenyataan itu..
" alhamdulillah nak, ya allah bunda seneng banget denger nyaa " syukur bunda mika
" yang bener lu bang, dosa lu bohongin bunda" tanya gibran memastikan
" nakk, jaga nadhiraa yaa , turutin semua keinginan nya kalau itu masih dalam lingkup kata positif ,, kalau sikapnya berubah gapapa itu bukan kemauan nya , tapi anak kamu " nasehat bunda
" kamu harus lebih sabar menghadapi sikap nadhira nanti, mungkin akan sedikit menguji nak ,tapi percaya lah , dalam hal ini kesabaran yang telah kamu korban kan gak sebanding bahkan seujung kuku pun dari pengorbanan nadhiraa, dia lah yang membawa anak mu kemana mana dengan tubuh yang gak nyaman, saat melahirkan dia berjuang mempertaruhkan nyawanya agar anakmu bisa melihat duniaa, bahkan setelah melahirkan ia harus menerima bentuk tubuh nya yang berubah, dan mengurus anak mu hingga menjadi anak yang sehat, kamu ngerti maksud umi kan ?" Sambung bunda mika
Hanan membeku, benarkah seberat itu pengorbanan seorang ibu yang mengandung ,, ini kah alasan mengapa derajat seorang ibu 3 kali lebih tinggi daripada ayah ? ..
" iyaa bun , hanan ngertii"
" bangg, jaga mba dhira yaa , kita sama sama tau kalau mba dhira cuma punya kita dan allah , kalau bukan kita , siapa lagi yang menemaninya ngelewatin masa masa kayak gini" nasihat gibran bijak
" iyaa , itu pastii gibran" jawab hanan yakin
" sekarang mana istrimu nak?" Tanya bunda
" dia lagi makan rujak bun, dari tadi nangis nangis mau rujakk,"
" itu namanya ngidam bang , turutin aja , dari pada anak lu ileran " seru Gibran
" ihh amit amit gibran ,kamu aja yang ileran sanaaa" seru hanan cepatt
tawa dari ketiganya meledakk, sungguh berita baik yang membahagiakan ..
_________
__ADS_1
Makasihh untuk yang udah berkenan membacaa , jangan lupakan pesan author cantik kalian ini buat ninggalin jejak membaca yaa
Luv semuanya