DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
empat puluh lima


__ADS_3

" malem ini dhira tidur diluar yaa mas?" Pinta dhira ragu


" kenapa lagi sih yang? " tanya hanan frustasi dengan sikap dhira seminggu ini..


" , bau mas gak enak, dhira mual", elak dhira


Hanan mencium bau badanya sendiri , wangi?


" wangi kok yang , mas udah mandi juga ,"


Dhira diam ia merasa bersalah ,nadhira sangat ingin mendampingi mas suaminya bahkan 20 sampai 30 tahun kedepan , tapi entah mengapa ia merasa akan terjadi sesuatu besok ..


" mas pakai parfum gibran dulu yaa,,, kamu suka bau gibran kan?"


Dhira menggeleng ..


" parfum bunda gimana? "


Dhira menggeleng lagii, ia bangkit mengambil bantal dan selimut  ..


" nanti dulu masyaallah, kita diskusiin dulu yang , kamu main angkat bantal aja"  sergah hanan panikk


dhira kembali duduk menatap sedih wajah hanan ,,


" kamu udah gak semanis dulu yang, kamu berubah seminggu ini, mas gak ngerti ,kamu marah? Mas salah apa hm? Kalau perubahan kamu ini karna ngidamnya baby kita ,mas akan ngerti ,tapi kalau untuk tidur pisah jangan yang,  bilangin baby abinya gak bisa tidur kalo gak peluk umi"


" gak bisa mas ,dhira juga mau tidur dipeluk nya mas, tapi dhira rasa ,mas harus mulai belajar untuk tidur tanpa dhiraa, dhira juga gituu,ngak mudah buat dhira ngelakuin ini semua," lirih dhira


" besok kamu wisuda , kalo tidur diluar nanti badan kamu sakit sakit , tidur dikamar bunda aja yaa"  tawar hanan


" akhir akhir ini dhira tidur nya gak nyaman mas, mungkin karna perut dhira yang udah gede,, dhira takut bunda keganggu"


" oke , biar mas yang tidur diluar, kamu disini aja yang, ntar kamunya masuk angin ,,, masyallah"


"  gak usah mass , besok mas bnyak yang harus dilakuin karna acara itu ,, mas butuh istiahat yang nyaman ?"


" terus kamu gimanaa? Kamu yang tidurnya emang udah gak nyaman , terus mau tidur di luar gituu?"


" mass.."


" dhiraa ,udah cukup mas iya iyain terus aneh nya mau kamu  ,, ntah kenapa mas ngerasa kamu sengaja ngelakuin ini dan bukan karna baby"


Hanan bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah pintu kamar ..


Hanan menoleh menatap kembali istrinya sebelum ia benar benar keluar kamar ..


" kamu mungkin lupa kalau mas abi dari bayi diperut kamu, mas bisa ngerasain mana yang memang mau baby atau bukan" hanan melanjutkan langkah nya untuk  keluar kamarr,,


Dhira menunduk dalam saat mendengar ucapan hanan  ,,  ia menyembunyikan air matanya  yang sudah  mengalir sejak suaminya mengambil bantal untuk dibawa keluar....


********


" hanan bangunn nak,, kenapa kalian tidur diluar " bangun bu mikaa, saat akan keluar kamar membangun kan gibran ,ia melihat hanan yang tertidur disofa ruang tamu dengan nadhira yang tidur dalam posisi duduk di kaki hanan ...


" eghhhh ,,bundaa" panggil hanan serakk..


" bangunn, kalian ngapain tidur disini?" Ucap bu mika lagi


"  ,, semalem dhira mual karna tiba tiba gak suka bau hanan , makanya hanan tidur diluar" jawab hanan sembari terus mengucek matanya..


" terus itu siapa?"tunjuk bu mika dikaki hanan,


Hanan  mengangkat kepalanya sedikit, ia melihat nadhira yang tertidur bertumpu dengan kakinya dengan posisi duduk dibawah..


" dhiraaa  " kaget hanan duduk..

__ADS_1


" kalian berantem ? Lagi?" Tanya bunda prihatin ,, ia menatap posisi menantunya yang terlihat sangat tidak nyaman itu, bayangkan saja tidur duduk dilantai dengan perut yang  sudah membesar..


" sayangggg" lirih hanan ,, ia mengelus khimar instan nadhira lembut, hatinya benar benar tergugah karna sikap istrinya ini..


" kamu bawa dhira kekamar ya, bunda bangunin gibran duluu.."ucap bunda yang diangguki oleh hanan..


Hanan melepaskan kaki kanan nya dari pelukan nadhiraa dengan hati hati, ia tidak bermaksud menganggu tidur nadhira yang sudah seminggu belakangan tidak lagi sedamai ini..


" mas ?" Panggil dhira yang merasa kehilangan sesuatu dalam tidurnya..


" maaf, kamu kebangun yaa?" Sesal hanan


Dhira tersenyum maklum " gapapa mas, kakinya pegel yaa gara gara dhira jadiin bantal ?"


" gak kok sayang , sini naik dulu duduk nya, jangan dilantai lagi" hanan menari nadhira untuk duduk disofa bersamanya..


" kenapa tidur di sinii,,  duduk dilantai lagii?" Tanya hanan lembut


" dhira gak bisa tidurr hikss,, maaf mass, " dhira masukk kedalam pelukan hanan yang sangat ia rindukan seminggu ini..


Hanan membalas rindu pelukan istrinyaa, ini masih hangat seperti duluu,


" kenapa lebih milih tidur di kaki mas daripada ngajakin mas tidur ke kamar "


Tanya hanan lembutt, ia mengusap punggung nadhira menenangkan..


" mas tidurnya kaya capek banget, maaf ,maaf kalau sikap dhira udah buat mas lelah gak beralasan"


" gak sayang, jangan minta maaf"


" surga  istri ada di bawah kaki suaminya,  dhira ngerasa udah jahat sama mas seminggu ini ,, t.ttapi dhira punya alasan hiks ,, dhira takut gak bisa menyentuh surga dhira terakhir kali..."


"Ngomong apa sih yang ,, masih subuh lohh"


Dhira terkekeh kecil


" iya sayang , mas juga akan selalu ada untuk kamu dan baby kita" jawab hanan tulus


Dhira tersenyumm sangat manis,,sudah lama tak ada senyum ini, entah kenapa hanan merasa ini bukan istrinya, melain kan seorang malaikat yang seolah olah menyamar sebagai nadhira dengan kecantikan berlipat.


" jaga diri baik baik ya mas, maafin semua kesalahan dhira serta apapun itu yang menyakiti mas, sampai kan juga maaf dhira untuk bunda sama gibrann, kalau kalau terjadi sesuatu tolongg ,,mas harus ikhlas,, biar dhira juga bisa ikhlas ninggalin mas?"


Hanan turun dari sofa nya dan berlutut  menghadap nadhira..


" kenapaa? Kenapa kamu terus meminta mas untuk baik baik ajaa hm? Kamu tau sesuatu kan? Apa yang ? Jangan selalu berspekulasi kalau akan terjadi sesuatu sama kalian , kamu yang paling tau bagaimana mas kalau gak ada kamu, kasih tau mas, kamu tau apa?" Tanya hanan bergetarr


Dhira mengecup kedua mata hanan


" maaf , hari itu dhira bohong sama mas ?"


" mas tau kamu bohong, kamu gak ketoko buku kan? Kamu kemana dulu waktu itu ?" Tanya hanan ..


" dhiraa kerumah sakit mas?"


Hanan tegangg,, kenapa istrinya kerumah sakit , apa dhira sudah tau tentang kandungan nyaa, apa istrinya kesakitan hari itu? Dan hanan bahkan tidak tau sama sekali?


" kenapaaa?"


Dhira menggeleng " sudah waktu subuh mass,kita sholat dulu dan menenangkan pikiran masing masing,, setelah acara wisuda hari ini selesai ,, dhira ceritain semuanya, kalau sekarang mungkin akan merusak hari dhira dan mas sekaligus"


Hanan menatap dalam istrinya ,,,,aaaaa,  kenapa tidak sekarang? Apa istrinya tidak tau bahwa jantung hanan seakan berhenti berdetak karna semua petunjuk yang seolah olah dhira akan meninggalkan dunia dan dirinya?


Ia bangkit dan menuju kamar untuk segera mandi, hanan tidak ingin nadhira melihat aimatanyaa,, tanpa diketahui siapa pun ,airmata hanan sama derasnya dengan shower  yang ia gunakan saat ini..


" nakk, apapun yang terjadi tetaplah kuat dan lahir kedunia dengan selamat,, umi rela menukar nyawa umi jika itu bisa membuat mu sehat tanpa kurang apapun ,, tolongg jaga abii, temukan pengganti umi yang bisa mengurus kalian dengan baikk" lirih nya sembari mengusap perutnyaa..

__ADS_1


Sesekali dhira menatap pintu kamar mandi dimana ada suaminya disana, ini alasan kenapa ia berusaha untuk tidak memberi tahu hanan, suaminya adalah type orang yang mudah khawatir , dan terang saja hanan susah berada dikamar mandi sejak 30 menit lalu...


Dhira memilih untuk menyiapkan setelan hanan  ,,membersihkan sepatu hanan, dan menyiapkan sarapan untuk suami ,mertua dan adik ipar nya ,, ntah kenapa dhira merasa harus melakukan ini hari ini? Apa karna ini akan menjadi yang terakhir?,,,,


********


" mas sarapan dulu" ajak dhira


" gak usah, mas langsung kekampus aja"


" sarapan dulu ,biar bertenaga ngurusin acaranya"


" kamu aja yang sarapan, mas duluan, assalamualaikum" hanan tidak menghiraukan tangan nadhra yang terulur untuk menyalaminya,,


" hanannn" panggil bunda


Hanan menoleh dan berhenti ,


"itu tangan dhira mau nyalamin kamu"


Sejenak ia menatap tangan putih nadhira yang terulur ,,


" gapapa bund, dhira lupa kalo udah salam tadi dikamar"  sela nadhira, ia paham suaminya sedang marah sekarangg..


" hanan berangkat bun, assalamualaikum?"


" waalaikumsalam" jawab bunda dan nadhira kompak


Tak lama gibran turun dari kamar nya..


" bang hanan mana?" Tanya gibran


" udah duluan, abang mu dosen koor jadi harus persiapan pagi "


" lahh ,kak dhira kenapa belum siap siap?"


" nanti aja abis sarapan , gak telat kan sayang?" Tanya bunda


"  gak kok bund, "


" nanti naik apa perginya?"


" kayaknya taxi aja deh bund,"


" biar gibran aja yang anter kak, tapi gak bisa langsung mampir ,, gibran ada meeting soalnya"


" gapapa kakak naik taxi aja"


" masih sempet kok kalo nganter doang kak,, ntar gibran sama bunda dateng nya siangan ya,jam berapa."


" jam 11 "


" okee"


Ketiganya sarapan dengan tenang , setelah selesai dhira langsung bersiap untuk berangkat kegedung acara ..


" ya rabb engkau maha mengetahui segala isi hati, tolong tenang kan hati hamba, jaga kami ya rabb " setelah menatap dirinya di cermin dhira semakin khawatirr, kehamilan nya semakin terlihat ,, apa mereka akan bergmhenti menganggu ku setelah tidak melihat ku seminggu ini, atau akan semakin melukai ku karna kehamilan  hamba ini"


" ajibbbbbbbbb" teriakk  gibran hebohh


" kenapa hehh?" Tanya bunda yang kaget keluar dari dapur mendekati gibran


" liat kak dhira bund !" Hibran menunjuk nadhira yany baru keluar kamar..


Bu mika berbinar ,,

__ADS_1


" masyaallah......" kagum bunda


_______________^___________^________


__ADS_2