DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
tiga puluh empat


__ADS_3

" loh, kak dhira kok suara nya gitu?" Tanya gibran bingung, suara sang kakak ipar kesayangan nya itu sedikit lebih serak


" gapapa bran, kalau gitu kakak keluar dulu ya"  dhira bangkit dari duduk nya


" mau kemana ? Kita belum selesai" tanya hanan


" hehh apa yang belum selesai , wahh bangg,, lu gak ngapa ngapain kan " tanya gibran


Hanan menatap gibran tajam,  seketika gibran paham , terjadi sesuatu yang tidak mengenakan tadi


" lanjut dirumah aja ya mas , dhira gak mau debat lagi" jawab dhira lembut


" mas gak bakal mendebat omongan kamu , mas janji , tapi kita selesain sekarang yaa , jangan dibawa kerumah , gak enak sayang "


" kalian ada masalah? Masalah apa?" Tanya gibran serius


" gak kok bran , kamu ngapain kesini" dhira mengalihkan jawaban nya dari ucapan hanan tadi


" ini kak , tadi abis ketemu klien gibran pulang , trus bunda nyuruh nganterin ini ke kalian"gibran menunjukan paperbag ditangan nya


" itu apa?"


" kookies buatan bunda, rasanya ajib bener kak, rasain deh " dengan semangat 45 gibran berjalan kearah sofa dan membuka paperbagnya.


Dhira mengikuti langkah gibran , lalu memakan kookies yang di berikan padanya.


" gimana gimana?"


" enak , enak banget "


" kookies bunda emng gak ada tanding kak" bangga gibran


Hanan yang dari tadi diam mulai bersuara ,


" nadhiraa" panggilnya


" iyaa mas "


" masih sakit ?"


" eh sakit naon?" Heboh gibran


" udah nggak mas " jawab dhira sembari memegang perutnya


" mau kerumah sakit?


Dhira menggeleng


" perut kakak sakit? " tanya gibran khawatir


" nggak , tadi cuma kram aja "


" kok bisa?"


Dhira menggeleng lagi


" hmm bran "panggil dhira


" iya kak?"


" mau temani kakak gak?"


" kemana?" Tanya hanan cepat ,, bisa bisanya nadhira mengajak gibran sedangkan dirinya ada disini


" kemana kak ?" Tanya gibran


" hmm kakak tiba tiba mau minum jus ?"  Jawab dhira menunduk, sebenarnya ia ingin itu dari semalam namun ia tahan , hingga akhirnya dhira tak bisa menahan nya lagi


" kakak ngidam?"


Dhira mengangguk


" rasa apa,mau minum juz yang dimana?" Tanya gibran semangat


" sama mas aja " tegas hanan


" nggak sama gibran aja, mas kan ada kelas "


" gapapa ,bisa mas suruh asdos (asisten dosen) yang ngisi nanti "


" gak mau, tetep sama gibran aja , gibran gak sibuk kan ?" Tanya dhira


" gak kak  sampe besok pagi gibran free" jawab gibran antusias


" kamu marah sama mas?" Tanya hanan, benar benar diluar dugaan melihat sikap dhira padanya sekarang, hanan sangat antusias saat mendengar istrinya mengalami masa ngidam pertama kali,tapi kenapa dhira malah menolak ditemani


Dhira menggeleng


" kamu kecewa sama mas?" Tanya hanan lagi,


Dhira menggeleng lagi


" kalian berantem "


Pertanyaan gibran tak dihiraaukan keduanya.


" terus kenapa gak mau mas temani dan lebih milih gibran ?"


" gapapa mas , kamu juga masih punya tanggung jawab dikampus"

__ADS_1


" itu bukan alasan nadhira"


" kalau gitu gak ada alasan  mas" jawab dhira cepat


Hanan mengela nafas agar tak terpancing emosi


" okee , mas ikut "


" gak usah"


" mas gak mau tau kamu harus tetep ada dalam pengawasan mas" tegas dhira


" mas gak percaya sama gibran?"


" bukan gitu sayang, mas cuma mau ikut ngerasain gimana rasanya menuhin ngidam pertama kamu" hanan frustasi ..


" gak bisa mas ,maaf,  kalo mas ikut , dhira gak jadi aja beli jus nya" 


"Ehh jangan kak , bang ,lu ngalah dah  kalo kak dhira gak jadi minum jusnya lo mau anak lo ileran "


" sayang , mas minta maaf ,mas gak bakal berlebihan lagi " hanan menangkap tubuh istrinya ,, ia memeluk erat tubuh mungil itu


" iya mas,udah ya ,dhira keluar dulu , assalamualaikum "  dhira mencium punggung tangan suaminya ,dan berjalan melangkah kearah pintu


" oke kamu sama gibran ,mas di kampus, beli apapun yang kamu mau " putus hanan dan memberikan kartunya pada gibran


" gak usah bang duit gibran banyak, bisa beli 3 gerobak sekaligus " gibran menolak kartu yang diberikan abang nya


" gak usah nolak, lagipula kamu harus inget ,dhira istri abang , semua pengeluaran nya adalah bentuk nafkah abang"


Dhira berhenti sebentar


"Makasih mas" lalu melanjutkan langkahnya lagi diikuti oleh gibran di belakang.


*****


" bang jus nya 2 ya" ucap gibran


" rasa apa mas?"


" kak dhira rasa apa?


Dhira diam menunduk ragu,,


Melihat sang kakak ipar yang sedang berpikir, gibran berinisiatif " bang tolong buatin saya jus kiwi nya satu dulu ya , nanti yang satunya mikir dulu"


" oke mas, pakek susu atau gula mas?"


" gak usah semua bang, , soalnya dia udah manis ,nanti saya diabetes"canda  gibran sembari menunjuk nadhira


Siabang tertawa gelak ,,


" kak jadi mau rasa apa jusnya ?"  Ulang gibran


" kenapa dah? Pakek gak enak segala ,kayak sama orang lain aja kak" 


" hmm bentar yaa ,kakak pastiin dulu mau anak nya apa?"  Dhira menunduk sembari terus mengelus perut nya ,


Gibran terkekeh melihat tingkah polos kakak iparnya itu, ia tersenyum jahil dengan memvideo kan tingkah dhira dan akan ia kirim nanti ke abang nya


" bran?"


" iya kak?"


" hmm , kalau jus buah naga tapi rasa mangga ada gak ya?"


Tanpa sadar bibir gibran menganga..


" gimana ceritanya jus buah naga tapi rasa mangga kak?  Gibran baru denger"


" gak tau bran, tapi kakak mau nya itu, bisa diusahain gak ya"


" wahh bang hanan ketinggalan momen penting kalo gini bwahaha, ngidam pertama istrinya aneh  tapi lucu gini" batin gibran


" kak, kakak serius mau minum jus kayak gitu ?" Tanya gibran ragu, ia tak bisa membayang kan rasanya.


" iaa , tolong ya bran , tanyain sama abang nya "


" yaudah ,kakak tunggu bentar "


Gibran berjalan menuju gerobak jus


" bang "


" iya mas ?"


" ada jus buah naga rasa mangga gak ya ?" Tanya gibran ragu


Abang jus kaget,


" yaa gak ada atuh mas" jawab nya cepat


" gimana ya bang, bisa diakalin gak kira kira, soalnya istri saya lagi ngidam,  dia mau nya cuma minum jus disini, tolong ya bang ,ntar anak saya ileran" bohong gibran, ini juga termasuk dalam rencana nya membuat hanan kesal ..


" duh mas ,saya usahain deh,  ntar saya blenderkan buah naga terus di kasih toping mangga ya ,gitu aja gimana?"


" terserah abang aja mah, saya juga bingung yang penting jus buah naga rasa mangga"


" oke mas, yang sabar ya mas ,  istri mas ngidamnya gak terlalu aneh itu, istri saya kemaren ngidam nya mau megang pala nya cristhian ronaldo mas, gimana gak modar saya" bisik siabang

__ADS_1


Mendengar itu gibran tertawa keras ,,


"Bwahaha ,jadi gimana bang? Beneran diturutin ?" Tanya gibran


" yaa gak mas ,saya beliin poster cristhian ronaldonya aja terus dielus sama istri saya "


" hahahah , ngidam nya ibu hamil itu aneh aneh yaa bang, tapi untuk kita yang nurutin rasanya membahagiakan pas bisa menuhin keinginan mereka" ucap gibran tulus


" bener banget mas,"


" ya udah saya kesana dulu, tolong diusahain ya bang " pamit gibran


Ia berjalan mendekat dengan tawa yang masih tersisa..


" bisa bran?" Tanya dhira


" apa yang gibran gak bisa kak? Bisa semua" bangga gibran


" makasih yaa dek " ucap dhira berbinar


" gak kebayang nanti gimana cakep nya anak kalian " ceplos gibran


" loh emang kenapa?"


" yaa karna bayi itu lahir dari rahim kak dhira yang cantiknya luar dalem gini "puji gibran tulus


Dhira tersipu, pipinya merona


" wahh wahhh, mata gibran beruntung banget kak"


" kenapa lagi hm?"


" itu pipi kakak rona nya indah banget kayak  sunset" lebay gibran


dhira tertawaaa kerass, adik iparnya ini benar benar pandai menyenangkan orang lain,


Jujur saja ,semenjak dhira tau bahwa gibran yang menabraknya hingga membuatnya berakhir menjadi kakak ipar dari gibran sendiri,  dhira tidak pernah membenci gibran ,dhira tau gibran laki laki baik dan melakukan nya tidak sengaja, dhira melihat ketulusan dan tanggung jawab nya mengobati dhiraa,


" permisi mas ,mba ,ini jus buah naga rasa mangga nya"  ucap siabang


" makasih bang"


" makasih ya bang, maaf merepotkan " santun dhira


" iya mba gapapa, semoga kandungan nya sehat sampai melahirkan yaa ," ucap nya tulus


dhira mengangguk dan tersenyum .si abang pun kembali ke gerobaknya


" udah kak, jangan senyumin abang nya terus ,ntar gibran di gorok bang hanan"


Dhira pun melihat jus nya, warna merah buah naga dengan toping mangga yang melimpah , seperti nya sangat menggoda


Melihat dhira yang tak merespon nya menarik jiwa pengacara gibran


" kak dhira sama bang hanan berantem?"


Dhira menggeleng


" terus kenapa kakak gak mau sama bang hanan?"


" kamu terpaksa nemenin kakak?" Tanya dhira balik


Gibran gelagapan


" gak gitu kak, tapi tadi bang hanan sempet nanya kakak marah atau nggak sama bang hanan kan? Makanya gibran nanya?"


" gapapa dek, kakak aja yang terlalu sensitif tadi, "


" yaudah ,tapi kalau kakak butuh tempat cerita ,gibran siap nampung cerita kakak"


" makasih ya gibran, "


Dhira mencicipi jus nya,  ia mengernyit saat tau rasanya..


" gibran abisin jus kakak yaa, siniin jus kamu?" Dhira mendorong gelas nya


" lohh?" Kaget gibran


" abisin yaa dek"


"  kakak tadi kan mesen nya ini ,kok dikasih gibran ?"


" rasanya aneh, kakak mual"


"Pesen yang baru aja yaa, kakak mau jus kiwi kayak gibran kan?"


" gak mau, kakak maunya punya kamu, terus kamu minum punya kakak"


" ya allah kak, kalo kata kakak aja rasanya aneh ,terus apakabar gibran?"


" kamu gak mau? Kamu jijik yaa minum bekas kakak?" Sendu dhira, matanya berkacaa


Ehhh?


Gibran takut sekarang, bukan takut dengan rasa jus nya, tapi takut dengan reaksi hanan yang mungkin akan membunuhnya kalau tau dhira menangis karna dirinya..


" oke oke, gibran minum, jangan nangis dong kak, ntar gibran gak selamat nyawanya sama bang hanan"


Mendengar itu dhira sumrigah ,ia menukar sedotan terlebih dahulu,  lalu menukar gelasnya..

__ADS_1


Dan jangan tanya bagaimana gibran sekarang..........


____________


__ADS_2