DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
Dua Puluh Dua


__ADS_3

" BAWA DIA KE MOBIL SAYA!!" Titah dio panik


Dhira sangat kaget mendengar teriakan dosen nya ini..


Nadhira hendak dipapah berjalan


" jangan.. jangann pak , " jawab dhira meringis sakit  ,,


Kalau ia kerumah sakit maka suaminya akan panik menemuinya dan semuanya terbongkar..


" nadhira lo harus di obatin"  desak danu


" kalau uks masih buka , aku ke uks aja "  suara nadhira melemah


"  tubuh lo banyak banget ngeluarin darah, di uks gak lengkap dhir"  jawab danu gusar


" aku mohon ,  aku juga gak tau luka ku dimana ,, kaki ku mati rasaa nu"


" ahh ,maka nya lo dengerin gue dulu  , gapapa gapapa , siapapun juga tau lo kenapa napa " kesal danu


" Turuti saja danu, mungkin ada alasan


Kenapa dia gak mau ke rs"  jawab salah satu wanita yang memapah dhira


" gakk bisa , kita harus periksa kerumah sakit " jawab  dio tegas


Dari tadi ia hanya memperhatikan nadhira yang terus meringis kesakitann,


" pak dio bener, dhiraa lo gak boleh keras kepala, kasian orang orang yang khawatirin lo"  timbal danu


Nadhira menundukk menatap gamisnya, bahunya bergetarr, darah apa inii? Kenapa banyak sekali


" panggil petugas uks wanita " tirah dio tegas dengan nada rendah


" s...ssaya pak " ucap salah satu wanita yang sedari tadi menonton


Dio menatap sarkas mahasisiwi itu, bagaimana bisa ia hanya menonton saja melihat teman nya bersimbah darah..


" bantu dhiraa kemobil saya , dan kamu danu.. ikut saya kerumah sakit "


" iya pak "


Mau tidak mau Nadhira menurut saja,


" mari mba saya bantu " ucap wanita itu ,,


" arghhhh" rintih dhira


" Pelan pelan saja mbaa"  jawab nya


" terima kasih"


Dhira dan perempuan tadi masuk kepintu belakang ,sedang danu duduk dikursi depan bersama dio yang menyetir


" p.ppak maaf ,mobil bapak jadi kotor terkena darah saya "  ucap melemah ,kini rasanya ia setengah sadar..


Dio diam tak menjawab, di hatinya berkecamuk mengkhawatir kan nadhiraa ,


" dhirr ,lain kali lo jangan gini laa ,bisa bisa nya lo buang berkas skripsi lo gitu aja terus lari nyelamatin orang asing " cetus danu


Nadhira diam saja ,ia tak punya tenaga sama sekali ..


" lo juga baru pulih dari kecelakaan di jogja kan ,, kata lo ,lo sempet koma kan , dan sekarang lo udah ketabrak lagii, iyaa tuh anak selamat, tapi bisa bisa lo yang gak selamat lo tau gak " omel danu , ia khawatir, nadhira adalah salah satu teman sekelas dimana ia yang menjadi ketua kelas nya , dan mereka berteman terbilang cukup dekat bersama mentari jugaa..


" jangan  ngomong sembarangan, gak ada yang gak selamat" tegur dio dingin


" maaf pak" jawab danu


" argghhh ,astaghfirullah " nadhira mengerang sakitt, 


" mbaa ,itu darahnya merembes terus "  cetus  wanita disamping dhira


" ya allah  ,,sakit banget hikss  , " nadhira terus mengerang kesakitan


" dhirr ,lo tahan dulu yaa ,kita bentar lagi sampe" tenang danu, ia menoleh kebelakang


" mbaa ,b.bboleh saya cek ?  Biar kita tau apa yang luka dan menghentikan darahnya " Tanya wanita itu ragu


nadhira mengangguk kecill,


wanita itu hendak menyingkap gamis  nadhiraa, tapi dio menghentikan nya


" tunggu "  sentak dio


Danu menatap  dosen nya itu,,


" Danu ,menghadap kedepan!!" Tegas dio

__ADS_1


Sontak danu memutar tubuh nya dan  menghadap lurus kedepan., dio juga memutar  spion kecil di dalam mobil nya


" jangan mengintip sampai dia bilang selesai" ingat dio kepada danu


" baik pak "


" silah kan" ucap dio yang ditujukan nya kepada wanita di dekat nadhira..


Wanita turun dari jok mobil dan menyingkap gamis nadhira sedikit ,, ia terkejut , celana panjang yang dipakai nadhira sebagai dalaman dari gamis nya benar benar sudah merah karna darahh ,


" m.mmmaf pak "  panggil wanita itu terbata


" kenapa?" Tanya dio  cepat


" apa bapak punya gunting?" Yahh ia bemaksud menggunting celana dhira untuk mengetahui apa ada luka dibalik celana itu ,


" ada, danu tolongg ambilkan gunting di dashboard dekat kamu"


dengan cepat danu mencari gunting yang dimaksud , dan setelah ia temukan ia langsng hendak memberika nya  kepada wanita itu tapi ..


" Biar saya saja yang memberikan nya ,,sini " tahan dio, lalu merebut gunting di tangan di danu,


Dio takut danu mencuri pandang untuk melihat nadhira bila danu yang memberikan..


Wanita itu menggunting celana panjang nadhira,,  ia terkejut saat  melihat luka sepanjang 27 centimeter menganga di antara paha dan betis  putih nadhiraa ,,


" ASTAGHFIRULLAH " luka itu yang mengeluarkan darah sebanyak inii,


" k...kkenapa mba?" Panik danu ,, begitu juga dio, iaa memegang stir kuat


Wanita itu tak menjawab ,,  iaa segera menggunting celana nadhira yang satunyaa untuk  ia tutup kan ke luka besar dhira guna memperhambat untuk terus keluarnya darah..


" pakk ,bisa lebih cepat?" Ucap wanita ituu panik


" baik " dio mengebutt  ,, kenapaa? Kenapa wanita itu menjerit istighfar setelah mengecek nadhiraaa..


**********


Dirumahh,. 


Hanan menatap jam kamar nya khawatir ,, sekarang sudah jam 5 sore, kenapa nadhira belum menghubunginya untuk meminta jemput ,, bukan kah istrinya sudah setuju kalau pulang akan ia jemput


Ia berkali kali menelpon nadhira namun bukan nya suara istrinya yang ia dengar malah suara operator lah yang terus menerus menyambut telpon nyaa..


" kemana sih kamu dhir,, ini ponselnya gak aktif jugaa, masa iya masih bimbingan " risau hanan ,..


Hanan merasa tak tenang , ia langsung mengambil kunci mobil dan menuju kampus,,


******


Rumah sakitt.....


" bagaimana keadaan teman saya dok ?" Tanya danu cepat ,, saat melihat seorang dokter wanita keluar dari ruangan dimana nadhira diperiksa


" apa keluarga pasien disini?"  Tanya dokter lagi


" tidak ada dok , saya dosen nya , biar saya yang bertanggung jawab "  jawab dio cepat


" hmm apa kalian bisa menghubungi keluarga nya?"


Danu menggeleng


" tidak dok, ibunya baru sajaa meninggal 5 bulan lalu, mungkin ada paman atau bibinya tapi  di jogja, k.kkami bahkan tidak tau nomor atau nama keluarga nya" jawab danu


" baiklaah , saya bicara dengan kalian saja "


  Danu dan dio mengangguk cepat..


" pasien memiliki luka besar di kaki kirinya ,lebih tepatnya di antara paha dan kaki ,,luka itu sepanjang 27 cm , dan cukup dalam , "


" astaghfirullah "  batin dio


" kami sudah menutup luka nya , tapi pasien mengeluarkan banyak darah , dan dia butuh donor"


" darah apa dok?" Tanya dio


"  B+"


" berapa banyak?" Tanya dio lagi


" 2 kantong "


" baik, tunggu sebentar " dio mencari sesuatu di ponsel nya  lalu menelpon seseorang


"  bisa kah saya minta darah B+ 2 kantong?"  Ucap dio kepada orang yang diseberang telpon


"......."

__ADS_1


" yahh, tolong kirimkan secepatnya , nanti saya kirim nama dan alamat  rumah sakitnya "


".........."


" baik , terima kasih ,saya tunggu, "


Ucap dio ,lalu ia menutup telponnya


" setengah jam lagi darah sampai dok , saya mohon lakukan semua proses pengobatan nya semaksimal mungkin " ucap dio kepada dokter itu


" baik pakk"


" jadi teman saya bagaimana  sekarang dok?" Tanya danu lagi, ia sempat tercengang dengan sikap tangkas dosen nya ini..


" sekarang pasien sedang dalam pengaruh bius , untuk satu jam  kedepan  mungkin pasien tidak akan sadarkan diri "


" baik dok terima kasih "


Dokter mengangguk dan pamit ,,


" mbaa boleh saya minta tolong lagi"


Ucap dio sopan kepada wanita yang membantu nadhira tadi


" iya pak?"


" bisa tolong cek keadaan nadhiraa  kedalam?"


"  biar saya saja pak " cetus danu


" tidak bisaa "  jawab dio tegas


" lohh kenapa pak, saya mau lihat keadaan teman saya " sewot danu  ia cukup kesal dengan sikap dosen nya ini sejak dari mobil tadi..


" mbaa tolong rapikan kerudung dan pakaian nadhira ya , jangan ada sehelai rambutnya yang terlihat  , setelah itu kami  akan masuk "  dio tidak menanggapi protesan danu padanya ,ia langsng mengungkapkan permintaan nya kepada wanita itu


" baik pak, kalau begitu saya masuk dulu"  ucap wanita itu sembari berjalan masuk..


Sedangkan danu terdiam menatap kagum dosen nya ,, dio yang merasa risih pun protes


" kenapa memandangi saya seperti itu" tanya dio risih


" bapak gentle banget"  jawab danu kagum


" maksud nya ?"  Bingung dio


" ternyata dari tadi bapak ngeselin itu untuk menjaga aurat nya dhiraa, wih pakk , saya laki laki saja ecxited banget sama sikap bapak " puji danu tulus


" biasa saja , memang sudah seharusnya seperti itu " jawab dio santai


" gak biasa loh pak, luar biasa banget  ini mah ,bapak bukan nya menjaga pandangan bapak  saja , tapi juga berusaha menjaga pandangan saya , duhh kalau saya perempuan , saya pasti ngebet banget sama bapak hehe" puji danu lagi, ia benar benar kagum dengan dosen nya ini


Dio tersenyum tipis,, " terima kasih, tapi apa menurut kamu seperti itu ?" Tanya dio ragu


" iya dong pak, bapak tu gentle banget, apalagi waktu bapak nelpon seseorang untuk ngirim darah buat nadhira tuh behh klepek klepek saya pakk,  nanti saya ceritain deh sama dhira  gimana baiknya pak dosen" antusias danu


Dio tak bisa mengelak , jujur saja ia sedikit senang dengan pujian dari mahasiswa ny itu..


" p.pak ,,sudah selesai " panggil wanita ituu..


Mendengar ucapan itu danu dan dio berjalan masuk untuk melihat kondisi nadhiraa..


Dio menghela nafas berat, melihat mahasiswi bimbingan nya ini terbaring di brangkar rumah sakit dengan wajah pucat ,membuat dadanya sesak..


" nihh orang  kebaikan banget dahh , untung cuma dua kantong darah lu ilang dhirr ,kalo banyak kan mahal kita nebusnya " ceplos danuu, walau seperti itu dio bisa mendengar jelas kekhawatiran di dalam kalimat itu..


"  danu?"  Panggil dio


" iya pak gentle"


" panggil saya dengan sopan .."


" hehe ,iya pak dosen"


" saya dosen kamu kalau sedang dikampus , sekarang kita di rumah sakit danu "


" ehh iya pak dio " ralat danu lagi


" kamu tau kronologi kecelakaan dhira?"


Danu mengangguk


" ceritakan!"


" jadi begini ...............?"


___________________

__ADS_1


Pokoknya minta maaf banget buat alur yang gak jelas ini🤣


__ADS_2