DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
Dua puluh empat


__ADS_3

" mas aku mau makan itu ya?" Pinta dhira sembari menunjuk gerobak rujak dipinggir jalan


" nggak, kamu suka gak mikir nanti ngasih cabe nya" larang hanan


Yahh hari ini adalah hari weekend ,itu artinya sang suami libur dan mereka akan melakukan quality time


" gak kok mas , sedikit aja ,, boleh yaa"


Rayu dhiraa


" gak boleh sayang , sedikit versi kamu itu bisa 20 biji" jawab hanan tegas , pandangan nya lurus menatap jalan


" mas gak sayang dhira ya?" Tanya dhira sendu


" hehh kata siapa?" Jawab hanan kaget


" buktinya mas gak mau nurutin dhira" jawab dhira berkaca kaca


" heii sayang , mas gak bolehin kamu itu karna gak mau kamu sakit perut ,bukan karna mas gak sayang kamu "


Nadhira menundukk,  melihat itu hanan menepikan mobil nyaa  ,,ia tidak bisa fokus menyetir kalau istrinya seperti ini..


" nadhiraa, mas bolehin kamu beli rujak nya minggu depan yaa, jangan sekarang sayang, kamu baru pulih juga, nanti perutnya sakit " jelas hanan lembut sembari mengelus khimar nadhira


"  tapi aku pengen nya hari ini mas" airmatanya  menetes sejak tadi ,dhira tau dia berlebihan ,tapi desakan air mata itu tak dapat ia tahan ,,


" loh lohh kok nangis?" Tanya hanan panik


Nadhira diamm,, ia menghapus airmatanya dengan ujung jilbab


" sayang ," panggil hanan lalu memeluk  istrinya sayang


" kamu kenapaa? Luka kamu sakit lagi , sini mas liat dulu yaa" tangan hanan bergerak menyingkap gamis istrinyaa, 


Nadhira menahan tangan hanan sambil menggeleng ..


" yaa terus kenapa nangis yang?,  bikin mas khawatir aja ahh"


" dhi..dhira mau rujak , tapi mas gak bolehin " jawab dhira sesegukan


Mendengar itu hanan cengoo... jadi istrinya menangis karna rujakk


" kamu kenapa sayang ? Kamu gak pernah gini lohh  ,, biasanya paling malu nangis " ucap hanan heran


" hikss hiks mau rujak mas " ucap.dhira sesegukan


" oke oke , kita beli rujak , stop nangisnya  mas muter mobil dulu "


Dhira mendongak ,,


" boleh ya mas? " tanya nya antusias


" iyaa boleh ,, tapi cabenya dikit aja yaa" tawar hanan


Nadhira mengangguk cepat , wajah nya terlihat begitu sumigrahh ,,hanan tersenyumm melihat perubahan mood istrinya ini..


" berapa?"


" 15 biji yaa" mohon dhiraa


" nggak, 5 aja"


" loh mas banyak banget ngurangnya "


" kalo gitu 7 "


" 12 yaa mas "


Hanan menghela nafas ,, ini yang tidak ia suka ,, bisa bisanya 15 biji cabe dhira anggap sedikit..


" yaudah 10 ,, gak ada lagi tawar menawar" putus hanan


" yahh mas ,......"


" 10 atau gak usah beli sekalian?" 


Nadhira diam berpikir, lalu mengangguk tersenyumm..


" oke " hanan membuka kaca mobilnyaa


" loh mas mau ngapain?"tanya dhira bingung


" yahh mesen rujak kamu sayang "


" ihh kamu nya turun atuhh, gak boleh gitu suamiku, gak sopan" ingat dhira


Hanan tersenyum lembut mendengar gerutuan istrinya..


" duhh, punya istri baik banget sihh " canda hanan sembari mencium gemas pipi dhira..


Nadhira hanya tersenyum menerima perlakuan manis suaminya ,,


" kamu tunggu bentar yaa  sayang yaa" 


" iya mas ,hati hati , makasih ya mas suami"


" sama sama sayang istri "

__ADS_1


Nadhira terkekeh mendengar jawaban aneh suaminya itu,,


Hanan turun dan menghampiri gerobak rujak ..


" pak saya mau rujak nya 2 porsi ya"  pinta hanan sembari tersenyumm..


" ehh iya mas ,  mau pedas apa nggak ?"


" yang satu cabe nya 8 ya pak, yang satu lagi gak usah dikasi cabe " 


Si bapak mengangguk lalu mulai meracik bumbu..


" beli buat siapa mas " tanya sibapak ramah


" buat istri pak" jawab hanan sumrigah ,, ia sangat bangga dengan kata istri yang barusan ia sebutt, 


" ohh..  istri nya lagi ngidam ya mas?"  Celetuk si bapak sambil ngulek


Hanan terkekeh ..


" ahh nggak pak , ini istri saya tiba tiba pengen rujak aja"  kekeh hanan


" wahh yang tiba tiba kayak gitu biasanya lagi isi loh mas ,terus ngidam" jawab si bapak ikut terkekeh


Hanan kaget,, benarkah istrinya saat ini tengah ngidam..


" ahh masa sih pak " tanggap hanan


" iya mas , istri saya juga gitu  waktu hamil anak pertama, dia tiba tiba ngotot banget mau rujakk, ehh bener, pas diperiksa ternyata dia lagi hamil dan keterusan ngidam rujak, makanya saya sekarang jadi tukang rujak " jelas si bapak  sambil bercanda


Hanan tertawa, menurut nya bapak ini sangat ramah ..


"  ini buah nya pakek semua ya mas?"


" iyaa pak , pakek semua"  sibapak mulai memotong buah


" nanas pakek juga mas?"


Hanan mengangguk


" ihh bahaya atuh mas "


Hanan bingung ,kalau bahaya kenapa dijual


" bahaya apanya pak?"


" itu lohh,  kalau bener istri masnya lagi hamil muda , terus makan nanas  bisa keguguran sebelum ketauan " jelas si bapak


Tubuh hanan tegang..


Si bapak terkekeh sambil memasukan kembali buah nanas yang tadi ia pegang....


" nihh mas, nanti kalau sudah pulang langsung periksa aja mas, kasian anak nya kalo belum ketauan sampe sekarang"


"Iya pak,  berapa?"


" 20 ribu mas"


Hanan memberikan uang 100 ribu satu  lembar..


" kembalian nya buat bapak aja,"


" lohh ,,ini kebanyakan mas "


" gapapa pak , anggap ini uang konsultasi saya tadi " jawab hanan tersenyum


" haha ya udah saya terima ya mas ,, semoga kandungan nya sehat " jawab si bapak


Wajah hanan memanas,, pipinyaa memerahh, ia sendiri tidak bisa membayangkan sebahagia apa keluarganya jika benar nadhira hamil..


" assalamu' alaikum istriku" ucap hanan saat masuk  mobil


" waalaikumsalam suamiku " balas dhira tertawaa dan dibarangi hanan


" nihh pesenan nya ibu negara "


" lohh mas kok beli duaa sih?"


" iyaa mas kan juga mau sayang "jawab hanan santai


" ihh maksud dhira, dua itu kedikitan mas ,dhira mau 6 porsi "


Hanan tersedak air ludahnya sendiri


" banyak banget , siapa yang  abisin?"


" dhira loh mas ,kan dhira yang minta"


" jangan bercanda yang, perut kecil gini mana muat rujak 6 porsi"


" ihh muat kok, beli lagi dong mas"  rengek dhira


Hanan memandangi nadhira , apa benar nadhira hamil,? Apa sikap nya seperti ini karna hormon mengandung,? Ahhh semoga saja benar


" iya sayang, mas beliin lagi , tapi nanti , sekarang temani mas ke apotek dulu ya"


Raut dhira berubah khawatir

__ADS_1


" m.mmas sakit? Sakit apa mas?"


Hanan menggeleng


"  nggak sayang "


" terus mau beli apa ke apotek ?"   Tanya nadhira berkacaa


Hanan tersenyum tulus , ia memegang puncak kepala nadhira lalu memejamkan mata nyaa..


"  ya allah ,jika engkau meridhoi, hamba mohon  wujudkan harapan  ini,namun jika belum? lindungi perasaan hamba untuk tidak terlalu berharap" batin hanan


" ya udah ,ayo mas kita ke apotik, ke apotik deket rumah aja yaa, biar nanti langsung pulang terus mas istirahat . " ajak dhira  dhira khawatirr..


Hanan menjalan kan mobilnya , jelas  saja hati nya bertambah tak karuan saat tespeck sudah ia kantongi, hatinya benar benar berharap positiff, namun pikiran nya berusaha menepis harapan itu agar tidak terlalu kecewa apabila negatif nanti..


******


" mas istirahat yaa , dhira ambilin mas minum duluu"


Sesampainya dirumah tadi ,,hanan dan dhira langsung menuju kamar,,


" yang?" Panggil hanan menahan dhira yang hendak pergi kedapur..


Dhira menoleh


"Sini dulu, duduk samping mas?"


Dhira mendekat..


"Kenapa mas? Mau dipijitin?"


Hanan menggeleng .. ia terus menatap mata indah istrinya..


" terus kenapa?"


" sebelum nya mas mau tanya sama kamu "


" apa ?"


" kamu udah siap jadi ibu ?" Tanya hanan lembut


Dhira diamm, jujur saja , ia sedikit sensitif dengan pembahasan ini


" kalau mas gimana? Udah siap jadih ayah?" Tanya dhira balik


Hanan mengangguk tuluss,, dhira bisa melihat keantusiasan  dimata suaminya..


" mas udah siap lahir batin dan mau banget"


" apa yang membuat mas se siap itu?"


" mas gak tau ,  tapi untuk materi ataupun mental ,insyaallah mas udah siap banget yang, "


Dhira menunduk,, hati nya bergetar mendengar ucapan sang suami..


" kenapa nunduk  hm? Kamu belum siap ?" Tanya  hanan redup


Dhira menggeleng


Seketikaa  wajah hanan muramm, kenapa nadhira belum siap?  apa dhira tidak mau punya anak dari nya?


" dhira gak punya alasan untuk belum siap mas, dhira punya suami  sebertanggung jawab mas, itu cukup banget buat dhira siap punya anak"  jawab dhira tulus


Hanan mendongak sumrigahh..


" kamu beneran?"


Dhira mengangguk


" kalau gitu kita tes yaa "  hanan mengeluarkan benda kecil di sakunya


Dhira terkejut melihat apa yang ada ditangan suaminya


" mas beli ini di apotek tadi,  mas ngerasain perubahan sikap sama mood kamu,, kamu juga sensitiff dan mudah nangis, ini kayak bukan kamu , makanya mas mutusin buat beli ini"


" tapi dhira gak mual mual mas?" Jawab dhira lesu..


" iya mas tauu,  tapi ada baiknya kalau kita cek aja" jawab hanan menenangkan


Dhira diamm


" sayangg" panggil hanan


" dhira takut hikss ,dhira takut ngecewain mas" tangis dhira


" gakk sayang, kalau hasilnya gak sesuai dengan harapan kita  itu artinya allah mau kita pacaran dulu   " 


" t..tapi dhira bisa liat mas antusias banget  tentang ini, "


" udah gak usah nangis sayang nya mas , kita bisa cek besok kalau kamu takut hari ini"


Dhira diam menunduk,, ia menelisik masuk kepelukan suaminya..


**********


Hayooooo wkk , kalian berharapnya gimana ?

__ADS_1


__ADS_2