
" assalamualaikum, permisi pak hanan " ucap danu dan mentari serentak
" masukk ,danu ,tarii" ajak hanan ramah
Danu dan tari dibuat terkejut melihat begitu banyak makanan dan terlihat sangat menggoda lidah telah tersaji diatas meja sofa hanan
" wihh ada acara apa pak ?" Tanya danu
" bapak lagi ulang tahun ? Ini ceritanya bapak ngundang kita apa gimana?" Tanya tari heboh sembari menatap makanan itu
Hanan menggeleng tersenyum "ini sengaja saya pesan untuk kalian , silahkan duduk dan di makan"
Tari dan danu saling tatap,
Mereka duduk canggung dihadapan hanan.
" ada apa ini pak? Kenapa kami dipanggil kesini?" Tanya danu sopan
" hmm kalian makan dulu saja " tawar hanan canggung..
" tidak pak, katakan dulu apa maksud semua ini" tanya danu lagi sembari menahan tangan mentari yang sudah bergerak mengambil makanan, ia merasa aneh dengan sikap dosen nya ini..
Hanan terdiamm, bagaimana cara ia memulainya..
" saya sedang memikirkan harus dari mana saya memulainya, tunggu sebentar " hanan mengusap wajahnya gusar..
Danu dan tari menatap aneh hanan yang saat ini sedang gelisah ..
" okee , tapi tolong untuk jangan bereaksi berlebihan "
Mereka mengangguk cepat ,
Berkali kali hanan menarik nafas berat
" sehari setelah dimana nadhira di yogyakarta saat ibunya meninggal , dia mengalami kecelakaan, saya yakin kalian pasti sudah tau tentang itu "
Lagi lagi mereka mengangguk..
" sebenarnya orangg yang menabrak nadhira adalah adik kandung saya"
Danu diam mendengarkan , sedangkan tari batuk tersedak air liurnya sendiri
" kami membawa nadhira kerumah sakit untuk segera ditangani , tapi allah berkata lain , saya tidak mengerti kenapa nadhira bisa terluka separah itu ,"
" awalnya saya tidak tau kalau korban nya adalah nadhira, tapi saat saya masuk untuk memeriksa nya, saya benar benar kaget melihat nadhira disana , dia terbaring penuh luka dengan hijab yang telah dilepas dokter, saya benar benar tidak sengaja melihat rambutnya"
" rambut nadhira cantik yaa pak,Saya pernah lihat sekali, dan itu halus banget" sela tari semangat
Danu menoyor kepala tari
" gak usah ngelawak lu, ini lagi serius,, " ingat danu
Tari menatap tajam danu ,
" silahkan dilanjutkan pak" ucap danu
" diwaktu yang bersamaan dokter memberi tahu kalau dhira butuh operasi sesegera mungkin dan butuh persetujuan keluarganya"
" tapi dhira gak punya siapa siapa pak?" Lirih tari
Hanan mengangguk tipis ,matanya tertunduk menatapa jemarinya yang bertaut kuat.
" ,untuk menyelamatkan nadhira ,saya mengambil keputusan besar yang akan mempengaruhi kehidupan saya dan kehidupan nadhira nantinya"
Hanan menarik nafas panjang
" Saya menikahinya ,,,, itu saya lakukan agar bisa menjadi wali nadhira,dan menanda tangani surat persetujuan operasi itu "
Jangan tanya reaksi danu dan tari, mereka benar benar mematung ditempat,saat mendengar bahwa sahabat nya telah menikah dengan dosen dikampus mereka sendiri..
" pakk..." tari tak sanggup berkata kata lagi
" tolongg, jangan ber reaksi dulu"
" saya menikahi nadhira bukan hanya karna kecelakan itu, tapi saya memang sudah menaruh hati padanya sejak dua tahun lalu, karna itu keputusan saya membulat begitu saja ,,"
" dan setelah dhira pulih , ia tinggal bersama saya, saya pikir nadhira akan membenci saya karna keputusan saya yang menikahi nya saat dia sedang koma "
" tapi diluar dugaan ,setelah menjadi istri saya nadhira benar benar membahagiakan ,dia menjalani peran nya sebagai istri dengan sangat baik, dia menerima saya dengan sebegitu lapang nya "hanan tersenyum mengingat itu
" saya berencana mengumumkan berita ini dikampus, saya sangat bahagia menikahinya, karna itu saya ingin siapapun tau kalau nadhira istri saya,,"
" tapi nadhira mau merahasiakan ini, ia ingin menikmati masa masa terakhirnya dikampus dengan nyaman sampai wisuda,awalnya saya menolak ,tapi dhira benar benar tidak ingin kalian memperlakukan nya istimewa karna statusnya sebagai istri saya "
" jadi tolong, tetap lah berpura pura tidak tau tentang ini, dan terus memperlakukan nya seperti biasa"
" apa karna ini bapak marah , saat mendengar saya membicarakan kebaikan pak dio kemarin pada dhira?" Tanya danu ragu
__ADS_1
Hanan mengangguk " jujur saja , saya lebih tau dari kalian tentang perasaan pak dio yang mencintai nadhira ,, saya benar benar tidak ikhlas istri saya dicintai pria lain selain saya, tapi saya bisa apa disaat satu orang pun tidak ada yang tau tentang kami dikampus ini"
" maaf kan saya pak hanan , saya benar benar tidak bermaksud mempengaruhi nadhira tentang pak dio " sesal danu,sesama lelaki danu paham betul perasaan dosennya saat itu
Hanan tersenyum maklum " tidak apa danu, terimakasih sudah mengerti"
" tapi kenapa bapak memberitahu kami tentang ini?" Tanya tari
Hanan kembali menyunggar rambutnya resah,,
" kenapa pak hanan? Apa ada masalah dirumah tangga kalian ?" Tanya danu
Hanan menggeleng
" saat ini nadhira sedang hamil, usia kandungan nya sudah 12 minggu"
" massyaallah, bapak serius , nadhira beneran lagi hamil ?" Tari sangat antusias mendengar itu
Danu menatap ekspresi sendu hanan
" ini kabar bahagia pak, tapi kenapa anda terlihat muram?"
Air mata hanan menggenang ,, beberapa kali ia mendongak untuk menahan airmatanya,, sungguh nadhira adalah kelemahan terbesarnya
" banyak sekali yang tidak bisa saya jelaskan kepada kalian dan saya harap kalian mengerti, saya sangat bahagia mendengar kabar kehadiran buah hati kami dirahim nya,,tapi......." hanan tak sanggup melanjutkan ucapan nya
" tapi apa pak?" Tanya tari was was
" nyawa nadhira sedang terancam,ada sesuatu hal yang membahayakan istri dan bayi saya,,jadi saya mohon pada kalian ,tolong jaga nadhira selama ia tidak dalam jangkauan saya" mata hanan memerah
Danu dan tari terpaku , sahabat mereka sedang dalam bahaya, ?
" nadhira tidak tau apa apa tentang ini, saya tidak ingin nadhira tau dan membuatnya khawatir berlebihan"
" saya meminta kalian kesini untuk menjaga nadhiraa, tolongg ,,saya tidak bisa melarang nya untuk tidak kekampus,karna nadhira mudah tertekan"
" pakk..." danu memberanikan diri untuk menepuk pelan pundak dosen nya itu ,
Danu yang hanya seorang sahabat saja merasa sakit saat tau sahabat nya sedang menjalani masa seberat ini, apalagi dosen nya selaku suami dan ayah yang sewaktu waktu akan kehilangan 2 nyawa itu selamanya,, danu tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya
Sedangkan mentari sudah menangis sesegukan ditempatnya, bagaimana bisa gadis semungil nadhira terus menjalani kehidupan yang berat.. kenapa allah sangat tidak adil dengan nadhira?
" pak hikss, anda tenang saja , kami akan memastikan dhira baik baik saja dikampus ,, kami akan menjaganya dan merahasiakan ini"
" terima kasih, terima kasih banyak"
" terima kasih danu , tolong rahasiakan ini dari istri saya, bersikap lah seolah olah kalian tidak tau, bisakah kalian berjanji?"
Danu dan mentari mengangguk mantap..
Tiba tibaa...
...Tok tok tokkk......
Lagi lagi suara ketukan pintu menganggu ..
hanan bangkit dari duduk nya ,ia mengelap mata sebentar dan bertanya..
" siapa?"
" saya Nadhira prameswari pak" sahut dhira dari luar ,,
Sontak itu membuat ketiganya kaget.... hanan melihat jam ,ini sudah jm makan siangg...
Hanan memberi isyarat untuk danu dan tari bersembunyii ,,mereka yang langsung paham langsung masuk kekamar mandi untuk bersembunyii,, setelah merasa aman hanan membuka pintu
" silahkan masuk nadhira"
Dhira melangkah masuk" terimakasih pak"
Hanan menutup pintuu,, ia berusaha tenang agar nadhira tidak curiga
Dhira merentang kan tangan nya , hanan yang paham langsung menyambut tubuh itu
" assalamualaikum mas" sapa dhira dalam pelukan hanan
" waalaikumsalam sayang" jawab hanan tulus, sejenak ia lupa ada 2 orang yang bersembunyi di kamar mandi ruangan nya
Sedangkan danu dan tari yang mendengar panggilan sayang dari dosen nya untuk nadhira sangat terkejut dan menutup mulut masing masing
Dhira menatap makanan diatas meja
" ada acara apa mas?"
" ohh ,itu tadi para dosen ngadain makan makan diruangan mas " elak hanan
" udah selesai?"
__ADS_1
Hanan mengangguk
" dhira rapihin yaa , berantakan banget "
Hanan menahan tangan halus nadhira
" biar mas aja yang , kamu istirahat aja sini" hanan menarik pelan dhira untuk duduk di sofa
"Bentar yaa" hanan mengatur beberapa bantal untuk istrinya bersandar
" mau mas pijitin kakinya?" Tawar hanan lembutt
Dhira tertawa gemass
" duhh pak dosen nya dhira manis banget ihh, mana perhatian lagi" canda dhira
Hanan terkekeh " mas serius sayang, kakinya pegel gak? Mas pijitin yaa"
" gak usah suamiku , sini peluk dhira aja"
" udah dulu peluk peluknya , mas mau nyapa anak mas dulu"
Hanan mengecup lembut perut nadhira ,,jangan tanya reaksi danu dan tari yang melihat itu, mereka mengintip dari balik pintu toilet
" anak abi apa kabarnya hari ini? Gak nakal kan sayang?" Tanya hanan
Dhira hanya tersenyum bahagia melihat pemandangan itu.. ia mengusap pundak hanan sayang
" tadi perutnya gak kram lagi kan?"
Dhira menggeleng
" detak jantung kamu gimana? Normal kan sayang?"
Dhira mengangguk
" alhamdulillah, sehat sehat ya kalian" hanan mengecup pelan puncak kepala nadhiraa
" mas"
" iya sayang?"
" dhira ngantuk "
" tidur aja sayang gakpapa kok"
" tapi gak mau disini"
" dimana? Dirumah? Iyaa? mau kita pulang sekarang hm?"
Dhira mengangguk
" tapi mau nya tidur dikamar gibran "
Hanan bingung
" dikamar kita aja ya sayang, kamar kita jauh lebih nyaman"
" gak mau ,maunya dikamar gibran " ngotot dhira
" ya udah iyaa istrikuu.. kamu duluan kerpakiran nya yaa,nanti mas nyusul"
Dhira tersenyum senang, " makasih ya suamiku"dhira bangkit dari rebah nya dan bersiap keluar ruangan
" hati hati, jalan nya lihat lihat yaa, jangan lompat ,jangan lari , awas jatuh" ingat hanan
Dhira mengangguk tulus,dan keluarr
Hanan menatap khawatir pintu toilet..
" kalian gapapa?" Tanya hanan khawatir..
" wahh gila banget ini mah, si dhira yang strong banget aja bisa semanja itu sama pak hanan" ucap danu sambil berjalan keluar
"Pak hanan manis banget sih, gimana coba rasanya dipijitin kaki sama pak hanan,, masyaallah pak, sini adiknya buat saya aja pak, siapa tau bisa semanis bapak ntar" balas tari
Mendengar itu hanan terkekehh ...
" tapi serius deh pak, si dhira kalo sama bapak dan gak sama bapak itu kayak 2 orang yang beda ,kita aja sampe kaget "
Mendengar itu terbit rasa bangga di hati hanan, pasalnya sejak nadhira mengandung anak nya, sifat nadhira benar benar beberubah manja sekarang.
_________________
Langsung lanjut aja kali yaa,
__ADS_1
Tinggalin jejak dong wkk