
Hanan membelah jalanan dengan mobil sport nya ,yahh mobil itu hanan beli hanya karna ia suka , ingat 'SUKA' ,
Hanan belum pernah memakai mobil nya itu dikawasan jakarta, karna menurutnya akan sangat berlebihan untuk dirinya yang hanya seorang dosen, pernah ia gunakan sekali saat ia harus ke jogja secepat mungkin saat mendengar bunda nya masuk rumah sakit 1 thn lalu, dan setelah itu mobil indah nya ini hanya ia simpan di garasi dalam..
" maaf dhiraa, ini salah satu alasan kenapa mas gak bisa menunjukan siapa mas sama kamu, mas takut kamu pergi sayang "
Hanan melajukan mobil nya dengan kecepatan setengah dari batas kecepatan yang dapat dicapai mobil sportnya..
Tiba tiba
CITTTTTTTT
Hanan mengerem kuat mobil nya , ia terpaku melihat tubuh seseorang yang berada disebrang jalan ..
Istrinya sedang duduk di teras masjid sembari menunduk memasang kaos kaki ..hanan keluar dari mobilnya tubuhnya bergetar mendekati sang istri ..
Nadhira menatap kaki nya yang terluka, bagaimana bisa ia tidak memperdulikan sakit kakinya dari tadi dan terus berjalan..
Nadhira melihat jam masjid ,
" ah sudah jam 7 malam , hamba harus kemana ya allah ? Hati hamba belum siap menemui suami hamba" batin dhira
dhira berusaha memakai kaos kakinya ,tapi lukanya sangat perih, ia bahkan hampir menangis ..
Tiba tiba seseorang berlutut sembari memegang lutut nadhira..
" p..ppak hanan?" Dhira kaget saat mengetahui siapa yang sedang berlutut menghadapnya sekarang
Hanan memperlihatkan wajah takutnya sekarang ..
" kamu disini nadhiraa" ucap hanan berbinar
Dhira diam, ia menunduk mengalihkan pandangan nya,
"Maaf , mas minta maaf , jangan seperti ini , pulang sayang ,mas jelasin semuanya"
Nadhira diamm, ia menunduk , air matanya merebak keluar ,nadhira malu kalau harus menangis sejelas ini, ia berusaha melepas kan sentuhan hanan lalu menyembunyikan tangan nya dibalik khimar lebar yang ia pakai ..
Hati hanan mencelos melihat sikap nadhira, nadhira memperlakukan dirinya sama seperti dhira memperlakukan laki laki lain , walaupun dhira sudah tau kalu hanan suaminya..
" dhiraa,, mas mohon, ini mas sayang , suami sah kamu, tatap mas " mohon hanan
" hikss hikss hiks" sedu dhiraa
" kita pulang dulu yaa , kita lanjutin semua nya dirumah , mas khawatir dhira"
Dhira menggeleng , ia menatap suami yang sekaligus dosen nya ini..
Hanan menghapus airmata dipipi nadhira , hatinya benar benar sakit saat melihat wajah bersih istrinya menjadi basah karna airmata ini..
" saya gak mau kerumah itu pak?" Jawab dhira sendu
Hanan kaget
" gakk , itu rumah kamu sayang , jangan ngomong gitu" sergah hanan
" saya belum sepenuhnya bisa menerima kenyataan bahwa anda benar benar suami saya ,maaf " jelas dhira lagi
Hanan terpaku, ternyata benar? Nadhira tidak menerima nya.
" ini salah satu alasan kenapa saya tidak bisa menunjukan siapa saya nadhira, saya tau kamu tidak akan menerima saya" jawab hanan tak kalah sendu , ia menunduk menyandar kan kening nya di gamis nadhira..
Dhira bisa merasakan kesenduan suminya.. ia mengangkat wajah suaminya dengan menangkup pipi hanan..
" andai dhira tau siapa mas tapi tidak dengan cara seperti ini? Dhira akan dengan senang hati menyambut mas, t..ttapi hiks?" Jawab dhira lelahh
Hanan menatap wajah lelah istrinya , itu membuatnya semakin takut.
__ADS_1
" ayo pulang sayang ,kamu boleh memarahi mas semau kamu .. tapi tolong jangan memberi mas raut wajah seperti itu, pikiran mas semakin kemana mana saja, mas takut dhira" mohon hanan
Dhira diamm sejenak
" mundur mas " ucap dhira
" gakk ,sampai kapanpun mas gak akan mundur sayang, kamu gak tau apa aja yng udah mas laluin cuma buat milikin kamu seperti sekarang , maaf , jangan suruh mas berhenti ataupun mundur sayang , mas cinta sama kamu" keukeh hanan
Nadhira tersentak , benarkah pak hanan mencintai nya ,
Nadhira bisa percaya saat suaminya mengatakan cinta dimalam hari, tapi walaupun pak hanan dan mas fandi adalah orang yang sama , mengapa rasanya berbeda?
" m..maksud dhira mas mundur sedikit , dhira mau pakai kaos kaki dulu , kita pulang dan mas bisa menjelaskan nya.." jelas dhira
Hanan cengooo, bisa bisa nya ia berpikir dhira memintanya mudur dari hubungan rumah tangga mereka
Hanan berdiri dan mundur ,
Nadhira memakai kaos kakinya, t.ttapi
" aww"
hanan duduk sembari memegang kaki mulus nadhira
" ini kenapa?" Tanya hanan panik
Dhira diamm .. ia hanya meringis ..
" ini kenapa nadhiraa??" Tanya hanan lagi, luka kaki istrinya sangat mengkhawatirkan ..
" gak apa apa mas ," jawab dhira sembari menarik kakinya dari tangan hanan , dan kembali memakai kaoskaki
Lagi lagi dhira meringis , kuku nya seakan mau lepas ..
Hanan menghela nafas khawatir , ia melihat sudah ada noda darah dikaos kaki istrinya itu
" gpp mas "
" jangan dipakai dhiraa, atau kaos kaki kamu mas buang" tegas hanan, ia tak tahan mendengar istrinya terus meringis kesakitan
" hiks ,mas mau aurat dhira terlihat ?" Tangis dhiraa , jelas saja kaki nya benar benar sakit sekarang
Hanan frustasi , jelas hanan tidak mau aurat istrinya dilihat laki laki lain ,tapi hanan lebih tidak mau istrinya kesakitan ..
Hanan berdiri melepaskan jas nya kemudian ia tutup kan dikaki nadhira dan mengangkat istrinya ala bridal ke arah mobil , dengan begitu kaki istrinya tidak terlihat..
Nadhira kageett " mas,, lepasin "
" kamu diam aja , mas gak rela aurat kamu terlihat ,tapi mas lebih gak rela kamu kesakitan ,ini cara satu satunya"
Mendengar itu Nadhira diam,
Setelah masuk mobil dhira sadar ini bukan mobil yang biasa dipakai hanan kekampus..
" ..mm..mas, k.kkamu salah mobil kayaknya?" Ucap dhira
" gakk sayang , ini benar mobil kita" ucap hanan
Dhira memilih diam, iaa masih tidak bisa berpikir jernih setelah apa yang ia lalui seharian ini,
Hanan menggenggam erat tangan kiri istrinya , ia menyetir dengan kecepatan normal dan seseklai menatap nadhira yang diam sembari menghapa jendela mobil, ..
**RUMAH**
"Sayang? " Panggil hanan lagi
Nadhira yang tadinya larut dalam lamunan ,seketika sadar mendengar panggilan suaminya
__ADS_1
" hmm,udah sampe ya mas?" Tanya dhira sadar
" iyaa, tunggu yaa, biar mas gendong kamu kedalam " ucap hanan lalu keluar mobil dan berlari kearah pintu istrinya
" gak usah mas , aku jalan sendiri aja" tolak dhira halus
" kaki kamu sakit nadhira , biar mas gendong ya sayang" ucap hanan lagi,
"ini sakit mas , dhira gak mau bohong, kaki dhira sakit banget, tapi kalo dibandingin sama kebohongan kamu , hati dhira jauh lebih sakit " jawab dhira lemah ,, ia keluar mobil tertatih ,
Sedangkan hanan terpaku memdengar jawaban nadhira..
" maaf ,, biar mas bantu kamu masuk" jawab hanan sendu, ia menyusul nadhira
" gpp mas ,dhira bisa sendiri" tolak dhira ,ia berjalan menyusuri dinding untuk menahan tubuh nya
Hanan mencelos pedih ,, nadhira terus menolak nya , dari awal ia takut hal seperti ini terjadi.. hanan benar benar tidak bisa menahan diri kalau itu bersangkutan dengan nadhira..
" duduk disini sayang" panggil hanan sembari menepuk sofa disebelahnya
" dhira disini aja mas" ucap dhira lalu menduduki sofa kecil di ujung
Hanan hanya menghela nafas, ia mendekatkan duduknya dengan nadhiraa..
" berhenti menolak mas nadhira , mas suami kamu ,, sikap kamu ini menakuti mas "ucap hanan sendu
" maaf " balas dhira
" mas yang minta maaf sayang, mas udah bohongin kamu, " sesal hanan
Dhira diam menunduk ..
" mas bingung mau jelasin semua ini dari mana ? Mas terlalu takut dengan kenyataan kamu bakal pergi dari mas setelah mendengar semuanya " hanan turun dari sofa lalu berlutut di depan nadhira ,hanan memeluk pinggang dan menyembunyikan wajahnya di perut nadhira
" jangan kayak gini mas " dhira menolak pelukan hanan
" biarkan seperti ini dulu , mas butuh tenang buat cerita sama kamu" hanan mengerat kan pelukanya..
Dhira diam, pelukan ini benar benar pelukan suaminya, jadi semuanya benar? Pak hanan memang suaminya..
" pak hanan" panggil dhira
" nggak dhira , ini mas , mas fandi nya kamu, jangan panggil mas begitu dhira" ucap hanan keukeh , hanan tau panggilan itu akan menciptakan jarak diantara mereka..
" pak,saya juga butuh penjelasan dari anda untuk tenang " sendu dhiraa..
Hanan mendongak ,ia menatap wajah cantik nadhiraa,,
" sayang..." panggil hanan
" jelaskan semuanya pak, bagaimana bisa anda sampai bertindak sejauh ini sampai anda tega mempermainkan hal sakral seperti rumah tangga sayahikss"
" saya benar benar terasa asing dengan semua ini,, jelaskan semuanya dengan menjadi dosen saya pak ,bukan suami saya"..
" dhiraa, mas gak bermaksud mempermainkan kamu dan rumah tangga kita , sedikitpun nggak, rumah tangga ini berharga banget buat mas " jelas hanan gelagapan ..
Bagaimana bisa nadhira berpikir seperti itu, alasan utama hanan menyembunyikan identitas nya adalah untuk keutuhan rumah tangga mereka..
" kalau begitu jelaskan mas ? " tanya dhira...
" baiklah , kamu minum dulu, dan mas akan jelasin semuanya sebagai dosen kamu" putus hanan,
Yahh hanan tidak bisa membiarkan istrinya terus berpikir yang tidak tidak , karna nya hanan akan mengesampingkan perasaan nya dan menuruti semua permintaan istrinya dulu sekarang ..
*********
KACAUUU ,ini cerita makin hari makin kacau dahh, mood nya author ntah nyungsep dimana dah ,gak pulang pulang
__ADS_1