DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
tiga puluh tiga


__ADS_3

TOK TOK TOK TOK.......


Suara pintu hanan diketukk,


Mendengar itu dhira berusaha mengenyampingkan kram nya , ia berusaha bangkit dengan panik


" mas itu ada yang ketuk pintuu, ya allah gimana dong mas , nanti kita ketahuan gimana?" Panik dhiraa


Hanan yang tak perduli kembali mendudukan istrinya pelan


" kamu jawab mas ,  kamu kenapa? Perut kamu sakit " tanya hanan memastikan ,,ia mengelus lembut perut dhiraa yang masih rata..


" mass jangan tanya itu dulu,, itu ada orang mau masuk gimana? Kalo mereka tau ada dhira disini dengan pintu kekunci gitu ,udah pasti bakal ada yang curiga" 


" mas gak peduli mereka tau apa nggak ,yang mas tanya kamu kenapa? Mas tau kamu nahan sakit , bilang sama mas apa susah nya sih, mas ini suami kamu, kenapa kamu tutup tutupin " tegas hanan


" mas dhira baik baik aja,  tadi perut dhira keram , tapi gapapa kok bentar lagi juga ilang , tadi pagi juga cepet ilang nya " jawab dhira panikk, ia benar benar takut ketahuann


" jadi tadi pagi juga kram gini,, kenapa gak bilang sama mas ?" Hanan mengelus perut dhira khawatir


" udah mass, ini juga udah mendingan kok sakitnya,,  sekarang mas buka pintu nya , dhira akan sembunyi di kamar mandi" jelas dhira sembari berjalan ke arah pintu


Hanan yang sudah benar benar khawatir sekaligus kesal menahan tubuh dhira..


" gak... kamu disini aja , duduk ,,kalo perlu rebahan kayak tadi,  mas akan bilang kalau kamu istri mas dan minta dia rahasiakan kalau memang kamu takut ketahuan " tegas hanan sekali lagi


" mas ,dhira mohon" dhira menatap suaminya berkaca kaca


" kamu tau kan mas khawatir , kamu gak boleh egois" hanan memegang kedua bahu dhira dan menatapnya dalam


" dhira tau mas , tapi mas berlebihann, ini alasan kenapa dhira gak mau bilang sama mas" jawab dhira kesal, jujur saja ia sangat tertekan dengan keposesifan hanan pada dirinya, bukan ia tak suka , tapi reaksi dan tindakan suaminya sangat berlebihan ,mungkin suaminya lupa bagaimana kehidupan dhira sebelum menikah, jangan kan sakit kram semacam ini ,  dhira bahkan sudah sering menahan sakit hingga hampir berada diambang nyawa,


Hanan kaget mendengar jawab nadhira..


" kalau mas mau umumin gapapa , lakuin semau mas , dhira gak masalah ,, kalau perlu dhira yang bukain pintu, itu kan mau mas ?" Tanya dhira ,,


" kenapa mas selalu bertindak berlebihan ? Dhira tau mas khawatir, tapi dhira juga khawatir sama kandungan dhira mas , bahkan khawatir dhira berlipat lipat karna dhira ikut ngerasain semuanya, terus kenapa mas seolah olah gak percaya kalau dhira mampu ngejaga anak mas dikandungan dhira?"  Matanya sudah sangat sendu saat mengatakan itu


" gak gitu nadhira mas cuma mau ikut andil ngejaga dan ngelindungin kalian"


Dhira tak menjawab ucapan suaminya lagi ,ia berjalan mendekati pintu dan menghapus airmatanya sesekali


" mas mau umumin tentang kita kan , ayokk kita buka pintu nya sama sama dan bilang kalau tadi di dalem mas mijitin kaki aku yang pegel karna lagi ngandung anak mas ," ajak dhira ,airmatanya turun deras , namun tak ada isakan disana ..


Hanan menatap bersalah nadhira, apa benar dirinya telah bersikap berlebihan dan itu membuat istrinya tertekan ,, ia berjalan mendekati nadhiraa


" maaf sayang , maaf kalu kamu ngerasa tertekan, mas gak sadar kekhawatiran mas udah nyakitin kamu, mas percaya sama kamu , mas tau kamu bisa ngejaga anak kita ,  kamu boleh sembunyi dikamar mandi , biar mas yang buka pintu " ucap hanan bersalah  suara nya sudah tidak sekeras tadi


dhira diam , ia berjalan melewati hanan dan menghapus air matanya ,lalu duduk di kursi depan meja hanan...


" buka aja pintunya , dhira gak akan sembunyi "


Hanan tau istrinya masih marah

__ADS_1


"  kalau orang orang curiga gimana ?" Tanya hanan memastikan , ia tak mau egois dan akan membuat istrinya bertambah sedih


dhira menatap kosong meja dosen hanan yang  berlapis  kaca,


" gapapa ,dhira udah pasrah mas,  biar  mereka curiga  ,mereka tau pun gapapa" lirih dhira tanpa menoleh


Mendengar itu hanan berjalan mendekati nadhira yang duduk lalu berlutut guna menyama kan tingginya ,ia menggenggam tangan itu


,hanan tidak memperdulikan ketukan pintu yang sedarintadi belum berhenti


" maafin mas dhira, mas tau mas egois, mas gak mikirin perasaan kamu , mas minta maaf, tapi kamu jangan bilang pasrah atau terserah gitu, mas turutin semua mau kamu  ,kamu mau gimana mas turutin ,tapi jangan berpikir pasrah tentang apapun yng berhubungan dengan rumah tangga kita ,,  " ucap hanan tulus, ia takut dengan sikap istrinya yang ini


Dhira menggeleng, ia tersenyum tipis untuk menenangkan suaminya itu, dhira tau ini bukan masalah besar tapi semenjak hamil jiwa kesensitifan nya sangat menonjol dan sulit untuk dikendalikan .


" buka pintunya mas , kasian mereka "


Pinta dhira lembut


Hanan tak menatap sendu wajah lelah istrinya, " kamu yakin gapapa"


Dhira mengangguk kecil ..


Sedangkan diluar pintu..


" sepertinya pak hanan sedang tidak diruangan mas " ucap mahasiswi yang tadi mengantarkan gibran keruangan dosen nya itu.


Yahh yang mengetuk pintu sedari tadi adalah gibran adik hanan bersama mahasiswi yang tadi ditanyai gibran dimana ruangan pak hanan ,.


" tapi saya mendengar suara dari dalam , apa dia tertidur,  "


Gibran melakukan aksi tebar pesonanya dengan senyum manis yang ia ciptakan " saya adik kandung pak hanan , nama saya gibran , nama kamu siapa?"


Wanita itu sempat kaget , ngidam apa ibu mereka ini, kenapa punya anak 2 dan tampan semua


Dengan tersenyum genit wanita itu mengulurkan tangan  " saya sisil mas ,mahasiswi disalah satu kelas  pak hanan"


" ohh benarkah?"  Sambung gibran


Sisil menganggu sok cantik ,  dalam hati gibran mencebikk " kenapa ni cewek senyum kek orang gila gini? Dia gak gila kan , dia waras kan , dan iuhhh pakek acara ngibasin rambut segala lagi, hehhhh nadhira yang rambutnya tertutup lebih cantik dari eluu ,gak usah sok cantik didepan gua" batin gibran jijay


Gibran kembali mengetuk pintu abang nya tak sabar , ia sudah tak tahan bersama wanita ini.


Tiba tiba pintu di buka..


" ALHAMDULILLAH,, DAPET HIDAYAH APA GIMANA PAK DOSEN, AKHIR NYA SETELAH 20 KALI PURNAMA PINTU BARU DIBUKA " HEBOH GIBRAN


Hanan mengerut kan kening nya melihat sang adik bersama sisil mahasiswinya.


" kamu ngapain disini?" Tanya hanan


" busett,, bukan nya langsung disuruh masuk ,malah dijutekin " cetus gibran


Hanan menatap sisil,

__ADS_1


" saya mengantar kan mas gibran pak, tadi dia menanyakan ruangan anda kepada saya " jelas sisil melembut lembutkan suaranya


" udah bang ,gue mau masuk, gini amat sikap jadi dosen " gibran memaksa masuk ,,


" Btw makasih yah sisil cantik" ucap gibran lagi


hanan mundur selangkah sehingga pintunya terbuka lebih lebar , sisil dangibran dapat melihat nadhira yang sedang duduk dikursi dimana kursi itu biasa diduduki mahasiswa lain nya ketika datang keruangan dosen.


" lohh ada nadhira ya?" Tanya sisil kepo


Ia berusaha memanjangkan lehernya untuk melihat teman sekelasnya dengan jelas  tapi sudah ditutupi tubuh hanan


" iyaa ,dia sedang konsultasi dengan saya" jelas hanan agar tidak dicurigai


Gibran yang mendengar itu bingung? Kenapa abangnya malah beralasan


" loh bulan depan kami wisuda pak, skripsi sama sidang juga udah selesai, apalagi yang dikonsultasiin?" Tanya nya curiga


" kamu kalau tidak ada kerjaan mending pulang , semua mahasiswa itu punya urusan perkuliahan yang berbeda,  kalau urusan kamu sudah selesai ,belum tentu teman teman mu yang lain juga selesai  " jawab hanan cepat


Sisil mengangguk takut, " kalau begitu saya permisi pak ,mas " pamit sisil


Baru saja ia berbalik tiba tiba gibran memanggil nya


"  dia pasti mau minta nomor gue" batin sisil


Sisil membalik tubuhnya dengan senyum menjijikan ,


" kenapa mas?"


" hmm maaf sebelumnya , tapi apa sisil muslim?" Tanya gibran sopan


" iya mas, saya muslim "


Gibran tersenyum kecil


" maaf menggurui, tapi seandainya kita bertemu lagi, bisakah kalau mau pamit  sisil mengucap salam?"


Wajah sisil merah padam , ia benar benar malu


" baik mas, assalamualaikum"  tanpa menunggu balasan sisil sidah berlari menjauh .


" waalaikumsalam" jawab hanan dan gibran serentak....


" masuk" titah hanan


Gibran pun masuk


" assalamu'alaikum " ucap gibran


" waalaikumsalam " jawab dhira lembut


" lohh?......."

__ADS_1


_________________


Author gk mau  bilang apa apa  deh😂


__ADS_2