DOSEN HALALKU

DOSEN HALALKU
tiga puluh dua


__ADS_3

"VITO!!" Panggil seseorang


Vito kecil menoleh ,


" ocilll" ia berlari memeluk tubuh tegap itu


" kamu kemana aja , ocil bingung nyariin vito loh" ucapnya sembari menggendong vito


" maaf ocil "  sesal vito


" ocil maafin ,tapi lain kali gak boleh gini lagi ya "


Vito mengangguk ..


"Assalamu'alaikum , selamat siang pak arka" sapa dhira lebih dulu


" waalaikumsalam ,  nadhira?"


" iya pak " jawab dhira mengangguk


" antee, ini ocilnya ito ndak nangis kok" ucap vito antusias


Dalam hati  dhira gugup tak karuan ,pasalnya ia tidak tau kalau ocil yang dimaksud vito adalah rektor dikampusnya


" kamu yang nemuin vito ya?" Tanya arka


Dhira mengangguk ..


" terimakasih dhira, saya yang lalai menjaga vito "


" tidak masalah pak ,vito anak yang pintar dan pemberani ,jadi mudah sekali menanyai nya "


" kamu benar ,vito anak yang pintar dan pemberani "


Dhira mengangguk tersenyum dalam tunduk nya.


" kamu mau kemana? " tanya arka


" ah tidak pak ,tadi saya mau menemani vito mencari ocilnya ,karna ito seperti sedang kebingungan tadi,, saya tidak tau kalau yang dimaksud adalah anda  "


" yahh ,ocil itu singkatan dari oom kecil, karna saya adik bungsu dari mamanya vito " jelas arka


Dhra mengangguk mengerti.


" kalau begitu saya permisi pak , vito inget pesen tante yaa" pamit dhira


"Ciap ante "


" assalamu'alaikum" ucap dhira berlari kecil


Arka menatap keponakanya penasaran..


" vito ,tante tadi bilang apa sama kamu"tanya arka


" ante bilang ,ito ndak boleh  pelgi pelgi cendili lagi, nanti kalo ito kesasar ocil nangis nyaliin ito" jawab ito lugu


Mendengar itu arka tertawa kerass,, pesan lucu dhira terhadap keponakan nya cukup menggelitik di telinga arka..


" tante itu bener sayang,kalo kamu ilang, nanti ocil nangis karna dimarahin mama mu" jawab arka gemas ,lalu mencium pipi vito .


******


Nadhira berlari kecil menuju bangku koridor dan duduk disana..


" ya allah ," dhira yang kelelahan  berpikir keras,, apa yang sudah ia katakan dengan vito, bagaimana kalau vito menyampaikan perkataan nya kepada rektor nya itu, bagaimana kalau pak arka menganggap dhira  tidak sopan atau salah paham tentang dirinya membawa vito..


Lagi lagi ponsel dhira bergetar, disana menunjukan kontak " mas suami"


" assalamualikum mas" sapa dhira


" waalaikumsalam , kamu kenapa sayang?" Tanya hanan to the point


" eh gapapa kok mas, emang kenapa?" Tanya dhira bingung


" kamu kaya capek banget , suara kamu juga ngos ngosan gitu"


" gak kok mas , dhira baik baik aja " jawab dhira menenagkan,, jujur saja , saat ia bersama vito tadi perutnya sempat kram sekilas..


" gak usah bohong yang ,mas liat kamu ,.mas ada disebrang tempat kamu duduk " skak hanan


Dhira yang panik bukan main dan langsung mencari keberadaan suaminya ,  jelas saja hanan benar benar berada di sebrang nya sekarang .


" kamu keruangan mas , mas tunggu , assalamualikum" putus hanan


Dhira menghela nafas berat.. pasti suaminya akan mengomeli dirinya lagi..


*****


Ruangan hanan

__ADS_1


" assalamualaikum pak " panggil dhira


" waalaikumsalam , masuk "


Dhira melangkahkan kakinya


" pak maaf , boleh pintunya dibuka saja"  tanya dhira , ia hanya tidak mau orang orang semakin mencurigai hubungan mereka jika pintu ditutup


Hanan mengangguk " boleh ,kalau kamu mau mereka ngeliat saya mencium kamu " jawab hanan spontan


Sontak dhira langsung menutup pintu rapat dan menguncinya..


" duduk" titah hanan


Dhira duduk dengan gugup , hanan mengambil kan air untuk istrinya


" minum dulu" hanan mengubah cara bicara nya menjadi sedikit lebih lembut.


" makasih pak " dhira mengambil gelas itu dan meminumnya


hanan duduk disamping dhira sembari mengelap keringatnya


" kamu abis ngapain aja?kenapa keringatan sebanyak ini ?"


" eghh ehmm saya dari ruang perlengkapan pak " jawab dhira formal


" dhira kita cuma berdua disini, lagian pintu juga udah kamu kuncikan " ingat hanan


" mas ,ini masih di kampus, nanti ya kalo udah dirumah aja"


" gakk, kamu udah janji dan deal buat nepatin ketiga syarat mas kan ?"


Dhira mengangguk


" terus kenapa kamu ngelanggar syarat pertama dan berusaha menghindari syarat kedua "


" mas , dhira cuma naik ke ruang perlengkapan satu kali, dan setelah selesai dhira langsung turun ,tapi itu buat dhira capek banget ,  nafas dhira jadi lebih pendek sekarang" jelas dhira


" ini yang mas maksud sayang, kamu bakal kecapek.an dan kehabisan nafas kalo sering naik turun tangga gini ahh, " hanan menaikan temparatur acnya  .


" dhira gak tau kalau pengaruh nya sebesar ini mas " dhira menyandarkan rubuhnya kesofa ruangan hanan


" yang yang , ini yang mas takutin , mas takut kamu kecapek.an , sini angkat kakinya" hanan mengatur posisi bantal sofa agar nyaman untuk nadhira dan memberi instruksi untuk dhira meletakan kakinya diatas paha hanan


" mau ngapain mas?,"


" eh gak usah mas " dengan cepat dhira menurunkan kakinya.


" gapapa sayang, kamu juga kayak gini karna mengandung anak mas kan ,jadi gapapa sini mas pijitin kakinya " hanan mengangkat kembali kaki dhira lalu menyibak gamis dhira hingga lutut dan memijit bagian betis


" makasih mas , kamu suami paling pengertian seduniaa " canda dhiraa


" ohh jelas hahaha" tawa hanan


Dhira merasa tubuhnya benar benar nyaman  sekarang


" mas masih ada kelas gak? " tanya dhira


" masih dua kelas lagi sayang " .


" jam berapa ?"


" 1 jam lagi , kenapa?"


" hm dhira mau ceritaa?"


" cerita apa istriku "


Dhira tersenyumm manis


" tadi ada anak kecil yang kesesat di taman kampus  nama nya vito, awalnya dhira gak liat , tapi vito nyamperin dhira "


" siapa yang bawa anak kecil kekampus ?"


"Dengerin dhira dulu makanya,, terus dhira ajak dia ngobrol dan tanya dia sama siapa disini ?kenapa dia bisa kesasar ditaman "


" Katanya dia kesini sama ocilnya karna ocilnya mainin komputer terus makanya vito keluar diam diam "


" ocil?"


" itu singkatan dari oom kecil, baiasanya panggilan buat anak bungsu keluarga kayak gibran "


Hanan mengangguk paham..


" dhira sempet nasehatin dan ajarin beberapa hal ke vito,,tapi "


" tapi apa?"


" tapi tiba tiba pak arka dateng "

__ADS_1


" jangan bilang pak arka itu ocilnya vito "


Dhira mengangguk galauu


Hanan mengehela nafas berat..


" terus kenapa ekspresi kamu gitu ?" Selidik hanan


" hmm , vito itu anak yang sangat pintar mas?"


" terus kenapa? Bagus dong"


"Masalah nya tadi dhira bilang gini ke vito, " nak, kamu gak boleh pergi kemana mana sendiri lagi kaya gini ya  nanti ocilnya nangis nyariin vito" dhira mengulangi nasihat nya ke vito tadi


" dhira ngomong gitu karna dhira gak tau kalo ocilnya rektor kampus mas"


" gapapa sayang , kalaupun vito sampein ke pak arka juga gpp kok ,dia gak bakal marah sama kamu yang udah nasihatin hal baik keponakanya "


" tapi dhira malu mas, pak arka itu badan nya hampir sama kaya mas, menjulang banget ,,mana mungkin nangis kaya yang dhira ucapin ke vito" dhira menutup wajahnyaa gusar..


Hati hanan merasa tercubit karna laki laki lain membawa pengaruh pada mood istrinya hari ini,


"Udah sayang ,jangan dipikirin lagi yaa,, " dhira diam tak menjawab


" anak abii apa kabarnya hari ini hmm?" Tanya hanan pada perut dhiraa


Dhira menatap tingkah suaminyaa ,lalu melupakan kegusaran nya sejenak


" baik abii ,alhamdulillah " dhira tidak menceritakan kram perutnya pagi tadi


" jangan nakal dulu yaa sayang, umi kan mau beraktivitas "  hanan mencium perut dhira sayang ,, mengingat dhira sedang mengandung anak nya benar benar membuat hanan bahagia.


" dia gak nakal kok mas, dia anak baik, sama kaya abi nya " jawab dhiraa


" emangnya mas baik hm?"


" mas laki laki terbaik nya dhira setelah ayah " 


Hanan menangkap tubuh dhira dan memeluk nya.


" makasih sayang , tapi mas mohon jangan libatkan pria manapun untuk mempengaruhi mood atau hari kamu , mas gak mauu,, biar mas aja"  hanan menenggelamkan wajahnya di dada dhira yang bersandar, ia sangat menyukai wangi nadhiraa ..


" maksud mas apa?" Tanya dhira lembut, ia mengusap rambut suaminya sayang


" seperti pagi tadi , cerita tentang pak dio yang membantu kamu ,mas tau itu cukup mempengaruhi kamu, dan siang ini ada pak arka yang ngebuat kamu gelisah gini ,, gak yang , kamu gak boleh libatin mereka dipikiran kamu, cukup mas aja "


" berhenti membuat mas cemburu dhira, ini salah satu alasan kenapa mas gak mau kamu ke kampus, selagi mereka gak tau kamu istri mas , mereka akan merasa bebas menaruh hati ke kamu, mas gak  bakal ikhlas sayang "  racau hanan ,, ia menumpahkan apa yang sudah membebani hatinyaa sejak pagi ..


Dhira mengeratkan pelukan nya..


" kenapa mas mikir gitu hmm? Dhira sama sekali gak mikirin orang lain, cuma mas sama kandungan dhira , udahh itu ajaa "


" jujur aja cerita danu tentang pak dio emang ngeganggu dhira , tapi danu bener mas, dhira harus ucapin makasih langsung ke pak dio ,, dan pak arka , dhira akan lupain kegusaran dhira , dhira janji ,"


" biar mas aja yang bilang makasih ke pak dio "


Dhira mengurai pelukan nya hingga terlepas ,ia menatap wajah tampan suaminya kemudian merapikan rambut hanan yang tadi sempat berantakan karna ulahnya.


" kalau mas yang bilang makasih , nanti pak dio tau tentang kita"


" pak dio udah tau sayang "


Dhira kaget ,ia menatap suaminya bingung


" waktu mas tau kamu kecelakaan, mas langsung gas kerumah sakit tanpa mikirin apapun ,mas khawatir banget hari itu , pas sampai mas liat pak dio duduk di depan ruangan kamu ,, tapi waktu mas liat kamu terbaring mas kalang kabut sayang , mas gak peduli dan langsung nerobos masuk, pak dio kaget liat reaksi mas , makanya mas ceritakan yang sebenarnya "


Dhira diamm , dalam hati ia khawatir pak dio akan membocorkan rahasia mereka


Seakan tau ke khawatiran istrinya ,hanan menyambung ucapan nya


" mas sudah minta pak dio untuk ngerahasiain tentang kita ,jadi kamu tenang aja ya , kamu bisa  ngurus semuanya tanpa beban  "


senyum dhira terbit setelah mendengar itu, syukurlah jika pak dio mau membantu merahasiakan nya..


Tiba tiba perut nya kram lagii, dhira menahan kejutan sakit kram yang tiba tiba,  ia takut suaminya panik berlebihann


" kenapa sayang ? "  hanan menyadari sesuatu diwajah dhiraa


dhira menggeleng sembari tersenyum canggung ,, tangan mengusap perutnya guna meredakan kram


" kenapa sayang hmm? Perut kamu sakit?" Hanan ikut mengelus perut dhiraa, kenapa ekspresi istrinya seperti menahan sakit .


Tiba tibaa...


TOK TOK TOK TOK.......


____________________


Siapa dah main ketok ketok aja ,, gak tau apa yaa lagi ada drama romantis di dalem sana wkk

__ADS_1


__ADS_2