
Nadhira berjalan keluar toilet, ia benar benar ingin segera pulang ,, semenjak memdengar obrolan itu dhira merasa bayinya dalam bahayaa....
Tapi alangkah terkejutnya nadhira melihat banyak sekali mahasiswi yang berkumpul di koridor menuju toilet..
Sebersit ada rasa takut untuk melewati kerumunan ituu, bagaimana jika nadhira dilukai saat melewatinyaa...
" ya allah ,, lindungi kami"
Dengan pelan iaa berjalan, kakinya sempat bergetar ..
" weii munafik " panggil seseorang
Dhira berusaha mengindahkan panggilan itu, walau sebenarnya dhira tau itu ditujukan untuk dirinya..
" dihh gak nolehh, sombong amat oii gatel "
Dhira mempercepat langkah nya,, selagi mereka tidak main fisik ,dhira akan berusaha melewatkan nya saja..
tanpa dhira sadari ada sekita 3 orang mahasiswi yang mengikutinyaa..
" oii kita manggil, lo tuli apa gimanaa heh" seseorang menarik jilbab nadhira dari belakang..
" astaghfirullah " lirih dhira ,iaa menahan jilbab nya agar tidak terlepas
" kalian apa apaan sih, kenapa harus sampe narik narik" kesal dhira
" alahh sok sok nahan jilbab , udah lepas aja jilbab lo,,cewek gatel dan munafik kayak lo gak pantes pakek itu,ngerusak citra cewek berhijab aja tau gak "
" salah saya dimana? Kenapa kalian terus mengganggu saya" tanya dhira lirih, iaa terus merapikan khimar panjang nyaa yang tdi ditarikk
" salah lo yaa karna lo udah godain pak hanan,, lo udah denger kabarkan ? Pak hanan udah nikah dan lo... dengan penampilan kek gini bisa bisa nya mau jadi pelakor, sadar heii , udah buluk ,miskin ,gak cantik , yatim juga lu"
Dhiraa sudah menahan tangisnya sejak tadi ,, walaupun semua yang dikatakan wanita ini benar, t.ttapi apa harus keyatiman nya dijadikan hinaan ,, siapa yang mau menjadi yatim piatu, itu takdir allah
" sudah menghinanya? Kalau begitu biarkan saya pergi?" Nadhira berjalan melewati ketiganya, dann ....
Brakkkkk
"Akhhhhhh" teriak dhiraa, kakinya tiba tiba tersandung sesuatu dan terjatuh
" oopps sengaja" ucap salah satu mahasiswa itu,lalu tertawa dan pergii,,
" akhhhh,,,, " dhira memegang perutnya kuatt,, tiba tiba saja perut nya kram hebatt..
" akhhh,,t.tttoolong" beberapa kali ia meminta tolong kepada orang yang lewat namun tidak ada yang menggubrisnya sama sekali ,,
" najis ,,,,gue nolong loo" ucap salah satunyaa
" yaa allah, selamatkan a..aanak hambaa" batin dhiraa,,
Dhira berusaha bangkit dan menepi,, ia berjalan tertatihh menuju gerbang kampuss, disana ada seorang ibu ibu paruh baya yang terlihat sedang menunggu seseorang ..
" b..bbu ,,tolong saya?" Mohon dhiraa
" eh ehhh, eneng kenapa" kaget ibu itu..
" s..saaaya harus kerumah sakit buu,, t.tolong "
" duhh neng , tunggu bentar yaa, ibu lagi nunggu orderan atas nama mbak nadhiraa"
" s.ssaya nadhira bu , tolongg, perut saya sakit sekalii"
" astaghfirullah ,m.mari neng " si ibu membantu nadhira masuk mobilnya, dan ia langsung bergegas menuju rumah sakit terdekat..
" shhhh ataghfirullahh,," ringis dhira
Si ibu melirik sekilasss ia mendapati perut nadhira yang sedikit bulat..
" mba nadhira lagi hamill ya?" Tanya si ibu driver
" hikss ...iyaa bu ." dhira sudah tidak mampu menahan ..
*******
" baiklaahh ,,sekian rapat saya tutup ,terima kasih atas perhatian dan waktu bapak bapak sekaliann, wassalamualaikum wr wb,selamat siang " akhir arkaa
Ketiganya bubarr,,
__ADS_1
" pak hanan mau ikut kita makan siang ?" Tanya islann
" hmm boleh pakk, tapi silahkan duluan sedikit, saya mau menelpon sebentar"
" duhh,, yang lagi cinta cintanya banget sama istri emang beda ya pakk, dikit dikit nelponn, kalo gak denger suaranya sejam ajaa dah rindu berat " ucap diki
Hanan dan islan hanya tertawaa menanggapi ..
Hanan menjauh dan menelpon nadhiraa, seharunya dhira sudah dirumah sejak satu jam lalu,, tapi kenapa belum mengabarinya sama sekali..
Tapi nomor itu tidak aktiff, apa dhira tidur yaa,, ia memutuskan untuk menelpon sang bunda
" halo bundd, assalamualaikum"
"Waalaikumsakam, kenapa nak?"
" dhira udah dirumah kan bund?"
" bunda lagi diluar sayangg, tadi pagi bunda ketemu temen SMA bunda , jadi sekarang bunda lagi dirumah temen bundaa "
" hmm gibran ada dirumah gak bund?"
" gibran hari ini sidang katanya mungkin sore baru pulang "
Hanan diam ,, bagaimana caranya memastikan bhwa dhira sampai rumah dengan selamat..
" dhira gak pulang bareng kamu?" Tanya bunda
" nggak bund, tadi dhira pamit mau pulang dulu katanya capek,, sedangkan hanan lagi rapat sama rektor ,jadinya hanan pesenin taxi tadi "
" telpon aja nan"
" gak aktif bund, "
" ya udah kalau kamu khawatir biar bunda pulang buat mastiin yaa" tawar bunda
"Eh gak usah bund, mungkin dhira lagi tidur ,gapapa bun lanjut aja, nanti sejam lagi hanan telpon dhira siapa tau udah bangun"
" ya udahh, kabar kabarin bunda ya nakk"
" iyaa bund, hanan tutup dulu yaa, assalamualaikum"
********
" mba nadhira udah sadar ?" Tanya bu titi ( driver taxi )
Dhira membuka matanya pelann , ia menatap langit langit putih yang ada diatasnya, yahh ini rumah sakit
" buu ,bayi saya gapapa kan?" Dhira memegang perutnya, syukurlaa, perutnya masih bulat seperti sebelum nya..
" alhamdulillah mba, bayinya tidak apa apa, hanya kaget karna hentakan saat anda jatuh tadi"
Dhira mengucap beribu ribu syukurr dalam hatinyaa
" kamu kuat nak, terima kasih karna udah baik baik aja" batin dhira
" mbaa ,tadi saya merekam penjelasan dokter, mungkin akan lebih jelas dari pada saya yang menjelaskan "
" ahh terima kasih buu,
Dhira mematungg mendengarkan penjelasan ituu,..
Apa ini? Bayinya lemah? K.kkenapa bisa? Padahal ia terus meminum susu hamil dan suplemen nya...
" mba dhira jangan terlalu lelah, kata dokter ,,kandungan mba dhira melemah " si ibu mengelus lengan dhira guna menenangkan nya..
Tannpa sadar airmatanya jatuh ,
" mba mau saya telpon kan keluarga ? " tawar bu titi khawatir
Dhira menggeleng cepat,
" gak usah bu,lagian kata dokter tadi saya sudah bisa pulang setelah sadar kan" dhira menghapus air matanya..
" biar saya antar mba"
Dhira mengangguk, ia bangkit dari brangkarnya ,,
__ADS_1
" bu tolong jangan beritahu siapapun tentang ini yaa, m.maksud saya jika mas mas yang tadi memesan taxi untuk saya bertanya , tolong jangan beritahu kalau saya kerumahsakit "
" mas itu suami mba?"
Dhira mengangguk lemah
" tapi suami mba harus tau kondisi mba"
" tidak apa apa bu, suami saya orang nya panikan , saya gak mau dia khawatir"
Bu titi diam berpikir ,lalu mengangguk ragu
" terima kasih bu,"
*******
" dhiraaa....sayangg " panggil hanan
Setelah makan siang hanan kembali menelpon nadhira ,tapi masih operator yang menyambut panggilan nya..
Hanan memutuskan untuk pulang memastikan nya ..
Hanan berlari mengecek kamar mereka ,tak ada tanda tanda orang tidur disana ,bahkan kasurnya masih serapih tadi pagi, itu artinya istrinya belum memasuki kamar mereka sama sekali,,
Ia menaiki tangga dengan tergesah, berharap nadhira ada dikamar gibran untuk tidur, tapi nihilll, takada siapa siapa disana..
" nadhiraaa" panggil hanan lagi..
Ia kembali menelpon nomor dhira, hatinya sudah ketar ketir, kemana istrinyaa?
Hanan hendakk kembali ke kampus untuk menemui tari dan danu ,mungkin mereka tau nadhira dimanaa,
Disaat yang bersamaan sebuah taxi berhenti didepan pagar mereka,, hanan berlari mendekatii, ada istrinya keluar dari taxi..
" sayang " panggil hanan khawatirr
" mass"
Hanan memeluk tubuh itu erat ,
" kamu kemana aja?,katanya mau pulang ?kok baru sampe ? Nomor kamu juga gak aktif "
" mas kok udah pulang ?'
" yaa mas khawatir sama kamu, kamu nya gak bisa dihubungin ,, kamu gak kenapa napa kan? Dari mana tadi?"
" hmm dhira tadi mampir ke toko buku bentar mas , ada buku yang mau dhira baca "
" kenapa gak bilang?"
" handphone dhira lowbet"
" kenapa gak nunggu mas pulang belinya"
" tadi dhira lewat, makanya sekalian"
" lain kali jangan gini yang, mas khawatir banget " hanan mengusap khimar dhira legaa..
" masuk yuk mas ,dhira capek "
" muka kamu pucet , kamu ada ngerasain sakit gak?"tanya hanan hati hati
" gak kok mas , cuma capek aja" lirih dhiraa
" yaudah sini tas nyaa, mau mas gendong?"
Dhiraa menggeleng,,
" dhira jalan ajaa, mas pegangin dhira yaa"
" kenapa? Kamu pusing"
" nggak, dhira takut jatuh?" Ia meremas lengan suaminya kuat, iaa benar benar takut jatuh lagii,
" kandungan nya melemahh, jika terjatuh sekali lagi saja , mungkin janin itu tidak bisa di selamatkan " ucapan dokter yang mampu meremas hati dhiraa..
Hanan menatap khawatir nadhiraa, apa ada sesuatu yang disembunyikan istrinya? Kenapa terlihat sangat lelah?
__ADS_1
____________________