Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part #10


__ADS_3

Sontak Maya dan mama Dewi pun senang mendengar ucapan papa Robert barusan, mereka akhirnya bisa menyingkirkan Fiona dari mansion itu, sekaligus mendapatkan Alfa, anak orang kaya yang akan menikah dengan Maya nanti.


Setelah ini mereka akak perlahan mengumpulkan semua harta papa Robert dan merampas nya.


"Oh, papa yang terbaik, terima kasih banyak pa, aku sangat menyayangi papa."Ucap Maya yang kemudian memeluk papa Robert.


Sementara mama Dewi terlihat bahagia karena papa Robert lebih menyayangi anak nya di bandingkan anak kandung papa Robert sendiri.


Sementara itu di kediaman keluarga Alfa.


"Anak bodoh! Apa yang sudah kau lakukan? Mengapa kau malah melakukan hal bejat kepada Maya?"Ucap papa nya Alfa yang baru saja kembali dari dinas nya.


"Mas sudah lah, anak kita seperti nya mencintai Maya, benar begitu Alfa?"Tanya mama nya Alfa berusaha meredam kemarahan papa Alfa.


"Pa, aku, aku tidak tau, tapi malam itu,dia mengoda ku, aku,pa aku tidak bisa menahan nya."Tutur Alfa dengan wajah bejat nya itu.


"Anak tidak berguna! Kau pikir aku akan menyetujui mu dengan Maya? Ingat Alfa, dia hanya lah anak istri kedua,anak tiri dari tuan Robert! Kau pikir kau akan mendapatkan kekayaan dengan menikahi si Maya itu?"Ucap papa nya Alfa yang emosi nya semakin menjadi-jadi.


" Lalu aku harus bagaimana pa? Mereka meminta ku untuk bertanggung jawab dan menikahi Maya,dan om Robert sendiri yang meminta."Tutur Alfa sambil menunduk tidak berani menatap papa nya.


"Alfa, pewaris tunggal adalah, nona muda Fiona, kau sudah benar-benar bersalah, aku kecewa kepada mu."Ucap sang papa yang kini terduduk di sofa ruang tengah dengan menghela nafas panjang.


"Apa papa belum tau? Nona Fiona sudah di usir oleh tuan Robert dari rumah nya."Ucap mama nya Alfa.


"Apa? Mengapa?"Tanya papa nya Alfa seketika kaget.


"Ya, ini lah yang ingin aku bicarakan kepada papa, menantu yang papa ingin kan itu, sudah berselingkuh dengan laki-laki lain, kami memergoki nya di sebuah clab, dan ya, om Robert marah besar, mengusir nya dari rumah dan memutuskan hubungan antara anak dan papa."Jelas Alfa kepada papa nya, yang sebelumnya dia sudah menjelaskan itu kepada mama nya.


"Tidak mungkin, nona Fiona begitu baik, aku tidak percaya dia melakukan hal itu."Ucap papa nya Alfa yang sangat mengenal dekat Fiona.


"Terserah papa, intinya ya, dia benar-benar bukan wanita baik yang aku impikan."Jawab Alfa yang kemudian berdiri dari duduknya.


"Mau ke mana kau?"Tanya papa nya Alfa yang melihat Alfa beranjak dari tempat duduknya.


"Ke kamar pa, aku lelah."Jelas Alfa lagi.


Namun tiba-tiba telpon papa nya Alfa berdering, menandakan ada sebuah panggilan masuk.

__ADS_1


Papa nya Alfa pun bergegas mengambil ponsel dari dalam saku jas nya, tertara nama tuan Robert di ponsel itu.


"Tuan Robert menelpon ku."Tutur papa nya Alfa kepada istri dan anak nya.


"Ya angkat dong pa."Ucap mama nya Alfa.


Papa nya Alfa pun menekan tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.


Call on


"Hallo."Ucap papa nya Alfa sambil menempelkan ponsel itu ke telinga nya.


"Hallo, maaf menganggu mu, sing ini bisa kah kita mengadakan pertemuan keluarga? Seperti nya ada masalah yang harus di selesaikan dengan cara baik-baik."Jelas papa Robert di sebrang telpon dengan tudepoin.


"Baik tuan Robert, aku akan datang bersama istri dan anak ku."Ucap papa nya Alfa yang saat itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti alur takdir anak nya.


"Aku tunggu."Ucap papa Robert yang kemudian mematikan telepon secara sepihak.


Call off


Wajah papa nya Alfa terlihat sangat tidak enak, karena Alfa yang seharusnya menikah dengan Fiona, kini malah bersangkutan dengan Maya.


"Mereka meminta kita datang ke mansion siang ini, siap-siap lah."Ucap papa nya Alfa yang kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan meningal kan ruang tengah tersebut.


Terlihat Ndari nada suara dan sorot wajah nya dia benar-benar kecewa atas apa yang sudah lakukan oleh Alfa.


Alfa dan mama nya pun hanya bisa saling tatap dengan wajah sendu.


Mereka ikut merasa bersalah atas apa yang sudah di lakukan oleh Alfa ke pada sang papa sehingga membuat papa nya kecewa berat.


Sementara itu di sisi lain


Tap ... Tap ... Tap.


Suara langkah kaki Fiona menuju ruang makan mansion mewah itu.


"Silahkan duduk nona."Ucap kepala pelayan yang saat itu melihat Fiona tiba di ruang makan.

__ADS_1


Zidan yang mendengar ucapan kepala pelayan pun menoleh dan menatap Fiona yang berdiri dengan jarak beberapa meter dari nya.


Saat ini Fiona terlihat sangat cantik dengan dres yang di berikan oleh Zidan, rambut di gerai,poni se alis, bibir merah, kulit nya yang begitu putih membuat apapun yang di gunakan nya menjadi sangat cantik dan selalu cocok.


"Duduk di samping ku."Ucap Zidan kepada Fiona.


"Mengapa? Bukan kah di sini masih banyak kursi?"Ucap Fiona kening.


"Nona, em, duduk saja di sana."Ucap kepala pelayan kepada Fiona.


Fiona pun akhirnya mengganguk paham dan kemudian duduk di sebelah Zidan.


"Kau ingin makan apa?"Tanya Zidan sambil menatap Fiona dengan tatapan yang terlihat begitu penuh cinta.


"A,aku."Ucap Fiona gugup di tatap laki-laki tampan yang membuat nya salah tingkah.


"Tuan muda, menu spesial hari ini adalah undang pedas."Ucap kepala pelayan.


"Dia alergi udang."Tutur Zidan lagi.


Seketika Fiona menatap Zidan dengan tatapan kaget, dia tidak menyangka laki-laki yang baru dikenal oleh nya saat ini ternyata tau dia alergi udang.


"Oh maaf nona, kau bisa makan yang lain?"Tanya kepala pelayan lagi.


"Bisa, aku bisa makan sup ayam nya, aku suka sup ayam."Jawab Fiona merasa sedikit merepotkan.


"Baik lah kepala pelayan,kau boleh kembali ke dapur."Tutur Zidan lagi.


"Baik tuan muda."Jawab sang kepala pelayan yang kemudian berjalan menuju dapur.


Di dapur, sudah ada dua orang maid yang menunggu kepala pelayan bercerita dengan mereka apa yang terjadi di meja makan saat ini.


"Bagaimana kepala pelayan?"Tanya maid satu.


"Dia begitu cantik, baju yang di belikan sangat pas, dia sangat cantik, aku rasa gadis itu sangat istimewa, kalian tau? Tuan muda sampai tau jika dirinya alergi udang."Ucap kepala pelayan yang jiwa mengosip nya sangat tinggi.


"Apa? Wahh so sweet."Jawab maid satu dan juga maid dua terbawa suasana.

__ADS_1


Sementara itu di meja makan.


Bersambung ....


__ADS_2