Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 35


__ADS_3

Fiona yang melihat itu, sontak kaget, awalnya dia tidak percaya, namun ternyata, orang yang ada di dalam foto tersebut adalah mama Dewi.


Saat itu juga, dendam Fiona semakin menjadi-jadi, sudah lama dia curiga akan kejahatan mama Dewi dan ternyata mama Dewi lah yang sudah membunuh mama nya.


"Aku sudah menduga ini, kematian yang tidak wajar, mereka sudah merenggut kehidupan mama ku, tidak akan aku biarkan,aku akan memberi pelajaran kepada mereka detik ini juga."Ucap Fiona berdiri dari duduknya dengan wajah memerah menahan amarahnya.


"Jangan, jangan gegabah, mereka tidak akan mudah mengakui nya, biar aku yang mengurus semua ini, aku mohon tenang lah terlebih dahulu."Ucap Zidan menahan tangan Fiona dan menarik Fiona ke dalam pelukan nya.


"Hikss, mama, mereka membunuh mama m


Ku, aku harus membalas mereka, aku harus membalas mereka."Ucap Fiona sambil menagis di dalam pelukan Zidan.


"Tenag lah, kau harus tenang, malam ini,aku akan menghubungi polisi dan kita akan mengepung mereka, aku berjanji dendam mu akan terbalas."Ucap Zidan mencoba untuk menenangkan wanita nya.


Setelah menenangkan Fiona, Zidan pun mulai menyusun rencana, dengan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib serta menyerahkan barang bukti dan juga rencana penangkapan.


Sementara itu di sisi lain.

__ADS_1


Mama Dewi terlihat panik setelah menerima telpon dari rumah sakit.


Ya, mama Dewi memiliki kenalan di rumah sakit tempat dia melakukan aksi jahat nya kepada mama nya Fiona, dan dia baru saja mendapatkan informasi bahwa ada yang sedang menyelidiki kasus kematian itu tadi siang, sontak saja mama Maya tau ini pasti lah perbuatan Fiona dan Zidan mereka sudah berhasil menyelidiki kejahatan mama Dewi.


"Ma, bagaimana? Sudah dapat?"Tanya Maya yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar nya mama Dewi.


"Maya, mama harus segera pergi dari sini, kita harus segera pergi dari mansion ini."Ucap mama Dewi tak karuan.


"Lah, ada apa ma? Bukan kah rencana kita untuk memindahkan aset masih belum di mulai?"Tanya Maya kebingungan.


"Apa? Semuanya terbongkar? Ma jangan bercanda ini tidak lucu."Ucap Maya mulai panik.


"Sekarang cepat bereskan barang-barang mu malam ini juga kita harus segera pergi dari mansion ini, mama akan membawa beberapa berkas penting yang akan menjadi milik kita, kau tidak perlu khawatir."Ucap mama Dewi.


"Baik ma, mama tenag jangan gegabah, kita akan segera menyelamatkan diri."Ucap Maya yang senantiasa berada di pihak mama nya.


Malam pun tiba.

__ADS_1


Benar saja, mereka membereskan barang-barang mereka untuk segera kabur dari mansion, jam menujukkan pukul 21:30 malam.


Maya memanfaatkan kesempatan saat Alfa sedang lembur untuk ikut kabur bersama sang mama.


Sementara saat ini papa Robert sudah tertidur pulas karena kondisi tubuhnya yang sering sakit-sakitan.


"Ma, semuanya sudah siap, kita tinggal pergi, sebelum papa bangun dan mas Alfa kembali kita sudah harus meningal kan mansion ini."Ucap Maya kepada mama nya.


"Tunggu dulu Sayang, mana mungkin kita pergi tanpa sepeser uang pun,mama harus mengambil semua uang dan emas yang ada di dalam bernagkas kamar papa mu untuk modal kita pergi jauh dari kota ini."Ucap mama Dewi.


"Kalau begitu segera ma, kita tidak punya banyak waktu lagi."Ucap Maya.


Mama Dewi pun menitip kan tas nya kepada Maya dan bergegas masuk ke dalam kamar papa Robert untuk mengambil sejumlah uang dan juga perhiasan nya.


Sementara Maya menunggu dengan gelisah di lantai bawah ruang tengah mansion.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2