Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 30


__ADS_3

"se, selamat ulang tahun."jelas fiona kepada zidan dengan pipi merah.


"hanya itu saja?"ucap zidan lagi.


"em, aku tidak punya kado."jawab fiona sambil menatap zidan dengan tatapan imut.


"bagaimana jika dirimu menjadi kado untuk ku?"goda zidan.


"jangan mengada-ada,kau itu memiliki cinta pertama yang harus kau kejar, sudah selesai menyambut ulang tahun mu bukan? bagaimana jika kita pulang? aku kedinginan."ucap fiona yang beralasan untuk menghilangkan rasa cangung ini.


"hmm, baik lah, terima kasih kau sudah memberikan waktu untuk menemani aku."ucap zidan seolah kecewa dengan jawaban fiona barusan.


mereka pun akhirnya berjalan bersama kembali ke mobil.


"fiona, andai saja kau ingat aku, mungkin kau tau siapa wanita yang aku sebut cinta pertama ku itu."batin zidan.


sementara fiona hanya diam sambil terus mengosongkan tangan nya untuk mengurangi rasa dingin yang dia rasakan.


dua hari pun berlalu.

__ADS_1


setelah malam itu, zidan dan fiona semakin akrab, mereka bahkan sering mengobrol dan bercanda bersama, fiona benar-benar merasakan kehadiran seorang kakak dalam hidup nya.


"apa kau sudah siap?"tanya zidan kepada fiona.


"astaga!"kaget fiona berbalik dan menatap zidan yang kini sudah berdiri di hadapan nya.


"ma,maaf, aku tidak mengetuk pintu terlebih dahulu."tutur zidan gugup.


"kebiasaan, bagaimana jika tadi aku belum selesai mengunakan gaun?"marah fiona dengan pipi merah karena menahan malu.


"sudah lah, aku juga sudah pernah melihat semua itu."ucap zidan keceplosan.


"astaga mulut bodoh, maksud ku cepat lah, mungkin acara nya akan segera di mulai."ucap zidan menghindari pertanyaan dari fiona.


fiona yang buru-buru pun tak kuasa mempermasalahkan ucapan zidan itu lagi, dia pun bergegas untuk siap-siap akan segera pergi ke pesta pernikahan maya dan alfa.


sejujurnya fiona sangat tidak ingin pergi ke pesta pernikahan itu, tapi karena zidan bersedia menemani nya, ia pun memilih untuk datang sebagai tamu.


setelah selesai berdandan dengan cantik,dan mengunakan gaun pesta yang di belikan oke zidan untuk nya, fiona pun berjalan keluar dari kamar dan segera menghampiri zidan yang sudah menunggu nya.

__ADS_1


"astaga, wanita ini sangat cantik."batin zidan seketika membulat kan mata nya menatap fiona yang menuruni satu persatu anak tangga dengan angun.


"ayo."ajak fiona kepada zidan.


sementara itu zidan tidak menjawab nya, dia bahkan tidak berkedip sedikit pun.


"zidan?"ucap fiona sambil melambaikan tangan nya di hadapan zidan.


"eh, em, ayo."ucap zidan mengulur kan tangan nya kepada fiona.


melihat itu fiona tersenyum dan menyambut uluran tangan zidan."kau terlihat sangat tampan."puji fiona sambil melangkah kan kaki nya.


"jangan menggoda ku atau kau akan aku makan."ucap zidan risih dengan senyum fiona yang membuat jantung nya terbakar.


fiona pun terdiam, dia tau saat ini zidan cukup gugup dengan nya, dia bahkan juga merasakan hal yang sama.


mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan segera bernagkat ke gedung tempat resepsi pernikahan maya dan alfa.


rasanya fiona cukup gugup, karena hari ini dia akan bertemu kembali dengan keluarga yang sudah membuang nya, termasuk sang papa,dia tidak tau apa tanggapan sang papa saat melihat dirinya nanti.

__ADS_1


bersambung ....


__ADS_2