Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 38


__ADS_3

Setelah mengantar kan Fiona ke kamar, pelayan tersebut pun ijin kembali ke dapur mansion untuk melanjutkan pekerjaan nya.


Sementara itu, Fiona masih memikirkan perkataan kepala pelayan barusan.


"Tidak mungkin, aku tidak mungkin hamil."Batin Fiona.


Satu malam itu Fiona tidak bisa tidur, memikirkan tentang dirinya yang akhir-akhir ini menunjukkan kan gejala perempuan hamil.


Fiona yang tidak biasa tidur pun akhirnya berjalan keluar dari kamar nya, suasana mansion cukup sepi, seperti nya para pelayan sudah tidur, dan Zidan pun masih belum kembali dari kantor nya.


Malam itu Fiona keluar dari mansion untuk pergi ke minimarket terdekat, dia membeli sebuah tespeack (Tes kehamilan) untuk membuktikan bahwa hal yang dia khawatir kan ini tidak benar.


Tidak butuh waktu lama, Fiona pun kembali tiba di mansion dan bergegas masuk ke dalam kamar nya dan mengunci dirinya di dalam kamar mandi.


"Ya Tuhan, jangan sampai garis dua."batin Fiona sambil menatap tes kehamilan yang ada di tangan nya.

__ADS_1


Selang beberapa menit kemudian, Fiona begitu kaget, hal yang dia takut kan ternyata benar-benar terjadi, dia melihat dua garis merah di tes kehamilan tersebut, yang membuat nya menitikkan air mata dan kembali mengingat kejadian satu bulan yang lalu saat dirinya di jebak oleh Maya dan Dewi dan tidur dengan pria asing.


"Ya Tuhan,apa yang harus aku lakukan? Aku benar-benar hamil?"Batin Fiona menutup mulut nya dengan air mata yang sudah mulai mengalir deras.


Malam itu, Fiona tidak bisa tidur sama sekali, dia memikirkan banyak hal tentang kehidupan nya di masa depan,dan bagaimana caranya dia mengatakan hal ini kepada Zidan, dia takut Zidan akan membencinya.


Keesokan harinya.


Setelah mempertimbangkan banyak hal dalam satu malam, Fiona pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari mansion hari pagi ini.


"Zi, Zidan."Ucap Fiona kaget.


"Surprise!"Ucap Zidan sambil tersenyum.


"Dari mana saja? Aku ingin bilang kalau hari ini aku akan kembali ke mansion ku, papa sudah sadar dan aku sudah memutuskan untuk merawat papa di mansion."Jelas Fiona dengan senyum terpaksa nya.

__ADS_1


"Apa? Em, mengapa harus sekarang?"Tanya Zidan kebingungan.


"Tidak ada, ini sudah menjadi keputusan ku, dan kau? Dari mana? Pakaian rapi seperti ini, apa kau ingin menemui cinta pertama mu?"Tanya Fiona sambil tersenyum.


"Fiona, maaf jika aku akhir-akhir ini sibuk, itu karena aku menyelesaikan pekerjaan ku, untuk memberikan banyak waktu untuk mu. Dan ada hal yang ingin aku bicarakan."Ucap Zidan.


"Lintang maaf, tapi aku harus pergi sekarang."Ucap Fiona tidak mau bicara terlalu banyak lagi dengan Zidan karena saat ini dia sedang menahan perasaan sakit di hatinya.


Fiona sangat sedih harus menyerah dan meningal kan Zidan dia tau dia sudah mencintai Zidan tapi dengan kondisi nya yang seperti ini dia yakin Zidan akan sangat membenci nya dan dia tidak bisa menjelaskan dengan Zidan hal itu terjadi karena dirinya mabuk.


"Fiona, aku mencintaimu."Ucap Zidan tudepoin.


Ini adalah hal yang ingin di dengan oleh Fiona dari dulu namun sekarang tidak karena dia tau kondisi nya seperti apa.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2