
Zidan diam, dia belum membuka mulutnya, dia duduk di sofa ruang tengah mansion dengan mimik wajah yang sedikit kebingungan.
"Boss, ada apa?"Tutur Romi kembali mengeluarkan pertanyaan keduanya.
"Romi duduk lah."Ucap Zidan meminta Romi duduk di sofa yang berhadapan dengan nya.
Romi pun tampa basa-basi menuruti perintah Zidan.
"Dia sudah sadar, dan ingin pergi dari mansion, tapi aku tau, dia tidak akan berani pergi dari sini, karena sekarang dia tidak ada tempat tinggal."Tutur Zidan kepada Romi.
"Lalu apa yang membuat boss muda khawatir?"Ucap Romi menatap wajah Zidan.
"Romi, sekarang jelas kan informasi apa yang sudah kau dapatkan? Aku ingin mendengar nya."Perintah Zidan yabg mengabaikan pertanyaan Romi barusan.
"Ya, menurut informasi yang ku telusuri, dia di jebak oleh mama dan adik tirinya, tapi boss muda, wanita itu sudah memiliki tunangan."Lirih Romi mulai menjelaskan.
Sebagai seorang asisten yang begitu lincah, Romi tentu dengan mudah mendapatkan informasi apapun melalui anak-anak buah nya yang semuanya terlatih hebat mengorek informasi, dan meneytor nya kepada Romi.
"Tunangan? Jelas kan secara detail."Ucap Zidan terlihat tidak senang dan wajah nya semakin tidak enak di lihat.
"Ya, sebelum nya nona Fiona Alexia Robert ini, sudah bertunangan dengan Alfa, anak dari rekan bisnis papa nya, namun entah insiden apa yang terjadi, laki-laki itu di tuduh melecehkan adik tiri dari nona Fiona, Fiona marah besar dan tidak percaya jika laki-laki itu melakukan hal bejat tersebut karena dia sangat mencintai laki-laki itu, malam itu Fiona mengikuti adik tirinya ke clab, dan setelah itu dia kembali di jebak dan ya, seterusnya aku kurang tau heem."Ucap Romi yang menjelaskan semua informasi yang dia tau kepada Zidan.
Zidan mengepal kan tangan nya, dia terlihat marah atas apa yang telah terjadi kepada wanita nya selama ini."Romi, aku mau kau terus menyelidiki dua wanita jahat itu, aku tidak akan membiarkan mereka hidup bahagia di saat Fiona menderita."Tutur Zidan yang begitu mencintai Fiona.
"Baik boss, tapi bagaimana sekarang? Apa dia sudah bangun dan mengatakan sesuatu?"Ucap Romi lagi.
"Dia sudah bangun, dan dia menanyakan tentang aku, dan siapa aku, Romi, menurut mu,aku harus bagaimana?"Tanya Zidan kepada sang asisten.
Ini lah kebiasaan Zidan,dia tidak akan bisa melakukan sesuatu tanpa adanya Romi, Romi adalah sosok berharga dalam hidup nya, karena Romi adalah orang kepercayaan nya.
__ADS_1
"Menurut ku,jelas kan secara perlahan saja boss, dari pada anda berbohong,itu akan menimbulkan masalah baru."Ucap Romi dengan saran bijaksana nya.
"Hmm, baik lah, sekarang kau boleh istirahat."Tutur Zidan kepada Romi.
Romi mengangguk kan kepala nya, berdiri dari duduknya dan kemudian membungkuk hormat kepada Zidan sebagai tanda undur diri.
Sementara itu Zidan masih dalam kondisi bingung, jika jujur dia pasti akan membuat Fiona lebih takut dengan nya, atau bisa saja Fiona akan membencinya jika Fiona tau malam itu Zidan lah yang meniduri dirinya.
"Apa yang harus aku katakan? Aku tidak mau dia benci kepada ku, aku tidak mau kehilangan nya lagi."Batin Zidan mengusap wajah nya furstasi.
Begitu banyak beban pikiran Zidan saat ini, dia merasa begitu serba salah dalam hal ini, ia lun akhirnya memilih untuk tidur di kamar tamu karena kamar nya sedang di isi oleh Fiona,mau tidur bersama juga tidak mungkin,dia pasti akan di cap buruk lagi oleh Fiona,saat ini menghargai wanitanya adalah pilihan terbaik.
Keesokan harinya.
Fiona terbangun dari tidurnya, kondisi badan nya pagi ini, terasa lebih baik dari tadi malam, dia perlahan turun dari ranjang dan membuka gorden dengan remote control di samping ranjang.
Suasana pagi lebih indah saat matahari masuk dari selah-selah goreng yang sudah di buka oleh nya.
Suara ketukan terdengar jelas di luar pintu kamar Fiona.
Fiona yang mendengar nya kini berjalan pelan-pelan mendekati pintu kamar tersebut, dengan tangan nya, dia memegang gagang pintu itu lalu menarik nya hingga pintu itu terbuka.
"Selamat pagi nona."Hormat seorang maid sambil membawa sesuatu di tangan nya.
"Se, selamat pagi."Lirih Fiona menatap sang maid yang terlihat sangat sopan, membuat dirinya merindukan para maid di mansion nya yang sudah dia anggap seperti keluarga sendiri.
"Nona, ini adalah pakaian dari tuan muda, dia meminta ku untuk mengantarkan nya kepada nona, dia juga menyuruh nona untuk mandi, dia menunggu nona di ruang makan mansion."Jelas sang maid tampa, berbelit-belit.
"Be, begitu, baik lah, aku mengerti."Jawab Fiona singkat dan sedikit gugup.
__ADS_1
"Kalau begitu apa nona butuh bantuan ku?"Tanya sang maid lagi.
"Tidak,aku bisa sendiri."Ucap Fiona rendah hati tak ingin menyusahkan sang maid.
"Baik lah, kalau begitu,aku permisi dulu."Ucap sang maid undur diri.
"Baik lah."Jawab Fiona yang kembali menutup pintu kamar tersebut setelah kepergian sang maid.
"Mengapa dia sampai report-repot memilih kan baju yang begitu bagus untuk ku?"Batin Fiona sambil menatap dress mewah tersebut.
Namun karena Fiona ingat maid itu mengatakan jika tuan muda mereka menunggu nya di meja makan mansion, Fiona pun akhirnya buru-buru masuk ke kamar mandi untuk segera mandi, dia pun berusaha menyingkirkan rasa gugupnya kembali.
Sementara itu di sisi lain.
"Mas, sudah jangan banyak gerak, kondisi mu masih sangat lemah."Ucap mama Dewi yabg saat ini sedang menjaga papa Robert di kamar nya.
Saat itu setelah kepergian Fiona dari mansion, papa Robert jantung nya kumat, untung nya dokter masih sempat menangani nya.
"Fiona, di mana dia? Apa sudah ketemu?"Tanya papa Robert kepada Dewi.
"Mas, apa kau lupa? Dia sudah sangat membuat malu dirimu, dia juga sudah tidak mendengar kan mu, mengapa kau harus mengingat nya lagi."Marah mama Dewi.
"Iya pa, Kakak sudah benar-benar keterlaluan kepada kita, dia mencemari nama baik papa."Tutur Maya ikut meracuni pikiran papa Robert.
Saat mendengar hatusan dari kedua ular ini, papa Robert pun kembali mengingat bagaimana Fiona semalam dan dirinya pun kembali marah kepada Fiona.
"Maaf kan papa, Maya, sekarang papa hanya ingin fokus dengan kebahagiaan mu dan mama mu, maaf kan papa yabg selama Ini sudah membiarkan Fiona bersikap kurang hajar kepada kalian berdua."Tutur sang papa yang begitu mudah di racuni pikiran nya.
"Tidak apa-apa pa, oh iya, pa, bagaimana dengan kak Alfa dan aku?"Tanya Maya mengalihkan pikiran papa Robert dari Fiona menjadi dirinya.
__ADS_1
"Papa akan meminta mereka datang ke mansion kita siang ini, dan papa akan meminta Alfa untuk bertanggung jawab kepada mu."Ucap papa Robert yang terlihat sangat menyayangi Maya.
Bersambung ....