Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 27


__ADS_3

Sementara itu Zidan yang sudah tau siapa mereka berdua pun hanya diam, dia menunggu Fiona anggat bicara, karena dia tau Fiona yang sekarang bukan lah Fiona yang lemah seperti kemarin lagi.


"Maya, Alfa, kalian di sini juga?"Tanya Fiona tanpa gentar sedikitpun, dia tentu sudah mempersiapkan diri nya secara matang untuk menghadapi anak ular dan kecebong itu.


"Kak, kau terlihat sombong sekali, aku pikir kau sudah menjadi gelandangan, tapi ternyata kau baik-baik saja, aku turut bahagia, boleh kah kami bergabung?"Ucap Maya dengan lancang nya menyindir keadaan Fiona sekarang.


"Tidak bisa, ini adalah meja VIP,dan kami sedang diner,di sana masih banyak kursi lain untuk kalian tempati."Jawab Fiona lagi.


"Wah, kak, kau benar-benar berubah ya."Ucap Maya lagi.


"Ya, tentu, aku jadi lebih sadar sekarang untuk tidak bergaul dengan kehidupan orang-orang licik seperti kau dan ibumu yang sudah menghasut papa ku,upss,aku bicara terlalu kuat ya? Maaf."Jawab Fiona sambil menutup mulut nya.


"Kau ini!"Tutur Maya yang akhirnya terpancing emosi.


"Sayang, kita sudah selesai, seperti nya tempat ini sudah tidak nyaman lagi, bagaimana jika kita kembali ke mansion?"Tanya Zidan yabg berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Seketika Maya dan Alfa melongo.


Fiona tersenyum dan mengangguk kan kepala nya.


"Kalian bisa duduk dan menikmati bekas kami,ini sudah di bayar,kau bisa merasakan duduk di sini, karena aku tau dari dulu, tampa kekayaan papa ku kau tidak bisa merasakan makan di restoran mahal."ucap Fiona sambil tersenyum kepada Maya dan Alfa.


Maya melotot mendengar ucapan Fiona barusan, ingin sekali dia berkelahi di dalam restoran tersebut, namun dia masih berusaha menjaga image nya, karena dua hari lagi pernikahan nya dan Alfa akan segera berlangsung.


"Baik lah kak, jika kau ingin pergi, padahal aku masih ingin lama-lama mengobrol, oh iya, jangan lupa, datang ke pesta pernikahan ku dua hari lagi, dan bawa juga pacar mu ya kak, siapa tau papa ingin kenalan."Ucap Maya sang tersenyum miring.


"Hanya jika aku ada waktu."Ucap Fiona memegangi tangan Zidan dan mereka pun kemudian berjalan keluar dari restoran tersebut.


"Sudah-sudah, ayo, bukan kah kita ke sini untuk makan malam? Mau tidak boleh emosi seperti ini, ada banyak orang yang mengamati kita."Ucap Alfa mencoba menenangkan Maya.


"Sudah tidak mau makan, tidak berselera."Ucap Maya yang kemudian berjalan cepat menuju pintu keluar restoran tersebut.

__ADS_1


Sementara itu Alfa harus rela menahan malu nya di depan orang banyak.


Sementara itu di sisi lain.


"Kita akan ke mana? Ini kan bukan jalan menuju mansion."Tutur Fiona kepada Zidan.


"Malam ini adalah malam ulang tahun ku, apa kau tidak mau menemani aku merayakan nya?"Tanya Zidan sambil fokus mengemudi mobil.


"Emm, aku minta maaf, gara-gara Maya, kita jadi tidak nyaman makan di sana."Ucap Fiona merasa bersalah.


"Tidak masalah,aku punya banyak tempat untuk merayakan ulang tahun."Jawab Zidan Santai.


Sementara Fiona hanya menurut saja, dia pun merasa bersalah karena sudah mengacaukan hari baik nya Zidan.


"Apa kau akan pergi ke pesta pernikahan mereka?"Tanya Zidan memecahkan keheningan di dalam mobil itu.

__ADS_1


Fiona terdiam,dia bingung harus menjawab apa, jika tidak datang,Maya akan berfikir dirinya masih mengharap kan Alfa atau Maya akan berfikir dirinya kalah.


Bersambung ....


__ADS_2