
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di sebuah gedung yang tempat nya di sewa oleh Maya untuk melangsungkan pernikahan nya dan juga Alfa.
"Kau gugup?"Tanya Zidan kepada Fiona.
Fiona menatap Zidan dan mengangguk kan kepala nya."Aku sangat gugup,aku takut, takut akan tambah benci kepada papa ku dan mereka karena sudah membuat kehidupan ku hancur."Ucap Fiona kepada Zidan.
"Ada aku, aku tidak akan membiarkan mereka menyakiti mu, ayo jalan "Ucap Zidan yang terus mensuport Fiona, dia bahkan tidak melepaskan genggaman tangan nya dari tangan Fiona.
Mereka pun berjalan bersama masuk ke dalam gedung tersebut.
Dalam sekejap semua mata tertuju ke arah mereka, bahkan ada beberapa orang yang berisik membicarakan tentang kecantikan Fiona yang melebihi dari pengantin wanita pada acara tersebut.
"Me, mereka datang."Ucap Maya yang kini berdiri di samping Alfa.
Mata Alfa tidak bisa berbohong, dia terlihat mengagumi Fiona yang memang sangat cantik.
"Maya, siapa laki-laki yang berdiri di samping Fiona?"Tanya mama Dewi kepada Maya.
__ADS_1
"Dia, aku tidak tau, dia adalah pacar nya Fiona ma."Ucap Maya dengan sang mama.
"Astaga, Fiona datang dengan tuan muda Zidan."Ucap papa Robert tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
"Selamat atas pernikahan kalian."Ucap Fiona yang kini sudah tiba di hadapan mata, Alfa,mama Dewi dan juga papa Robert.
"Kak, terima kasih kau sudah datang, dan kau bersama dengan pacar mu? Atau calon suami mu?"Tanya Maya mengolok-olok.
"Seperti yang kau lihat, kau tidak perlu mengajukan pertanyaan kepada ku, fokus saja dengan kehidupan mu setelah ini."Ucap Fiona sambil tersenyum.
"Tuan muda Zidan, bagaimana anda bisa mengenal putri saya?"Tanya papa Robert yang masih kaget karena Fiona kini bersama Zidan orang kaya nomer satu di kota xx.
"Fiona, kau tidak menyapa mama, apa kau tidak merindukan mama"Tutur mama Dewi yang tiba-tiba jadi baik.
"Maaf, kami seperti nya tidak bisa berlama-lama di sini, Zidan begitu banyak urusan."Ucap Fiona tidak menegur papa dan mama tiri nya.
"Kak, mengapa kau begitu sombong? Kau bahkan tidak menegur papa."Ucap Maya sok baik.
__ADS_1
"Aku tidak punya papa, karena dia sendiri lah yang sudah memutuskan hubungan dengan ku, dan aku juga tidak punya mama, mama ku Hanya satu dan dia sudah lama meningal."Ucap Fiona sambil tersenyum kepada Maya.
"Fiona,kau benar-benar keterlaluan!"Marah mama Dewi menujuk Wajah Fiona.
"Apa yang kau tunjuk? Apa kau ingin aku membuat tangan mu itu hilang?"Ucap Zidan menatap tajam mama Dewi.
Seketika mama Dewi bergidik ngerti dan menurunkan tangannya.
"Ayo sayang, kita pergi, aku rasa pesta pernikahan kecil seperti tidak cocok untuk kau hadiri."Ucap Zidan yang kemudian mengandeng tangan Fiona dan pergi dari tempat itu.
"Fiona."Batin sang papa tersiksa dengan sikap Fiona yang sekarang.
Rasanya dia begitu menyesal telah bertindak gegabah kepada putri nya itu.
Singkat cerita, resepsi itu pun akhirnya selesai, Maya dan kedua orang tua nya serta suaminya itu pun kembali ke mansion.
"Mas, siapa laki-laki yang bersama dengan Fiona itu? Mengapa dia terlihat sangat berpengaruh?"Tanya mama Maya.
__ADS_1
Papa Robert malah melamun dan tidak mendengar kan apa yang di katakan oleh mama Dewi.