
"mengapa kau malah menatap ku? Bukan kah aku meminta mu untuk duduk?"Tanya Zidan kebingungan.
"Eh, em, ayo duduk."Jawab Fiona yang kemudian duduk di pohon tumbang yang besar itu.
Mereka pun kini duduk bersama di atas pohon besar tersebut, suasana malam yang begitu banyak bintang dan juga pancaran bulan yang terang mampu menciptakan suasana yang cukup romantis.
"Fiona."Lirih Zidan sambil menoleh ke arah Fiona yang sedang menatap langit.
"Iya."Jawab Fiona tampa menoleh ke arah Zidan.
"Jika kau melihat satu bintang jatuh, apa permintaan yang akan kau inginkan?"Tanya Zidan.
"Aku ingin,aku ingin mendapatkan seseorang yang akan menyelamatkan hidup ku, menjadi suamiku, menjadi ayah dari anakku,dan menjadi orang yang selalu melindungi ku dari kejam nya dunia ini."Ucap Fiona tanpa rasa ragu.
Zidan tersenyum mendengar permintaan dari Fiona barusan, ini membuat dia ada harapan kembali.
"Lalu, bagaimana dengan mu?"Tanya Zoya lagi.
"Aku ingin, aku,em, aku ingin menemukan cinta pertama ku,dan menikahi nya."Jawab Zidan.
__ADS_1
Deg ... Seketika jantung Fiona seolah ingin berhenti berdetak, mendengar ucapan Zidan barusan.
"Cin, cintai pertama? Kau memiliki cintaku pertama?"Tanya Fiona sedikit gugup, entah perasaan apa yang membuat nya begitu gugup saat ini.
"Iya, cinta masa SMA, apa kau juga pernah memiliki cinta pertama?"Ucap Zidan lagi.
"Aku,em, tidak ada."Jawab Fiona singkat dan kembali mengarah kan pandangan nya ke arah lain, rasa nya begitu sakit mendengar ucapan Zidan tadi.
"Benar-benar tidak ada?"Tanya Zidan memastikan.
Fiona tidak menjawab nya, dia hanya mengangguk dengan pandangan ke arah lain.
"Apa aku menyukai nya? Oh Fiona ayo lah,sadar kau bukan perempuan yang begitu pantas dengan laki-laki sempurna seperti Zidan."Batin Fiona menguatkan dirinya sendiri dan berusaha yakin jika dirinya tidak akan mencintai Zidan.
Setelah perbincangan itu, keduanya pun kini saling diam dan larut dalam pikiran masing-masing, baik Fiona mau pun Zidan, mereka memilih untuk diam.
Sampai satu jam berlalu.
Zidan berdiri dari duduknya saat setelah menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan nya sudah menujukkan pukul 12:00
__ADS_1
Bertepatan di saat itu, sebuah bintang benar-benar jatuh melintasi beberapa bintang lain.
Fiona yang melihat nya seolah tidak percaya dan buru-buru menutup mata lalu berdoa dengan sangat yakin di dalam hatinya.
Zidan yang menatap Fiona, merasakan bahwa aura cantik dari Fiona benar-benar tidak bisa di bandingkan dengan wanita lain, rambut lurus dan panjang itu ke sana ke mari di terpa oleh angin, menambah kecantikan Fiona.
"Tuhan,Kabul kan semua permintaan ku, meskipun membutuhkan waktu yang lama."Batin Fiona pada saat semua permintaan nya selesai dan hendak membuka mata.
Alangkah kagetnya Fiona, saat dia membuka matanya, wajah Zidan kini hanya berjarak beberapa cm dari wajah nya.
"Ap,apa yang kau lakukan?"Tanya Fiona hampir tidak bisa berkedip.
"Aku hanya ingin melihat seseorang yang berdoa dengan begitu tenang nya."Ucap Zidan sambil tersenyum, senyum yang begitu indah, membuat semua wanita yang menatap nya tergila-gila.
"Em, aku, aku sudah selesai."Turur Fiona masih dalam keadaan gugup.
"Kau tidak ingin mengucapkan sesuatu kepada ku?"Tanya Zidan yang kembali berdiri di hadapan Fiona.
Rasanya jantung Fiona ingin lepas dari tempat nya, laki-laki itu membuat dia benar-benar tak mampu mengembuskan nafas dengan lega.
__ADS_1
Bersambung ....