Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 40


__ADS_3

"dokter, apa yang terjual dengan nya?"Tanya Zidan kepada dokter peribadi mansion.


"Tuan muda, nona Fiona sedang hamil, kondisi jadin nya sedikit lenah karena baru berusia dua Minggu."Ucap sang dokter kepada Zidan.


"Apa? Fiona? Hamil?"Tanya Zidan kaget.


"Ya, nona Fiona saat ini sedang kepada hamil."Jelas sang dokter kepada Zidan.


Seketika wajah Zidan menjadi sangat cerah mendengar berita bahwa Fiona saat ini sedang dalam keadaan hamil, tak di sangka oleh Zidan dia akan segera menjadi seorang papa.


"Baik lah dokter terimakasih banyak."Ucap Zidan kepada sang dokter.


"Ya, aku turut bahagia, kalau begitu aku pamit dulu."Ucap sang dokter kepada Zidan.


"Baik dokter."Jawab Zidan yang pikiran nya saat ini hanya terfokus kan kepada Fiona.


Setelah dokter itu meningal kan mansion, Fiona pun akhirnya sadar dari pingsan nya.


"Ah, mengapa kepala ku sangat pusing?"Tanya Fiona sambil melirik sekitar nya.


"Sayang, kau sudah bangun?"Ucap Zidan memegang tangan Fiona.

__ADS_1


"Emm."Ucap Fiona kebingungan karena Zidan semakin bersikap lembut kepada nya.


"Nona muda, selamat ya atas kehamilan nya."Ucap kepala pelayan tidak sabar untuk mengucapkan itu kepada Fiona.


"Apa? Kalian? Kalian sudah tau semuanya?"Tanya Fiona kaget.


"Kau mencoba untuk pergi dari ku dan merahasiakan ini?"Tanya Zidan lagi.


"Tuan mdua, saya keluar dulu."Ucap kepala pelayan tak ingin mencampuri urusan Zidan dan Fiona.


"A,aku, aku bukan ingin merahasiakan nya."Jawab Fiona gugup.


"Aku pikir kau tidak akan bisa menerima ku, karena aku hamil, dan aku pikir laki-laki malam itu bukan kau."Jelas Fiona sambil menangis.


"Hentikan jangan bicara lagi, jangan menangis, kau sedang hamil aku tidak ingin kondisi kandungan mu jadi buruk, jangan memikirkan apapun lagi, aku di sini untuk mu."Ucap Zidan menarik Fiona ke dalam pelukan nya.


Fiona bingung saat ini dirinya harus bahagia atau tidak, karena dia sudah mendapatkan cinta yang dia inginkan namun sang papa masih dalam keadaan koma.


"Maaf kan aku, aku mencoba pergi dari ku, aku juga sangat mencintai mu."Ucap Fiona membalas pelukan Zidan dengan begitu erat nya.


Setelah hari itu, kehidupan Fiona pun berubah drastis, dia menjadi seorang wanita yang benar di ratukan oleh Zidan, bahkan dia tidak pernah merasakan yang namanya sedih lagi.

__ADS_1


Sementara itu di sisi lain.


"Dokter, pasien di kamar itu sudah sadar."Ucap seorang suster kepada dokter nya.


"Baik, aku akan memeriksa nya, kau segera hubungi keluarga yang bersangkutan."Ucap sang dokter yang kemudian masuk ke dalam ruangan papa Robert.


"Baik dokter."Jawab suster itu yang kemudian mengambil telpon rumah sakit dan kemudian menelpon Fiona agar dia bisa segera datang ke rumah sakit untuk papa nya


Satu jam kemudian, Fiona dan Zidan sudah tiba di rumah sakit tersebut, alangkah bahagianya Fiona ketika mendengar kabar bahwa papa nya sudah berhasil melewati masa koma nya.


"Dok bagaimana dengan papa saya?"Tanya Fiona kepada sang dokter.


"Kondisi nya sudah membaik ini adalah suatu keajaiban."Ucap snag dokter sambil tersenyum.


"Apa saya boleh melihat nya dok?"Tanya Fiona lagi.


"Tentu, silahkan."Ucap dokter itu mempersilahkan Fiona dan Zidan masuk ke dalam ruang rawat papa Robert.


Tanpa banyak basa basi, Fiona dan Zidan pun masuk ke dalam ruangan papa Robert untuk segera melihat keadaan nya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2