Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 24


__ADS_3

Baru kali ini mama Lika terlihat sangat bahagia karena anak semata wayang nya sudah memiliki seorang kekasih, ini tentu kabar yang sangat dia tunggu sejak sekian lama.


Makan malam itu pun berjalan dengan lancar, setelah selesai makan, Fiona meminta pelayan untuk mengantar kan mama Lika ke kamar nya, dan mama Lika pun meminta Zidan untuk mengajak Fiona istirahat di kamar.


"Sesuai janji, aku di kasur kau di ranjang."Ucap Fiona yang kini perlahan mulai terbiasa dan sedikit dekat dengan Zidan sehingga dia tidak perlu gugup lagi berbicara dengan Zidan.


"Aku cukup bisa menepati janji ku Fio, maksud ku Fiona."Ucap Zidan mengambil satu buah bantal dan juga selimut kemudian membawanya ke sofa dan segera mengatur posisi untuk tidur.


Sementara itu Fiona terdiam dan merasa risau asing dengan panggilan Fio yang baru saja keluar dari mulut Zidan.


"Apa yang kau pikirkan? Ayo tidur, besok kita akan pulang pagi dari villa."Ucap Zidan kepada Fiona.


Aku tau."jawab Fiona singkat dan kemudian menaiki ranjang dan segera merebahkan tubuh nya.


Beberapa kali dia ingin memejamkan mata nya, dia selalu gagal, rasa nya, panggilan Fio dari Zidan kini teriang-iang di telinga nya."Mengapa aku malah mengingat nya? Arghh, lupakan saja, lupakan."Batin Fiona yang kemudian mulai kembali memejamkan mata.


Kalian tentu tau siapa orang yang saat ini di ingat oleh Fiona, setelah mendengar panggilan Fio dari Zidan tadi.

__ADS_1


Malam pun berlalu dengan semestinya.


Keesokan harinya.


"Ma, kami pulang dulu."Ucap Zidan kepada sang mama yang saat ini mengantarkan mereka sampai ke depan pintu villa.


"Tante aku akan kembali ke sini, jadi jangan sedih, sangat senang berkenalan dengan Tante."Tutur Fiona kepada mama Lika.


"Senang bertemu dengan mu juga sayang, Tante akan lebih bahagia jika kau sering ke sini, bahkan tanpa bocah menyebalkan itu."Ucap mama Lika menujuk Zidan.


"Ma? Aku ini anak mama."Tutur Zidan merasa tersingkirkan.


Setelah selesai berpamitan, mobil Zidan pun akhirnya menjauh dari villa, wajah mama Lika pun kembali sedih karena vila kembali sepi.


Sementara itu di perjalanan, Fiona tidak ada habisnya tersenyum.


"Bagaimana kau bisa membuat mama ku melupakan aku dalam sekejap waktu?"Tutur Zidan yang saat ini duduk di samping Fiona.

__ADS_1


Sementara Romi mengemudi dengan fokus.


"Mungkin karena aku lebih baik."Jawab Fiona sambil terkekeh.


"Apa-apaan? Aku lah anak mama ku, anak satu-satunya."Tutur Zidan yang ternyata seperti anak kecil cemburu buta.


"Ya, tapi aku lebih di sayang kan?"Jawab Fiona.


"Aku tidak mau bicara dengan mu."Kesal Zidan mengalihkan pandangannya dari Fiona.


"Yasudah."Jawab Fiona diam.


Sementara itu Romi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua orang itu, kedua nya sama-sama terlihat seperti kurang kasih sayang saja, dan keduanya juga sama-sama seperti anak kecil, yang sangat mudah cemburu satu sama lain.


Namun di balik semua itu, ada sosok Zidan yabg jika marah apapun akan dia lakukan termasuk membunuh orang, dan juga ada Fiona yang penuh dengan dendam di dalam hatinya, tapi setidaknya mereka kini sudah mulai dekat satu sama lain dan tidak terlalu cangung lagi.


"Kira-kira kapan boss muda akan jujur dengan semuanya ya?"Batin Romi.

__ADS_1


Suasana perjalanan semakin sepi karena tidak ada lagi perkelahian atau debataan kecil dari Zidan dan Fiona.


Bersambung ....


__ADS_2