Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 25


__ADS_3

Suasana perjalanan semakin sepi karena tidak ada lagi perkelahian atau debataan kecil dari Zidan dan Fiona.


Setelah mengatakan tidak mau bicara satu sama lain, mereka pun akhirnya sama-sama tertidur lelap di perjalanan pulang ke mansion.


"Ini dua orang, enak sekali tidur, sedang kan aku, mengemudi kaku begini, huh capek."Gerutu Romi sambil mengemudi dan sesekali melihat ke belakang pemandangan yang membuat nya iri.


Terlihat Fiona dan juga Zidan yabg sedang tertidur pulas saling bersenderan satu sama lain.


Singkat cerita, beberapa jam pun berlalu, mereka pun kini telah kembali ke mansion dengan selamat.


"Malam ini ikut aku makan malam di luar."Tutur Zidan yang saat saat itu sedang duduk di ruang tengah sambil mainkan ponsel nya.


"Bicara padaku duluan? Tadi katanya tidak mau bicara."Ejek Fiona sambil tersenyum kecil melihat Zidan.


"Sudah berani pada ku?"Ucap Zidan yang menarik tangan Fiona sehingga membuat wanita itu terhuyung ke tubuhnya.


"Ah."Leguh Fiona.


"Mengapa? Sudah tidak berani melawan lagi? Hm?"Ucap Zidan memegang pinggang Fiona dengan kuat.


"Zidan lepas kan aku, jangan seperti ini, bagaimana jika ada yang melihat?"Ucap Fiona merasa lirih.

__ADS_1


"Memang nya kenapa? Ini kan mansion ku, memang nya siapa yang akan berani berkomentar?"Zidan malah balik bertanya.


Tidak bada alasan apapun lagi yang bisa di ucapkan oleh Fiona, di tambah lagi keadaan mansion yang cukup sepi saat ini.


"Aku mau pipis."Bohong Fiona yang saat ini benar-benar tidak nyaman akan situasi ini.


"Pipis saja, ayo pipis."Ucap Zidan yang tau sebenarnya Fiona sedang berbohong.


Fiona pun mendapat ide, ia mengigit lengan Zidan dan kemudian buru-buru bangkit dari tubuh Zidan setelah dia meringis kesakitan dan melepaskan pelukan nya.


"Fiona!"Teriak Zidan yang melihat Fiona telah berlari menuju kamar nya.


Rasa kesal ini pun membuat Zidan mengejar nya, Zidan mengejar Fiona yang pergi ke kamar.


Tidak lama kemudian, terdengar Zidan yang mengedor-gedor pintu kamar itu.


"Fiona! Buka! Awas kau, jika aku mendapat kan mu akan aku balas gigitan ini!"Teriak Zidan.


Saat ini Fiona hanya bisa terkekeh sambil berbaring di atas ranjang karena dia begitu lelah.


Mereka berdua ini sudah terlihat seperti anak kecil saja.

__ADS_1


***


Malam harinya.


Fiona baru saja bangun dari tidur nya, dan melihat jam sudah menujukkan pukul 19:20 malam.


"Astaga, aku sudah tidur terlalu lama."Batin Fiona yang kemudian bangun dan turun dari ranjang.


Dia berjalan pelan untuk membuka pintu kamar, suasana di depan pintu kamar terlihat sepi dia juga tidak melihat Zidan ada di sana.


"Aman, seperti nya dia sudah pergi dan tidak jadi mengajak ku."Batin Fiona lega.


Fiona pun berjalan menuruni tangga untuk melihat ke ruangan tengah mansion untuk memastikan apakah Zidan sudah tidak ada di dalam masion tersebut.


Saat tiba di ruangan tengah, ia tidak melihat ada nya Zidan di sana."Aman, dia sudah pergi."Ucap Fiona sambil mengelus dada nya.


"Kau mencari ku?"Ucap seseorang yang saat ini berdiri tepat di belakang Fiona.


"Astaga!"Kaget Fiona refleks dan menatap Zidan yang saat ini tersenyum miring di belakang nya.


"Apa? Masih belum siap-siap juga? Apa kau tidak dengar aku ingin kau menemaniku makan malam di luar?"Tutur Zidan.

__ADS_1


Entah ada acara apa, tiba-tiba saja Zidan ingin makan malam di luar bersama dengan Fiona.


Bersambung ....


__ADS_2