
Zidan tidak menjawab nya, dia malah mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, menahan rasa marah akibat kecemburuan nya,ini lah Zidan yabg sangat mencintai Fiona.
"Sudah lah, lupakan saja, makan ini."Ucap Zidan menyerah kan semangkok buah jeruk yang sudah di kupas nya itu kepada Fiona.
"Masih marah tidak? Jika kau marah aku tidak akan memakan jeruk ini."Ucap Fiona lagi.
"Aku tidak marah, sudah lah, makan saja."Ucap Zidan lagi.
"Aku makan."Tutur Fiona yang kemudian meraih buah jeruk yang sudah di kupas itu dan memasukan satu persatu ke dalam mulutnya."Ini manis sekali."Tutur nya sambil menikmati jeruk tersebut.
"Jika kau mau, kau bisa me makan nya sebanyak ya g kau mau."tutur Zidan.
"Tampa kau suruh pun, aku memakan nya dengan banyak."Jawab Fiona dengan mulut yang penuh dengan makanan.
"Anak ini."Batin Zidan kesal.
"Fiona, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu."Ucap Zidan melanjutkan obrolan mereka.
"Apa? Ayo katakan saja."Jelas Fiona masih memakan jeruk nya.
__ADS_1
"Tatap aku."Ucap Zidan memegang dagu Fiona yang saat ini pipi nya penuh dengan ulasan jeruk.
Glek ... Glek ... Fiona menelan ulasan jeruk yang ada di dalam mulut nya.
"Dia sangat tampan."Batin Fiona tampa mengedip kan mata nya.
"Aku meminta mu untuk serius, jangan makan lagi, ini hal penting yang harus aku bicarakan kepada mu."Ucap Zidan dengan wajah serius nya.
Fiona pun buru-buru menghabiskan makanan yang ada di dalam mulut nya, dan kemudian berkata."Apa hal penting itu?"Tanya Fiona.
"Kau ingin memberi pelajaran kepada Maya dan ibu nya? Kau ingin mengambil kebahagiaan dan hak mu kembali?"Tutur Zidan.
"Iya, aku ingin itu, aku ingin mengambil semua yang menjadi hak ku."Tutur Fiona dengan wajah serius nya.
"Mengapa harus pakai syarat? Apa syarat nya?"Tutur Fiona.
"Jadi lah pacar ku."Ucap Zidan.
"Apa!?"Kaget Fiona.
__ADS_1
Dengan cepat Zidan menutup mulut Fiona yang tersentak kaget itu.
"Mama ku sakit, dan dia ingin aku segera menikah, tidak hanya menikah, dia juga ingin melihat aku memiliki pacar, katakan padanya jika dia bertanya, kau adalah pacar ku, hanya akan berlangsung jika kau bertemu mama ku, jika aku belum menikah, setidaknya dia bahagia melihat aku membawa mu ke sini, dan mengira kau adalah pacar ku, aku harap kau mau mempertimbangkan itu."Ucap Zidan kepada Fiona.
"Ouhh, hanya pura-pura?"Tutur Fiona sedikit lega.
"Ya, seperti itu lah kira-kira, apa kau bersedia?"Tanya Zidan lagi.
"Ba,baik lah, aku bersedia, asal kau benar-benar ingin membantu ku."Tutur Fiona.
"Deal."Ucap Zidan.
"Oke deal."ucap Fiona sang tersenyum.
Fiona menanggap ini adalah kesepakatan yang akan membuat mereka saling menguntungkan satu sama lain, tapi berbeda dengan Zidan, dia melakukan ini karena dia benar-benar mencintai Fiona dan ingin Fiona menjadi milik nya.
Setelah melakukan kesepakatan, mereka pun beranjak pergi dari dapur untuk ke ruang tengah, karena tidak pulang, mereka terpaksa harus tidur di satu kamar yang sama malam ini di villa mama nya Zidan.
"Malam ini, kita akan tidur di sini, kau tidur di ranjang,dan aku di sofa."Jelas Zidan kepada Fiona.
__ADS_1
Saat ini, mereka berada dalam satu kamar di lantai atas villa itu.
Bersambung ....