Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 36


__ADS_3

Benar saja,mama Dewi membuka brangkas milik papa Robert dan mengambil semua uang dan juga perhiasan nya.


namun sayangnya saat dia ingin keluar dari kamar tersebut, tiba-tiba papa Robert terbangun dan menghampiri nya.


"Dwei! Apa yang kau lakukan? Mengapa kau membuka bernagkas ku?"Ucap papa Robert kepada mama Dewi.


Mama Dewi yang kaget tak bisa menjawab apa-apa lagi, dia pun memilih untuk berlari kabur dari hadapan papa Robert.


"Dewi! Kau mau ke mana!"Ucap papa Robert yang kemudian mengejar mama Dewi dan berhasil menangkap nya tepat sebelum dia memijak anak tangga untuk turun.


"Lepas kan aku mas! Lepas kan!"Ucap mama dewi memberontak.


"Ada apa dengan mu Dewi? Kau ingin kabur ke mana? Mengapa kau membawa semua uang dan perhiasan."Tanya papa Robert menahan tangan mama Dewi.


"Aku ingin pergi dari sini, jangan halangi aku!"Ucap mama Dewi yang kemudian mendorong papa Robert sehingga pada akhirnya papa Robert terjatuh dan berguling di tanga itu.


"Astaga mama!"Ucap Maya kaget saat melihat papa Robert yang terjatuh ke lantai bawah dengan bersimbah darah.


"Maya, ayo cepat kabur dari sini!"Ucap mama Dewi memegang tangan Maya.

__ADS_1


"Tapi ma, papa."Ucap Maya yang saat itu masih menatap sang papa yang telah tidak berdaya di lantai.


"Jangan banyak bicara jika tidak mau masuk penjara! Ayo cepat!"Ucap mam Dewi tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Apa yang kalian lakukan?"Tanya Alfa yang sat itu baru saja tiba di mansion.


Suasana sudah semakin kacau balau karena Alfa tiba-tiba kembali ke mansion.


"Astaga, papa Robert!"Ucap Alfa kaget melihat papa Robert yang terletak pingsan di lantai.


"Mas ini tidak seperti yang kau lihat!"Ucap Maya takut.


"Namun tiba-tiba mama Dewi memukul Alfa dengan vas bunga dari belakang sehingga Alfa jatuh ke lantai dan meringis kesakitan.


"Mama keterlaluan!"Ucap Maya yang hendak mendekati Alfa namun di tahan oleh sang mama.


"Kau ingin masuk penjara?"Tanya sang mama lagi yang membuat Maya ketakutan.


"Tidak ma."Jawab Maya.

__ADS_1


"Kalau begitu cepat ikut mama!"Ucap mama Dewi menarik Maya keluar dari mansion tersebut.


Baru saja beberapa langkah menuju gerbang, mereka sudah di kaget kan oleh beberapa orang yang ternyata anggota kepolisian.


"Jangan bergerak! Anda sudah kami kepung!"Ucap polisi itu sambil menodongkan pistol nya ke arah mama Dewi dan Maya.


"Ma..."lirih Maya.


Saat ini kedua nya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, di sekeliling mereka sudah ada beberapa polisi dan juga terlihat Zidan dan Fiona.


"Celaka kau Fiona!"Teriak mama Dewi furstasi karena rencana nya untuk kabur hanya sia-sia.


Jika mereka melangkah lagi,maka mereka akan segera mati di tembak oleh polisi tersebut.


"Sudah waktunya kau mendekap di penjara, wanita sialan!"Ucap Fiona yang kemudian melayangkan beberapa kali tamparan ke wajah mama Dewi.


Malam itu, menjadi malam terakhir mama Dewi dan Maya melakukan kejahatan mereka, setelah puas melampiaskan amarahnya, Fiona pun meminta kedua orang itu di bawa ke kantor polisi dan di siksa karena sudah melakukan pembunuhan dan juga di tambah lagi di mansion Alfa dan papa Robert juga menjadi korban kejahatan mama Dewi dan Maya.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2