
Satu bulan kemudian.
Saat ini papa Robert telah sembuh dari sakit nya, dia benar-benar bahagia, karena akhirnya bisa kembali bersama dengan Fiona anak satu-satunya.
Dan di hari ini pula, hari paling bahagia bagi Fiona dan Zidan, karena di hari ini, mereka akan melangsungkan pernikahan.
Fiona tidak bisa menunggu lama lagi, karena kandungan nya sudah sedikit terlihat, ini akan membuat nya kelelahan jika dia menunda-nunda pernikahan sampai janin nya semakin membesar.
"Sayang,kau hari ini sangat cantik.."Ucap mama nya Zidan kepada Fiona.
"Makasih ya ma, mama juga sangat cantik, tapi ma aku sangat gugup."Ucap Fiona sambil menatap cermin.
Fiona hari ini benar-benar terlihat sangat cantik mengunakan gaun pengantin berwarna putih yang cukup mewah itu.
"Sayang jangan gugup, dan jangan banyak pikiran, kasian bayi mu, Zidan juga pasti akan khawatir jika kau banyak pikiran, ayo keluar sekarang, acara nya sudah mau di mulai."Ucap mama nya Zidan sambil memegang tangan Fiona.
Setelah begitu mempersiapkan diri agar tidak terlalu gugup, Fiona pun akhirnya keluar dari kamar itu bersama dengan mama nya Zidan.
__ADS_1
Sementara sang papa sudah menunggu nya untuk mengantarkan Fiona ke atas altar agar segera melangsungkan upacara pernikahan nya dengan Zidan.
Benar saja, saat papa Robert mengendeng tangan Fiona berjalan menuju altar semua mata menatap kagum kepada Fiona, dia terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin itu, wajah nya yang terlukis sebuah senyuman kebahagiaan membuat siapapun yang menatap nya jadi ikut bahagia.
"Zidan, aku serahkan putri tunggal ku kepada mu, jaga dia baik-baik, cintai dia sepenuh hati, dan jangan pernah menyakiti nya."Ucap papa Robert sambil menyerahkan tangan Fiona kepada Zidan.
Zidan yang terharu akan kecantikan Fiona hampir tidak bisa berkata apa-apa, dia tidak menyangka, wanita yang selama ini di incar nya bisa menjadi istri nya, bahkan calon ibu dari anak nya.
"Aku bersumpah akan menjaga nya sepenuh hati ku pa, jangan khawatir."Jawab Zidan yang kini mengengam erat tangan sang istri.
"Baik lah, apa sekarang kita bisa memulai upacara pernikahan nya?"Tanya pendetanya kepada Zidan dan Fiona.
"Baik lah, tuan muda Zidan, apakah anda berjanji dan bersedia akan menjaga, mencintai, menyayangi,nona Fiona sepanjang masa, baik susah maupun senang dan apapun yang terjadi apakah kau akan tetap mencintai nya?"Tanya sang pendeta.
"Tentu saja, saya bersedia."Jawab Zidan dengan penuh wibawa.
"Baik lah, nona muda Fiona, apakah anda berjanji dan bersedia akan menjaga, mencintai, menyayangi,tuan muda Zidan sepanjang masa, baik susah maupun senang dan apapun yang terjadi apakah kau akan tetap mencintai nya?"Tanya sang pendeta bergantian.
__ADS_1
"Aku bersedia."Jawab Fiona sambil tersenyum kepada Zidan.
Upacara pernikahan pun di langsung kan dengan begitu lancar.
"Selamat, kalian berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri."Ucap sang pendeta mengumumkan.
Di susul tepuk tangan para tamu dan juga mama nya Zidan serta papa Robert, semuanya berbahagia untuk Zidan dan Fiona yang akhirnya menikah dan memakai sepasang suami istri.
"Baik lah, saat nya bertukar cincin dan juga pengantin pria memberikan ciuman pertama nya untuk pengantin wanita."Tutur sang pendeta.
Zidan dan Fiona saling tersenyum dan bertukaran memasang cincin pernikahan di jari keduanya.
Setelah itu tanpa banyak bicara Zidan menarik tengkuk sang istri dan mencium lembut bibir Fiona.
Suasana semakin ricuh dengan suara tepuk tangan para tamu undangan yang ikut bahagia atas kebahagiaan kedua orang yang kini masih berdiri di atas altar.
Sungguh ini adalah kebahagiaan yang di dambakan oleh Zidan dan Fiona karena mereka sudah berhasil melewati begitu banyak rintangan dalam hubungan mereka.
__ADS_1
TAMAT.