Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 28


__ADS_3

Fiona terdiam,dia bingung harus menjawab apa, jika tidak datang,Maya akan berfikir dirinya masih mengharap kan Alfa atau Maya akan berfikir dirinya kalah.


"Aku tidak tau, aku masih memikirkan nya, hadir ke pernikahan mereka, membuat ku tidak mood saja."Jawab Fiona kepada Zidan.


"Emm, kau tidak boleh terlihat lemah di hadapan mereka, kau harus membuktikan bahwa sekarang kehidupan mu jauh lebih baik dari mereka, dan juga bukan kah kau ingin merebut posisi ku kembali? Itu akan jauh lebih baik jika kau hadir."Bujuk Zidan.


"Emm, mau kah kau ikut bersama ku untuk pergi ke pesta itu?"Tanya Fiona dengan gugup.


Dia tau orang penting seperti Zidan mungkin sangat banyak kesibukan, Fiona merasa sedikit merepotkan jika dia harus mengajak Zidan.


Bukan merepotkan, lebih tepatnya, Fiona takut dirinya merepotkan Zidan.


"Aku akan pergi bersama mu, aku tentu tidak akan membiarkan kau pergi sendiri."Jawab Zidan sambil tersenyum tipis.


"Benar kah?"Tanya Fiona tak menyangka Zidan mau pergi bersama dengan nya ke pesta pernikahan Maya.


"Ya, tentu."Jawab Zidan lagi.

__ADS_1


Senyuman Zida membuat Fiona merasa dunia masih berpihak kepada nya, sungguh itu adalah senyuman termanis yang dia lihat.


Tidak lama kemudian, mereka pun akhirnya tiba di pinggir pantai.


"Malam-malam seperti ini, apa yang akan kita lakukan di sini?"Ucap Fiona kebingungan.


Zidan tidak menjawab nya, dia hanya membuka mobil dan berjalan keluar dari mobil itu dan menuju pinggiran pantai.


Angin berhembus kencang, suasana pantai sangat lah dingin, membuat Fiona hampir tidak berani menginjak kan kaki nya ke pasir pantai yang sejuk.


"Apa kau tidak ingin melepaskan semua rasa kesal, atau kegelisahan yang ada di dalam hati mu? Aku pikir ini tempat yang cocok untuk itu."Jelas Zidan lagi.


"Hmm?"Bingung Fiona.


Tiba-tiba Zidan melepaskan jas yang dia gunakan dan memakaikan nya ke tubuh Fiona."Aku tau ini sangat dingin, bisa kah kau menemaniku menanti jam dua belas malam? Aku ingin melihat bintang jatuh di saat ulang tahun ini."Jelas Zidan lagi.


Mendengar ucapan Zidan, Fiona pun akhirnya paham, saat ini yang sebenarnya banyak beban pikiran itu adalah Zidan, dan dia membutuhkan suasana tenang,setenang pantai saat ini.

__ADS_1


Suara ombak yang menghempas ke pinggiran pantai membuat suasana malam di pantai tersebut sangat lah tenang, bukan hanya mereka, banyak pasangan-pasangan lain yang juga menikmati suasana malam di pantai tersebut.


Sayangnya Fiona dan juga Zidan belum resmi menjadi pasangan.


"Baik lah, aku akan menemanimu, sampai ada bintang jatuh."Ucap Fiona sambil tersenyum.


"Kalau begitu, ayo ikut aku."Ucap Zidan memegang tangan Fiona dengan lembut dan membawa nya ke sisi lain di pantai tersebut.


"Astaga, dingin nya."Turur Fiona namun kaki nya terus melangkah mengikuti Zidan.


Tidak lama kemudian, mereka pun berhenti di sisi pantai lain, Zidan menatap sebatang kayu mati yang memang sudah lama tumbang di tepi pantai tersebut.


"Duduk di sini saja."Ucap nya dengan lembut.


Fiona sejenak menatap wajah Zidan, sejak awal pertemuan nya dengan Zidan, laki-laki itu sudah sangat membuat nya Kagum, sosok nya yang banyak menyimpan kepribadian yang berbeda-beda membuat dia begitu sempurna di mata Fiona, dia bisa dingin,cuek, bersikap lembut dan juga jahil, akan tetapi lebih dingin saja.


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2