Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 06


__ADS_3

Sementara itu, air mata Fiona tak lagi bisa di bendung, mendengar ucapan demi ucapan yang menyayat hati dari seorang papa yang menjadi cinta pertama nya sebagai anak perempuan tunggal satu-satunya dalam keluarga Robert.


"Pa, kasian kakak."Ucap Maya mencoba mencari muka depan Alfa dan papa nya.


"Diam kau! Kalian berdua sekarang puas kan melihat aku seperti ini? Bagaimana? Rencana kalian lancar kan? Membuat papa ku membenci ku! Wanita ****** itu adalah ibu mu dan juga kau, kalian sudah mengambil, merampas orang-orang yang aku sayangi!"Marah Fiona dengan mata memerah.


"Fiona cukup!"Ucap papa nya tak kalah emosi dari Fiona.


"Papa yang cukup! Oke, kalau papa lebih memilih kedua orang itu di bandingkan dengan aku, silahkan putus kan hubungan antara aku dan papa demi mereka pa, tapi ingat suatu saat nanti, kebenaran akan terbongkar, dan aku harap papa tidak akan menyesal, satu lagi, tidak perlu membereskan apapun, aku akan pergi dari sini tampa membawa apapun itu! Ingat pa, papa sendiri yang mengatakan, mulai detik ini aku bukan anak papa!"Ucap Fiona dengan lantang, air mata nya tiada henti menetes.


Dia menatap tajam mama Dewi, Maya, Alfa dan juga papa nya.


"Aku akan membalas kalian."Ucapan terakhir Fiona.


Setelah berjalan demikian dia berlari keluar dari dalam mansion itu tampa menoleh kebelakang lagi, hari itu adalah hari terakhir Fiona menginjakkan kaki nya di mansion milik nya.


"Fio, Fiona anakuu."Ucap papa Robert memegang dada nya.


"Mas, kau tidak apa-apa kan?"Ucap mama Dewi menghampiri papa Robert dan kemudian memegang lengan nya.


"Pa, seperti nya penyakit jantung papa kumat, kak Alfa, tolong panggil dokter."Ucap Maya sok peduli padahal di lubuk hati nya dan juga mama nya ingin sekali papa Robert meningal.


"Astaga, baik lah, Maya kau jaga om Robert."Ucap Alfa sejenak melupakan Fiona dan buru-buru mengambil telpon dan menelpon dokter.


Sementara itu di sisi lain.


" Boss Zidan, ini biodata yang anda inginkan."Ucap seorang laki-laki berpakaian rapi dengan membawa sebuah tablet hitam.


"Berikan pada ku." Ucap laki-laki yang mengunakan jas hitam dengan wajah tampan dan terlihat dingin itu.


"Fiona Alexia Robert?"Ucap Zidan sambil menatap asisten nya, ya itu Romi.

__ADS_1


"Ya, dia adalah anak dari tuan Robert orang kaya kedua setelah anda boss."Ucap Romi kepada Zidan.


"Jadi dia? Aku tidak menyangka."Ucap Zidan dengan senyum tipis yang kini terukir jelas di kedua sudut bibir nya.


"Boss, mengapa anda senyum? Ada apa dengan wanita itu?"Tanya Romi yang saat itu ikut penasaran karena baru kali ini boss nya, "Zidan Lezio Argos" meminta nya untuk menyelidiki biodata seorang perempuan.


"Mengapa aku begitu ingin tau?"Ucap Zidan malah balik bertanya.


"Tidak boss."Jawab Romi sedikit ngeri dengan tatapan boss nya itu.


"Romi."Ucap Zidan lagi.


"Ya boss."Jawab Romi dengan sigap.


"Kerah kan beberapa anak buah mu, cari dia, mungkin sekarang dia butuh aku."Ucap Zidan lagi.


"Ba, baik boss."Romi tak berani membantah atau mempertanyakan lagi apa yang di perintahkan oleh Zidan barusan.


"Fio, lama tidak melihat mu, ternyata kau sudah dewasa, kau semakin cantik, sangat cantik."Lirih Zidan sambil menatap foto Fiona yang ada di dalam layar tablet milik Romi.


Ada yang penasaran gak sih? Kenapa Zidan berkata seperti itu? Seolah dia sudah mengenal Fiona bukan? Mari cek flashback on nya.


Flashback onn


Pada masa SMP


"Fiona, mengapa kau menolak perjodohan antara kita?"Tanya Zidan kepada Fiona.


"Zidan, jangan pikir kan soal pernikahan atau perjodohan dulu, aku masih belum selesai belajar, masa depan ku masih panjang."Ucap Fiona sambil memegang buku nya.


"Tapi kedua orang tua kita sudah sepakat."Ucap Zidan yang saat itu benar-benar sudah sangat menyukai Fiona.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mau."Jawab Fiona lagi.


"Mengapa? Kau tidak ada alasan untuk menolak itu Fio!"Ucap Zidan marah.


"Aku anak satu-satunya, aku tidak mau menikah muda, kita bisa bicarakan ini saat dewasa, tolong jangan mengangu ku Zidan!"Marah Fiona yang kemudian meningal kan Zidan sendok di kelas.


Setelah pertengkaran hari itu di kelas, itu adalah hari terakhir Fiona bertemu dengan Zidan, karena setelah nya Zidan menghilang tanpa kabar yang jelas,seolah di tutupi oleh pihak sekolah dan keluarga nya.


Ya keluarga Robert dan juga keluarga Argos adalah keluarga terkaya di kota itu, karena derajat mereka, kedua keluarga ini pun berteman baik, ya itu tuan Argos dan juga tuan Robert mereka menjadi dua orang sahabat baik.


Karena kedua nya sama-sama memiliki satu anak tunggal, tuan Robert dan tuan Argos pun berniat untuk menjodohkan kedua anak mereka, ya itu Fiona dan Zidan, namun sebuah hal yang tidak terduga tiba-tiba saja terjadi, saat liburan tahun baru, papa Argos terkena serangan jantung dan akhirnya meningal, setelah itu mama dari Zidan juga jatuh sakit dan harus di bawa ke luar negeri untuk menjalani pengobatan serius.


Karena itu lah, Zidan terpaksa pindah sekolah, dan soal perjodohan itu pun terpaksa di batalkan karena sang papa sudah tidak ada, Zidan di minta mama nya untuk fokus belajar agar bisa meneruskan bisnis besar milik papa nya, mau tidak mau Zidan harus menuruti kata dan perintah dari mama nya.


Flashback off


"Aku kembali Fio, takdir membawa ku kembali ke kota ini, dan takdir juga lah yang membuat dirimu akhirnya menjadi milikku."Ucap Zidan yang saat ini tersenyum miring.


Sementara itu di sisi lain.


Suasana sudah semakin gelap, jam pun sudah menujukkan pukul 19:20 malam.


"Dingin sekali, aku harus pergi ke mana? Apa yang harus aku lakukan sendiri seperti ini?"Batin Fiona sambil melangkah menyusuri jalan setapak yang ada di sisi lain jalan raya.


Tubuh Fiona terlihat sangat lemah, dirinya berjalan kaki sudah beberapa kilometer jauh nya dari mansion, saat ini seorang pewaris tunggal yang cantik sudah terlihat seperti seorang pengemis yang terhuyung ke sana kemari di sisi jalan kota yang cukup ramai.


"Apa ini benar-benar jalan menuju mansion keluarga Robert?"Yanya seorang laki-laki kepada teman laki-laki nya.


Kedua teman nya saat ini hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat satu di antara mereka yang begitu bodoh.


Saat ini Romi mengutus kan tiga orang anak buah nya untuk mencari keberadaan Fiona,bukan mencuri nya.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2