Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 11


__ADS_3

Sementara itu di meja makan.


Fiona makan dengan lahap, dia terlihat benar-benar kelaparan sejak semalam dia tidak makan.


"Selera makan mu sangat bagus."Tutur Zidan yabg saat ini menatap wajah Fiona yang sedang makan sambil tersenyum.


Fiona yang mendengar itu pun berhenti mengunyah makanan nya.


"Emm, maaf tuan, aku, sudah dari semalam aku tidak makan, jadi aku kelaparan."Tutur Fiona dengan jujur nya.


"Tidak masalah, aku malah senang kau makan banyak."Ucap Zidan lagi.


Mereka pun kemudian terus melanjutkan makan, hingga beberapa puluh menit kemudian.


"Aku sudah selesai."Ucap Fiona kepada Zidan.


"Baik lah, perut mu juga sudah terlihat buncit karena makanan."Ucap Zidan sambil tersenyum meledek.


"Eh? Benar kah?"Ucap Fiona sambil menatap perut nya.


Terlihat perut nya yang sedikit membuncit.


"Astaga, mengapa aku sampai seperti ini? Memalukan."Batin Fiona dengan pipi yang sudah memerah karena menahan malu.


"Sudah lah, jangan malu, ayo ikut lah dengan ku, aku akan membawa mu keliling mansion, agar kau lebih cepat tau sekitar mansion."Ucap Zidan yang kemudian berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan ruang makan.


Fiona yang saat ini masih duduk pun berdiri dari duduknya dan mengikuti Zidan dengan seribu pertanyaan dan rasa penasaran, mengapa tiba-tiba saja ada seorang laki-laki tampan konglomerat yang datang ke dalam kehidupan menjadi penyelamat hidup nya secara tiba-tiba.


Mansion itu begitu megah, lebih megah dari mansion milik nya.


"Mengapa berdiri di sana? Kemari lah."Ucap Zidan yang saat ini berhenti beberapa meter dari Fiona.


Fiona pun melangkah kan kaki nya untuk menghampiri Zidan.


"Tuan, boleh kah aku bertanya?"Ucap Fiona menatap Zidan saat dirinya tiba di hadapan Zidan.

__ADS_1


"Katakan apa yang ingin kau tanyakan."Tutur Zidan berusaha tetap tenang meski dia tau apa pertanyaan yang akan di ucapkan oleh Fiona nanti.


"Em, mengapa tiba-tiba kau menolong ku? Maksud ku mengapa tiba-tiba kau menjadi penyelamat ku?"Ucap Fiona sambil menunduk tidak berani menatap wajah Zidan.


"Emm, maaf, anak buah ku melihat kau sangat mirip dengan mendiang adik ku, jadi mereka menangkap mu dan membawa nya ke mansion ku."Ucap Zidan berbohong.


"Apa? Kebetulan sekali?"tutur Fiona tak habis fikir.


"Ya, mereka salah paham."Jelas Zidan lagi.


"Benarkah? Boleh aku melihat fotonya? Seberapa mirip dia dengan ku?"Tanya Fiona penasaran.


"Em, bukan nya aku tidak mau menujukkan,tapi semua foto nya tidak ada di sini, ada di villa mama ku."Ucap Zidan lagi-lagi berbohong kepada Fiona.


"Hmm, kalau begitu, boleh aku aku pergi? Aku ini, nama ku Fiona Alexia Robert, aku bukan adik mu."Tutur Fiona dengan wajah polos nya.


"Kau mau pergi ke mana? Apa kau tidak butuh bantuan dari ku? Aku lihat kau sangat kesulitan, tuan Robert mengusir mu dari rumah bukan?"Tanya Zidan lagi.


Lagi-lagi pertanyaan ini membuat Fiona kebingungan, laki-laki ini benar-benar tau segala hal tentang dirinya.


"Jangan salah paham, aku hanya melihat berita yang tersebar di sosial media, kau adalah putri tunggal keluarga Robert."Ucap Zidan buru-buru menyusul perkataan baru untuk membuat Fiona tidak curiga kepada nya.


"Kau cukup menderita, karena wajah mu mirip dengan adik ku, kau boleh meminta bantuan kepada ku, dan kau tidak perlu pergi dari mansion ku, bertahan lah sampai semua dendam mu terbalas."Ucap Zidan yang sebenarnya juga sangat membenci orang-orang yang sudah membuat wanita yang di cintai nya menderita.


"Balas dendam? Ya, aku akan balas dendam, mereka sudah membuat aku hancur, mereka juga sudah membuat apa yang aku pertahankan selama ini di rengut paksa oleh laki-laki yang aku sama sekali tidak kenal."Tutur Fiona dengan mata berkaca-kaca.


Terlihat jelas saat ini Fiona benar-benar dendam kepada orang-orang yabg sudah menyakiti hidup nya.


"Jangan menagis, aku akan membantu mu."Ucap Zidan yang kemudian menarik Fiona ke dalam pelukan nya.


Entah apa yang terjadi, pelukan dari seorang Zidan mampu menciptakan rasa nyaman kepada Fiona, rasanya saat ini dia benar-benar memiliki bahu yang kuat untuk bersandar.


Fiona yang merasa nyaman pun tidak mampu menahan air mata nya, dia pun menagis sejadi-jadinya di dalam pelukan Zidan.


"Kalian benar-benar sudah membuat nya menderita, lihat lah apa yang akan aku lakukan nanti."Batin Zidan merasa marah kepada Robert dan dua ekor ular itu.

__ADS_1


Lima menit kemudian


Fiona yang saat itu sudah merasa puas akan tangisan nya pun melepaskan pelukan Zidan.


"Tuan boleh kah aku menanyakan satu pertanyaan lagi?"Tanya Fiona.


"Apa itu?" Tanya Zidan kembali di buat khawatir atas pertanyaan selanjutnya dari Fiona.


"Tuan mengapa kau bisa tau aku alergi udang?"Tanya Fiona dengan tatapan interogasi.


"Em, itu, oh em, di google banyak artikel tentang mu, kau adalah anak tunggal dari seorang CEO kaya, mana mungkin tidak ada berita tentang mu."Jawab Zidan dengan wajah yang terlihat sedikit gugup.


"Em, begitu ya."Ucap Fiona merasa sedikit bingung, karena sebelumnya tidak ada satu aplikasi pun yang berani mengambil berita tentang dirinya.


"Oh iya, pangil saja aku Zidan, jangan tuan, terdengar tidak enak."Ucap Zidan lagi-lagi menampilkan senyum tipis nya yang manis.


"Zi? Zidan?"Ucap Fiona terlihat mengingat sesuatu dari raut wajah nya.


"Kenapa?"Tanya Zidan dengan jantung yang berdegup kencang.


"Tidak, aku seperti ingat seseorang saat mendengar nama mu, tuan, eh, em, Zidan."Ucap Fiona.


"Ouh, Mungkin banyak nama yang mirip dengan nama ku, ayo lanjut keliling mansion."Tutur Zidan yang kemudian berjalan mendahului Fiona.


"Nama nya mirip? Aku bahkan tidak ada bilang jika soal nama nya mirip dengan seseorang, dasar aneh."Batin Fiona yang kemudian kembali melangkah mengikuti Zidan.


Sementara itu di mansion Robert.


Saat ini keluarga dari Alfa sudah datang ke mansion Robert.


Mereka duduk bersama di ruang tengah mansion dan saling berhadapan.


"Tuan Robert, aku benar-benar minta maaf,atas kejadian ini."Ucap papa nya Alfa yang mulai membuka tema obrolan.


"Lupakan masalah itu tuan, yang terpenting sekarang adalah, menikah kan mereka, karena mereka sudah melakukan hal itu."Tutur tuan Robert.

__ADS_1


Papa nya Alfa sedikit kebingungan, karena menurut nya ada sesuatu yang terasa tidak adil yang sedang berlangsung di keluarga Robert.


Bersambung ....


__ADS_2