Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 16


__ADS_3

Fiona mulai kembali mengingat apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya, dia ingat saat itu hati nya terlalu sakit melihat unggahan dari Maya, dan ia mulai mengigit tangan nya sendiri untuk mengurangi rasa sakit di hatinya karena ulah sang papa.


Perlahan air mata Fiona mulai menetes membasahi pipi nya.


"Bisa kah bantu aku duduk?"Tanya Fiona di sela air matanya yang menetes.


Zidan tidak menjawab nya, dia membantu Fiona untuk duduk bersandar di ranjang dengan perlahan.


Setelah duduk, Fiona malah menarik Zidan ke dalam pelukan nya. Membanam kan wajah nya ke dalam pelukan Zidan, ini adalah hal paling nyaman yang saat ini bisa di rasakan oleh Fiona.


Zidan yang mengerti pun membalas pelukan Fiona dengan begitu erat.


"Baru kali ini dia sendiri yang berinisiatif memeluk ku."Batin Zidan yabg saat ini hatinya malah berbunga-bunga.


"Hikss, maaf, maaf kan aku, aku benar-benar tidak bermaksud merepotkan mu, aku hanya beban di sini, aku tidak bermaksud, aku melakukan nya di luar kesadaran ku, hiksss, sekarang aku tidak memiliki siapapun lagi, aku benar-benar sendirian, papa ku sudah benar-benar membuang ku."Tangis Fiona dengan pilu terdengar dari dalam pelukan Zidan.


"Ssssst, apa ya g kau katakan? Jangan menangis, siapa bilang kau tidak memiliki siapa-siapa, kau memiliki aku di sini mu, semua orang di mansion ini sangat menyayangi mu, kau tidak boleh berfikir sendiri."Tutur Zidan mengelus rambut panjang Fiona dengan begitu lembut.


Fiona melepaskan pelukan nya dan menatap Zidan dengan tatapan dalam.


"Apa karena aku mirip dengan adik mu?"Tanya Fiona lagi.


Zidan hanya tersenyum dan mencium lembut kening Fiona."Jangan memikirkan itu, yang penting kau aman bersama ku."Ucap Zidan sambil menampilkan senyum tipis nya yang manis.

__ADS_1


Saat ini masih saja, Fiona berfikir Zidan melakukan semua itu karena wajahnya yang mirip dengan adik nya Zidan yang palsu itu, padahal Zidan melakukan itu karena dia adalah wanita yang paling di cintai oleh Zidan.


Fiona sedikit kaget karena Zidan mencium keningnya dengan lembut, baru kali ini ia merasakan kasih sayang yabg tulus lebih dari apapun.


"Kau mau minum?"Tanya Zidan kepada Fiona.


"Hmm."Jawab Fiona sambil mengangguk kan kepala nya.


Zidan pun mengambil air minum yang ada di atas nakas dan kemudian memberikan nya kepada Fiona.


Setelah meminum air tersebut, Fiona merasa tenggorokan nya sedikit lebih nyaman dari sebelumnya.


Namun tiba-tiba ...


"Astaga aku sampai lupa, kau lapar? Seharian kau belum makan?"Ucap Zidan kepada Fiona.


Namun wajah Fiona masih saja terlihat sangat sedih, dengan sisa-sisa air mata yang mengalir di pipi nya.


"Sudah, semua sudah berlalu, kita akan membalas semua orang yang jahat kepada mu secara perlahan, ada aku di sisi mu, kau bisa menganggap aku kakak mu, sekarang tunggu lah di kamar, aku akan meminta kepala pelayan untuk membuat kan mu bubur ayam yang hangat."Ucap Zidan menyeka air mata Fiona.


"Benar kah? Kau akan mengangap ku adik mu dan aku bisa mengangap mu kakak ku?"Tanya Fiona memegangi tangan Zidan.


Sebenarnya ini adalah hal yang sulit untuk di iya kan oleh Zidan, tapi biar bagaimanapun, kebahagiaan Fiona adalah hal nomer satu di hati nya, apalagi mengingat keadaan Fiona yang tidak baik-baik saja saat ini, untuk sementara ini tidak masalah pikir Zidan.

__ADS_1


"Ya, tentu, tunggu di sini, aku akan segera kembali."Ucap Zidan beranjak dari ranjang nya dan kemudian berjalan keluar dari kamar itu.


Sementara Fiona kini merasa sedikit lebih lega.


"Dia sangat baik, aku tidak menyangka."Batin Fiona.


Sementara itu di sisi lain.


"Sudah berapa hari Zidan tidak datang menjenguk ku, apa yang terjadi dengan nya? Apa dia begitu sibuk?"Ucap seorang perempuan yang duduk di kursi roda sambil menatap pintu ruang tengah villa.


"Nyonya, sudah waktunya makan malam."Lirih pelayanan di villa itu.


"Bi, aku tidak melihat Zidan datang dalam beberapa hari ini, ke mana dia ya?"Tanya nyonya Lika kepada pelayan nya.


"Seperti nya tuan muda sedang sibuk nyonya, dia bahkan belum menelpon beberapa hari ini."Ucap sang pelayan lagi.


"Kau telpon dia nanti ya, bilang aku sudah sangat merindukan nya, aku ingin dia datang ke villa."Tutur mama Lika lagi.


"Baik lah nyonya, tapi nyonya makan dulu, makan malam nya sudah saya siapkan, setelah makan saya akan menelpon tuan muda."Tutur pelayan.


"Baik lah bi, bawa aku ke ruang makan."Tutur mama Lika.


Pelayan itu pun mengangguk kan kepala nya dan kemudian mendorong pelan kursi roda mama Lika ke ruang makan.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2