
Kedua teman nya saat ini hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat satu di antara mereka yang begitu bodoh.
Saat ini Romi mengutus kan tiga orang anak buah nya untuk mencari keberadaan Fiona,bukan mencuri nya.
"Mana aku tau, boss Romi yang menyuruh kita, jalan ini aku rasa sudah benar, tapi apa yang akan kita lakukan di mansion Robert? Cari mati?"Tanya anak buah Romi kepada teman-teman lain nya.
"Aduh aku kira dia sendiri yang bodoh, ternyata kau juga bodoh ya."Ucap teman satu nya lagi
"Bodoh, kau lah yang bodoh, dia sudah benar kita ke sana untuk mengambil nona cantik ini,bukan cari mati."Ucap teman lain nya menujukkan foto Fiona.
Seperti nya mereka bertiga ini sama tolol nya.
"Cantik nya, aku rasa jika kita mencuri nya kita akan di bunuh tuan Robert."Jelas salah satu dari mereka bertiga.
"Dan jika kita tidak mencuri nya, kita juga akan mati karena boss besar."Jelas teman yg satu nya lagi.
"Aduhh, aku bingung."Ucap salah satu dari mereka sambil mengacak-acak rambut furstasi.
"Huh, ini lah akibat nya jika kalian berdua tidak mencongkel taik telinga kalian, kalian jadi tuli,boss Romi meminta kita mencari nya, itu artinya dia tidak ada di dalam rumah nya atau mansion nya, itu artinya dia di luar, benar kan kata ku?"Tanya salah satu dari mereka lagi.
"Iya juga ya, mengapa kau baru mengatakan nya?"
"Ah sudah lah, cepat dan fokus saja mengemudi, jika terus berbincang kapan akan menemukan nya"Ucap yang lain nya.
Ketiga nya pun diam, dan saling buang muka ke arah jalan raya, sementara satunya hanya mengeleg kepala dan fokus mengemudi mobil dengan sedikit pelan.
"Eh, tunggu-tunggu, bukan kah itu wanita yang kita cari?"Ucap salah satu antara mereka bertiga yang tadinya sibuk mengamati sisi jalan raya dengan mata nya.
"Mana?"Tanya teman sebelahnya.
Si pengemudi mobil pun buru-buru menghentikan mobilnya.
Dia pun menujuk ke arah seorang perempuan yang tengah duduk dengan lesu di batu dekat pinggir jalan setapak samping jalan raya.
Laki-laki yang memegang foto Fiona pun menatap foto itu dan menatap wanita yang mereka lihat.
__ADS_1
"Sama, iya benar sama."Ucap mereka berdua malah heboh.
"Tunggu apa lagi ayo cepat!"Ucap si pengemudi meminta dua orang temannya untuk menghampiri Fiona.
"Baik-baik."jawab mereka berdua secara bersamaan.
"Tunggu, ingat jangan membuat nya takut, jangan menyakiti nya,itu pesan boss Romi, aku tunggu di mobil."Ucap si tukang kemudi.
"Siap."Jawab mereka berdua yang kemudian turun dari mobil yang sudah memingir dan bergegas menghampiri Fiona.
Dari kejauhan, Fiona yang melihat ada dua orang asing mendekati nya pun merasa ketakutan,dia berfikir dua orang itu adalah anak buah adik tiri dan mama tiri nya yang mungkin masih belum puas menyiksa dirinya.
Fiona yang lemah pun dengan susah payah berdiri dan hendak kabur.
Namun dua orang laki-laki itu menghadang nya.
"Apa yang kalian inginkan? Minggir!"Ucap Fiona dengan wajah panik.
"Tuh kan dia takut,wajah mu itu terlalu seram."Ucap laki-laki satu nya kepada teman nya.
Sontak Fiona kaget dan kebingungan, mengapa ada penculik atau orang jahat berkata baik seperti itu.
"Siapa kalian? Aku tidak mau ikut dengan siapa pun, minggir aku ingin pergi!"Ucap Fiona yang hendak kabur.
Namun salah satu dari mereka menahan tangan Fiona agar tidak kabur.
Tapi tiba-tiba saja, Fiona malah jatuh pingsan di tangan salah satu anak buah Romi tersebut, tentu nya karena kondisi nya yang sudah sangat lemah.
"Astaga dua orang bodoh itu malah membuat nya pingsan."Ucap teman mereka yang mengemudi mobil akhirnya keluar untuk membantu.
"Hey, kau apakan dia?"Tanya laki-laki satunya melihat Fiona yang sudah pingsan.
"Aku tidak tau, aku hanya menahan nya dan dia pingsan."Jelas anak buah Romi yang tak bersalah.
"Kalian berdua ini bodoh sekali, aku sudah bilang kan,bujuk dengan baik, mengapa malah membuat di pingsan?"Ucap anak buah Romi yang mengemudi.
__ADS_1
"Jangan asal bicara, kondisi nya sangat lemah, karena itu dia pingsan, wajah nya saja pucat,aku bahkan hanya menahan lengan nya agar dia tidak kabur dan dia langsung pingsan."Jelas anak buah Romi kepada kedua temannya.
"Baik lah, jangan banyak bicara lagi, bawa dia dengan hati-hati masuk ke dalam mobil, jangan sampai lecet, boss Romi sudah mengatakan jika kita sudah menemukan nya bawa dia ke mansion Argos."Jelas si anak buah yang bertugas mengemudi.
Setelah banyak nya percekcokan antara mereka bertiga yang ternyata sama-sama bodoh, mereka pun membawa Fiona masuk ke dalam mobil dengan penuh hati-hati, setelah itu mereka pun meluncur ke mansion Argos untuk menyerahkan Fiona.
Tidak butuh waktu lama, mereka pun akhirnya tiba di mansion Argos, di sana terlihat Zidan dan Romi sudah menunggu kedatangan ketiga anak buah nya itu.
Melihat Romi dan boss besar mereka sudah menunggu di pintu mansion, ketiga anak buah Romi menjadi gemetar dan merasa nyawa mereka sudah berada di ujung tanduk, tatapan Zidan yang mematikan mampu membuat ketiganya kedinginan dan gemetar.
"Di mana dia?Tanya Romi.
Mereka pun dengan suara gemetar menjelaskan apa yang terjadi dari awal sampai akhir.
"Bodoh, beraninya kalian membuat nya pingsan!"Marah Romi.
"Tahan Romi."Ucap Zidan yang sudah tau apa yang sebenarnya terjadi, Fiona pasti lah sangat lemah saat ini makanya dia jatuh pingsan.
"Kalian bertiga, kerja baik, kembali ke tempat masing-masing."Ucap Zidan lagi.
Seketika ketika anak buah Romi menjadi lega dan bahagia, tampa buang-buang waktu mereka pun pergi dari hadapan Zidan sebelum Zidan berubah pikiran.
"Romi, buka pintu mobil nya."perintah Zidan.
Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Romi, kecuali melakukan apa yang di perintahkan oleh Zidan.
Romi pun berjalan membuka pintu mobil tersebut, terlihat Fiona terbaring dengan wajah pucat dan masih dalam keadaan tidak sadar kan diri.
Tampa banyak berkata-kata, Zidan pun mengeluarkan Fiona dari dalam mobil dan mengandong nya ala koala masuk ke dalam mansion mewah nan besar seperti istana itu.
Zidan melangkah kan kaki nya memasuki sebuah kamar besar nan mewah itu, membaringkan Fiona di atas sebuah ranjang king size dan menatap nya dengan penuh kelembutan.
Sementara itu di luar para maid dan kepala pelayan tengah sibuk cek Cok bahagia melihat tuan muda mereka yang terkenal galak terhadap perempuan kini malah membawa seorang perempuan cantik ke Mansion.
Bersambung ....
__ADS_1