
Fiona pun mengangguk kan kepala nya dan kemudian mendorong kembali kursi roda mama Lika untuk ke kamar mama Lika, kebetulan saat itu kamar mama Lika tidak jauh dari ruang tengah karena kondisi mama Lika yang lumpuh tidak bisa tidur di lantai atas karena tidak ada lift.
Setelah mengantar kan mama Lika ke kamar nya, Fiona pun bergegas mencari keberadaan Zidan.
"Di mana ya? Tidak terlihat."Tutur Fiona kepada diri nya sendiri sambil celingak-celinguk di villa itu.
"Nona, ada yang bisa saya bantu?"Tanya seorang pelayan kepada Fiona.
"Apa kau melihat Zidan?"Tanya Fiona kepada maid tersebut.
Main tersebut tersenyum sejenak, lalu kemudian mengangkat bibir nya untuk menjawab pertanyaan Fiona."Nona, tuan muda kami,ada di dapur vila, sebaik nya nona ke sana,dan lihat apa yang dia lakukan."
__ADS_1
Fiona sedikit kebingungan, sampai-sampai dia mengerutkan keningnya.
"Baik lah ... Aku akan ke dapur vila sekarang, tapi di mana dapur nya"Tutur Fiona dengan sedikit pelan sambil menatap ke segala arah dalam ruangan villa.
"Dapur nya di sebelah sana nona."Tutur lembut sang pelayan dengan mengatakan kedua tangan nya sebagai tanda petunjuk arah untuk Fiona berjalan ke dapur.
Fiona melihat sebuah lorong pintu yang seperti nya adalah jalan menuju dapur villa itu,dia mengganguk kan kepala nya dengan pelan dan kemudian melangkah kan kaki nya menuju dapur vila.
"Kau sedang apa?"Tanya Fiona sambil melangkah kecil lebih mendekat ke arah tempat Zidan duduk.
"Apa kau tidak melihat nya?"Jawab Zidan yabg saat itu masih fokus dengan sebuah jeruk di tangan nya, dia terlihat sedang mengupasi kulit jeruk tersebut.
__ADS_1
"Aku melihat nya, hanya basa-basi saja, apa kau marah dengan ku? Karena aku memanjat pohon jeruk itu?"Fiona kembali bertanya, namun kali ini ia memilih untuk duduk berhadapan dengan Zidan.
"Lain kali, kau bisa meminta tukang kebun villa untuk melakukan ini, kau terlalu bobrok, bagaimana jika tadi kau jatuh dan mengalami cedera, kau akan menyusahkan aku bukan?"Tutur Zidan yang meletakan jeruk yang sudah di kupas nya ke dalam piring dan menyodorkan nya ke hadapan Fiona.
Fiona kembali terdiam, dia tidak menyangka jika Zidan memiliki rasa perhatian yang begitu lebih kepada nya, bahkan se khawatir ini terhadap dirinya."Maaf kan aku, lain kali aku tidak akan mengulangi nya lagi, tolong jangan marah, dan jangan marah juga kepada Romi karena dia sudah melarang ku dan dia sama sekali tidak bersalah."
"Kau membela nya atas dasar apa?"Zidan memberhentikan aktifitas nya mengupas jeruk dan menatap dalam-dalam wajah Fiona.
Tatapan ini membuat Fiona bergidik negeri,dia tidak tau mengapa Zidan menatap nya seperti itu hanya karena dia menyebut nama Romi."Aku tidak, aku tidak membela nya, aku hanya tidak ingin orang lain terkena masalah karena aku."
Zidan tidak menjawab nya, dia malah mengalihkan pandangannya ke arah luar jendela, menahan rasa marah akibat kecemburuan nya,ini lah Zidan yabg sangat mencintai Fiona.
__ADS_1
Bersambung ....