Dua Pewaris Tunggal

Dua Pewaris Tunggal
Part 12


__ADS_3

Papa nya Alfa sedikit kebingungan, karena menurut nya ada sesuatu yang terasa tidak adil yang sedang berlangsung di keluarga Robert.


"Tunggu tuan, jika mereka melakukan nya,dan jalan penyelesaian nya mereka harus di nikah kan, mengapa itu tidak berlaku dengan nona Fiona, dan mengapa dia malah di usir dari mansion nya sendiri."Ucap papa nya Alfa yang notabene nya sangat menyayangi Fiona.


"Tuan Choi (kita sebut saja nama papa nya Alfa ini tuan Choi karena dia Cina ya gais.), kau seharusnya tidak lagi membicarakan soal Fiona."Ucap mama Dewi merasa risih.


"Mengapa nyonya Dewi?"Tanya papa Choi kepada mama Dewi.


"Istri ku benar tuan Choi, Fiona tidak pantas mendapatkan hal itu, karena dia melakukan nya dengan senang hati, tapi Maya, dia di lecehkan oleh putra mu."Jelas papa Robert.


Sebenarnya malam itu Alfa meminum segelas jus yang di berikan oleh Maya, dan saat itu adalah pertama kalinya dia bertemu Maya, dia berfikir Maya itu wanita yang baik, sampai sekarang pun dia masih berfikir seperti itu, kebaikan Maya dan tubuh nya yang sexy membuat Alfa hilaf di karena kan saat itu kepala nya juga sangat pusing karena jus tersebut setelah itu dia tidak lagi Ingat apa yang terjadi dan dia juga tidak ingin menyalah kan Maya karena malam itu dirinya juga minum bir.


"Baik lah kalau begitu, silahkan di tentukan kapan pernikahan, atau pertunangan?"Ucap papa Choi mengalah.


"Sebaiknya langsung menikah saja, tidak perlu ada pertunangan, itu akan memakan waktu."Tutur papa Robert kepada papa Choi.


"Baik lah, kapan pernikahan akan di langsung kan?"Tanya mama nya Alfa angkat bicara.


"Satu Minggu lagi, lebih cepat lebih baik."Ucap mama Dewi dengan senyum tipis nya.


"Baik lah, kalau begitu, aku anggap urusan ini sudah selesai, dan sekarang tinggal menunggu hari H nya saja, masalah perisapan, aku serahkan kepada keluarga tuan Robert."Ucap papa Choi.


Mereka pun saling mengangguk paham, perundingan siang itu pun selesai, dan keluarga Alfa pun berpamitan untuk segera pulang ke rumah mereka.


"Ma, akhirnya, akhirnya kita mendapatkan apa yang kita inginkan."Ucap Maya kepada mama nya.


Saat ini mereka berdua sedang berada di kamar Maya.


"Mama ikut senang untuk mu sayang."Ucap sang mama sambil memegang tangan Maya.


"Ma, aku ingin memakai gaun paling indah, aku ingin resepsi paling megah."Ucap Maya mulai membayangkan dirinya dengan gaun indah pernikahan.

__ADS_1


"Tenang, serah kan semuanya kepada mama, mama akan membuat kau menjadi seorang putri raja, tapi untuk itu, kau harus lebih sering jalan-jalan berdua dengan Alfa agar kau bisa lebih dekat dengan nya."Ucap mama Dewi.


"Masalah itu gampang ma, aku akan menelpon nya dan mengajak nya makan malam, nanti malam, agar kami bisa lebih dekat dan leluasa."Ucap Maya yang saat ini sudah sangat menyukai Alfa.


Sementara itu di sisi lain.


"Ini adalah taman yang di bangun mama ku, bunga-bunga yang ada di sini, semuanya di tanam oleh nya."Ucap Zidan kepada Fiona.


Saat ini Zidan dan Fiona yang sedang berkeliling mansion sudah sampai di taman yang luas dan begitu indah, banyak macam bungga yang di tanam di taman tersebut.


"Astaga,ini sangat indah,lebih indah dari taman milik ku,di mansion."Ucap Fiona amat sangat kagum.


"Kau juga senang membangun taman ya?"Tanya Zidan lagi.


"Ya, aku menanam begitu banyak bungga, dan semuanya berjejer rapi seperti ini, bicara soal mama mu, di mana dia?"Tanya Fiona lagi.


"Mama ku, dia tinggal di villa."Ucap Zidan dengan raut wajah yang sedikit berubah dari sebelumnya.


"Kenapa tidak tingal dengan mu? Maksud ku mansion ini sangat besar, mengapa dia lebih memilih tinggal sendiri."Ucap Fiona dengan tatapan bingung.


"Astaga,maaf kan aku, aku mungkin terlalu banyak bertanya."Ucap Fiona merasa bersalah telah membuat Zidan mengingat kembali masa lalu keluarga Indah nya.


"Tidak, tidak masalah, aku sudah biasa, dan kehadiran mu, membuat ku merasa lebih ada teman di mansion ini."Tutur Zidan sambil menatap wajah Fiona.


"Ya Tuhan, dia sangat tampan."Tutur Fiona dengan mata berkilau menatap mata Zidan.


Entah berapa kali sudah Fiona mengagumi Zidan.


"Kau cukup cantik."Ucap Zidan secara blak-blakan.


"Eh, em, aku? Tidak juga."Jawab Fiona di liputi rasa gugup yang amat sangat besar.

__ADS_1


"Ha ha, kau gugup? Tapi kau benar-benar cantik, aku memuji mu."Ucap Zidan tertawa renyah.


"Boss muda."Ucap Romi menghampiri Zidan dan Fiona.


"Ada apa?"Tanya Zidan seketika memasang wajah dingin nya.


Sementara Fiona masih tercengang dengan perubahan ekspresi wajah Zidan, yang awalnya tertawa kini malah menjadi sangat dingin dengan tatapan tajam nya.


"Boss muda ini, padahal tadi dia tertawa lepas kepada nona Fiona, dan sekarang menatap ku seperti ingin memakan ku hidup-hidup."Batin Romi.


"Apa yang ingin kau katakan? Mengapa setelah memangil ku, kau malah diam."ucap Zidan menatap Romi kesal.


"Oh anu boss, di perusahaan sedikit ada masalah, beberapa klien besar ingin bertemu dengan anda, dan mereka tidak ingin di wakili oleh ku."Tutur Romi.


"Masalah sekecil ini pun kau tidak bisa menangani nya?"Tanya Zidan kesal kepada Romi.


"Maaf kan aku boss muda, tapi ... "ucap Romi terhenti karena Zidan mengangkat tangan nya meminta Romi untuk diam.


"Kau berjaga di mansion, jangan kemana-mana, aku akan pergi ke perusahaan sekarang."Tutur Zidan yang kemudian berlalu meningal kan Romi dan Fiona.


"Dua kepribadian yang aneh."Tutur Romi setelah Zidan tak terlihat lagi di pandangan nya.


"Dua kepribadian apa?"Tanya Fiona yang saat itu menatap Romi dengan tatapan bingung dia bahkan tidak menteri soal pembicaraan antara Zidan dan Romi.


"Nona, sedikit ingin bercerita dengan mu, sebelum nya boss muda kami tidak pernah tertawa, dan aku mengatakan hal ini ya karena tadi aku melihat nya tertawa bersama mu."Ucap Romi menjelaskan.


"Ohh itu, aku rasa itu karena dia melihat aku seperti mendiang adik nya."Tutur Fiona.


"Mendiang adik nya? Adik yang mana?"Tanya Romi kaget dan bingung karena setahu nya Zidan adalah anak tunggal satu-satunya keluarga Argos.


"Kau tidak tau? Bukan kah anak buah kalian menangkap ku karena mereka mengira ku mirip dengan Adin nya Tuan Zidan?"Tanya Fiona lagi.

__ADS_1


Seketika itu, Romi pun tau ini adalah alasan yang di buat oleh Zidan untuk menutupi hal yang sebenarnya.


Bersambung ....


__ADS_2