
Satu Minggu pun berlalu.
Kini Fiona sudah mendapatkan keadilan bagi mama nya, Maya di masukkan ke dalam penjara, mama Dewi di masukkan ke dalam rumah sakit jiwa karena gila.
Papa Robert di rawat di rumah sakit dan koma, sementara itu Alfa dia hanya luka ringan dan sudah kembali ke keluarga nya.
"Pa, kapan papa sadar nya, aku sudah memaafkan papa, jangan tinggalkan aku, aku masih membutuhkan papa."Ucap Fiona yang saat ini sedang duduk di samping papa nya yang sedang terbaring dengan banyak alat bantu di tubuh nya.
"Fiona, waktu jenguk nya sudah mau habis, ayo keluar."Ucap Zidan yang senantiasa selalu berada di samping Fiona.
Mendengar itu, Fiona mengangguk kan kepala nya dan berdiri dari tempat duduknya.
Mereka pun keluar dari ruang rawat papa Robert karena waktu jenguk sudah selesai.
"Zidan, terima kasih, kau sudah banyak membantu ku, sudah saatnya aku kembali ke mansion ku."Ucap Fiona kepada Zidan.
Mendengar ucapan Fiona, Zidan mulai gelisah dan merasa tidak nyaman, dia bahkan tidak berfikir Fiona akan pergi dari hidup nya setelah semua masalah selesai.
"Tidak, kau tidak akan kembali ke mansion itu, ada beberapa hal yang harus kau selesai kan."Ucap Zidan kepada Fiona.
__ADS_1
"Hal apa lagi?"Tanya Fiona gemas melihat wajah lucu Zidan saat dia marah.
"Ada, ada hal lain,kau harus kembali ke mansion ku terlebih dahulu, jangan main langsung kembali ke mansion ku, papa mu saja masih koma."Ucap Zidan kepada Fiona.
"Hmm, baik lah, aku akan mendunda sampai papa sembuh dan kembali ke mansion."Jawab Fiona.
Mendengar jawaban Fiona, Zidan terlihat bahagia, namun dia sendiri bingung, bagaimana caranya bisa mengutarakan perasaan nya kepada Fiona.
Dua hari setelah itu, Fiona masih tinggal di mansion Zidan.
Hanya saja, akhir-akhir ini Zidan jarang pulang ke mansion, dia terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan nya di luar sana.
"Eh, kepala pelayan, maaf, sejak kapan kau ada di sini?"Tanya Fiona kepada sang kepala pelayan.
"Baru saja, aku ingin mengatakan, jika makan malam sudah siap, mari makan malam."Ucap kepala pelayan.
"Apa Zidan masih belum pulang?"Tanya Fiona.
"Em, seperti nya tuan muda sedang banyak urusan di luar sana."Jawab kepala pelayan.
__ADS_1
"Yasudah, nanti aku akan makan jika dia sudah kembali."Jawab Fiona lagi.
"Baik lah nona, kalau begitu aku permisi dulu."Ucap kepala pelayan yang hendak beranjak dari sana.
Namun tiba-tiba Fiona merasa pusing dan hampir saja dia terjatuh.
"Astaga,nona, ada apa? Apa yang terjadi?"Tanya kepala pelayan.
"Aku, aku tidak tau, akhir-akhir ini sering merasa sangat pusing dan mual."Ucap Fiona kepada kepala pelayan.
"Apa? Pusing dan mual? Nona, apa kau hamil?"Ucap kepala pelayan tudepoin.
Sontak Fiona kaget dengan ucapan kepala pelayan barusan, dia juga baru menyadari jika akhir-akhir ini dia sering merasa lelah dan jadual menstruasi nya pun sudah sedikit telat.
"Ti, tidak mungkin, mungkin aku sedang masuk angin, bi antar aku ke kamar."Ucap Fiona dengan raut wajah yang sedikit berbeda.
Kepala pelayan yang tidak berani bertangapan lebih pun akhirnya menuruti permintaan Fiona untuk mengantarkan nya ke kamar.
Bersambung ....
__ADS_1